Bab 11

Shena terkejut mendengar ucapan Azzam setelah selesai melakukan tugasnya. Perkataan lelaki itu sangat menyakitkan hati wanita itu.

"Kamu jangan besar kepala, ini bukan karena cinta tapi hanya karena nafsu belaka." ucapnya lansung menuju kamar mandi.

Shena terdiam menahan sesak yang timbul saat itu juga. Jika lelaki itu tidak menjelaskan maka mungkin Shena tidak akan sesakit ini.

Wanita itu mencoba memejamkan matanya. Namun kalimat yang di ucapkan oleh Azzam begitu jelas di ingatannya.

Azzam hanya diam sambil merendam dirinya di bathtub. Dia memikirkan ucapan yang terlontar dari mulutnya.

"Kenapa aku harus bicara begitu? harusnya itu tidak perlu ku ucapkan." ucap Azzam merasa bersalah setelah berbicara yang ia yakini melukai wanita yang berstatus sebagai istrinya.

Azzam keluar dari kamar mandi setelah satu jam berendam. Dia melihat Shena sudah tertidur lagi.

Azzam melihat ada bekas air mata di pipi wanita itu. Dia sangat yakin bahwa wanita itu menangis sebelum tidur.

"Maaf, tapi aku kan mau belum bisa mencintai kamu, di hatiku sudah Aya, bahkan jika aku tidak bersanding dengan aya pun, aku juga tidak akan memiliki kamu sebagai pendamping hidupku, kamu bukan wanita idaman aku." ucapnya lagi.

Azzam kembali keluar dari kamar. Ia tidak bisa tidur di sana. Ia ingin keluar untuk memesan kamar yang baru secara diam-diam.

Shena lagi - lagi kecewa ketika Azzam memilih keluar. Shena juga mendengar ucapan Azzam sebelum pergi.

Shena memang belum tidur. Dia memang sengaja menutup matanya ketika melihat Azzam keluar dari kamar mandi.

Shena berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak butuh lama, Shena sudah keluar menggunakan handuk di kepala dan bahu kaos putih.

Shena kembali mencoba memejamkan matanya. Dia berharap bisa tidur agar tenaganya terisi full.

...****************...

Seminggu kemudian.

Azzura sudah tinggal di rumah miliknya bersama dengan Ken. Ken memang sudah membeli rumah untuk istrinya.

Ken sudah duduk di meja makan. Dia sedang sarapan sendirian karena sang istri masih tidur.

Setelah sarapan, Ken melanjutkan perjalanan ke kantor. Ken dan Azzura baru saja kembali dari bulan madu.

Walaupun romantis antara keduanya, namun kerap juga berantem berdua. Terkadang tidak saling bertegur.

Untungnya Ken agak lebih sabar menghadapi sikapnya Azzura

Sesampai di kantor, Map yang harus di tandatangani. Sedangkan pekerjaan lainnya sudah menunggunya.

"Ini nggak bisa lebih cepat." ucap Ken agak marah kepada sekretarisnya.

"Iya pak, ini juga udah ngebut." jawab sang sekretaris.

"Menjawab aja kamu bisanya." jawab Ken semakin kesal.

Sedangkan di tempat lain, Azzura baru saja membuka matanya. Dia tidak menemukan suaminya berada di mana pun.

"Kok dia nggak bangunin aku?" ucap Azzura lansung duduk di pinggang ranjang.

Setelah berbicara sendiri akhirnya dia segera membersihan anggota tubuhnya.

Azzura berjalan menuju meja makan yang masih kosong melompong.

"Bi, apa yang ada meja makan? kok kosong bi" tanya Azzura.

Asisten rumah tangga lansung menyiapkan sarapan untuk Azzura.Tidak butuh lama akhirnya asisten membawa nasi goreng dan beberapa lainnya.

Azzura menyantap nasi goreng dengan lahap. Dia merasa hidupnya bahagia sekali walaupun saat ini sarapan sendirian

"BI jam berapa Ken berangkat? tanya Azzura.

"Jam delapan pagi Bu."

"Emang biasa seperti itu juga?" tanya Azzura.

""Iya buk, biasa kadang jam 6 lagi."

"Ohw begitu." jawab Azzura dengan lemas.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!