Bab 18

Sudah beberapa hari ini Azzura sendirian di rumah besar. Dia hanya di jaga oleh penjaga dan asisten rumah tangga.

Di saat ia membutuhkan bantuan akan tetapi suaminya sedang asyik bersama wanita lain. Azzura tidak tahu apa yang bisa diharapkan dari suami seperti Ken.

Azzura yang sedang sarapan di meja makan.Walaupun ia tidak nafsu makan tapi ia mencoba menelannya perlahan.

"Tara mama dan papa pulang." teriak mama mertuanya dari pintu masuk.

Azzura kaget saat melihat kedua mertuanya pulang. Mereka sudah hampir sebulan di luar negeri.

Azzura berjalan keluar mencoba menghampiri kedua mertuanya. Dia tidak tau bahwa mertuanya akan pulang hari ini.

"Mama, papa, pulang kok nggak ngabarin?"

"Surprise." ucap mamanya sambil tersenyum lalu memeluk menantunya.

"Kamu Kok kurus?" tanya Mamanya.

"Nggak apa-apa ma."

"Mana Ken?" tanya papanya tidak menemukan Ken di rumah pagi - pagi.

"Ken....ken... Ken udah pergi kerja pa." jawab Azzura kaget.

"Dimana Ken Azzura? kamu jawab yang jujur, soalnya papa sudah menelpon kantor tadi." ucap papanya berbohong.

"Pa duduk dulu." ucap mamanya yang tidak ingin suaminya sakitnya kambuh lagi.

"Oh ya Ra, ini adiknya Ken, Kaylin."

Azzura melihat ke arah Wanita yang membantu papa mertuanya duduk. Dia merasa seperti pernah melihat wanita itu. Tapi dia lupa di mananya.

Azzura sebenarnya ragu untuk bercerita sebenarnya. Dia masih berpikir tentang kesehatan papa mertuanya.

"Ayo ceritakan, dimana Ken Ra?" tanya papanya.

"Dia udah berangkat pa." jawab Azzura lagi.

"Kamu tidak bisa membohongi papa, dimana anak itu? jika dia di rumah maka kamu tidak akan sepucat ini dan sekurus ini, dimana dia?"

"Jujur saja Ra? di mana Ken?" kali ini mama mertuanya yang bertanya.

"Ken tidak pulang udah seminggu ma." jawab Azzura sambil menunduk?"

"Kenapa dia nggak pulang? kalian ada masalah?" tanya papanya.

"Pasti dia buat ulah." jawab Kaylin adik iparnya.

"Diam Kay, sesalah - salahnya istri, suami juga tidak boleh meninggalkan istri di rumah sendirian." kata mamanya memarahi Kaylin.

"Kan di rumah ini banyak orang ma, mama jangan lebay juga lah ma, pasti ada sebab bang Ken pergi." jawab Kaylin.

Azzura menatap adik iparnya itu. Dia bingung kenapa adik iparnya menyimpulkan seperti itu. Padahal mereka baru bertemu. Tapi pandangan matanya di tatap balik oleh perempuan itu dengan tatapan tajam. Seperti ada kemarahan di matanya.

"Apa yang terjadi ra?" tanya papanya.

"Papa nggak apa-apa aku cerita?" tanya Azzura ragu.

"Papa nggak apa-apa, cerita saja."

"Pa sebenarnya Ken sudah selingkuh dengan Claudia."

"Kamu tau darimana nak?" tanya mama mertuanya nampak kaget.

"Claudia sendiri yang cerita di acara reuni seminggu yang lalu, lalu aku menasehati Claudia untuk menjauhi Ken, Akan tetapi Claudia melaporkan kepada Ken, dan Ken malah marah sama aku."

Azzura menceritakan lebih detail lagi kejadian malam itu. Bahkan Azzura menceritakan kepergian Ken yang tidak pulang sampai saat ini.

"Kurang ajar anak itu, siapa yang mendidiknya menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab." ucap papanya dengan suara agak meninggi.

"Pa bang Ken nggak salah, yang salah itu dia, terlalu kegatelan sama lelaki, pasti itu sebabnya bang Ken ninggalin dia, memang bagusan kak Claudia kemana - mana, dan mama dan papa juga harus sadar bahwa bang Ken memang cintanya sama kak Claudia, dia terpaksa menikahi dia ." ucap Kaylin yang lansung di tatap sama mamanya.

"Jika kamu nggak bisa diam, mama robek - robek mulut kamu, kamu itu di didik tapi mulutnya luar biasa." ucap mamanya memperingatkan anak gadisnya.

Azzura juga merasa sakit hati mendengar ucapan adiknya Ken. Entah apa landasan wanita itu menyebutnya sebagai wanita murahan. Dia juga sadar bahwa Ken menikahi dia hanya karena ditinggal menikah oleh Claudia.

"Pa, ma, Aku hanya minta satu hal, tolong bilangin sama Ken, kembalikan aku sama orang tuaku, karena Ken bilang jika Mama Papa setuju, maka dia akan menyetujui perpisahan kami." ucap Azzura tanpa ragu lagi.

"Tidak akan ada perpisahan Azzura,apa kata papa kamu jika apa kamu tahu bahwa Ken menyakiti kamu." jawab papa mertuanya.

"Biar aku yang menjelaskan kepada papa, aku sudah nggak bisa hidup bersama Ken, jika papa dan mama tidak setuju maka aku tetap akan menggugat Ken." ucap Azzura.

" Jangan keras kepala Ra, kasih Ken waktu." jawab papanya.

"Tapi aku nggak kuat lagi pa, bahkan aku sakit aja, dimana tanggung jawab dia sebagai suami."

"Memang kamu tau tanggung jawab kamu sebagai istri?pernah kamu cari tau kesukaan Ken?" kali ini adik Ken yang berbicara.

"Diam Kaylin." bentak papanya.

"Mungkin karena aku juga bukan istri yang baik, makanya Ken mencari yang lebih baik menurutnya, maka untuk itu bercerai adalah solusinya." jawab Azzura dengan mantap.

Tiba-tiba papa Ken memegang dadanya karena merasa kesakitan. Dan tidak lama kemudian papanya ambruk di kursi duduknya.

"Papa, pa, bangun pa."

" Pa, papa."

Azzura segera mendekati papa mertuanya. Namun Kaylin mendorongnya.

"Minggir Kaylin, kamu jangan egois." ucap Azzura mendorong tubuh Kaylin. Karena dia tau tidak boleh terlambat sedetikpun.

"Telpon ambulan cepat." perintah Azzura.

Azzura membetulkan posisi kepala dengan menengadah ke atas. Dia melonggarkan pakaian papanya dengan membuka kancing baju milik papa Ken. Lalu ia memeriksa denyut nadi di leher, lalu mendekatkan telinganya ke hidung pasien.

Azzura tidak tetap tenang walaupun papa Ken tidak bernafas. Dia segera melakukan CPR.Dia menekan dada pasien dengan kekuatan tubuh bagian atas.

Dalam 1 menit dia menekan sebanyak 100 kali dengan tekanan kecepatan 1 -2 kali perdetik.

Lalu Azzura saat Azzura ingin memberikan nafas buatan, tiba - tiba petugas sudah sampai di lokasi. Petugas lansung memasang alat pacu jantung darurat (AED).

Lalu papa Ken di angkat ke mobil ambulan. Azzura ikut naik mobil ambulan bersama dengan petugas medis.

Sedangkan mamanya bersama dengan Kaylin dan supir. Kaylin lansung menelpon Ken sambil menangis dan menceritakan semuanya.

30 puluh menit kemudian mereka telah berdiri di depan UGD. Papa mereka sedang di tangani oleh dokter.

Ken datang bersamaan dengan Claudia. Mamanya menatap Ken dengan marah.

"Kamu mau papa kamu mati ha? dengan membawa wanita ini sama saja kamu membunuh papa kamu."

"Ma tolong terima Claudia, toh papa kayak gini juga karna dia kan ma? Kaylin udah cerita semua." ucap Ken menunjuk Azzura.

Azzura tidak peduli dengan kedua orang yang datang. Dia lebih peduli kepada nyawa sang papa.

Sedangkan Ken merasa ada yang berubah dengan. wanita itu. Wanita yang berdiri tidak jauh darinya tanpa pucat dan kurus.

"Kenapa dia pucat dan kurus? ah mungkin perasaan aku aja." ucapnya dalam hati.

"Ken usir wanita itu, jika kamu tidak bisa mengusirnya,maka mama akan telpon security." ucap mamanya.

"Tante apa salah aku? aku sekarang sedang hamil anak Ken? aku sedang hamil cucu Tante."

Mama Ken serta Azzura kaget mendengar cerita wanita itu. Tiba-tiba dokter keluar.

"Alhamdulillah pasien selamat, ini berkat pertolongan pertama yang dilakukan tadi, siapa yang melakukannya? sepertinya dia bukan orang biasa?" tanya sang dokter.

"Menantu saya dok, ini dia Azzura." jawab mama Ken dengan bangga.

"Kamu Azzura Adha? juga cucu keluarga Kusuma?" tanya dokter lelaki itu kepada Azzura.

"Iya dok, saya pernah jadi mahasiswa dokter beberapa tahun yang lalu." jawab Azzura.

"Pantas menantu ibu bisa menangani sebab dia dokter spesialis jantung."

"Ah dokter berlebihan, semua berkat pertolongan Allah dok." jawab Azzura merendahkan diri.

Dia memang pernah menjadi dokter di rumah sakit keluarganya. Namun setelah menikah memilih berhenti.

Ken terdiam mendengar pernyataan sang dokter. Dia bahkan tidak mengetahui bahwa istrinya adalah dokter spesialis jantung.

Setelah dokter pergi, Azzura juga berpamitan. Dia malas berada di sana karena ada Ken dan Claudia.

"Saya ingin bicara sebelum pulang." ucap Azzura kepada Ken.

"Mari." ucap Ken mengajak sang istri menjauh membuat Claudia seperti cacing kepanasan.

"Papa dan mama sudah tau, setelah papa pulang, aku mau ceraikan aku, jika tidak maka aku yang akan menggugat kamu." ucap Azzura.

Ken hanya diam tanpa menjawab ucapan istrinya itu. Dia merasa berat menjawab perkataan wanita itu. Entah rasa apa yang ia rasakan saat ini. Apalagi wanita itu juga nampak rapuh.

Melihat Ken hanya diam membuat Azzura meninggalkannya. Bagi Azzura diam adalah setuju. Meskipun lelaki itu tidak setuju, dia tetap akan menggugat cerai Ken.

Azzura menggunakan taksi untuk pulang.Dia juga ingin mempersiapkan semuanya.

Ketika di perjalan pulang, tiba - tiba taksinya di cegat oleh seseorang yang tidak di kenal.

Mereka lansung menyerang sehingga Azzura terluka. Akan tetapi tiba-tiba Reno datang tepat waktu.

Reno menghajar mereka. Ketika yang lain kabur, Reno menangkap salah satu dari mereka.

"Siapa yang menyuruh kalian?"Tanya Reno membuka topengnya. Reno terkejut karena mereka adalah preman yang bekerja dengan bosnya.

"Tuan Ken."

Reno dan Azzura kaget mendengar jawaban mereka. Reno merasa bosnya keterlaluan sampai ingin menghilangkan nyawa istri dan anaknya.

Reno segera membawa Azzura ke rumah sakit. Wanita itu membutuhkan pertolongan pertama. Dia takut wanita itu kenapa-kenapa dengan kandungannya.

Terpopuler

Comments

Mego Me

Mego Me

aku tidak habis2 mahu mengutuk Ken...moga kena karma yang keras ya..sekali adiknya si Kaylin..

2022-11-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!