Bab 7

Azzam POV

Entah apa yang membuat aku marah kepada wanita itu. Melihatnya saja sudah membuat aku emosi.

Dan aku memang keterlaluan meragukan anak itu. Bahkan anak lelaki itu wajahnya persis seperti aku. Lalu bagaimana bisa meragukannya.

Aku hanya belum bisa menerima mereka didalam hidupku. Apalagi Shena bukanlah kriteria wanita dalam hidupku.

"Apa yang sudah aku lakukan ini? ih Tuhan rasanya ini berat sekali, apa aku harus mencoba mencintai dia? ah persetanlah." ucapku kesal.

Aku berjalan menemui Reni yang merupakan anak Tante Dinda. Reni pernah di jodohkan bersamaku oleh mama. Tapi papa waktu itu aku berjodoh dengan Aya.

Reni sebenarnya keluarga jauh dari papaku. Kakek buyut kami dua bersaudara. Sebenarnya aku cukup dekat dengan Reni sejak dulu Karena bagaimanapun dia sudah seperti keluarga sendiri.

"Kamu kenapa di sini?" tanya Wanita itu menatapku curiga.

"Aku berantem sama Shena ren." ucap ku mengadu kepadanya.

Reni memang lebih tua dari aku namun tidak sampai satu tahun. Namun aku ogah memanggilnya dengan embel-embel apa - apa. Reni ini juga putih seperti Aya. Namun perbedaannya dia lebih tinggi sedangkan Aya berpostur kecil.

Tante Dinda mamanya Reni merupakan sahabat mama sewaktu kuliah. Jika kalian ingin tau tentang Reni dan mamanya boleh baca novel mengejar cintamu. Itu tentang kisah mama dan papaku serta Tante Dinda.

"Ahk kamu payah, bahkan menjadi hati wanita aja susah." ucap Reni menepuk pundak ku.

"Aku bingung, aku rasa ini tidak bisa di teruskan, aku melihatnya sangat membencinya, kamu tau kan selera aku seperti apa mendekati wanita." ucapku kepada Reni.

Dia menganggukkan kepalanya pertanda setuju.

"Mungkin itu jodohmu, kasian anak kamu yang juga nggak kamu anggap." ucap Reni menasehati.

"Udahlah ren, aku mau tidur di sini aja." ucapku membaringkan tubuhku di kasur milik Reni.

"Hey nggak mungkin, kamu balik ke sana."

"Jika aku balik maka dia yang akan pindah kamarnya." jawabku.

"Ya sudah ,jangan tidur di sini juga kali, tetap aja kita bukan mahram, balik sana sebelum aku telpon mama kamu." ucap Reni mengusirku.

"Akh kalian sama saja." jawabku kesal.

"Kamu yang mengesalkan, terima jodohmu, mungkin itu yang terbaik." ucap Reni membuat aku semakin kesal.

"Awas kamu ren, aku nggak mau bantu kamu jika bermasalah dengan Gala sky nanti.

"Emang kenapa dengan Gala Sky?" tanya Reni mengerutkan keningnya.

"Aku tau kamu suka dia, tapi jangan harap aku membantu kamu mendekati dia." ucapku.

"Awas aja jika kamu nggak berani bantu, dah sana balik ke kamar istri, minta maaf dan jangan kasar - kasar." ucap Reni sambil mendorong aku agar keluar dari kamarnya.

Saat membuka pintu kamar Reni, aku kaget saat melihat orang yang lewat di depan pintu kamar Reni. Dia adalah Shena, wanita yang telah menjadi istriku tadi siang.

Dia melihat aku sekilas saja membuat aku agak kesal. Entah kemana tujuan wanita itu tanpa ada Fatih di sisinya.

Aku bergegas menuju kamar VIP yang di sediakan khusus untukku. Aku masuk kedalam kamar tersebut.

Aku melihat Fatih tertidur di atas ranjang. Aku mengusap kepala Fatih kaku mencium kedua pipinya lalu keningnya.

"Maaf kan papa nak, mulai sekarang kamu anak papa, papa akan menjaga kamu, kamu aka. menjadi jagoan papa yang hebat nanti."

Trakkk

Terdengar suara pintu terbuka, Aku lansung berpura-pura tidur. Entah kenapa aku malas jika haru berdebat malam ini.

"Nggak usah pura - pura tidur." terdengar suara wanita itu dengan kesal.

"Aku ngantuk." ucapku menghindar dari gaduh lagi.

"Apa kita berpisah aja?" pertanyaan wanita itu membuat aku lansung terduduk .

"Jangan gila, kita baru satu hari menikah."

"Apa bedanya berpisah sekarang atau besok, toh kita sama-sama tidak suka."

"Tapi Fatih bagaimana?"

"Kamu gak usah memikirkan dia, toh kamu sendiri meragukan dia sebagai anak kamu." ucap wanita itu tersenyum mengejek.

"Aku janji akan merubah sikapku, aku janji sama Fatih akan menjaga dia."

"Tolong beri aku waktu, aku memang belum bisa move on.,"

"Tapi kamu masih bisa memilih wanita yang sama cantiknya dengan Aya."

"Aku janji akan memperbaiki semua demi Fatih, tapi kamu jangan pernah berharap lebih ke aku saat ini."

"Emang aku berharap apa sama kamu, apa kamu ingin wanita lain berharap untuk kamu?" tanyanya mengejek lagi.

"Sudah, mohon jangan di perbesar, aku capek, kamu mungkin juga capek, aku akui skau emang salah ." ucapku mengakui salah.

"Baik."

"Tidurlah di sebelah Fatih, Fatih pasti akan mencari kamu, aku di sebelah kanan Fatih aja, ranjang ini besar kok, masih muat."

Aku dan dia sama - sama mencoba membaringkan tubuh di sisi Fatih.

FOV Azzam end.

...****************...

Sudah sebulan pernikahan Azzam dan Shena. Setelah malam itu Azzam memang berjanji memperbaiki dirinya. Namun nyatanya dia tetap cuek dengan Shena.

Azzam memang tidak bisa jatuh cinta dengan Shena. Hatinya tidak bisa di bohongin.

Azzam terburu-buru pulang karena akan ada tamu di rumahnya. Ken Mahesa datang kerumahnya untuk melamar Azurra saudara kembarnya.

Azzura memang sudah lama menyukai Ken. Maka ketika Ken tiba - tiba ingin melamar adiknya, membuat ia senang.

Azzam telah sampai di rumah. Dia segera mencari Azzura ke kamarnya. Tapi ketika di tangga ia berpapasan dengan Shena.

Azzam hanya melewati Shena tanpa menegur. Dia hanya juga tidak menyapanya walaupun dengan senyum.

"Uwa." ucap Azzam

"Apa sih Zam? bising banget." jawab Azurra kesal dengan abangnya sambil , tersenyum mengejek.

"Kamu udah siap wa?" tanya Azzam.

"Kamu kenapa sih Zam? emang Ken udah datang?" tangan Azzura menatap saudara satu satunya.

"Belum sih,bentar lagi, akhirnya kamu mendapatkan Ken, kamu harus tau, Ken itu baik tapi kamu jangan banyak omong juga, bicara dengan dia bahas yang penting - penting aja." nasehat Azzam.

"Ahk gampang itu." ucapnya tersenyum.

Tok tok

Azzam berjalan menuju pintu kamar Azzura. Ketika membuka pintu nampaklah Shena sang istri.

"Zam tamunya sudah datang, di panggil mama." ucap wanita itu.

"Ya, kami mau ke bawa, Fatih mana?" tanya Azzam baru ingat dengan anaknya.

Dia juga baru ingat sudah berjanji akan bersikap baik kepada wanita itu.

"Dia lagi tidur di kamar "

"Ada baiknya kamu temani dia tidur, kasihan jika dia bangunnanti nggak ada siapa - siapa." ucap Azzam.

"Baik." ucap Shena berjalan menuju kamarnya.

"Kamu ini kenapa sih Zam? biar aja di kebawah, toh Fatih baru tidur juga." ucap Azzura menasehati Abang sepuluh menitnya.

"Abang, aku ini Abangmu meski cuma sepuluh menit."

"Kata sebagian orang, yang lahir terakhir adalah kakak, kakak itu pengalah, makanya kasih kamu lewat duluan." ucap Azzura tidak mau kalah.

"Mana ada seperti itu, mengada - ada kamu, yang duluan menghidup oksigen di dunia ini ya aku, makanya aku di panggil Abang." ucap Azzam tidak mau kalah.

"Kalian ributin apa sih?" tanya mamanya sudah di ambang pintu kamar Azzura.

Terpopuler

Comments

Mego Me

Mego Me

pergi aja Shena jika Azzam masih tidak berubah..

2022-10-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!