Bab 9

Pernikahan Ken dan Azzura berjalan dengan lancar. Mereka nampak tersenyum dengan bahagia.

Pernikahan ini adalah pernikahan termewah tahun ini. Keluarga kedua belah pihak sengaja membuat pernikahan dengan glamor.

Shena hanya duduk terdiam menyaksikan betapa mewahnya pernikahan itu. Dia juga melihat bagaimana bahagianya kedua mempelai.

Dalam hati Shena, dia merasa kecil hati. Pernikahannya hanya di lakukan sederhana tanpa ada yang tau.

Bahkan saat ini Azzam bukan duduk mendampinginya. Sang suami sibuk melayani tamu. Terkadang dia sibuk bersama dengan yang lainnya.

Shena mencoba menguatkan hatinya. Tiba-tiba Aya duduk di sebelahnya.

"Kok duduk di sini na? ayo gabung ke sana." ajak Aya kepada Shena.

"Nggak usah ai, aku di sini aja, udah PW." ucap Shena.

"Mana mungkin aku bergabung di sana, yang ada Azzam semakin marah sama aku." ucapnya dalam hati.

Shena melihat Aya juga duduk di meja yang sama dengannya.

"Kok kamu duduk di sini? nanti dicariin suamimu loh." ucap Shena mengingatkan.

"Biar aja, toh dia juga sedang bicara bisnis sama bang Daffin dan Azzam di sana." ucap Aya menunjuk meja yang di duduki suaminya dan suami Shena.

"Gimana dengan Azzam?" tanya Aya mencoba menelisik hubungan sahabatnya.

"Gimana apanya?" tanya Shena.

" Dia memperlakukan kamu dengan baik nggak?" tanya Aya menatap sahabatnya itu.

"Dia baik."

"Jangan bohongi aku, jika dia baik kenapa kamu duduk di sini, sedangkan dia duduk di sana." ucap Aya.

"Aku sedang ingin di sini, lagi malas gabung." jawab Shena.

Ia tidak ingin menjelekkan suaminya kepada Aya. Walaupun wanita itu sahabat dekatnya.

"Yang sabar ya menghadapi Azzam, dia anaknya baik ko, setidaknya Azzam nggak sedingin Alfa." ucap Aya.

"Setidaknya Alfa mencintai kamu." jawab Shena di dalam hati. Tentu saja di dalam hati, mana berani dia berkata terus terang.

"Dan mama mertua serta papa mertuanya kamu itu baik, jadi nggak usah kuatir Azzam macam-macam, aduin aja jika dia macam-macam." nasihat Aya lagi.

"Kau berharap keluarga kamu bahagia, belajar mencintai Azzam, jika dia sudah cinta sama kamu, maka dia tidak Bakan melepaskan kamu,lagian ada anak di antara kalian." ucap Aya lagi.

"Terima kasih." ucap Shena.

"Ai aku pamit dulu, ini mau bawa Fatih tidur dulu." ucap Shena ingin ke kamar.

"Kamu nggak gunain Beby sister na?" tanya Aya.

"Nggak Ai,Sejak dulu aku terbiasa mengurus Fatih sendiri, jadi aku lebih senang mengurus sendiri." jawab Shena.

"Baiklah, sampai jumpa." ucap Aya berdiri.

Shena juga berjalan menuju kamar yang telah di sediakan untuknya. Dia malas berlama-lama di pesta pernikahan adik iparnya.

"Fatih mending kita tidur ya." ucap Shena tersenyum manis kepada anaknya.

Sementara di pelaminan, Ken nampak terdiam di sana. Dia nampak terkejut ketika melihat sosok yang ingin dilupakannya.

Dia melihat betapa cantiknya wanita yang berjalan menggandeng seorang lelaki. Wanita itu adalah wanita yang pernah mengisi masa lalunya.

Wanita yang menjadi cinta pertamanya. Dia adalah Claudia. Claudia dan Ken berpacaran sejak umur 17 tahun. Mereka pernah beberapa kali putus nyambung.

Inilah yang membuat Ken tidak pernah menanggapi Azzura sejak dulu. Hatinya sudah terpautbdnegab wanita yang bernama Claudia.

Claudia wanita sederhana yang pintar. Bagi Ken dia adalah primadona di masanya. Diabtelah jatuh hati dengan wanita itu sejak memakai baju putih abu-abu.

Namun keluarga Ken tidak menyetujui wanita itu berhubungan dengannya. Alasan orang tuanya adalah karena Claudia berasal dari keluarga yang tidak jelas asal-usulnya.

Yah, Claudia adalah terlahir dari hubungan tanpa menikah. Ibu Claudia adalah seorang pelacur ternama pada masanya.

Walaupun ibunya pernah bekerja menjadi wanita kupu-kupu malam, namun Keb tidak melihat Claudia seperti itu. Bagi Ken, Claudia wanita yang bisa menjaga dirinya sendiri.

Bahkan Claudia pernah bertengkar dengan ibunya lantaran ibunya membawa lelaki hidung belang ke rumahnya.

Dan saat kuliah Claudia kabur dari rumah ibunya. Dia bekerja paruh waktu untuk menghidupi dirinya sendiri serta biaya kuliah.

Hal itulah yang membuat Ken semakin mencintai wanitanya itu. Namun restu keluarga yang tidak pernah ia dapatkan sehingga dia memilih meninggalkan Claudia beberapa bulan yang lalu.

Ken berusaha untuk menjauhkan dirinya dari Claudia. Walaupun berat dia selalu mencoba dengan mempersibuk dirinya.

Namun berita yang dia dapat dari temannya dari sebulan yang lalu membuatnya shock. Claudia menikah dengan seseorang lelaki yang baru ia kenal.

Lelaki yang bekerja sebagai karyawan biasa. Ini yang membuat Ken kaget setengah mati.

Menurut keterangan yang didapat oleh Ken, Claudia hanya tidak ingin menunggu sesuatu yang tidak pasti. Ia hanya menerima lelaki yang serius menjalin hubungan dengannya.

Setelah itu, Ken yakin bahwa dia dan Claudia bisa menjalani hidup masing-masing. Ken yakin bahwa Claudia bukan jodoh yang di pilih untuknya. Ken akhirnya memutuskan untuk menerima Azzura adik dari temannya.

Azzura melihat kemana arah tatapan mata sang suaminya. Lelaki itu nampak terpaku menatap wanita yang hendak menaiki podium.

"Kamu mengenalnya Ken?" tanya Azzura dengan lembut.

Ken terkejut mendengar pertanyaan dari sang istri. Dia berusaha menghilangkan kegugupan pada dirinya sendiri.

"Dia teman lama, perasaan nggak undang, tapi kok bisa hadir." ucap Ken mencoba tersenyum.

"Mungkin salah satu dari keluarga kita mengenalnya." ucap Azzura tersenyum.

"Mungkin juga sih." jawab Ken.

Wanita bernama Claudia itu naik ke pelaminan bersama dengan seorang lelaki.

Azzura merasa heran ketika mama mertuanya menyambut wanita itu dengan masam. Berbeda dengan sang adik ipar, dia malah menyambut wanita itu dengan heboh yang di lihat oleh Azzura.

"Selamat ya Ken, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah." ucap wanita itu dengan lembut.

Azzura menatap keduanya dengan rasa curiga. Dia melihat ada sesuatu yang terpancar dari kedua mata itu.

"Siapa wanita ini? kenapa pandangan mereka seperti pandangan saling merindukan?" tanya Azzura dalam hatinya.

"Terima kasih, udah makan?" tangan Ken dengan lembut.

"Udah, kami mau pamit pulang."

"Terima kasih ya." ucap Ken dengan senyum yang paling lembut.

Entah kenapa Azzura merasakan sesuatu bergejolak dalam dirinya.

"Kenapa aku cemburu?" tanya Azzura dalam hatinya.

"Selamat ya." ucap wanita itu dengan manis kepada Azzura.

"Terima kasih."

"Aku temannya Ken, jika ada yang mau kamu tanyakan tentang dia, aku akan senang hati memberi tau." ucap wanita itu dengan sok akrabnya.

"Baik." jawab Azzura.

"Sok akrab." ucap Azzura dalam hatinya lagi.

"Baiklah, kami pamit pulang dulu ya." ucapnya berpamitan.

"Foto dulu gimana?" tangan Ken membuat Azzura agak kesal.

"Baiklah." ucap wanita itu lalu berdiri di sebelah kanan Ken. Sedangkan suaminya berdiri di sebelah kiri Azzura.

Ken dan Claudia tersenyum manis sementara Azzura hanya tersenyum masam.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!