Ken dan Azzura sudah berada di dalam kamar. Ken sudah selesai membersihkan dirinya. Sedangkan Azzura masih sibuk melepaskan gaun pengantinnya.
"Sini aku bantu." ucap Ken lansung meraih resleting gaun pengantin Azzura.
Ken terkesima melihat mulusnya kulit Azzura. Jantungnya berdebar-debar melihat punggung mulus itu.
"Udah sampai situ aja." ucap wanita itu dengan lembut.
"Nggak apa-apa, toh aku suami kamu sekarang." ucap Ken.
Azzura membiarkan lelaki yang sudah jadi suaminya itu membantunya membuka gaunnya.
Azzura sangat malu ketika Ken sudah berhasil membuka gaun itu. Sehingga menampakkan isi dalam gaun itu.
"Cantik."ucap Ken membawa Azzura ke atas ranjang.
Ia merebahkan Azzura di atasnya.
"Aku belum mandi." ucap Azzura agak malu.
"Nggak usah mandi, toh setelah ini bisa mandi." jawab Ken lansung mengeksekusi tugasnya dengan baik.
Sedangkan di kamar yang lain, nampak Azzam masih duduk di balkon kamarnya. Dia melamun memikirkan nasib dirinya.
Dia merasa hidup tidak adil. Dia masih belum bisa move on dari Aya sampai saat ini.
Sekilas dia melihat ke dalam kamar. Dia melihat istrinya yang sedang tidur memeluk anaknya.
Entah apa hatinya tetap hambar kepada Shena. Dia tidak bisa menerima kehadiran wanita itu dalam hidupnya. Apalagi perbedaan kulit Shena yang jauh dari harapan Azzam.
Menurut Azzam shena termasuk kategori wanita cantik Indonesia. Kulitnya yang eksotis dan menggambarkan kecantikan wanita asli Indonesia. Akan tetapi Azzam ini pecinta wanita yang putih seputih susu.
Azzam bisa menerima kehadiran anaknya tapi tidak dengan ibu anak itu. Ketika di pesta tadi, Azzam sengaja mengabaikan wanita itu. Namun setelah pesta ia dapet Omelan dari sang mama.
Shena terbangun dari tidurnya. Dia tidak menemukan Azzam di kamar. Shena berjalan menuju balkon karena ia yakin lelaki itu ada di sana.
"Ngapain di sini?" tanya Shena dengan lembut.
Azzam membalikkan badannya menatap wanita itu. Wanita yang baru bangun tidur itu nampak manis dan seksi dengan rambut acak-acakan.
"Kenapa dia manis banget malam ini?" tanya Azzam dalam hati.
"Ah ini pasti karena aku kesepian, dia bukan tipe aku." ucap Azzam menyadarkan apa yang ada di pikirannya.
"Kenapa Zam? kamu ada masalah?" tanya Shena mendekati Azzam.
"Jangan mendekat Shena." ucap Azzam takut jika wanita itu semakin dekat.
"Kenapa sih Zam?" tanya Shena bingung dan berjalan semakin dekat.
Jantung Azzam lansung bergetar hebat saat melihat ada satu kancing baju Shena terbuka. Sehingga membuat sesuatu menyembul mengintip keluar.Azzam tau bahwa wanita itu baru saja selesai menyusui anak mereka.
"Kamu menyesal jika mendekat, maka jangan mendekat." ucap Azzam menyetop Shena dengan tangannya.
"Apaan sih kamu Zam?" ucap Shena merasa tertantang mendekati Azzam.
Melihat Shena yang sudah dekat, Azzam sudah tidak tahan lagi. Dia lansung membalikkan tubuhnya Shena. Lalu ia memeluk wanita itu dari belakang.
Azzam membawa Shena di pinggir pembatas balkon. Dari sana mereka bisa memandang melihat pemandangan pusat kota.
Azzam juga tidak lupa membelai tubuh Shena. Tangannya tidak tinggal diam sehingga membuat Shena tidak tenang.
"Apa ini sudah waktunya aku menyerahkan diri? karena bagaimanapun itu adalah haknya dia." ucap Shena dalam hati.
Shena sudah pasrah jika suaminya meminta haknya. Sedangkan Azzam sudah terbawa suasana. Ia merasa berat untuk melepaskan tubu Shena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments