Azzura merasa bosan berada di rumah baru yang sudah mereka tempati. Dia merasa kesepian diruang yang cukup besar.
Ken yang cukup sibuk membuat dirinya terabaikan. Walaupun sudah dinikahi oleh Ken, tapi Azzura merasa ada yang ganjil dengan pernikahan mereka.
Ken yang tiba-tiba melamarnya lalu memintanya menikah, Namun entah kenapa tetap saja hambar bagi Azzura.
"Kok Ken belum pulang ya?" tanya Azzura bingung sendiri.
Azzura sudah memasak kan beberapa menu untuk Ken. Namun jam telah menunjukkan pukul 10 malam namun lelaki itu belum juga kunjung pulang.
Trakkkk
Azzura berdiri melihat Ken membuka pintu utama. Dia merasa sangat senang ketika melihat suaminya itu pulang.
"Akhirnya kamu pulang mas, kamu mandi aja dulu, biar aku panaskan makan malam." ucap Azzura mengambil tas yang ada di tangan Ken.
"Aku sudah makan di luar." jawab Ken lansung berjalan menuju kamar membawa tasnya utuh.
Azzura terdiam mendengar ucapan lelaki itu. Lelaki itu tidak menatapnya sama sekali malam ini.
"Dan satu lagi, jangan pernah menunggu saya, kamu bisa makan dan tidur sendiri tanpa saya, mulai malam ini kamu tidur dikamar lain, besok kamu boleh pindah dari kamarku." ucap lelaki itu membuat Azzura semakin bingung dengan perubahan suaminya itu.
"Kamu kenapa sih mas?" tanya Azzura dengan mata berlinang.
"Sudah, aku capek jadi jangan banyak bertanya lagi." ucap Ken melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Air mata Azzura jatuh berderai. Hatinya terasa remuk dan menyakitkan sekali.
Azzura segera membuang makanan yang ia masak dengan tangannya sendiri. Bahkan wanita itu juga belum memakannya.
Dia sengaja makan bersama dengan suaminya. Makanya ia sengaja menunda makan malam ini. Tapi lelaki itu sudah makan di luar sana.
Azzura mengelap air matanya dengan cepat. Dia lansung menuju ke kamar yang di maksud oleh Ken tadi.
Ken melihat semua itu dari atas. Dia merasa tidak tega melihat wanita itu. Akan tetapi dia masih belum bisa menerima wanita itu untuk jadi istrinya walaupun sudah melakukan tugas inti bagi keduanya.
Ken melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Dia lansung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tiba-tiba pikirannya melayang ke kejadian tadi siang.
Flash back.
Ken sedang sibuk memeriksa laporan bulanan. Dia nampak semangat karena ingin pulang cepat.
Walaupun dia dan Azzura belum begitu menyayangi, namun dia tetap menjaga wanita itu.
Trakkkkk
Ken menolehkan kepalanya melihat pintu di buka tanpa diketuk. Dia ingin memaki orang yang masuk tanpa mengetuk pintu. Namun ia hanya bisa terdiam saat melihat siapa yang datang.
"Claudia." ucap Ken berdiri dari duduknya melihat wanita itu datang ke ruangannya.
"Ken." panggil Claudia langsung berlari memeluk Ken sambil menangis.
Ken terdiam saat wanita yang pernah mengisi hatinya menangis sambil memeluknya dengan erat. Tiba - tiba sinyal - sinyal itu muncul kembali saat memeluk wanita itu. Dia tidak bisa melihat wanita itu menangis seperti ini.
"Kenn." ucapnya dengan manja.
"Hmmm, kenapa?" tanya Ken mengelus punggung wanita itu agar berhenti menangis.
"Aku ingin bercerai dengan suami aku, aku nggak bisa mencintai dia, aku nggak bisa hidup bersamanya Ken, apakah seorang wanita yang miskin nggak bisa hidup bersama dengan lelaki yang di cintainya Ken?" tanya wanita itu menangis tersedu-sedu.
"Kamu sendiri yang memilih menikah dengan dia." jawab Ken.
"Aku begitu karena frustasi, keluarga kamu tidak menerima aku karena aku orang miskin, dan malah menjodohkan kamu dengan anak konglomerat, aku frustasi waktu itu, aku berusaha mengiklankan kamu agar kamu dan keluarga harmonis."
"Tapi kamu tidak memikirkan perasaan aku." ucap Ken agak emosi.
"Apakah jika aku bertahan dengan kamu waktu itu lalu kamu akan mau memperjuangkan aku Ken?"
Ken terdiam mendengar pertanyaan Claudia. Yah jawabannya tidak, karena dia belum siap untuk melawan kedua orang tuanya.
"Kamu nggak bisa jawab kan Ken?"
"Maaf." ucap Ken yang luluh dengan wanita itu.
Dia merasa bahwa wanita yang dalam pelukannya tidak salah apapun. Dia sebagai lelaki yang tidak mau berjuang.
"Lalu jika aku bercerai apakah kamu masih mau menerima aku?" tanya Claudia.
"Tapi aku sudah menikah."
"Apakah kamu bahagia bersama dia? apakah kamu tidak mencintai aku lagi Ken?" tanya Claudia di iringi dengan air mata.
"Jangan menangis, tentu aku belum bisa menghapus kamu, tapi aku juga tidak mau bercerai dari dia."
"Berarti kamu nggak sayang aku Ken, aku salah ke sini Ken, jika kamu nggak peduli sama aku untuk apa aku datang ke sini." ucap Claudia melepaskan pelukannya dari tubuh Ken.
Ken tidak terima ketika Claudia melepaskan pelukannya. Dia merasa sangat rindu dengan wanita ini.
Dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Berada di dalam pelukan Claudia membuat dia di mabuk kepayang. Apalagi dia sudah tau seluk beluk tubuh wanita ini. Bahkan hafal di luar kepalanya.
"Jadi gimana?" tanya Claudia dengan lembut.
"Urus dulu perceraian kamu, setelah itu aku akan memikirkan jalan untuk kita berdua."
"Kamu yakin sayang?" tanya Claudia.
"Iya, aku juga nggak bisa hidup tanpa kamu, aku nggak bisa menghapus kamu dari hatiku."
"Tapi apakah kamu sudah tidur dengan wanita itu?" tanya Claudia menelisik.
Ken mengangguk sehingga Claudia agak kecewa.
"Katanya nggak cinta tapi bisa juga....,"
"Bisalah sayang karena aku lelaki normal, itu bukan cinta tapi napsu." ucap Ken memeluk wanita yang sangat ia rindukan.
"Untuk sementara kamu tinggal di mana?" tanya Ken lagi.
"Mungkin masih serumah dengan lelaki itu, aku belum mampu menyewa rumah." ucap Claudia.
"Kamu bisa tinggal di apartemen milik aku, aku cemburu jika kamu serumah dengan dia."
"Giamana dengan kamu?" tanya Claudia menatap manik mata Ken.
"Aku akan pisah kamar dari dia terlebih dahulu, nanti setelah aku cuekin, aku yakin dia akan meminta cerai." jawab Ken.
"Janji jangan sentuh dia sedikitpun."
"Iya sayang."
"Cinta kita memang cinta sejati, aku mau kita secepatnya menikah." ucap Claudia.
"Iya sayang."
Claudia menempel tubuhnya ke tubuh Ken. Dia sangat ingin lelaki itu tergoda dengan tubuhnya. Dia memang sudah yakin bahwa Ken masih mencintai dirinya.
"Ken ayi cepat nikahi aku, setelah itu aku akan menjadi ratumu, lalu aku akan menjadi orang kaya." ucap Claudia dalam hati.
"Sayang sekali suamiku itu sangat miskin, bagaimanapun aku harus jadi istri sah Ken satu - satunya." ucapnya lagi.
Ken tidak tahan menahan hasrat yang ada dalam dirinya. Dia akhirnya melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan.
"Ken,kamu yakin melakukan?" tanya Claudia dengan manja di buat buat.
"Iya, aku yakin bahwa kamu memang wanita yang paling aku cintai, aku tidak bisa tanpa kamu, kita lakukan di sini ya." ucap Ken dengan lembut.
Flashback end
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Xyylva Xyylva
Gak sanggup rasanya lihat azzura di khianati...suami yg dicintainya sudah berzinah dgn wanita lain...kalau sudah berzina lebih baik bercerai...
2022-11-27
0
Mego Me
kasihan Azzura....
Ken yang bodoh..tidak layak bersama Azzura...
begitu juga kembar Azzura yang tidak layak bersama Shena...
2022-10-28
0