Hari - hari Azzam agak merana akhir - akhir ini. Entah kenapa belakang ini kedua sepupunya nampak sering berkunjung kerumahnya.
Mereka beralasan menjenguk Tante kesayangan mereka yaitu mama Bella yang merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga Kusuma.
Azzam tau jika kedua sepupunya sedang mencari perhatian dari Shena. Akhir - akhir ini Azzam mengakui bahwa Shena memang cantik dan manis walaupun tidak seputih susu. Namun Azzam tetap menyakinkan hatinya bahwa Shena bukan kriteria dia.
Azzam dikagetkan oleh suara Gala Sky lagi. Gala adalah anak dari uncle Ammar yang merupakan anak bungsu Hendra Kusuma. Sedangkan Zahran adalah anak om Galuh anak pertama Hendra Kusuma.
"Ngapain melamun di sini?" tanya Gala mengagetkan Azzam yang duduk di taman belakang.
"Harusnya aku yang bertanya sama kamu bang, kamu ini ngapain tiap hari kesini? macam orang nggak punya kerjaan saja."
"Karena kamu bertanya, aku mau jujur aja."
"Apa?"
"Tapi sebelumnya aku bertanya dulu kepada kamu, apakah kamu mencintai Shena?" tanya Gala.
"Nggak, dia bukan tipe aku, kan kalian tau tipeku seperti Aya Arkarna, seputih susu." jawab Azzam tanpa ragu.
"Baguslah jika kamu tidak menyukainya."
Azzam bingung mendengar ucapan dari sepupunya itu. Bisa - bisanya lelaki itu berkata seperti itu.
"Karena aku menyukai Shena, jadi jika kamu melepaskan dia, maka aku lansung akan jadikan dia istriku, dan kamu tenang saja, anak kamu akan aku rawat dengan baik, kan kita masih sepupu, anakmu pasti anakku." ucap Gala.
"Sembarangan bicara, Shena akan jadi milik aku setelah berpisah dari Azzam." ucap Zahran.
"Ini satu, emang di rumah sakit nggak ada kerjaan apa? ke sini terus." ucap Azzam kesal dengan kedua sepupunya.
"Ini demi perjuangan cinta dan masa depan zam."
"Pulang sana, Shena masih istri aku, jangan menghayal yang tidak - tidak selagi masih menjadi istri aku."
"Sudahlah lepas aja dia, toh kamu nggak menyukai dia, cari wanita yang seperti Aya, banyak kok wanita seputih susu di kota ini." ucap Gala.
"Jangan gila kamu bang, bisa - bisa aku di sate sama papa dan mama." ucap Azzam.
"Nanti aku akan jelasin ke papa kamu, om Alan orangnya pengertian, dia sangat paham sekali tentang anak muda." jawab Gala lagi.
"Aku bisa kok menenangkan mama kamu, Tante Bella juga akan mengerti." ucap Zahran.
"Pergi kalian nggak? jangan mengada-ada." ucap Azzam.
"Kamu suka sama Shena?" tanya Zahran.
"Nggak, dan sekarang kalian pulang."
"Ahk sama kamu nggak seru, kamu cemburu? tapi jangan harap kami mau mengalah, aku akan berusaha sebaik mungkin." jawab Gala.
"Aku yang akan mendapatkan Shena, kalian jangan mimpi dan aku tidak peduli dengan kecemburuan kamu Zam, cemburu tanpa usaha akan kalah dengan orang yang memperjuangkan wanitanya, seperti aku ini." ucap Zahran memukul dadanya sendiri.
Azzam tau bahwa Zahran memang agak playboy. Berbeda dengan kembarannya Zayyan yang dingin. ( Cerita Zayyan ada di novel Terjebak cinta dua saudara).
Sedangkan Gala memang orangnya humble dan humoris. Dia pernah punya pacar namun putus. Dan saat ini Azzam tidak tau lelaki itu dekat dengan wanita mana.
"Kalian pulang atau saya panggil satpam mengusir kalian?"
"Mana bisa seperti itu, mana berani sekuriti mengusir kita." jawab Gala.
"Ya sudah, selamat tinggal, jangan lupa temani Tante dan om kalian." ucap Azzam berjalan masuk kedalam rumah.
Azzam masuk ke dalam rumah mencari keberadaan istrinya. Dia melihat sang istri sedang duduk di kursi bersama kedua orangtuanya.
Sedangkan Fatih sedang main bersama baby sister nya. Azzam lansung mengajak Shena masuk ke kamar.
"Eh mau di bawa kemana Shena?" tanya Gala sudah berada di di antara mereka. Begitu juga dengan Zahran.
"Iya, kami masih mau ngobrol sama Shena." ucap Zahran.
"Maaf, saya ke dalam dulu menemani Azzam." ucap Shena.
"Ngapain minta maaf segala ke mereka, mereka hari-hari di sini kok, kan mereka ke sini mau menemui mama dan papa." ucap Azzam lansung menarik Shena dengan posesif.
Ketika Azzam dan Shena pergi ke lantai dua. Gala, Zahran dan kedua orang tua Azzam tertawa melihat betapa posesifnya Azzam kepada Shena. Namun lelaki itu selalu menyangkal bahwa lelaki itu mencintainya.
"Gimana Tante? Tante dan om liat kan gimana posesifnya dia." ucap Gala.
"Iya, tapi dia masih tidak mau mengakui." ucap mama Bella.
"Karena dia belum menyadari, makanya perlu kita sadari, dengan merasakan hilang maka dia akan takut kehilangan." ucap papa Alan.
"Ya sudah, aku mau kerumah sakit Tan, om, di rumah sakit sedang banyak pasien."
"Saya juga mau ke kantor juga om, Tante, karena sebenarnya lagi banyak pekerjaan di kantor." ucap Gala.
Keluarga Kusuma memang terkenal dengan bisnisnya di bidang kesehatan. Yang mengurus rumah sakit adalah uncle Amar papanya Gala saat ini, karena Galuh Kusuma mengundurkan diri karena ingin menikmati masa tuanya.
Sedangkan Zahran anak kedua Galuh masih harus banyak belajar dari uncle Amar untuk menjadi pemimpin di masa depan. (Cerita Amar ada di novel Siapalah aku).
Sedangkan anak pertama Galuh adalah perempuan yaitu Mezza Dazzuri Kusuma, merupakan menantu pertama dari Abian Arkarna. ( Cerita Mezza ada di novel Cinta Daffiza, sedangkan cerita Abian Arkarna ada di novel dia lelakiku).
Jika Azzam belum menyadari bahwa dirinya mencintai Shena berbeda dengan saudari kembarnya Azzura. Azzura merasa di mabuk cinta dengan suaminya.
Ken setiap hari selalu membawakan bunga untuknya. Semakin hari Azzura merasa bahwa ken semakin romantis.
Hari ini Azzura sedang mendatangi undangan pesta pernikahan teman SMA Ken. Ken mengajak Azzura mendampinginya.
Di sana Azzura banyak bertemu banyak teman - teman Ken di masa SMA. Azzura terkadang mendengar bisikan teman - teman Ken tentang Ken yang tidak berjodoh dengan Claudia.
"Padahal mereka berdua saling mencintai sejak remaja, tapi sayang sekali mereka nggak jodoh."
"Iya, keluarga Ken tidak setuju jika Ken menikah dengan Claudia, makanya Ken memilih meninggalkan Claudia untuk sementara untuk memastikan hatinya, tapi Claudia malah menikah dengan lelaki lain."
"Pasti keluarga Ken takut karena ibunya Claudia meninggalkan suami pertamanya karena bangkrut, lalu menikah dengan suami orang."
"Ibunya pelakor?"
"Iya, semoga Claudia bukan seperti itu, kasian istrinya Ken, udah cantik dan baik sepertinya."
Jantung Azzura bergetar hebat ketika mendengar bisikan-bisikan mengenai hubungan Ken dengan wanita yang bernama Claudia itu. Wanita yang di kenalkan sebagai teman.
"Hey." sapa Claudia dengan senyum manis duduk di meja Azzura. Sedangkan Ken sedang mengobrol dengan teman lamanya.
"Ya." ucap Azzura mencoba menahan diri.
"Gimana hubungan kamu dengan Ken? apa sudah hamil?" tanya Claudia berbasa-basi.
"Masih belum di kasih rezeki." jawab Azzura mulai merasa tidak nyaman.
"Ken dan aku berteman sejak SMA, kami sangat akrab sampai aku hafal kebiasaan Ken, jadi kamu nggak usah cemburu dengan kedekatan kami." ucap Claudia.
"Iya."
"Ken itu tidak bisa makan yang pedas - pedas, jadi jika masak jangan menu yang pedas terus, belakangan ini dia sering diare karena terpaksa memakan masakan kamu, maaf aku bicara seperti ini,tapi ini demi Ken, dia nggak enak bicara langsung dengan kamu." ucap Claudia tanpa merasa bersalah. Dia merasa melakukan tindakan yang benar.
"Masa iya, tapi Ken biasa aja, dia malah tampak lahap menyantap makanan yang saya sajikan." ucap Azzura.
"Itu karena terpaksa, banyak yang belum kamu ketahui tentang Ken, kamu istrinya tapi tidak mengenal Ken dengan baik."
"Buat apa kamu bercerita seperti ini?"
"Aku tidak maksud apa-apa, agar hubungan kalian lebih harmonis, aku hanya ingin kamu tau kebiasaan Ken, tidak ada maksud apa-apa."
"Saya bisa mencari tau sendiri.
"Faktanya sampai saat ini banyak yang kamu tidak tau tentang dia."
"Lalu kamu bangga mengetahui kebiasaan suami saya? Anda hanya masa lalu suami saya, jadi jangan sok tau mengenai kebiasaan suami saya di masa sekarang,semua orang bisa berubah toh." jawab Azzura dengan geram.
"Ken tidak berubah sama sekali bahkan asal kamu tau, dia masih mencintai aku, jika aku mau, aku bisa membuat Ken untuk meninggalkan kamu saat ini."
"Silahkan di coba, jikapun saya bercerai dengan Ken itu karena takdir saya bukan karena kamu."
"Takdir kamu saya yang menentukan."
"Ternyata benar kata orang dulu,bahwa buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya, itulah kamu, keturunan pelakor akan tetap menjadi pelakor." ucap Azzura mengepalkan tangannya di bawah meja.
"Tidak masalah, karena aku tidak pernah mengganggu hubungan kalian, Ken lah yang tidak bisa melupakan aku, Ken juga yang selalu datang pagi dan sore ke apartemen aku tinggal." ucap Claudia tersenyum mengejek.
"Mungkin dia tidak pernah menyentuh kamu di rumah, makanya dia mencari kepuasan di luar, apa makanan yang kamu sajikan tidak enak?" ucapnya tersenyum bangga.
"Makanan yang gurih tidak bagus untuk kesehatan, makanan yang sehat mungkin tidak akan enak, namun akan membuatnya selalu sehat." jawab Azzura.
"Terserah kamu mau bicara apa, asal kamu tau Ken rela merogoh koceknya untuk membelikan aku apartemen, setelah ini pasti Ken akan membelikan aku rumah yang mewah,sedangkan kamu tidak akan pernah dapat apa-apa."
"Aku tidak peduli dengan apartemen yang kamu miliki karena melacur, karna aku bisa mendapatkan tanpa uang Ken sepersenpun." jawab Azzura berdiri dari kursinya.
"Aku pergi dulu, nggak bisa lama-lama di sekitar wanita yang terlalu murah, karena aku wanita mahal, takut nanti menyebarkan penyakit." ucap Azzura lagi membuat Claudia marah.
Azzura berlalu meninggalkan pesta itu. Dia tidak peduli di mana suaminya. Dia yakin bahwa wanita itu akan mengadu kepada suaminya. Dia baru menyadari bahwa keromantisan suaminya adalah untuk menutup kesalahannya. Miriskan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Xyylva Xyylva
bagus azzura jgn mau kamu tetap di peristri sama suami pezinah...yg ada bawak penyakit untukmu
2022-11-27
0
Mego Me
bagus Azzura...jadilah wanita yang kuat dan bijak...kamu berasal dari keluarga kaya raya, berharta, cantik dan bijak...Ken itu tiada nilai apa apa....tinggalkan Ken dengan kebodohannya di samping wanita murahan kerana itu yang cocok untuknya...
jangan membodohkan diri kerana cinta....
semangat thor 💪💪💪
2022-10-30
1