Episode 20

"Aku, aku tidak tau, tapi suatu saat aku akan menemani nya dan minta maaf."Ucap Kiara sedikit gugup.

"Benar kah?"Ucap Ardan lagi.

"Ya,tentu saja."Jawab Kiara seolah kini ia berbicara dengan teman nya.

Setelah itu suasana kembali hening, di antara mereka berdua tidak lagi ada yang angkat bicara.

Sampai lah tiba di Fila.

Kiara mendorong pelan kursi roda milik Ardan masuk ke dalam Fila, terlihat Bima yang sedang duduk santai di ruang tengah Fila. 

"Kalian dari mana?"Tanya Bima melihat Ardan dan Kiara yabg berpenampilan cukup cantik hari itu.

"Bukan urusan mu."Ucap Ardan malas.

"Ki, Kiara?"Ucap Bima menatap Kiara yang berdiri di belakang Ardan.

"Ada apa dengan mu?"Tanya Ardan menatap Bima yang menatap aneh ke arah Kiara.

"Kiara, ternyata kau benar-benar sangat cantik."Ucap Bima sambil tersenyum.

"aku, aku."Ucap Kiara terlihat takut dan gugup akan pujian Bima.

"Bawa aku ke kamar."Ucap Ardan memasang wajah tidak senang dengan tatapan Bima kepada Kiara.

Kiara tidak berbicara apapun,ia hanya diam dan menuruti perintah Ardan, karena dengan itu lah ia bisa bebas dari hukuman.

"Tutup pintu nya."Ucap Ardan kepada Kiara.

Lagi-lagi Kiara melakukan nya tanpa jawaban.

"Apa kau menyukai Bima?"Tanya Ardan tiba-tiba setelah Kiara menutup pintu kamar nya.

"Menyukainya? Apa maksud mu?"Tanya Kiara tidak mengerti dengan pertanyaan konyol Ardan.

"Aku hanya bertanya, bukan kah kau tinggal menjawab nya,iya atau tidak?"Ucap Ardan lagi.

"Tidak."Jawab Kiara singkat dan jelas.

Entah mengapa tiba-tiba Ardan merasa senang mendengar jawaban dari Kiara.

"Ya sudah, aku keluar dulu."Ucap Kiara kepada Ardan.

"Aku belum meminta mu keluar."Ucap Ardan yang berhasil membuat kaki Kiara berhenti melangkah.

"lalu apa yang harus aku lakukan di sini?"Tanya Kiara bingung.

"Aku mau mandi, siap kan air hangat."Ucap Ardan yang masih duduk di atas kursi roda nya.

"Hmmmm, baik-baik."Ucap Kiara menahan kesal nya.

"Menyebalkan sekali."Gerutu Kiara yabg masuk ke dalam kamar mandi.

"Aku masih bisa mendengar mu."Ucap Ardan.

Sementara itu di kamar mandi Kiara menyiapkan air hangat untuk Ardan mandi.

"Benar-benar membuat ku kesal, ughhh!"Celoteh Kiara.

"Tapi tunggu, mengapa aku harus kesal? Dia kan suamiku."Ucap Kiara sudah seperti orang gila saja berbicara sendiri.

Beberapa menit kemudian Kiara pun kembali keluar dari kamar mandi.

"Sudah siap."Tuan air hangat nya sudah siap."Ucap Kiara kepada Ardan.

"Bantu aku lepaskan baju."Ucap Ardan lagi.

"Apa? Apa kau gila?!"Reflek Kiara kaget.

"Siapa yang kau katakan gila? Apa kau tidak mau!?"Ucap Ardan terlihat marah.

"Tidak,bukan begitu."Ucap Kiara serba salah.

"Mendekat lah."Ucap Ardan.

"Mendekat?"Jawab Kiara lagi.

Tanpa pikir panjang Ardan yang kesal menarik tangan Kiara yang berdiri tidak jauh dari nya sehingga Kiara terduduk di pangkuan nya.

"Ah."Leguh Kiara kaget sekaligus sakit di pergelangan tangan nya.

"Apa, apa yang tuan lakukan? Lepas kan aku."Brontak Kiara ingin beranjak dari sana karena ia benar-benar tidak nyaman dengan posisi nya sekarang.

"Apa yang ku lakukan? Ingat lah jika di sini tuan mu adalah aku,bukan siapa pun dan tidak ada hak mu menolak atau membangkang keinginan ku, apa kau ingat dengan cambuk itu? Apa ku ingin merasakan nya lagi?"Tanya Ardan menatap wajah ketakutan Kiara.

Mereka kini benar-benar dekat, sehingga deru nafas Ardan saja bisa di rasakan oleh Kiara.

"A-aku."Ucap Kiara yang saat ini benar-benar tidak sanggup untuk angkat bicara.

"Apa?"Ucap Ardan lagi."

"Lepas kan aku."Jawab Kiara mencoba memberontak.

"Iya, nanti, setelah kau mendapatkan hukuman mu."Ucap Ardan dengan senyum miring nya yang mengerikan.

"Hukuman? Hukuman apa? Aku bahkan tidak melakukan kesalahan apapun."Ucap Kiara kaget dengan ucapan Ardan barusan.

Namun tanpa basa-basi Ardan menarik tengkuk Kiara agar lebih dekat dengan nya.

"Ahh."Laguh Kiara saat bibir Ardan berhasil menyusup ke leher putih jenjang milik nya.

Tidak hanya itu, Ardan mengigit dan menghisap leher Kiara, membuat tanda merah ke biruan di leher Kiara.

Tidak perduli seberapa memberontak nya Kiara di pangkuan nya Ardan tetap melanjutkan aksi nakal nya, entah apa yang merasuki dirinya saat itu sehingga melakukan itu kepada Kiara wanita yang di bencinya.

Lima menit kemudian, Ardan pun menghentikan aksinya itu dan menatap Kiara dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.

"Aku rasa itu sudah cukup."Ucap nya kepada Kiara.

Kiara bergegas berdiri dari posisi nya itu sambil memegangi leher nya yang terasa sedikit nyeri.

"Tunggu apa lagi?"Ucap Ardan.

Karena takut dengan tangan yang gemetar, Kiara berlutut di depan Ardan dan membuka satu persatu kancing kemeja yang di pakai Ardan.

Kiara yabg polos memejamkan matanya sat selesai membuka kancing baju tersebut.

"Buka mata mu."Ucap Ardan tidak suka akan Kiara yang tidak menatap nya.

Perlahan Kiara membuka mata nya, karena takut jika Ardan akan kembali melakukan hal yang di luar nalar kepada nya.

"Sudah keluar lah."Ucap Ardan lagi.

"Sudah? Aku boleh pergi sekarang?"Ucap Kiara menatap Ardan.

"Hmm."Jawab Ardan.

Kiara pun akhirnya bergegas keluar dari kamar dan ingin masuk ke dalam kamar nya.

Namun baru saja ingin masuk ke dalam kamar, Bima menahan tangan Kiara dan menariknya ke dalam kamar Kiara, lalu memojokkan Kiara ke dinding kamar itu.

"Apa yang tuan lakukan?"Ucap Kiara kaget menatap Bima.

"Kenapa leher mu?"Ucap Bima melihat leher Kiara yabg terdapat bekas ******.

"A,aku,i,ini."Jawab Kiara terbata-bata, sambil memegang leher nya.

"Apa Ardan melecehkan mu? Mengapa kau membiarkan nya? Mengapa dia melakukan ini kepada mu?"Ucap Bima terlihat marah.

"Ya tuhan, bagaimana aku bisa menjawab nya, aku saja tidak punya hak untuk menolak Ardan."Batin Kiara tertekan.

"Jawab aku Kiara, apa kau ini di ancam oleh nya?"Ucap Bima yang mata nya menatap Kiara dari atas sampai bawah.

Tatapan itu bahkan sangat membuat Kiara khawatir.

"Aku tidak apa-apa, tuan Bima mohon keluar dari kamar ku , tidak enak jika yang lain melihat kita seperti ini, aku mohon, aku tidak mau jika tuan Ardan akan salah paham."Ucap Kiara berusaha mendorong Bima yang menekankan dirinya di didinding sehingga ia tidak bisa bergerak.

"Mengapa kau harus takut mereka salah paham saat dengan ku? Bukan kah kau juga seperti ini dengan Ardan? Dia tuan mu dan aku sepupu nya."Ucap Bima terlihat cemburu dengan Ardan.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DASAR WANITA BAHLUL, CEO BEGOK, BILANGLAH KLO ARDAN SUAMI LO

2024-06-30

0

Bundana Irpan Sareng Faizal

Bundana Irpan Sareng Faizal

aku ko sakit hati ea kasihan kiyara

2023-07-20

2

Esih Amooy esih ajh

Esih Amooy esih ajh

nangis aku bca nya...kasihan kiara tertekan😭😭

2023-07-17

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!