Episode 19

"Lihat saja, aku akan membalas perbuatan laki-laki lumpuh itu suatu saat, karena dia sudah mempermalukan aku di depan semua orang."Batin laki-laki itu sebelum meningal kan restoran tersebut.

"Ke, kenapa? Apa karena aku?"Ucap Kiara kaget melihat apa yang di lakukan Ardan barusan.

"Jangan terlalu percaya diri, dia ingin menipu ku dengan surat kontrak itu, jangan pikir aku melakukan nya karena mu."Ucap Ardan dengan wajah datar nya.

"O,oh."Batin Kiara yang kemudian menunduk kan kepala nya.

Tidak lama kemudian pelayan di restoran itu pun datang dengan membawa buku menu makanan.

"Permisi,tuan, nyonya, mau pesan apa?"Tanya nya sambil menyodorkan buku menu.

"Sifod."Jawab Ardan Tampa melihat menu.

"Baik tuan, kalau nyonya?"Ucap pelayan itu melirik Kiara.

"Dia tidak."Ucap Ardan tanpa membiarkan Kiara menjawab.

"Baik lah."Ucap pelayan tersebut yang kemudian pergi dari sana.

"Tapi aku…"Ucap Kiara terhenti karena Ardan menatap nya dengan tatapan dingin.

"Siapa yang membiarkan mu memesan makanan? Apa kau memiliki uang untuk membayar nya?"Ucap Ardan.

"Bukan kah, em yasudah."Ucap Kiara mengurung kan niat untuk bicara lebih banyak lagi karena dia tidak ingin malu di depan banyak orang.

Sebenarnya Kiara juga sangat lapar, namun bagaimana lagi perkataan Ardan mungkin benar, Kiara tidak memiliki buang untuk membayar makanan dan sebaik nya dia tidak makan.

Beberapa menit kemudian, pelayan di restoran tersebut pun datang dengan membawa sefod yang di pesan oleh Ardan.

"Silahkan tuan."Ucap pelayan tersebut.

Ardan hanya mengangguk kan kepala nya dan pelayanan tersebut pun pergi meninggalkan mereka.

"Kupas kulit udang itu untuk ku."Ucap Ardan kepada Kiara.

"Aku?"Tanya Kiara.

"Ya siapa lagi?"Ucap Ardan.

"Huh, baik lah."Jawab Kiara yang kemudian mulai mengupas satu persatu kulit udang tersebut dan memberikan nya kepada Ardan.

"Bagus."Ucap Ardan merasa berhasil membuat Kiara menurut kepada nya.

"Menyebalkan sekali laki-laki ini."Batin Kiara.

Sementara itu di sisi lain.

"Sayang aku ingin pergi ke mall sebentar sebelum ke toko gaun pengantin."Ucap Fany kepada Jafin.

"Baik lah sayang, kita akan pergi ke mall terbesar di kota ini."Ucap Jafin dengan gaya sombong nya.

Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya memarkir kan mobil di tempat parkir mall.

Setelah itu mereka pun masuk ke dalam mall tersebut untuk berbelanja.

Setelah beberapa puluh menit berbelanja mereka pun akhirnya keluar dari mall tersebut.

Sementara itu berpapasan dengan Kiara dan Ardan yang saat itu juga baru keluar dari restoran di sebelah mall.

"Jafin, lihat lah, bukan kah itu Kiara? Siapa yang bersama dengan nya?"Tanya Fany bingung.

"Benar, apa sebaiknya kita pergi … "Belum sempat Jafin menyelesaikan perkataannya Fany sudah menarik nya untuk pergi menghampiri Kiara.

"Wah-wah, sahabat ku seperti nya kehidupan mu sekarang sudah berubah ya?"Ucap Fany saat mereka sudah dekat tiba di dekat Kiara dan Ardan.

Ardan menatap Fany dan Jafin secara bergantian.

"Bukan kah wanita ini adalah wanita yang hampir membunuh Kiara?"Batin Ardan.

"Kalian, mau apa kalian?"Tanya Kiara menatap Fany dan Jafin.

"Ouh kami tidak mau apa-apa karena sudah a mendapatkan semua nya, dan aku hanya berniat untuk mengucapkan selamat kepada mu karena kau akhirnya bisa sembuh."Ucap Fany dengan senyum yang di buat-buat.

"Maaf,aku tidak membutuhkan kata selamat dari mu."Jawab Kiara yang menahan rasa sakit hati nya.

"Benar kah? Mengapa begitu? Bukan kah kita ini sahabat?"Tanya Fany seperti meledek dengan tangan yang menggunakan erat lengan Jafin.

"Kiara, aku senang kau bisa sembuh."Ucap Jafin.

"Iya, aku bisa sembuh karena mungkin aku bisa sembuh untuk menghancurkan kalian berdua."Ucap Kiara dengan berani nya.

"Kau! Berani sekali kau berkata seperti itu!"Ucap Fany marah.

"Mengapa? Apa kau takut dengan ku?"Ucap Kiara sambil tersenyum.

"Takut? Hah, melihat kondisi mu yang sekarang ini saja aku sudah merasa kasihan, kau sekarang menjadi seorang babu? Mengurus orang lumpuh?"Ucap Fany mencoba menghina Ardan di dipan Kiara.

"Tutup mulut mu, bagaimana aku dan kehidupan pun itu bukan lah urusan mu, dan satu lagi, aku bukan …"Ucap Kiara terpotong karena Ardan menyela nya.

"Ya, kau benar, dia itu adalah pengurus ku, babu ku, dan minggir, aku ingin masuk ke mobil, aku tidak butuh celotehan dan permasalahan tidak penting yabg kalian bahas."Ucap Ardan kepada mereka.

"Tap…"Ucap Kiara kembali terhenti karena Ardan mengangkat tangan nya mengisyaratkan agar Kiara berhenti berbicara.

"Kasian sekali kau Kiara, kau bahkan tidak mau mengakui jika kau sekarang hanya pelayan."Ucap Fany dengan senyum licik.

"Sudah lah, oh iya Kiara, minggu ini kami akan mengadakan resepsi pernikahan, aku harap kau bisa datang."Ucap Jafin kepada Kiara.

"Maaf aku tidak punya banyak waktu."Ucap Kiara lagi.

"Dia akan datang."Ucap Ardan.

"Bagus, aku tunggu kedatangan mu, ayo sayang kita pergi, ini sangat panas."Ucap Fany yang kemudian menarik tangan Jafin pergi dari hadapan Ardan dan Kiara.

Sementara itu Kiara menatap mereka yang begitu dekat, hati nya masih sangat sakit, bagaimana tidak, laki-laki yang di cintai nya dengan sangat tulus malah di rebut oleh sahabat baik nya sendiri.

Dia kehilangan dua orang sekaligus, sabahat dan calon suaminya.

Di sisi lain hatinya ia juga kecewa dengan Ardan yang mengiyakan undangan Fany dan Jafin, ia bahkan tidak berniat menyaksikan itu karena itu hanya akan membuat nya semakin sakit.

"Apa yang kau lamun kan, cepat masuk mobil."Ucap Ardan yang sedari tadi sudah masuk mobil dengan di bantu oleh sopir pribadi nya.

Kiara menghapus air mata nya yang baru saja menetes dan kemudian masuk ke dalam mobil.

Di perjalanan semuanya menjadi hening, tidak ada satu pun dari mereka yang angkat bicara, sampai saat itu Ardan yang memulai nya.

"Siapa mereka?"Tanya Ardan yang tiba-tiba angkat bicara.

"Mereka?"Ucap Kiara lagi.

"Hmm."Jawab Ardan.

"Yang perempuan itu adalah sahabat ku, dan yang laki-laki itu mantan ku."Ucap Kiara.

"Apa yang terjadi?"Tanya Ardan tiba-tiba menjadi penasaran akan cerita di balik mereka bertiga.

"Hari itu sebelum kecelakaan,aku pergi ke hotel dan memergoki mereka berdua sedang tidur bersama, padahal malam itu aku harus melangsungkan pertunangan kami, lalu aku berkelahi dengan mereka dan akhirnya aku pergi dari sana dengan keadaan marah setelah itu aku tidak ingat lagi."Cerita Kiara singkat namun jelas.

"Apa kau tau siapa orang yang kau tabrak?"Tanya Ardan lagi.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Lemah bgt cw'y...
Kata'y COE jg & anak org tajir, ms ga bw apa2 nikah sm cw lumpuh

2025-03-17

0

Sulis Tiyeas

Sulis Tiyeas

betul sekali, jd geli bacanya.

2025-03-29

0

Inge

Inge

Ada beberapa typo, Thor.. Seafood, bukan sifod. Vila, bukan fila. Tetap semangat ya...

2023-07-18

6

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!