Episode 12

"Ya sudah, karena sekarang sudah malam, sebaiknya nyonya istirahat."Ucap maid B.

"Baik lah, tidak hanya aku,kalian juga seharusnya istirahat."Ucap Kiara memegang pundak maid B dan maid A.

"Baik nyonya, nyonya yabg sabar ya, suatu saat tuan muda Ardan pasti akan membukakan hati nya untuk nyonya."Ucap maid A.

"Iya."Jawab Kiara tidak yakin namun ia tetap tersenyum.

"Baik lah kalau begitu kami permisi dulu."Ucap maid B dan maid A.

Kiara mengangguk kan kepala nya dan kemudian menutup pintu kamar nya setelah maid A dan maid B pergi.

"Setidaknya ini cukup nyaman."Batin Kiara mulai menaruh baju-baju nya ke dalam lemari dan setelah itu merebahkan tubuh nya di kasur.

Malam semakin larut, karena terlalu lelah Kiara pun mulai terlelap.

12:20 malam itu.

Pintu kamar Kiara di ketuk dari luar, beberapa kali ketukan Kiara pun kemudian terbangun.

"Hmmm,siapa sih malam-malam seperti ini."Ucap Kiara terbangun dari tidurnya dan berjalan membuka pintu kamar.

"Lama sekali, sudah seperti orang mati saja."Ucap Ardan yang berada di depan kamar Kiara dengan kursi roda nya.

"Tuan,ada,ada apa?"Tanya Kiara sedikit gugup dan takut ia akan terkena hukuman lagi karena susah bangun.

"Bodoh,buat kan aku makaan, aku lapar."Ucap Ardan.

"Tapi,tapi aku sama sekali tidak bisa memasak."Ucap Kiara kebingungan.

"Aku tidak peduli."Ucap Ardan.

Kiara kini tau, Ardan hanya mencoba untuk mempersulit kan dirinya, padahal jika dia ingin makan sesuatu yang enak,ia bisa membangun kan maid A atau maid B.

"Melamun apa lagi? Cepat!"Ucap Ardan.

"Baik lah."Ucap Kiara pasrah.

Kiara pun berjalan menuju dapur Fila, sementara itu Ardan pergi menunggu ke ruang makan dengan menjalankan kursi rodanya.

Sementara itu di dapur, Kiara sangat bingung karena ia benar-benar tidak bisa memasak,ia pun membuka kulkas dan melihat ada sekaleng bubur ayam instan yang sangat gampang di masak,itu hanya memerlukan air panas dan beberapa bumbu saja, Kiara pun memilih menyeduh bubur tersebut dengan air panas dan menaruh daging dan juga udang.

"Bau nya cukup wangi, ku rasa ini sangat lezat."Ucap Kiara sambil tersenyum dan kemudian membawa bubur itu kepada Ardan yang sudah menunggu di ruang makan.

"Lama sekali."Ucap Ardan dengan wajah datar nya.

"Ini makan lah"Ucap Kiara kepada Ardan dan menaruh bubur itu di depan Ardan.

"Hmm, kau menyeduh bubur Yanga da di dalam kulkas bukan?"Tanya Ardan mengetahui.

"I,iya."Jawab Kiara gugup.

Ardan pun tidak mengatakan apa-apa lagi kemudian langsung mencicipi bubur tersebut.

"Lumayan enak, biasa nya maid lain menyeduh nya dengan rasa yang tidak pas."Batin Ardan.

"Apakah itu enak?"Tanya Kiara khawatir jika Ardan tidak akan suka.

"Biasa saja."Jawab Ardan namun terus memasukkan bubur itu kedalam mulutnya.

"Baik lah kakau begitu aku kembali ke kamar."Ucap Kiara yang ingin berjalan meningal kan Ardan yang sedang makan.

"Tetap di sini, apa menurutmu itu sopan? Aku bahkan tidak menyuruh mu ke kamar!"Ucap Ardan terlihat marah.

"Ba,baik,aku kira, tugas ku sudah selesai."Ucap Kiara ketakutan.

"Sampai mati pun tugas mu tidak akan selesai wanita bodoh, ceroboh."Ucap Ardan menatap Kiara dengan sorot mata tajam andalan nya.

Mendengar ucapan Ardan yang mengerikan Kiara pun kembali duduk di depan Ardan menunggu Ardan selesai makan.

"Ceroboh? Bodoh? Memang nya kesalahan apa yang aku lakukan sampai gelar itu di berikan mas Ardan kepada ku?"Batin Kiara.

Karna ia sangat mengantuk Kiara pun akhirnya tertidur di depan Ardan dengan kepala nya yang tertunduk ke meja makan.

"Dasar bodoh,malah tidur membuat ku tidak selera makan saja."Ucap Ardan kesal dan kemudian dengan sengaja menumpahkan bubur yang masih lumayan panas itu ke arah lengan Kiara.

"Awwww! Panas! Panas!"Ucap Kiara sontak kaget dan berdiri memegang lengan nya yang terkena bubur yabg di tumpah kan Ardan.

"Itu pantas untuk mu."Ucap Ardan kepada Kiara.

Ardan memutar balik kursi rodanya dan pergi meninggalkan kan Kiara yang kesakitan itu.

Tampa rasa bersalah ia kembali menuju kamar nya dan menutup pintu kamar.

"Hiksss, hiksss, ini sakit sekali."Ucap Kiara dengan air mata yang mengalir.

Tubuh nya yang dulu sangat mulus kini sudah tidak utuh lagi, banyak lecet-lecet dan juga bekas luka akibat di siksa Ardan.

Kiara menahan rasa sakit nya kemudian membersihkan bubur yang tumpah, ia pun kemudian pergi ke dapur untuk mencari obat p3k untuk mengobati lengan nya yang melepuh.

"Di mana ya?"Batin Kiara.

Karena ia tidak menemukan kotak p3k itu ia pun memilih untuk mengambil batu es saja dan mengompres lengan nya agar tidak membengkak dan kemudian kembali ke kamar.

Keesokan harinya.

Terlihat Kiara yabg baru saja selesai mandi, Semalaman Kiara tidak bisa tidur karena lengan nya yang melepuh itu merasa sakit dan panas.

"Ternyata es tidak ada gunanya,ini tetap bengkak dan memerah."Lirih Kiara di depan cermin.

Namun ia berusaha untuk terlihat baik-baik saja,ia memakai baju maid nya dan keluar dari kamar.

Saat keluar dari kamar ia berpapasan dengan Bima dan tanpa sengaja Bima tersenggol lengan nya dan itu membuat Kiara meringis kesakitan.

"Aduh."Ucap Kiara sambil memegang lengan nya.

"Eh, maaf-maaf, apa kau baik-baik saja?"Tanya Bima kepada Kiara.

"Aku,aku baik-baik saja."Jawab Kiara yang kemudian hendak pergi dari hadapan Bima.

"Tunggu."Ucap Bima yang kemudian memegang lengan Kiara.

"Ahh, sakit."Ucap Kiara meringis kesakitan.

"Astaga apa itu? Apa kau terkena air panas?"Ucap Bima melihat lengan Kiara yang memerah.

"Ah anu,tuan ini hanya keteledoran ku saja."Jawab Kiara gugup.

"Tunggu sebentar duduk lah di sini aku akan mengambil sesuatu."Ucap Bima kepada Kiara.

"Tap,tapi."Ucap Kiara canggung namun Bima sudah berlalu meninggalkan nya di situ.

Selang beberapa menit kemudian Bima kembali datang dengan membawa kotak obat p3k.

"Sini biar aku bantu mengobati nya."Ucap Bima kepada Kiara.

"Tidak, tidak usah aku bisa sendiri."Ucap Kiara takut Ardan akan melihat mereka.

"Mengapa? Aku hanya ingin mengobati mu."Ucap Bima kebingungan melihat wajah takut Kiara.

"Aku, aku."Gugup Kiara tak mampu menolak kebaikan Bima.

"Sudah lah, kau takut perih bukan? Tidak apa aku akan mengobati nya dengan pelan."Ucap Bima mulai membuka kotak obat itu dan mulai menuangkan obat di kapas lalu mengobati lengan Kiara yang membengkak dan merah itu.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Diny Julianti (Dy)

Diny Julianti (Dy)

ngeselin bgt si.....

2025-03-17

1

Miss Typo

Miss Typo

lama² geram sana Ardan, ayo Bima deketin Kiara pept trs, sukurin tuh Ardan

2024-07-30

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ARDAN YG BAHLUL, TUBUH ISTRINYA YG MULUS MLH DIBUAT CACAT,
SI KIARA KN CEO, KNP DIA GK K PRUSAHAANNYA, ANEH.. CEO JDI WANITA GOBLOK SKRG..

2024-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!