Episode 06

Mama dan papa nya kiara terdiam dengan perkataan mama Ulan barusan.

"Tap, tapi bagaimana kami mengatakan nya kepada Kiara?"Tanya mama El kepada Ardan dan mama Ulan.

"Itu terserah kalian."Ucap Ardan dingin.

"Baik lah, kami setuju."Ucap papa Bian kepada Ardan dan mama nya.

"Kami tunggu kabar selanjutnya,ma antar kan aku ke kamar."Ucap Ardan kepada mama nya.

"Kami permisi."Ucap mama Ulan yang kemudian mendorong pelan kursi roda Ardan untuk masuk ke dalam ruang rawat.

"Mas, mengapa kamu menyetujui nya? Bagaimana kita membicarakan hal ini kepada Kiara,dan bagaimana perasaan nya ini sama saja kita menekan pikiran dan batin nya mas!"Ucap mama El marah dengan keputusan papa Bian.

"Sayang, bagaimana pun juga kita harus bertanggung jawab, dengan kondisi nya yang sudah lumpuh dan di tingal kan oleh calon istri nya itu terjadi gara-gara putri kita, dan parah nya lagi jika Kiara tau dia telah membuat seseorang menderita dia akan menjadi trauma seumur hidup dan akan menyalahkan dirinya sepanjang hidup nya."Jelas papa Bian kepada mama El.

"Tapi mas, bagaimana dengan Jafin?"Tanya mama El mengalihkan pembicaraan tersebut ke arah Jafin.

"Jafin lagi Jafin lagi, dengan kan aku El, apa kau pernah melihat dia datang ke rumah sakit untuk menemani dan menjaga Kiara sejak kecelakaan ini? Dari awal aku sudah tidak menyukai nya aku curiga dengan Jafin, jangan-jangan dia dalang dari kecelakaan Kiara."Ucap papa Bian menatap wajah mama El.

"Tidak mas, bagaimana mungkin,bukan kah dia sangat mencintai Kiara?"Ucap mama El polos.

"Cukup El, aku lebih setuju jika Kiara menikah dengan Ardan, dengar kan aku, jangan ajar kan putri kita meningal kan tangung jawab nya, setelah dia sembuh lima bulan kedepan baru katakan apa yang sebenarnya terjadi."Ucap papa Bian yang kemudian meningal kan mama El di sana dan berjalan cepat masuk ke dalam ruang rawat Kiara dan Ardan.

"Ya Tuhan, apa yang telah putri ku Kiara lakukan? Mengapa kau berikan cobaan yang begitu sulit kepada nya?"Batin mama El sedih.

Namun mama El berusaha menguatkan hatinya dan menghapus air mata nya kemudian berjalan menyusul papa Bian untuk masuk ke dalam ruang rawat inap Ardan dan Kiara.

Di dalam ruangan tersebut, terlihat Kiara yang sedang tertidur pulas.

"Nanti saja mas, lihat lah dia sedang istirahat, rasanya aku tidak tega untuk memberikan kabar ini kepada nya."Ucap mama El kepada papa Bian.

"Baik lah, biar kan dia istirahat dulu."Ucap papa Bian.

Sementara itu dokter masuk ke dalam ruang rawat tersebut dan menemui Ardan dan juga mama Ulan.

"Selamat sore."Ucap dokter tersebut kepada Ardan dan mama nya.

"Sore dokter."Jawab mama Ulan sementara Ardan hanya diam tidak bersuara.

"Nyonya Ulan, orang tua dari pasien Ardan?"Tanya dokter tersebut.

"Iya betul dokter ada apa?"Tanya mama Ulan penasaran.

"Karena kondisi pasien Ardan sudah stabil sore ini pasien boleh pulang."Ucap dokter tersebut sambil tersenyum.

"Benar kah? Sukur lah dokter akhirnya kami bisa pulang."Ucap mama Ulan senang.

"Iya, meskipun begitu,jika pasien Ardan ingin mencoba kemoterapi kaki nya kami memiliki nomer telpon dokter khusus kemoterapi."Ucap dokter itu dengan ramah nya menyarankan.

"Tidak perlu."Jawab Ardan kepada dokter tersebut.

"Baik lah kalau begitu."Ucap sang dokter merasa ngeri dengan tatapan dingin Ardan.

"Berikan saja nomer nya dokter."Ucap mama Ulan kepada dokter tersebut.

Dokternya tersebut pun mengeluarkan kartu nama dari dalam saku baju nya dan memberikan kepada mama Ulan.

"Terima kasih banyak dokter."Ucap mama Ulan.

"Sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu."Ucap dokter tersebut berjalan keluar dari ruang rawat itu.

Mama Ulan hanya mengangguk dan kemudian mulai membereskan barang-barang Ardan untuk di bawa pulang.

"Selamat ya Ardan kau akhirnya sudah boleh pulang."Ucap papa Bian menghampiri mama Ulan dan Ardan yang sedang bersiap-siap untuk pulang.

"Aku beri waktu satu Minggu,jika masih belum ada kabar, kalian tau sendiri akibat nya."Ucap Ardan kepada papa Bian.

"Aku mengerti Ardan,tenang saja,kami adalah keluarga yang selalu menepati janji."Ucap papa Bian.

"Maaf kan ucapan Ardan pak Bian, Kalau begitu kami pamit."Ucap mama Ulan kepada papa Bian setelah selesai mengemasi barang-barang milik Ardan dan membantu Ardan turun ke kursi rodanya.

Sebelum keluar dari ruangan tersebut, Ardan meminta mama nya untuk memberikan kartu nama nya kepada papa Bian agar mereka gampang untuk menghubungi Ardan.

Dan akhirnya mama Ulan dan Ardan pun keluar dari rumah sakit itu pada pukul 05:40

"Papa dari mana?"Tanya Kiara melihat raut wajah sang papa yang aneh.

"Ah Kiara kau sudah a selesai istirahat?"Tanya papa Bian kepada Kiara untuk mengalihkan pembicaraan.

"Iya pa, dan aku sudah merasa lebih baik."Jawab Kiara sambil tersenyum.

"Kiara meskipun kau sudah membaik kau juga tidak boleh terlalu banyak gerak sayang."Ucap mama El kepada Kiara.

"Iya aku tau ma."Jawab Kiara.

Papa dan mama Kiara sepakat untuk tidak mengatakan apapun sekarang karena masih ada waktu seminggu, lumayan untuk kesetabilan emosi dan pikiran Kiara, dan mereka memutuskan untuk mengatakan hal itu kepada Kiara pada hari kelima.

"Ma,pa, di mana laki-laki pemarah yang ada di sebelah sana?"Tanya Kiara menujuk tempat tidur Ardan.

"Laki-laki pemarah?"Tanya mama dan papa nya secara bersamaan.

"iya ma, pa, dia sangat galak dan namun juga dingin."Ucap Kiara lagi.

"Ouhh, dia sudah boleh pulang sayang, karena kondisi nya juga sudah mulai stabil."Ucap mama El.

"Tapi apa yang membuat dia ada di ruang rawat yang sama dengan ku? Dan dia sakit apa?"Tanya Kiara di liputi rasa penasaran nya.

"Dia, em dia kecelakaan sayang, dan kebetulan dia itu anak teman papa, jadi dia satu ruangan dengan mu."Jawab papa Bian berbohong.

"Kecelakaan?"Ucap Kiara mulai berfikir.

"Iya, sayang dan itu menyebabkan kaki nya lumpuh."Jelas mama El.

"Lumpuh?"Tanya Kiara lagi.

"Sudah lah jangan terlalu di pikir kan, sekarang fokus dengan kesembuhan mu saja ya."Ucap papa Bian kepada Kiara.

"Papa mu benar sayang,kau seharusnya tidak banyak pikiran."Ucap mama El khawatir.

"Baik lah ma, pa."Ucap Kiara mengiyakan ucapan mama dan papa nya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KEMOTERAPI TUH BUAT PASIEN KANKER THOR,, FISIOTERAPI YG BENAR SPRTI KOMEN READER2 YG LAIN..

2024-06-29

6

StAr 1086

StAr 1086

thor bukannya kemo itu untuk penyakit kanker ya....

2023-08-02

1

silvia herina

silvia herina

fisioterapi..bkn kemoterapi

2023-07-25

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!