Episode 03

"Ya aku akan memutuskan hubungan ku dengan nya, karena aku sudah tidak membutuhkan nya lagi."Ucap Jafin kepada selingkuhan nya itu.

Kebusukan mereka berdua tidak ada yang mengetahui nya sama sekali dan itu membuat mereka semakin menjadi-jadi.

Sementara itu di sisi lain.

Ardan membuka tirai dengan tangan nya, dan melihat Kiara yang terbaring koma dengan berbagai alat bantuan di tubuh nya.

"Wanita itu, mengapa dia belum juga sadar?"Batin Ardan bingung.

Setelah seminggu ini Kiara belum juga sadar, menurut ucapan dokter dia seharusnya sudah sadar namun entah faktor apa yang membuat Kiara tidak mau bangun dari koma nya.

Setiap hari mama nya hanya bisa menangis dan menangis melihat kondisi Kiara yang tidak ada perubahan nya sama sekali.

Sementara Ardan dia sudah sedikit membaik walaupun kaki nya yang lumpuh membuat nya tidak bisa berjalan dan membenci Kiara.

Namun di sisi lain hatinya ia juga ikut perihatin akan keadaan Kiara dan juga setiap hari ia mendengar tangisan sedih mama Kiara yang menangisi Kiara yabg tak kunjung sadar.

Pagi ini Kiara tidak di jaga oleh siapa pun, sementara Ardan ia baru saja selesai makan di suapi oleh mama nya dan memilih untuk istirahat agar ia bisa cepat keluar dari rumah sakit tersebut.

Tiba-tiba Ardan mendengar pintu ruang rawat itu terbuka, dan ada seorang perempuan dengan pakaian yang sangat minim masuk ke dalam ruang rawat tersebut, langkah kaki nya menuju ranjang Kiara.

Ardan yang kondisi nya masih pura-pura tertidur itu pun berusaha memicingkan mata nya agar tidak ada yang tau jika dia tidak lah tidur.

"Sahabat ku, Kiara, aku datang menjenguk mu."Lirih perempuan tersebut yang berbisik di telinga Kiara.

"Jadi itu Sahabat nya?"Batin Ardan.

"Bagaimana kabar mu sekarang? Mengapa kau belum mati juga dan memilih koma? Oh iya, mungkin harus dengan bantuan ku ya baru kau bisa mati dengan lebih cepat,bagus lah kau seperti ini aku jadi lega, dengan begitu tidak ada yang tau aku dan Jafin lah penyebab dari kecelakaan mu itu, kau memergoki kami di hotel pada hari itu dan kau pergi meninggalkan kami, lalu kau kecelakaan."Ucap Fany dengan tawa miris nya.

"Ouhh, jadi itu penyebab nya, tapi aku tetap tidak bisa mentoleransi kejadian itu, karena perempuan itu aku jadi tidak bisa berjalan."Batin Ardan yang menguping.

Perlahan Ardan melihat bayangan Fany yang mengambil bantal dari kursi tempat duduk di samping ranjang Kiara dan ingin menutup wajah Kiara dengan bantal itu.

"Hey, apa yang kau lakukan?"Ucap Ardan susah payah meraih tirai pembatas nya antara Kiara dan dia.

Fany kaget melihat seseorang yang mengetahui perbuatan nya tersebut,ia melepaskan bantal yang ada di tangan nya lalu menutup wajah nya kemudian pergi meninggalkan ruang rawat tersebut.

"Sial! Hampir saja laki-laki itu melihat ku!"Batin Fany berjalan keluar dari rumah sakit itu.

Namun di pintu rumah sakit ia berpapasan dengan mama nya Kiara yang membuat dirinya semakin khawatir akan ketahuan habis dari ruangan Kiara.

"Fany, kau di sini? Kapan kau datang? Di mana Jafin mengapa kalian tidak pernah menjenguk Kiara?"Tanya mama nya Kiara melontarkan begitu banyak pertanyaan kepada Fany.

"Maaf Tante, aku banyak urusan dan aku tidak tau tentang Jafin aku permisi."Ucap Fany yang kemudian berjalan cepat meningal kan mama nya Kiara.

"Kenapa anak itu? Tidak biasanya dia aneh seperti ini."Batin mama nya Kiara yang kemudian berjalan cepat menuju ruang rawat inap Kiara.

Tidak lama kemudian mama nya Kiara pun tiba di ruang rawat Kiara dan melihat Ardan yang sedang mengamati Kiara yang masih dalam keadaan koma.

"Ardan, ada,ada apa nak?"Tanya mama nya Kiara kepada Ardan.

Ardan yang menyadari kedatangan mama nya Kiara pun kembali menutup tirai pembatas tersebut Tampa menjawab pertanyaan dari mama nya Kiara.

"Kiara, mama datang sayang."Ucap mama nya Kiara menatap Kiara.

Di tangan nya terlihat membawa rantang makanan yang berisi bubur ayam buatan nya sendiri, makanan itu adalah makanan favorit Kiara saat ia sakit.

"Sayang, bangun lah, mama merindukan mu, hari ini mama bawakan bubur kesukaan mu, bagaimana kau bisa makan jika kau belum juga sadar."Lirih mama nya Kiara dengan air mata putus asa melihat keadaan sang putri yang saat ini masih juga belum sadar.

Sementara itu Ardan hanya diam mendengarkan ucapan mama nya Kiara, jujur ia merasa sedikit kasihan tapi mungkin rasa bencinya terhadap Kiara masih sangat besar, ya biar bagaimanapun Kiara adalah orang yang dia anggap sebagai wanita penghancur kebahagiaan nya.

"Aku sangat lapar."Batin Ardan yang celingak-celinguk melihat mama nya yang saat ini masih saja belum tiba di rumah sakit.

Karena rasa kelaparan itu perut nya pun berbunyi.

Mama nya Kiara mendengar suara itu menyadari jika Ardan sedang lapar.

Ia pun berdiri dari duduknya dan menghampiri Ardan.

"Ardan apa kau lapar nak?"Tanya mama nya Kiara.

"Tidak."Jawab Ardan cuek.

"Jika kau lapar kau bisa makan makanan ini."Ucap mama nya Kiara yang menenteng tempat makanan yang dia bawa.

"Aku tidak butuh makanan mu, jangan ganggu,aku ingin istirahat."Ucap Ardan yang kemudian menyelimuti badan nya dengan selimut.

"Hmm, baik lah, mama mu mungkin banyak urusan jadi dia belum bisa datang, jika kau membutuhkan apapun kau bisa memanggilku."Ucap mama nya Kiara yang juga merasa berhak merawat Ardan.

"Aku tidak membutuhkan bantuan siapapun."Jawab Ardan.

Mendengar jawaban Ardan mama nya Kiara pun kembali ke ranjang Kiara.

Ia mengerti sampai sekarang Ardan pasti membenci keluarga nya.

"Aku penasaran mengapa wanita tadi ingin membunuh perempuan bodoh itu? Seperti nya ini menantang,aku harus melakukan sesuatu untuk balas dendam kepada perempuan bodoh itu karena dia yabg telah membuat aku seperti ini,dan dia tidak akan bisa bebas dari ku,mulai detik ini."Batin Ardan dengan pikiran di penuhi rasa penasaran dan dendam.

Sementara itu Kiara.

Ia seperti sedang berada di dalam mimpi,rasa sakit yang di alaminya saat melihat Jafin dan Fany tidur bersama seakan terbayang di benak nya, bisikan Fany tadi pagi bisa di rasakan oleh dirinya, perlahan bulir bening jatuh dari ujung mata Kiara, ia benar-benar berusaha untuk sadar setelah keputusasaan nya untuk tidak bangun lagi namun Fany memancing dendam di hatinya untuk mengajak nya bangun dan membalas perbuatan mereka berdua.

Perlahan jari-jemari lentik nya mulai bergerak, menandakan bahwa dirinya sudah berhasil melewati masa koma nya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Ummi kalsum

Ummi kalsum

diruangan ICU ya karena bertarai

2025-03-08

0

mrsdohkyungsoo

mrsdohkyungsoo

good tiaraaa

2024-07-30

0

Hajjah Bariah

Hajjah Bariah

kesal sm novel toon sekarang stiap baca mesti nonton sponsor dulu hadeh

2023-08-02

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!