Episode 04

"Ma-mama."Lirih Kiara berusaha memangil mama nya.

Mama nya yang sedang mengamati Kiara sedari tadi pun kaget melihat sang putri sudah terbangun dan memangil-mangil mama nya.

"Kiara, sayang kau sudah sadar?!"Ucap mama nya Kiara bergegas mendekati Kiara dan memegang tangan nya.

Melihat itu mama "El" mama nya Kiara bergegas pergi keluar dan memanggil dokter.

Setelah beberapa menit kemudian dokter pun selesai memeriksa Kiara.

"Dok, bagaimana keadaan anak saya?"Tanya mama El kepada dokter.

"Benar-benar ajaib, pasien akhirnya sadar dari koma nya nyonya, namun ia masih trauma dan butuh perawatan lebih lama di rumah sakit, tolong perhatikan pasien agar tidak memikirkan hal yang tidak baik untuk kesehatan nya dan jangan tanyakan apa yang terjadi kepada nya itu akan membuat kepala nya sakit dan akan memperlambat proses kesembuhan pasien."Jelas sang dokter kepada mama El.

"Jadi aku tidak boleh bertanya apapun kepada nya? Termasuk apa yang terjadi dengan nya sehingga mengalami kecelakaan?"Ucap mama El kaget dengan ucapan dokter.

"Iya nyonya, karena itu akan membuat kepala pasien sakit dan tidak hanya itu jangan bebani dia dengan banyak masalah, buat dia senang saja maka dia akan bisa kembali normal."Ucap sang dokter.

"Butuh berapa lama untuk membuat dia kembali normal dan bisa menceritakan semuanya kepada ku dokter? Aku tidak bisa tenang."Ucap mama El khawatir.

"Lima bulan, jika dia sembuh dalam lima bulan maka dia akan kembali normal dan akan bisa mesteabil kan emosi nya nyonya, pasien mengalami benturan yang cukup kuat di kepala nya sehingga ia sedikit melupakan hal-hal yang terjadi dalam waktu dekat seperti insiden kecelakaan itu."Ucap dokter itu.

"Baik lah dokter,yang terpenting dia sekarang sudah sadar dan bisa mengingat ku,itu sudah sangat membuat ku lega."Ucap mama El senang.

"Baik kalau begitu saya permisi keluar dulu."Ucap sang dokter.

"Baik dok terimakasih banyak."Ucap mama El sambil tersenyum dengan kelopak mata yang semabab.

"Dia sudah sadar? Mengapa dia sangat parah di otak? Ah tidak perlu di pedulikan,yang harus aku lakukan aku tidak boleh melepaskan nya hidup bahagia setelah membuat aku kehilangan kebahagiaan ku."Batin Ardan dengan tatapan tajam.

Sementara itu mama El menghampiri Kiara yang kini sudah bisa membuka mata nya, namun alat-alat bantu di tubuh nya masih terlihat banyak yang belum boleh di cabut.

"Maaaaa."Lirih Kiara melihat sang mama berdiri di samping nya dengan air mata yang mulai menetes karena bahagia akan kesadaran Kiara.

"Iya sayang, kau sudah bangun,apa kau ingin sesuatu?"Tanya mama El memegang tangan Kiara.

"Papa di mana ?"Tanya Kiara pelan.

"Mama sudah menghubungi papa dan sebentar lagi papa akan tiba di sini."Ucap mama El kepada Kiara.

"Ka-kakak?"Tanya Kiara lagi.

"Maaf sayang, kakak mu masih menjalani tugas nya, dia belum bisa kembali."Jawab mama El dengan tatapan sedih.

"Ma, mengapa, mengap-a aku bisa ada-ada di sini?"Tanya Kiara dengan suara yang lemah.

"Sudah lah, nanti mama akan menjelaskan sekarang kau istirahat dulu jangan memikirkan apapun yang membuat mu sakit kepala,mama akan keluar sebentar untuk menemui papa."Ucap mama El kepada Kiara karena tidak ingin menjawab pertanyaan Kiara saat itu mama El masih bingung harus menjawab apa, jika mama El menjawab Kiara kecelakaan dan menabrak seseorang sampai lumpuh dan membuat orang itu tidak jadi menikah itu pasti akan membuat Kiara sakit dan akan merasa bersalah terus-menerus.

Belum sempat Kiara angkat bicara lagi mama El pun keluar untuk menunggu papa nya Kiara agar mereka bisa mencari solusi bersama-sama.

Sementara itu Ardan sedari tadi hanya menguping pembicaraan antara mama El dan Kiara.

"Dia memiliki kakak? Mereka terlihat benar-benar menyayangi nya."Batin Ardan tersenyum miring.

Sementara itu di luar ruangan mereka.

"Ma,di mana Kiara apa mama tidak membohongi papa? Apa Kiara benar-benar sudah bangun?"Tanya papa nya Kiara kepada mama El.

"Sudah mas, dan sekarang dia sudah bisa berbicara walau pelan, tapi dokter mengatakan sesuatu yang membuat aku kebingungan."Ucap mama El.

"Apa itu?"Tanya papa nya Kiara penasaran.

Mama El pun menjelaskan apa saja yang di katakan oleh dokter tadi kepada dirinya tentang Kiara.

"Astaga, lalu bagaimana jika Ardan mengatakan kejadian itu kepada nya ma? Bukan kah kau tau Ardan terlihat membenci Putri kita?"Tanya papa nya Kiara kepada mama El.

"Itu dia maslaah nya,kita hanya bisa pasrah dan memohon kepada Ardan agar tidak mengatakan itu sekarang."Ucap mama El terlihat sedih.

Tampa mereka sadari mama "Ulan" mama nya Ardan mendengar ucapan mereka.

"Kalian tenang saja,aku akan berusaha membujuk Ardan untuk memaafkan Kiara Putri kalian."Ucap mama Ulan yang berdiri di belakang papa dan mama nya Kiara.

Papa dan mama nya Kiara yang mendengar itu sontak kaget dan berbalik menatap mama Ulan yang berdiri di belakang mereka.

"Ulan."Lirih mama El melihat mama Ulan.

"El, aku sudah menganggap mu sebagai teman ku, kau juga baik kepada Ardan,aku sudah pernah mengatakan jika kecelakaan ini adalah takdir meskipun awal nya aku juga tidak terima tapi aku mengerti takdir aku akan berusaha membujuk Ardan."Ucap mama Ulan yang menghampiri mama El dan memegang tangan nya.

"Tapi bagaimana membicarakan nya?"Tanya mama El khawatir karena melihat Ardan yang sifatnya keras kepala dan angkuh itu.

"Jangan di pikir kan dulu, ayo kita masuk mereka mungkin membutuhkan kita."Ucap mama Ulan yang sangat baik.

Mama Ulan dari awal memang marah akan Kiara yang telah menghancurkan kebahagiaan anak semata wayangnya Ardan, namun setiap mama El tidak ada di ruangan itu dia selalu menatap Kiara dari jauh dan sangat iba kepada Kiara, mama Ulan yang notabennya tidak memiliki anak perempuan luluh akan wajah Kiara.

Mereka pun akhirnya kembali menuju ke ruangan tempat di mana Ardan dan Kiara di rawat.

Terlihat Kiara yang sedang melihat sekeliling nya, merasa aneh dengan ruangan itu karena di tirai sebelah ada pasien juga.

Tangan nya sangat ingin sekali menjangkau tirai dan melihat siapa pasien yang ada di sebelah nya itu namun tidak bisa.

Dan tepat saat itu papa,mama dan mama Ulan pun masuk ke dalam ruangan tersebut, tapi mama Ulan lebih dahulu menghampiri Ardan untuk memberikan Ardan makan siang.

Terlihat senyum yang terukir di bibir cantik milik Kiara melihat papa nya yang berdiri di samping nya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ARDAN YG GOBLOK, HRSNYA SI FANNY YG MAU BUNUH KIARA YG LO INCAR, DISINI KIARA JUGA KORBAN..

2024-06-29

3

Rara Kusumadewi

Rara Kusumadewi

semoga Ardan luluh sama Kiara dan tidak jadi balas dendam

2023-09-07

2

Machda Syaily1212

Machda Syaily1212

aduuuh.... Camer idaman ini

2023-08-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!