Episode 16

"Ya Tuhan ini dingin sekali."Ucap Kiara sambil berjalan menatap langit gelap yabg seperti nya akan turun hujan.

Sementara itu Ardan sudah tiba di Fila nya.

Maid A pun mengantar nya ke dalam kamar, dan membantu nya naik ke ranjang untuk istirahat.

Sebenarnya saat itu maid A sangat ingin bertanya di mana Kiara, namun ia takut jika Ardan akan marah kepada nya karena wajah Ardan terlihat aneh.

Setelah itu maid A pun keluar dari kamar Ardan dan kembali berjalan ke dapur.

Namun sebelum ia di tahan oleh Bima.

"Tuan Bima, ada apa?"Tanya maid A sedikit kaget.

"Apa Ardan sudah kembali?"Tanya Bima kepada maid A.

"Sudah tuan."Jawab maid A.

"lalu di mana maid itu? Siapa nama nya? Aku lupa."Ucap Bima.

"Kiara tuan."Ucap maid A lagi.

"Nah itu dia,di mana dia?"Tanya Bima.

"Itu dia tuan, aku tidak melihat Sarah pulang bersama tuan muda Ardan."Ucap maid A sedikit khawatir.

"Astaga."Ucap Bima yang kemudian berjalan meningal kan maid A.

"Tuan mau ke ma..!"Ucap maid A terhenti saat melihat Bima sudah keluar dari Fila.

Huajn pun akhirnya turun mengguyur kota itu dengan sangat deras, dengan sekejap daun-daun,pohon,dan juga jalan basah semuanya.

Di sisi lain.

"Astaga, dingin sekali."Ucap Kiara berjalan tertatih-tatih,di dalam hujan lebat dan petir itu.

Sesekali Kiara kaget dengan petir dan kilat yang menyambar, suasana jalan kini benar-benar sudah sangat sepi, semua orang seperti nya sudah bergegas kembali ke rumah masing-masing.

"Mengapa aku harus menderita seperti ini? Ini benar-benar bukan diri ku yang dulu."Ucap Kiara dalam hatinya.

Bibir nya mulai bergetar dan sudah terlihat pucat karena kedinginan, rasanya ia tidak lagi sanggup untuk berjalan.

Rasa takut pun menyerang di saat kilat dan petir semakin besar menyambar.

Dan akhirnya Kiara jatuh pingsan di tepi jalan.

Tepat saat itu sebuah mobil berhenti di samping nya.

"Astaga, Kiara!"Ucap Bima turun dari mobil dan menghampiri Kiara yang sudah tidak sadar kan diri.

Tampa basa-basi,Bima langsung menggendong Kiara dan membawa nya masuk ke dalam mobil nya dan segera membawa nya kembali ke Fila.

Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di Fila.

Bima mengendong Kiara turun dari mobil dan membawanya masuk ke dalam Fila.

Maid A dan maid B yang melihat itu bergegas mengambil handuk dan segelas air hangat untuk Kiara.

Bima membaringkan Kiara di kamar nya dan dalam kondisi basah kuyup.

"Tuan biar kan kami yang mengganti pakaian nya, nanti setelah selesai tuan boleh masuk lagi."Ucap maid A dan maid B.

"Baik lah, terima kasih."Ucap Bima yang kemudian keluar dari kamar Kiara.

Bima yabg kedinginan juga masuk ke dalam kamar nya dan mengganti pakaian, setelah selesai ia kembali menuju kamar tidur Kiara.

"Sudah selesai tuan."Ucap maid A kepada Bima.

Bima pun kembali masuk ke dalam kamar Kiara dan melihat Kiara yang masih dalam keadaan pingsan.

"Ambil kan aku, minyak kayu putih."Ucap Bima kepada maid A.

"Ini tuan."Ucap maid B yang sudah mengambil nya sedari tadi.

Bima pun mulai mengoles kan minyak kayu putih tersebut ke hidung Kiara.

"Kiara sadar lah,ayo sadar."Ucap Bima sambil menepuk pelan pipi Kiara.

Beberapa menit kemudian Kiara pun membuka matanya, ia benar-benar kedinginan karena di guyur hujan tadi, kepala nya pusing dan suhu tubuhnya juga sangat panas.

"Bagus lah kau sudah sadar."Ucap Bima senang melihat Kiara yang sudah membuka matanya.

"Aku, aku di mana?"Tanya Kiara kepada Bima.

"Kau sudah di kamar mu, tenang lah ada aku di sini."Ucap Bima.

"Tuan Bima, ini sup hangat nya."Ucap maid B memberikan semangkuk sup hangat yang di buat nya untuk Kiara atas permintaan Bima.

"Terima kasih, kalian boleh keluar dulu."Ucap Bima kepada kedua maid itu.

"Baik tuan."Jawab maid A dan maid B secara bersamaan.

Dan mereka pun keluar dari kamar Kiara.

"Ye, terima kasih."Ucap Kiara kepada Bima.

"Untuk apa?"Tanya Bima.

"Em, kau,kau yang menolong ku kan?"Tanya Kiara lagi.

"Emm, sudah lah, jangan di pikir kan, minum lah ini,atau biar kan aku menyuapi mu."Ucap Bima kepada Kiara.

"Ah, tidak usah,aku bisa sendiri."Ucap Kiara tidak enak.

"Sudah lah, jangan sungkan, oh iya apa aku boleh menanyakan sesuatu?"Tanya Bima.

"Emm, baik lah, silahkan."Ucap Kiara.

"Sementara apa hubungan mu dengan Ardan, kesalahan apa yang sebenernya kau lakukan kepada nya sehingga dia membenci mu? Bukan kah kau hanya pelayan? Mengapa sikap nya menyiksa mu terlalu berlebihan?"Tanya Bima penasaran karena ia tau betul sifat Ardan yang tidak akan mungkin melakukan hal kejam tanpa sebab.

"Emm, anu, sebenarnya dia tidak salah tapi aku lah yang salah aku sebagai pelayan selalu membuat nya kesal dengan kata-kata ku, mungkin dengan kondisi nya yang sekarang dia menjadi sedikit pemarah dan di maklumi saja, aku dan dia tidak ada masalah aku hanya bekerja."Ucap Kiara berbohong.

"Ouhh, begitu."Jawab Bima merasa sedikit jangal, namun dengan cepat ia menepis perasaan itu.

"Iya, dan aku juga seperti nya memiliki satu pertanyaan untuk mu, eh maksud ku tuan Bima."Ucap Kiara serba salah dan sedikit cangung.

"Apa itu? Tanyakan saja."Ucap Bima yang kini menjadi penasaran.

"Mengapa tuan membantu ku? Apa tuan muda tidak akan marah?"Tanya Kiara sedikit takut, ia juga tidak ingin hubungan persaudaraan mereka jadi retak hanya karena dirinya.

"Sudah lah, jangan di pikir kan, aku tau apa yang aku lakukan membuat nya marah tapi aku pasti kan itu akan baik-baik saja."Jawab Bima sambil tersenyum.

Duarr! Sekali lagi petir menyambar begitu kuat dan membuat Kiara kaget lalu reflek memeluk Bima.

"Astaga!"Ucap Kiara kaget dengan posisi tubuh yang kini sudah menempel di dekat Bima dan memeluk nya erat.

"Sudah jangan takut ada aku di sini."Ucap Bima membalas pelukan Kiara.

Beberapa menit kemudian Kiara sadar jika saat ini ia sedang memeluk sepupu dari suaminya.

"Eh maaf-maaf,maaf kan aku."Ucap Kiara melepaskan pelukan nya.

"Tidak apa, sekarang tidur lah, atau kau mau aku menemani mu di sini?"Tanya Bima benar-benar perhatian.

"Tidak, tidak perlu, aku sendiri saja, kau juga pastinya lelah dan sekarang pergi lah istirahat."Ucap Kiara sambil tersenyum.

"Jangan membuat aku terpesona dengan senyuman mu itu."Ucap Bima yang kemudian berdiri dari duduknya lalu pergi keluar dari kamar itu dengan tangan yang di masukkan kedua saku celana nya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Trisnayanti

Trisnayanti

bagus sekali Bima pepet terus Kiaranya karena dendam suaminya Kiara salah alamat tanpa tahu akar permasalahan dari awal seharusnya sebagai CEO jangan bertindak yang tidak seharusnya,padahal pintar tapi kelihatan bodoh dan akhirnya akan menyesal.

2025-01-29

0

Pichaacha

Pichaacha

trs perusahaan kiara gmn?

2024-12-25

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MSKI KESAL DGN TOKOH ARDAN, TPI LBH KESAL DGN TOKOH KIARA YG BAHLUL, PADAHAL CEO.. MANGGIL BIMA JG PKE TUAN2.. PENDIDIKN LO KMNA..??? PADAHAL LO GK AMNESIA

2024-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!