Episode 15

"Kau juga masuk."Ucap Ardan kepada Kiara.

"Aku?"Tanya Kiara lagi.

"Lalu siapa lagi yang aku ajak bicara saat ini?"Ucap Ardan cuek.

Kiara yang tidak ingin membuat masalah lagi itu pun memilih masuk ke dalam mobil Ardan dan duduk di samping Ardan.

"Rumah sakit."Ucap Ardan kepada sopir pribadi nya yang sudah ada di dalam mobil.

"Baik tuan muda."Jawab sopir itu yang kemudian menyalakan mesin mobil dan melaju keluar dari area Fila dan menuju rumah sakit.

"Rumah sakit? Untuk apa? Aku benar-benar baik-baik saja, dan tidak butuh pengobatan dari rumah sakit,ini akan sembuh dalam beberapa hari saja."Ucap Kiara kepada Ardan.

"Aku tidak bilang jika kerumah sakit akan mengobati mu."Ucap Ardan tanpa menoleh ke Kiara.

"La-lalu?"Tanya Kiara sedikit menyembunyikan rasa malu nya karena sudah merasa Ardan perduli kepada nya.

"Cek up kesehatan ku. Dan kau jangan terlalu percaya diri dan berfikir aku akan memperdulikan kesehatan mu."Ucap Ardan.

Sopir yang mengendarai mobil itu pun Hanya bisa merasa kasihan terhadap Kiara yang selalu di perlakukan seperti itu oleh Ardan.

Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di rumah sakit.

Kiara mendorong pelan kursi roda Ardan masuk ke dalam rumah sakit.

Karena Ardan adalah orang penting di rumah sakit tersebut ia tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

Ia masuk ke dalam ruangan dokter khusus yang menangani nya sementara Kiara menunggu nya di luar ruangan.

Tidak lama kemudian seorang suster menghampiri nya.

"Permisi."Ucap suster itu menepuk pundak Kiara yabg terlihat sedang melamun.

"Eh,iya sus,ada apa?"Tanya Kiara reflek menoleh ke arah suster tersebut.

"Maaf jika saya menggangu, bisa ikut saya sebentar?"Tanya suster itu.

"Boleh."Ucap Kiara berdiri dari duduknya.

Kiara berfikir jika itu Ardan memgangil nya, namun ternyata ia salah, suster tersebut membawa nya ke sebuah ruang rawat.

"Mengapa ke sini?"Tanya Kiara bingung.

"Tunggu di sini sebentar ya, sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa lengan mu."Ucap suster itu sambil tersenyum dan kemudian keluar dari ruangan itu.

"Tap…"Ucap Kiara terhenti saat dokter yang di ucapkan oleh suster barusan sudah masuk ke dalam ruangan itu.

"Silahkan duduk."Ucap dokter itu kepada Kiara.

"Maaf dokter, sebelumnya saya bukan datang untuk berobat, saya hanya menemani bos saya."Jawab Kiara jujur.

"Begitu ya, tidak apa, saya tadi tidak sengaja melihat luka di lengan mu,jika tidak di obati mungkin akan infeksi, makanya saya meminta suster untuk mengantarkan mu ke mari."Ucap dokter tersebut sambil tersenyum.

Kiara tercengang, ia malah berfikir mana ada dokter yang seperti itu sebelumnya, apa mungkin ini perbuatan Ardan? Namun ia masih berusaha tidak untuk terlalu percaya diri seperti apa yang di ucapkan Ardan kepada nya.

Dokter itu pun akhirnya memeriksa lengan Kiara dan mengobati nya.

Sementara itu ruangan lain.

"Bagaimana?"Tanya Ardan kepada dokter laki-laki yang kini duduk berhadapan dengan nya.

"Seperti yang sudah saya sarankan, kaki tuan Ardan bisa pulih kembali, namun harus kemoterapi dengan rutin."Jawab dokter itu.

"Aku tidak suka di kemoterapi, apa ada cara lain?"Tanya Ardan lagi.

"Maaf tuan, namun cara itu lah yang memungkinkan untuk sembuh."Ucap sang dokter.

"Tidak berguna."Ucap Ardan marah.

"Sekali lagi kami mintai maaf tuan."Ucap dokter tersebut.

"Antar aku keluar."Ucap Ardan cuek berusaha menahan emosi nya.

"Baik tuan."Jawab sang dokter terlihat sabar dalam menangani kasus pasien yang sulit di mengerti seperti Ardan ini.

Di depan ruangan itu Kiara sudah menunggu nya.

"Ayo pulang."Ucap Ardan kepada Kiara.

"Baik."Jawab Kiara kembali mendorong kursi roda Ardan menuju pintu keluar rumah sakit.

Mereka pun kini sudah berada di dalam mobil.

"Apa kita langsung pulang, tuan?" Tanya sopir pribadi Ardan.

"Iya."Jawab Ardan singkat.

"Me, menurut ku, bagaimana jika kau melakukan kemoterapi itu? Aku akan menemani mu."Ucap Kiara kini berbicara sebagai suami istri dengan Ardan.

"Apa peduli mu pada ku?"Ucap Ardan Tampa menatap wajah Kiara.

"Bukan kah itu yabg di sarankan dokter agar kaki mu sembuh? Apa kau tidak ingin sembuh?"Tanya Kiara lagi.

"Kau itu hanyalah orang luar, tidak perlu menguping pembicaraan ku dan dokter terlalu jauh."Ucap Ardan.

"Maaf, tapi aku tidak sengaja melakukan nya."Ucap Kiara.

"Mengapa kau juga mengiyakan ucapan dokter?"Tanya Ardan lagi.

"Tidak ada, apa kau tidak bosan terus duduk di kursi roda?"Tanya Kiara mencoba membuat Ardan sadar jika kemo akan membuat nya sembuh dan tidak lagi duduk di kursi roda.

"Ternyata, selain bodoh dan tidak berguna, kau juga terlalu banyak ikut campur. Berhenti kan mobil nya."Ucap Ardan.

"Tapi … " Kiara menggantung Kalimat nya saat Ardan meminta sopir memberhentikan mobilnya.

"Turun."Ucap Ardan.

"Apa?"Ucap Kiara kaget.

"Apa kau tuli? Aku bilang turun!"Ucap Ardan kembali membentak Kiara.

Kiara pasrah dengan apa yang terjadi, ini juga kesalahan nya sudah berani untuk bicara dengan Ardan apa lagi menyuruh Ardan untuk kemo.

Ia pun membuka pintu mobil dan turun dari mobil itu.

"Pelajaran untuk orang yang suka ikut campur urusan ku."Ucap Ardan yang kemudian kembali menyuruh sopir nya untuk melajukan mobil.

"Huhhh, seperti nya dia benar, aku memang lah sial."Ucap Kiara yang berdiri tegak melihat mobil Ardan semakin menjauh.

Kiara pun memutuskan untuk kembali ke Fila dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak, karena ia tidak tau harus bagaimana lagi,itu lumayan jauh sekitar beberapa kilo meter baru akan sampai ke Fila, namun ia tidak memiliki uang untuk naik taxi.

"Tuan muda,apa itu tidak terlalu berlebihan? Nyonya akan kedinginan dan seperti nya sebentar lagi akan turun hujan."Ucap sopir Ardan.

"Kau juga seperti nya sudah perduli dengan urusan orang lain?"Ucap Ardan kepada sopir nya.

"Maaf-maaf tuan maaf kan aku."Jawab sang sopir takut.

Ardan pun terdiam, ia berfikir kenapa Kiara malah menyuruh nya untuk kemo juga, bukan kah seharusnya ia suka jika Ardan lumpuh, agar tidak menyiksanya lebih parah.

"Jalan pikiran apa itu?"Batin Ardan.

Tampa di sadari oleh dirinya sendiri, dia lah yang sebenarnya bodoh sudah melakukan hal yang tidak baik kepada istri nya itu, Kiara adalah gadis pintar dan baik.

"Apa yang aku pikirkan, sudah lah, lupakan saja dia, ingat Ardan ini semua di sebab kan oleh nya."Batin Ardan kembali menatap kaki lumpuh nya.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

gak sabar nunggu Ardan menyesal

2024-07-30

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DASAR BAHLUL, HRSNYA KSEMPATAN LO KABUR.. MLH INGIN KMBALI KE VILA..

2024-06-30

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

EMANGNYA KAKI ARDAN KENAK KANKER HRS DIKEMOTERAPI, THOR, SBLM NGETIK BUKA DLU KAMUS, APA ITU KEMOTERAPI, FISIOTERAPI, HIPNOTERAPI, JGN ASAL KETIK... DRI BAB SBLUMNYA MALAH KSALAHAN DIBIARKN BRLNJUT KE BAB SLANJUTNYA..

2024-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!