Episode 14

Sementara itu di sisi lain.

"Nyonya, seperti nya tuan Ardan cemburu akan kedekatan nyonya dengan tuan Bima."Ucap maid A mendekati Kiara yabg sedang duduk di meja makan dapur Fila sambil mengoleskan obat di lengan nya.

"Bagaimana bisa bi, dia saja tidak menganggap ku istri nya."Ucap Kiara santai.

"Tapi tatapan nya itu."Ucap maid A kebingungan.

"Sudah lah bi, lupakan saja, lagian aku tidak dekat dengan siapa pun."Jawab Kiara.

"Bagaimana mungkin nyonya? Tadi pagi itu? Tuan Bima dengan begitu perhatian nya…"Ucap maid A mengangtung kalimat nya.

"Dia hanya membantu ku, ya sudah lah sekarang bibi tolong aku balut kan luka ini dengan perban."Ucap Kiara memberikan gulungan perban kepada maid A.

"Baik lah nyonya, oh iya kalau boleh tau mengapa bisa seperti ini?"Tanya maid A sambil membalut tangan Kiara dengan perban.

"Hemmm, bagaimana aku menjelaskan nya ya, sebaiknya tidak usah hehe."Jawab Kiara seolah tidak memiliki beban apapun dengan tawa nya itu.

"Nyonya,maaf tuan muda meminta nyonya untuk ke taman belakang."Ucap maid B yang tiba-tiba datang terburu-buru.

"Ada apa?"Tanya maid B.

"Mana aku tau sebaiknya nyonya cepat ke sana, seperti nya tuan muda Ardan sedang marah."Ucap maid B.

"Ah baik lah, aku pergi dulu."Ucap Kiara yang kemudian berdiri dari duduknya.

Kebetulan saat itu maid A sudah selesai membalut luka nya.

"Nyonya, sebaiknya tidak usah pergi."Ucap maid A khawatir.

"Tidak apa,aku bisa menangani ini, aku sudah terbiasa,kalian jangan ada yang mendekati aku, karena aku tidak ingin kalian terkena hukuman."Ucap Kiara yang kemudian berjalan meningal kan dapur Fila.

Taman belakang.

"Lama sekali."Ucap Ardan yang sedang memberi makan ikan-ikan nya yang sengaja di pelihara di kolam yang ada taman belakang Fila.

"Wahhh, banyak sekali ikan."Ucap Kiara yang notabennya juga sangat menyukai ikan.

"Jangan dekat,kolam itu dalam."Ucap Ardan.

"Oh iya, maaf-maaf."Ucap Kiara yabg kemudian sedikit mundur.

"Kau belum menjawab pertanyaan ku, mengapa lama?" Tanya Ardan lagi.

"Maaf, tadi aku meminta maid untuk membalut ini."Tunjuk Kiara kepada tangan nya.

"Alasan."Ucap Ardan dingin.

"Kau meminta ku menjawab pertanyaan mu tuan, lalu kau menuduh ku beralasan, Fila ini cukup besar, bagaimana mungkin aku tiba dengan satu detik ke taman belakang dari dapur Fila."Jawab Kiara Tampa rasa takut.

"Dan aku tidak menyuruh mu membantah, membela diri dan melawan ku."Jawab Ardan menumpahkan semua makanan ikan ke arah Kiara yabg berdiri di depan nya.

Hal itu membuat Kiara kaget dan gemetar menahan takut jika Ardan membentak nya.

"Berlutut."Ucap Ardan lagi.

"Tap,tapi."Jawab Kiara gemetar.

"Cepat!"Ucap Ardan dengan suara lantang.

Kiara pun akhirnya memilih untuk berlutut karena takut jika Ardan akan semakin marah.

"Dengar,apa kau ini tuli? Sudah aku bilang jaga jarak dengan Bima apa kau sama sekali tidak mendengar atau sudah mulai berani membantah ucapan ku!"Ucap Ardan mencengkram lengan Kiara yang terbalut dengan perban putih itu.

"Ahhh, sakit,ku mohon lepas kan ini sangat sakit, perih."Ucap Kiara menrintih.

"Hah, anggap saja ini hukuman untuk dirimu yang tuli itu."Ucap Ardan dengan kasar nya.

"Tapi aku benar-benar tidak mendekati nya."Ucap Kiara sambil menahan sakit.

"Kau tidak mendekati nya? Lalu yang ku lihat tadi pagi itu apa, aku ini hanyal lumpuh dan aku tidak buta apa kau lupa itu?"Ucap Ardan semakin memperkuat cengkraman nya.

"Tapi,ahh, aku,aku benar-benar tidak mendekati nya, dia hanya mengobati luka ini."Ucap Kiara terbata-bata menahan sakit itu.

"Sekalipun kau mati aku tidak akan memperdulikan mu! Dan orang lain juga tidak boleh berbuat demi kian!"Ucap Ardan semakin emosi.

"Mengapa? Mengapa kau begitu membenci ku? Jika aku bisa memilih aku juga tidak akan mau menikah dengan mu!"Ucap Kiara berusaha melepaskan diri dan berlari menuju kamar nya.

Ardan terdiam mendengar ucapan Kiara barusan,itu memuat tangan nya melepaskan cengkeraman itu dan akhirnya kaira pergi dari sana.

"Jika kau tau, mungkin kau akan gila."Batin Ardan sambil melihat kedua kaki nya yang tidak bisa bergerak dan juga kaku itu.

Kiara menagis sedih di dalam kamar nya, ia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak melawan saat Ardan menyakiti dirinya.

"Di sini aku lah yang berkorban, tapi mengapa dia benar-benar membenci aku? Bukan kah seharusnya dia bahagia aku ingin menikah dengan laki-laki lumpuh seperti nya?"Ucap Kiara sambil mengusap-usap air matanya yang menetes deras.

Malam harinya.

Bima terlihat baru pulang ke Fila setelah dari mansion tadi siang dan berjalan-jalan di kota itu karena lumayan sudah lama tidak melihat-lihat perkembangan kota kelahirannya itu.

"Dari mana saja?"Tanya Ardan melihat Bima yang baru masuk ke dalam Fila.

"Dari mansion."Jawab Bima singkat.

"Apa kau bertemu dengan mama?"Tanya Ardan.

"Ya."Jawab Bima.

"Oh."Jawab Ardan lagi.

Jujur saja Bima masih kesal dengan perbuatan Ardan tadi pagi, ia memilih untuk tidak banyak bicara dengan Ardan dan masuk ke dalam kamar nya.

Setelah beberapa menit kemudian ia kembali keluar, ia sudah terlihat berpakaian rapi dan sudah mandi.

Bima berjalan ke dapur sambil celingak-celinguk seperti mencari seseorang.

"Tuan Bima, ada yang bisa saya bantu?"Tanya maid B menghampiri Bima.

"Di mana? Emm, siapa nama nya aku tidak tau?"Ucap Bima kebingungan.

"Maksudnya Kiara?"Tanya maid B mengerti.

"Kiara? Nama nya Kiara ya? Oh iya di mana dia?"Tanya Bima.

"Itu."Ucap maid A menujuk Kiara yang baru selesai mencuci sayur.

"Kau sudah baik-baik saja? Bagaimana tangan mu?"Tanya Bima yang dengan cepat menghampiri Kiara.

"A,aku baik-baik saja."Ucap Kiara berbohong.

"Tapi, mengapa tangan mu itu terlihat semakin parah? Seperti nya kau harus segera di bawa ke rumah sakit."Ucap Bima kepada Kiara.

"Tidak, tidak perlu."Jawab Kiara takut saat ia melihat Ardan yabg sudah ada di belakang Bima dengan kursi roda nya.

"Ada apa?"Ucap Bima kebingungan melihat wajah Kiara yabg terlihat tiba-tiba pucat.

Bima menoleh ke belakang dan melihat bawah nya ternyata Ardan ada di belakang nya.

"Ikut dengan ku."Ucap Ardan dengan wajah datar nya.

"Ba,baik."Ucap Kiara yang kemudian mendekati Ardan.

"Bawa aku ke mobil."Ucap nya lagi.

"Baik lah."Jawab Kiara yang selalu menurut.

Sementara itu Bima hanya menatap bingung melihat Kiara yang sangat patuh kepada Ardan.

Kiara pun membawa Ardan keluar dari Fila dan membantu nya masuk ke dalam mobil.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

emang harusnya Kiara tau dari skrg kali ya

2024-07-30

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KIARA JUGA BAHLUL, SI ARDAN SILUMPUH BAHLUL KEJAM..

2024-06-30

0

Mas Sigit

Mas Sigit

ksian bngt Kiara😭😭

2023-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!