Sementara itu di sisi lain.
"Nyonya, seperti nya tuan Ardan cemburu akan kedekatan nyonya dengan tuan Bima."Ucap maid A mendekati Kiara yabg sedang duduk di meja makan dapur Fila sambil mengoleskan obat di lengan nya.
"Bagaimana bisa bi, dia saja tidak menganggap ku istri nya."Ucap Kiara santai.
"Tapi tatapan nya itu."Ucap maid A kebingungan.
"Sudah lah bi, lupakan saja, lagian aku tidak dekat dengan siapa pun."Jawab Kiara.
"Bagaimana mungkin nyonya? Tadi pagi itu? Tuan Bima dengan begitu perhatian nya…"Ucap maid A mengangtung kalimat nya.
"Dia hanya membantu ku, ya sudah lah sekarang bibi tolong aku balut kan luka ini dengan perban."Ucap Kiara memberikan gulungan perban kepada maid A.
"Baik lah nyonya, oh iya kalau boleh tau mengapa bisa seperti ini?"Tanya maid A sambil membalut tangan Kiara dengan perban.
"Hemmm, bagaimana aku menjelaskan nya ya, sebaiknya tidak usah hehe."Jawab Kiara seolah tidak memiliki beban apapun dengan tawa nya itu.
"Nyonya,maaf tuan muda meminta nyonya untuk ke taman belakang."Ucap maid B yang tiba-tiba datang terburu-buru.
"Ada apa?"Tanya maid B.
"Mana aku tau sebaiknya nyonya cepat ke sana, seperti nya tuan muda Ardan sedang marah."Ucap maid B.
"Ah baik lah, aku pergi dulu."Ucap Kiara yang kemudian berdiri dari duduknya.
Kebetulan saat itu maid A sudah selesai membalut luka nya.
"Nyonya, sebaiknya tidak usah pergi."Ucap maid A khawatir.
"Tidak apa,aku bisa menangani ini, aku sudah terbiasa,kalian jangan ada yang mendekati aku, karena aku tidak ingin kalian terkena hukuman."Ucap Kiara yang kemudian berjalan meningal kan dapur Fila.
Taman belakang.
"Lama sekali."Ucap Ardan yang sedang memberi makan ikan-ikan nya yang sengaja di pelihara di kolam yang ada taman belakang Fila.
"Wahhh, banyak sekali ikan."Ucap Kiara yang notabennya juga sangat menyukai ikan.
"Jangan dekat,kolam itu dalam."Ucap Ardan.
"Oh iya, maaf-maaf."Ucap Kiara yabg kemudian sedikit mundur.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, mengapa lama?" Tanya Ardan lagi.
"Maaf, tadi aku meminta maid untuk membalut ini."Tunjuk Kiara kepada tangan nya.
"Alasan."Ucap Ardan dingin.
"Kau meminta ku menjawab pertanyaan mu tuan, lalu kau menuduh ku beralasan, Fila ini cukup besar, bagaimana mungkin aku tiba dengan satu detik ke taman belakang dari dapur Fila."Jawab Kiara Tampa rasa takut.
"Dan aku tidak menyuruh mu membantah, membela diri dan melawan ku."Jawab Ardan menumpahkan semua makanan ikan ke arah Kiara yabg berdiri di depan nya.
Hal itu membuat Kiara kaget dan gemetar menahan takut jika Ardan membentak nya.
"Berlutut."Ucap Ardan lagi.
"Tap,tapi."Jawab Kiara gemetar.
"Cepat!"Ucap Ardan dengan suara lantang.
Kiara pun akhirnya memilih untuk berlutut karena takut jika Ardan akan semakin marah.
"Dengar,apa kau ini tuli? Sudah aku bilang jaga jarak dengan Bima apa kau sama sekali tidak mendengar atau sudah mulai berani membantah ucapan ku!"Ucap Ardan mencengkram lengan Kiara yang terbalut dengan perban putih itu.
"Ahhh, sakit,ku mohon lepas kan ini sangat sakit, perih."Ucap Kiara menrintih.
"Hah, anggap saja ini hukuman untuk dirimu yang tuli itu."Ucap Ardan dengan kasar nya.
"Tapi aku benar-benar tidak mendekati nya."Ucap Kiara sambil menahan sakit.
"Kau tidak mendekati nya? Lalu yang ku lihat tadi pagi itu apa, aku ini hanyal lumpuh dan aku tidak buta apa kau lupa itu?"Ucap Ardan semakin memperkuat cengkraman nya.
"Tapi,ahh, aku,aku benar-benar tidak mendekati nya, dia hanya mengobati luka ini."Ucap Kiara terbata-bata menahan sakit itu.
"Sekalipun kau mati aku tidak akan memperdulikan mu! Dan orang lain juga tidak boleh berbuat demi kian!"Ucap Ardan semakin emosi.
"Mengapa? Mengapa kau begitu membenci ku? Jika aku bisa memilih aku juga tidak akan mau menikah dengan mu!"Ucap Kiara berusaha melepaskan diri dan berlari menuju kamar nya.
Ardan terdiam mendengar ucapan Kiara barusan,itu memuat tangan nya melepaskan cengkeraman itu dan akhirnya kaira pergi dari sana.
"Jika kau tau, mungkin kau akan gila."Batin Ardan sambil melihat kedua kaki nya yang tidak bisa bergerak dan juga kaku itu.
Kiara menagis sedih di dalam kamar nya, ia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak melawan saat Ardan menyakiti dirinya.
"Di sini aku lah yang berkorban, tapi mengapa dia benar-benar membenci aku? Bukan kah seharusnya dia bahagia aku ingin menikah dengan laki-laki lumpuh seperti nya?"Ucap Kiara sambil mengusap-usap air matanya yang menetes deras.
Malam harinya.
Bima terlihat baru pulang ke Fila setelah dari mansion tadi siang dan berjalan-jalan di kota itu karena lumayan sudah lama tidak melihat-lihat perkembangan kota kelahirannya itu.
"Dari mana saja?"Tanya Ardan melihat Bima yang baru masuk ke dalam Fila.
"Dari mansion."Jawab Bima singkat.
"Apa kau bertemu dengan mama?"Tanya Ardan.
"Ya."Jawab Bima.
"Oh."Jawab Ardan lagi.
Jujur saja Bima masih kesal dengan perbuatan Ardan tadi pagi, ia memilih untuk tidak banyak bicara dengan Ardan dan masuk ke dalam kamar nya.
Setelah beberapa menit kemudian ia kembali keluar, ia sudah terlihat berpakaian rapi dan sudah mandi.
Bima berjalan ke dapur sambil celingak-celinguk seperti mencari seseorang.
"Tuan Bima, ada yang bisa saya bantu?"Tanya maid B menghampiri Bima.
"Di mana? Emm, siapa nama nya aku tidak tau?"Ucap Bima kebingungan.
"Maksudnya Kiara?"Tanya maid B mengerti.
"Kiara? Nama nya Kiara ya? Oh iya di mana dia?"Tanya Bima.
"Itu."Ucap maid A menujuk Kiara yang baru selesai mencuci sayur.
"Kau sudah baik-baik saja? Bagaimana tangan mu?"Tanya Bima yang dengan cepat menghampiri Kiara.
"A,aku baik-baik saja."Ucap Kiara berbohong.
"Tapi, mengapa tangan mu itu terlihat semakin parah? Seperti nya kau harus segera di bawa ke rumah sakit."Ucap Bima kepada Kiara.
"Tidak, tidak perlu."Jawab Kiara takut saat ia melihat Ardan yabg sudah ada di belakang Bima dengan kursi roda nya.
"Ada apa?"Ucap Bima kebingungan melihat wajah Kiara yabg terlihat tiba-tiba pucat.
Bima menoleh ke belakang dan melihat bawah nya ternyata Ardan ada di belakang nya.
"Ikut dengan ku."Ucap Ardan dengan wajah datar nya.
"Ba,baik."Ucap Kiara yang kemudian mendekati Ardan.
"Bawa aku ke mobil."Ucap nya lagi.
"Baik lah."Jawab Kiara yang selalu menurut.
Sementara itu Bima hanya menatap bingung melihat Kiara yang sangat patuh kepada Ardan.
Kiara pun membawa Ardan keluar dari Fila dan membantu nya masuk ke dalam mobil.
Bersambung ….
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Miss Typo
emang harusnya Kiara tau dari skrg kali ya
2024-07-30
0
Sulaiman Efendy
KIARA JUGA BAHLUL, SI ARDAN SILUMPUH BAHLUL KEJAM..
2024-06-30
0
Mas Sigit
ksian bngt Kiara😭😭
2023-08-31
1