Episode 07

"Kecelakaan? Lumpuh? Berada di dalam ruangan yang sama dengan ku? Anak teman papa? Kapan papa memiliki teman dekat yang punya anak laki-laki? Oh iya, aku ingat, kecelakaan itu, aku menabrak mobil seseorang? Apa dia baik-baik saja?"Bermacam-macam pertanyaan yang ada di benak Kiara saat ini namun ia tidak kuasa untuk menanyakan nya karena papa dan mama nya tidak akan menjawab.

Lima hari pun berlalu.

Hari ini adalah hari ke enam di mana perjanjian itu sudah seharusnya di tepati oleh papa dan mama nya Kiara.

Terlihat Kiara sedang menatap layar ponselnya dengan tatapan nanar, air mata nya kini menetes melihat berita yang beredar tentang pernikahan Fany dan juga Jafin.

Mama dan papa nya berjalan masuk ke dalam ruang rawat tersebut dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas dan sedih.

"Sayang,apa kau sudah membaca berita yang beredar? Mama benar-benar tidak menyangka akan perbuatan mereka, di saat kau sedang sakit, mereka malah menghianati mu."Ucap mama El memegang tangan Kiara untuk menguatkan nya.

"Aku sudah tau sejak awal ma, aku sudah mengetahui perselingkuhan mereka sejak awal."Jawab Kiara dengan air mata mengalir di kelopak mata indah nya.

"Sayang,mama mohon ikhlas kan saja, sekarang sudah terlihat bukan jika Jafin itu bukan laki-laki yang baik?"Ucap sang mama.

"Benar Kiara, dari awal papa sudah tidak menyetujui hubungan mu dengan nya, karena sudah terlihat sisi buruk nya."Jawab papa Bian.

"Maaf kan aku pa, aku sudah salah memilih, dan aku juga sudah membangkang papa,aku menyesal."Ucap Kiara kepada papa nya.

"Kau mau apa? Apa kau ingin papa membalas perbuatan mereka?"Ucap papa Bian yang menahan emosi melihat kelakuan Jafin dan Fany.

"Tidak pa, aku bisa melakukan nya sendiri, papa dan mama tidak perlu ikut campur dalam masalah aku dan mereka karena itu hanya akan membuat kalian repot, setelah sembuh aku akan membalas mereka secara pelan-pelan dan dengan cara ku sendiri, biar kan saja mereka sama-sama sampah jadi sudah sepantasnya bersatu dan aku adalah api yang akan datang membakar mereka."Ucap Kiara yang seperti nya benar-benar dendam akan perbuatan kedua orang yang pernah ia anggap orang paling berharga dalam kehidupan nya.

"Baik lah Kiara, tapi ada satu hal yang jauh lebih penting dari itu yang ingin papa dan kama sampai kan kepada mu."Ucap pap Bian kepada Kiara.

"Hal penting? Apa itu ma? Pa?"Ucap Kiara menatap mama dan papa nya secara bergantian.

"Karena banyak nya biayanya yang papa keluar kan untuk mengobati mu, perusahaan kita mengalami kekurangan dana yang cukup besar."Jelas papa Bian berbohong.

"Apa? Bagaimana mungkin pa?"Ucap Kiara tidak percaya.

"Iya sayang, karena itu kita butuh infestsi dari perusahaan lain."Jawab mama El ikut berbohong.

"Jika tidak, perusahaan kita akan bangkrut."Ucap papa Bian lagi.

"Lalu apa ya g harus kita lakukan? Apa kah papa sudah menemukan orang yang ingin membantu?"Tanya Kiara menatap papa nya dengan tatapan khawatir.

"Hanya ada satu orang sayang, dan itu juga memberikan syarat yang tidak main-main."Jelas papa Bian.

Lima hari berfikir bagaimana cara nya agar Kiara mau menikah dengan Ardan Tampa mengatakan jika dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri papa Bian dan mama El pun mendapat ide dengan mengatakan jika perusahaan di ambang kebangkrutan dan memerlukan dana yang cukup banyak, dan mengatakan jika ada yang ingin membantu dengan syarat harus menikahi putra nya yang lumpuh dengan anak perempuan papa Bian.

"Apa orang itu teman papa?"Tanya Kiara kepada papa nya.

"Iya sayang, dia teman papa."Ucap papa Bian lagi.

"Lalu mengapa harus memberikan syarat?"Jawab Kiara merasa aneh.

"Sayang, mereka ingin membantu dengan syarat itu wajar karena biayanya yang akan mereka berikan untuk perusahaan kita sangat besar."Ucap mama El.

"Lalu apa syarat nya pa, ma?"Tanya Kiara lagi.

"Syarat nya, mereka ingin kau menikah dengan anak tunggal mereka yang lumpuh."Ucap papa Bian tudepoin.

"Apa!?"Ucap Kiara kaget.

"Iya sayang, apa kau ingat laki-laki yang berada di ruang rawat ini bersama mu? Dia lah orang nya dia lah anak dari nyonya Ulan yang akan membantu perusahaan kita."Jelas mama El sambil menyembunyikan rasa bersalah dan kesedihan nya karena harus membohongi sang anak.

"Laki-laki pemarah itu ma? Aku tidak mau ma, aku tidak mau."Ucap Kiara sambil menitikkan buliran bening itu.

"Keputusan ada di tangan mu sayang."Jawab papa Bian tidak tahan dengan kesedihan nya dan berjalan meningal kan ruang rawat tersebut.

"Ma tolong aku ma,aku tidak mau menikah dengan laki-laki lumpuh."Ucap Kiara memeluk erat mama nya.

"Tapi sayang ini adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan bisnis papa mu."Ucap mama El mengelus rambut Kiara.

"Tapi ma, mengapa harus aku, kan masih ada kakak yang nantinya bisa membantu bisnis papa."Ucap Kiara tidak rela.

"Tapi mereka menginginkan dirimu menikah dengan putra mereka sayang, karena hanya dengan itu lah mereka bisa membantu kita."Ucap mama El berusaha membujuk Kiara.

"Tidak ma,aku yakin masih ada jalan lain,aku tidak mau menikah dengan orang lumpuh apa lagi dia sangat galak."Ucap Kiara di sela Isak tangis nya.

Mama El memeluk erat Kiara dan berusaha menenangkan nya.

"Andai sjaa kau tau sayang,kau lah yang membuat dia menjadi lumpuh."Batin mama El.

"Sayang, semuanya sudah di atur, tapi jika kau tidak bersedia mama akan bicara kepada papa,biar lah kita bangkrut asal kan kau baik-baik saja."Jawab mama El dengan raut wajah sedih nya.

"Benar kah ma?"Tanya Kiara menatap mama nya.

Mama nya hanya mengangguk dan berdua dari tempat duduknya.

Tiba-tiba Kiara terdiam, entah apa yang dia pikir kan saat ini.

"Ini permintaan papa, seharusnya aku tidak lagi membangkang papa,papa dan mama berkorban demi aku,dan aku malah tidak bisa berkorban demi mereka,apa aku terlalu egois?"Batin Kiara mulai berfikir jernih setelah mama nya keluar dari ruangan tersebut.

Siang hingga malam Kiara tidak bisa tidur dan beristirahat, bahkan dia juga tidak selera untuk makan, ia terus memikirkan permintaan sang papa untuk menikah dengan pria lumpuh demi menyelamatkan perusahaan mereka yang hampir bangkrut.

"Aku yang seperti ini selalu mengusahakan mama dan papa, sebaiknya aku menyetujui nya saja, dan itu juga pasti tidak akan menghalangi aku untuk melakukan apapun."Ucap Kiara kepada dirinya sendiri.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Lily

Lily

alasan yg tepat hitunghitung balas budi

2023-08-02

3

Yuen

Yuen

Investasi thor

2023-07-19

0

Santi Amanuyasa

Santi Amanuyasa

alasan yg dibuat ortunya Kiara mnrt sy kurang pas,klo Kiara cerdas,dia bs tau kecelakaan yg menimpa dia dan mobil orang yg dia tabrak..secara kan pengusaha kaya n terkenal apalagi sampai lumpuh gr2 kecelakaan tsb,kan beritanya pasti viral di medsos..tentunya jg Kiara akan penasaran sama korban yg sdh dia tabrak..siapa orangnya n gmn nasibnya,yg akhir nya akan ketauan jg..

2023-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!