Episode 10

"Aku, aku mohon jangan lakukan apa-apa kepada mereka, biar aku saja yang menanggung hukuman itu tolong jangan hukum mereka."Ucap Kiara sambil menangis.

"Bagus sekali, aku melihat kau lebih menyayangi orang lain di banding kan diri mu sendiri."Jawab Ardan sambil tersenyum miring.

Kiara hanya diam sambil bersiap untuk menerima hukuman lagi.

Namun tepat saat itu keberuntungan berpihak kepada Kiara, ponsel Ardan tiba-tiba berdering menandakan bahwa ada terlapon masuk.

Ardan merogoh saku kemeja nya dan mengambil ponsel nya.

Call on

"Hallo, Ardan."Ucap seseorang di sebrang telpon.

"Ada apa?"Tanya Ardan tidak mau bertele-tele.

"Ada apa kata mu? Aku baru datang ke kota ini dan kau pernah bilang ingin menjemput ku bukan? Mengapa kau belum juga tiba di bandara?"Ucap nya marah-marah.

"Aku sedang sibuk, sopir ku akan menjemput mu."Ucap Ardan dan kemudian mematikan telepon itu secara sepihak.

Call of.

"Perintah kan sopir untuk menjemput Bima di bandara."Ucap Ardan yang kemudian keluar dari dalam gudang itu meningal kan Kiara.

"Baik tuan muda."Ucap bodyguard tersebut mematuhi Ardan.

Mereka pun sama-sama meningal kan gudang tersebut.

"Hey kalian berdua."Ucap Ardan kepada dua maid yang ada di Fila itu.

"A,ada apa tuan?"Tanya kedua maid tersebut terlihat takut.

"Keluar kan dia dari gudang,beri dia pakaian pembantu dan suruh dia membantu kalian melakukan pekerjaan rumah, sepupuku Bima akan datang ke sini untuk menjenguk ku, jangan ada seorang pun yang mengatakan jika wanita itu istri aku, aku tidak Sudi."Ucap Ardan panjang lebar.

"Ba,baik tuan."Ucap kedua maid tersebut yang kemudian berjalan pergi menuju gudang tempat Ardan mengurung Kiara.

"Bima" Sepupunya Ardan, Bima tingal di kota (M), ia juga seorang pembisnis hebat, namun tidak di kota yang sama dengan Ardan, hari ini ia pulang ke kota itu untuk menjenguk Ardan, hubungan Bima dan Ardan cukup baik karena mereka sudah bersama-sama sejak kecil.

Bandara *****

"Sejak kapan Ardan cuek terhadap ku? Bahkan dia mematikan sambungan telpon sebelum aku selesai bicara, apa yang di katakan bibi benar? Jika dia sekarang sudah berubah menjadi orang yang cuek karena kecelakaan itu?"Batin Bima kebingungan.

Tidak lama setelah itu ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan Bima.

"Tuan Bima ya?"Tanya laki-laki paruh baya yang keluar dari mobil tersebut.

"Iya."Jawab Bima sedikit bingung namun singkat.

"Ayo tuan silahkan masuk."Ucap laki-laki tersebut.

"Tunggu,kau siapa?"Tanya Bima memastikan bahwa itu aman.

"Ouh iya,maaf tuan saya ini sopir nya tuan Ardan,tuan Ardan meminta saya untuk menjemput tuan Bima karena dia sedang sibuk."Ucap sopir tersebut.

"Ouhh, baik lah kalau begitu."Jawab Bima yang kemudian berjalan masuk ke dalam mobil.

Sopir itu pun melaju menuju Fila Ardan.

"Ngomong-ngomong, mengapa Ardan begitu sibuk?"Tanya Bima kepo.

"Entah lah tuan, tapi sejak tidak bisa berjalan,tuan Ardan lebih sering diam di Fila dan ke perusahaan hanya untuk kepentingan saja."Jawab sopir nya Ardan.

"Lalu, siapa yang mengurusi perusahaan nya sekarang?"Tanya Bima khawatir.

"Asisten nya tuan Ardan."Jawab sang sopir sambil fokus mengemudi.

"Ouh."Jawab Bima sekedar ber oh saja.

Satu jam berlalu, mereka pun kini sudah tiba di Fila Ardan, Bima turun dari mobil sambil melihat sekeliling Fila dan kemudian berjalan masuk ke dalam Fila tersebut.

Sementara sopir itu mengambil koper nya yang ada di bagasi mobil.

Penjaga yang ada di depan pintu Fila membuat pintu itu dan mempersilahkan Bima untuk masuk.

"Selamat datang, silahkan masuk tuan Bima."Ucap penjaga pintu Fila tersebut.

"Di mana Ardan?"Tanya Bima.

"Tuan muda Ardan menunggu di ruang tamu."Jawab penjaga tersebut.

"Baik lah."Jawab Bima singkat dan kemudian berjalan masuk ke dalam Fila.

"Duduk lah."Ucap Ardan yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan ponsel di tangan nya.

"Bisa kah kau sedikit menghormati aku? Datang saja kau tidak menunggu di bandara."Ucap Bima duduk di sofa berhadapan dengan Ardan.

"Dan kau,sejak kapan manja dan harus ku jemput, memang nya kau itu siapa? Bos ku?"Jawab Ardan melepas kan ponsel nya sambil menatap Bima jengkel.

"Alah, sudah lah, aku lelah, sudah seperti ini pun kau tidak menyiapkan makanan atau minuman?"Tanya Bima kesal.

"Baik-baik, sabar."Jawab Ardan kepada Bima.

Tidak lama setelah itu, seorang pelayan pun datang dengan membawakan jus jeruk untuk Bima dan Ardan.

"Siap kan makan siang."Ucap Ardan kepada pelayan nya.

"Baik tuan."Ucap maid tersebut.

Maid itu pun kembali berjalan ke dapur Fila setelah meletakkan dua gelas jus tadi ke meja depan Ardan dan Bima.

"Bi, kalau boleh tau itu siapa?"Tanya Kiara yang sedari tadi mengintip.

"Ouh itu ya nyonya, itu tuan Bima, sepupu nya tuan Ardan,dia baru datang ke kota ini, dia itu pengusaha di kota tetangga."Jawab maid itu menjelaskan.

"Apa mereka sangat akrab,mas Ardan terlihat sangat baik dengan nya."Ucap Kiara penasaran dengan hubungan Arda dan Bima.

"Tentu saja mereka akrab, mereka sejak kecil sudah tumbuh bersama-sama."Jawab sang maid.

"Ouhh."Jawab Kiara.

"Nyonya duduk saja, biar kan kami menyiapkan makan siang."Ucap kedua maid.

"Jangan, bukan kah seharusnya aku membantu kalian? Kan aku di sini juga di suruh jadi pembantu kan?"Jawab Kiara dengan senyum hambar nya.

"Jika tuan muda melihat,baru nyonya membantu, jika tidak nyonya duduk saja,ini semuanya tugas kami."Ucap para maid tidak sampai hati kepada Kiara.

"Hm, baik lah, aku juga sebenarnya tidak bisa memasak."Jawab Kiara sambil menunduk malu.

Kedua maid hanya tersenyum mendengar ucapan Kiara dan mereka pun mulai melakukan tugas mereka.

"Kiara berdiri dari duduknya dan berjalan ke sana sini untuk menghilangkan bosan nya, namun ia tidak keluar dari area dapur.

Namun saat Kiara sedang fokus kepada sesuatu ia tidak sadar jika Bima berjalan ke arah nya.

"Hey apa kau bisa menujukkan kamar mandi?"Tanya Bima.

Sontak Kiara menoleh karena pundak nya di tepuk oleh Bima.

Mata mereka beradu saling pandang.

"Di sebelah situ."Ucap Kiara kepada Bima.

Namun Bima masih menatap nya.

"Ma,maaf,kamar mandi nya di sana."Ucap Kiara membuat Bima tersadar dari lamunannya.

"Ah,oh iya terima kasih."Ucap Bima yang kemudian berjalan menuju kamar mandi.

Setelah itu Kiara pun kembali menghampiri dua maid yang sedang memasak makanan, ia sangat senang melihat mereka begitu lihay dalam membuat bermacam-macam jenis makanan.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

buat Bima suka Kiara, biar Ardan cemburu kali ya?? atau mlh tmbh di siksa, kasihan Kiara

2024-07-30

0

Olive Ova Ambitan

Olive Ova Ambitan

kiara seorg CEO juga tp kenapa jd penakut gak ada power sedikitpun.

2024-01-18

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

PSTI SI BIMA NNTI NAKSIR SAMA KIARA, BARU LO CMBURU

2023-12-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!