Keesokan harinya.
"Sayang,kau sudah bangun?"Ucap mama El yang datang ke ruang rawat Kiara sambil menenteng sarapan di tangan nya.
"Mama."Ucap Kiara dengan senyum hambar nya.
"Sayang, sudah ya, jangan terlalu di pikir kan lagi."Ucap mama El berusaha menyembunyikan rasa khawatir nya karena hari ini adalah hari ketujuh dari perjanjian tersebut.
"Ma,aku setuju dengan syarat mereka."Ucap Kiara kepada mama nya.
Dan tepat saat itu papa Bian masuk ke dalam ruangan itu.
"Sayang,apa papa tidak salah dengar? Kau menyetujui syarat nya?"Tanya papa Bian kepada Kiara.
"Iya pa,dan aku sudah memikirkan nya dengan baik-baik."Ucap Kiara.
Meskipun sedih akan keputusan nya, Kiara berusaha tetap tegar di hadapan mama dan papa nya.
"Sayang terima kasih banyak."Ucap papa Bian berpura-pura bahagia.
Mereka tau keputusan Kiara adalah keputusan nya sendiri, dan bentuk tanggung jawabnya sendiri, oleh sebab itu lah papa dan mama nya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berbohong.
Mama dan papa Kiara pun memeluk erat tubuh Kiara sambil menyembunyikan rasa sedih yang mereka rasakan.
Setelah persetujuan itu di ucap oleh Kiara papa Bian pun memutuskan untuk menelpon Ardan.
"Ternyata mereka menepati janji."Batin Ardan tersenyum miring menatap layar ponselnya.
Seminggu kemudian.
Pernikahan Ardan dan Kiara di langsung kan secara tertutup dan tidak ada acara mewah sedikit pun.
Bahkan kakak dari Kiara pun tidak di beri kabar oleh papa dan mama Kiara.
"Pernikahan yang aku impikan ternyata tidak nyata."Batin Kiara yang kini berdiri menatap ke luar jendela sebuah kamar yang di penuhi cahaya redup.
Dan hari itu juga Kiara di bawa oleh Ardan tingal di Fila pribadi nya tidak satu mansion dengan mama Ulan tentu nya.
Di Fila mewah itu hanya ada mereka berdua dan dua orang maid saja.
Hari ini adalah hari pertama Kiara tingal di mansion tersebut.
"Tutup jendela nya, aku tidak suka keterangan."Ucap Ardan yang baru masuk ke dalam kamar nya dengan kursi roda.
Kiara menoleh menatap pemilik suara tersebut.
"Baik lah."Ucap Kiara yang kemudian menutup jendela kamar itu.
"Masak, aku lapar."Ucap Ardan lagi.
"Ma-masak? Bagaimana caranya masak? Aku sama sekali tidak pernah memasak."Ucap Kiara kepada Ardan.
Ya sebagai wanita karir dan juga seorang CEO dari perusahaan nya, Kiara memang lah Tidak bisa memasak karena ia hanya tau berbisnis saja dan memiliki kemampuan besar dalam hal itu tapi tidak dengan memasak.
"Apa ini yang namanya seorang istri?"Ucap Ardan kepada Kiara.
"Siapa yang menyuruh mu memilih aku sebagai istri?"Jawab Kiara berani.
"Ouhh, baik lah, kau berani melawan ku, dengar, kau hanya wanita bodoh yang di jual keluarga mu pada ku, sebaiknya jangan banyak tingkah apa lagi melawan ku!"Bentak Ardan kepada Kiara.
Kiara terdiam, ia tau memang sekarang setatus dirinya hanya wanita yang di jual meskipun itu tidak nyata di hati nya.
"Tapi aku mengatakan yang sebenarnya."Jawab Kiara lagi.
Ardan menatap marah dan benci ke arah Kiara,ia mengambil sesuatu dari dalam laci nakas sampaing tempat tidur nya.
"Ke sini kau!"Ucap Ardan dengan tatapan tajam.
"Tidak,aku tidak mau."Ucap Kiara menatap takut benda yang ada di tangan Kiara.
Ardan mengambil ponsel nya dan mengubungi dua bodyguard nya.
Tidak lama kemudian bodyguard tersebut pun datang ke kamar Ardan.
"Boss memgangil kami? Ada tugas apa boss?"Ucap salah satu dari dua bodyguard tersebut.
"Bawa dia ke gudang dan cambuk dia."Ucap Ardan meleparkan cambuk Yang ada di tangan nya kepada bodyguard itu.
"Tidak, maaf kan aku, jangan lakukan itu aku mohon!"Ucap Kiara ketakutan.
"Memaafkan mu? Tidak akan!"Ucap Ardan menatap marah ke arah Kiara.
Kedua bodyguard nya Ardan pun menyeret paksa Kiara untuk di bawa ke gudang dan di siksa.
Tidak perduli seberapa kuat Kiara memberontak dan menangis ia tetap lah di siksa selama satu jam penuh.
Dua maid yang mendengar jeritan Kiara hanya bisa bergidik ngeri akan kekejaman Ardan.
Satu jam pun akhirnya berlalu,kini Kiara di tingal kan di dalam gudang itu setelah di siska oleh bodyguard Ardan.
"Ya Tuhan, sebenarnya apa salah ku? Mengapa dia sekejam ini kepada ku?"Batin Kiara sambil menangis memeluk lutut nya.
Badan nya terasa sakit semua, kaki dan lengan nya terlihat merah-merah akibat bekas cambuk itu.
Kiara tidak pernah menyangka jika dirinya akan di siksa seperti ini oleh suaminya.
Karena rasa lelah dan juga sakit di badan nya Kiara pun tertidur lelap di gudang kotor penuh debu itu.
Sementara itu Ardan termenung di dalam kamar nya menatap foto seorang wanita yang sampai kini masih menjadi wallpaper ponsel nya.
"Aku mencintaimu Alina, jangan harap kau bisa pergi dari ku, jika aku bisa sembuh aku akan membuat mu kembali ke pelukan ku."Ucao Ardan sambil menatap foto tersebut.
Ternyata Ardan masih saja mencintai Alina, ia menikah dengan Kiara hanya untuk menjadi kan Kiara perawat sekali Gus balas dendam akan diri Kiara yang telah membuat nya lumpuh.
Tapi di sisi lain ia juga penasaran dengan masalah antara Kiara dan juga sahabat Kiara, ya itu Fany, yang hampir membunuh Kiara di rumah sakit tempo hari.
"Mengapa wanita itu terlihat membenci nya? Tapi sudah lah, biar kan saja,itu seperti nya bukan urusan ku, urusan ku adalah balas dendam akan penderitaan ku yang terjadi karena dia."Ucao Ardan sambil tersenyum miring.
Ia pun memilih untuk tidur dan meminta salah satu maid untuk membantu nya naik ke kasur.
"Tuan muda, bukan kah ini malam pertama tuan muda dan nyonya Kiara?"Tanya maid tersebut kasihan kepada Kiara dan berharap Ardan akan melepas kan nya dari gudang itu.
"Lalu apa urusan mu dengan semua itu? Apa kau sudah bosan bekerja di sini?"Tanya Ardan dengan nada marah."Maaf tuan muda maaf."Ucap maid tersebut ketakutan.
Setelah membantu Ardan untuk naik ke atas kasur maid itu pun bergegas keluar dari dalam kamar Ardan.
Sejak Lumpuh kamar Ardan kini berada di lantai bawah.
"Bagaimana ini aku sangat kasihan terhadap nyonya muda."Ucap maid yang tadi membantu Ardan untuk naik ke kasur nya.
"Aku juga, bagaimana jika diam-diam kita masuk ke gudang,bawa kan selimut dan juga obat p3k untuk mengobati luka nya."Ucap maid itu.
"Tapi apa ini tidak akan ketahuan?"Tanya maid itu.
"Jangan sampai, dan kau juga bawa makanan untuk nyonya."Ucap maid itu kepada teman nya.
Mereka berdua oun akhirnya diam-diam membuka kunci gudang tersebut dengan membawa selimut,obat dan sedikit makanan untuk Kiara.
Bersambung ….
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Diny Julianti (Dy)
masa hrs dicambuk, jahat bgt
2025-03-17
1
Pichaacha
klo ga gini ga seru, wkwkwkw
2024-12-25
0
Miss Typo
kau akan menyesal Ardan, bucin suatu saat nanti
2024-07-29
2