Episode 18

"Bagaimana aku tidak panik,jika dia sudah sembuh dia pasti akan melakukan segala yang dia inginkan kepada kita, dia bisa saja melaporkan aku kepada keluarga nya dan bisnis ku akan segera hancur."Ucap Jafin terlihat pusing.

"Sayang tenang lah, aku jamin dia tidak akan melakukan apapun kepada kita, bukan kah sekarang perusahaan keluarga nya bangkrut?"Tanya Fany dengan sombongnya.

"Apa? Bangkrut?"Ucap Jafin lagi.

"Iya, karena biayanya pengobatan nya yang begitu mahal, mereka sekarang mengalami kesusahan dan perusahaan mereka hampir bangkrut."Ucap Fany.

"Dari mana kau mendapatkan semua informasi ini?"Tanya Jafin kebingungan.

"Kau tenang saja, apa yang tidak ku tau tentang Kiara, sudah lah sekarang jangan pikir kan dia lagi, aku ingin Minggu ini resepsi pernikahan kita harus segera di langsung kan."Ucap Fany.

"Oke,oke aku tidak akan memikirkan nya lagi, dan sekarang aku hanya akan fokus kepada mu, besok kita pergi untuk memilih gaun pernikahan yabg kau ingin kan oke?"Ucap Jafin kepada Fany.

"Benarkah?"Tanya Fany dengan mata yang berbinar-binar.

"Ya, tentu saja."Ucap Jafin terlihat memanjangkan Fany.

Keesokan harinya.

"Bi, di mana Bima?"Tanya Kiara kepada maid A yang sedang sibuk mengepel lantai.

"Ouh tuan Bima? Dia baru saja keluar, ada apa ya nyonya?"Tanya maid A.

"Jangan kenceng bi ngomong nya."Ucap Kiara takut jika Jafin akan mendengar kan.

"Eh iya maaf nyonya, memang nya ada apa?"Tanya maid A lagi penasaran.

"Tidak ada bi, tidak jadi."Ucap Kiara sambil cengengesan.

"Ciee nyonya."Ucpa maid A meledek.

"Nyonya Kiara."Pangil maid B yang datang dengan tergesa-gesa kepada Kiara.

"Ada apa bi? Apa yang kau bawa?"Tanya Kiara penasaran melihat sesuatu yang di bawa maid B

"Nyonya, tuan muda meminta nyonya memakai pakaian ini."Ucap maid B kepada Kiara.

"Pakaian? Pakaian apa?"Tanya Kiara menaikan satu alisnya merasa bingung.

"Sudah nyonya, sekarang pakai dan berdandan lah."Ucap maid B.

"Baik lah bi, kau tenang lah jangan seperti ini, aku akan memakai nya."Ucap Kiara dengan santai mengambil pakaian yang di berikan oleh maid B lalu kemudian berjalan masuk ke dalam kamar nya.

Setelah tiga puluh menit berlalu, Kiara pun kembali keluar dengan dres unggu yang terlihat cantik dan pas di tubuh nya. Rambut di gerai rapi serta mekap tipis yang natural membuat dia seolah kembali ke dirinya yang seperti dulu.

Maid A dan maid B yang melihat itu memebelalak kaget, ia benar-benar tidak menyangka jika Kiara akan secantik itu, tubuh tinggi dan ideal nya pasti membuat banyak pria tergila-gila.

"Wahhhh, apa ini benar-benar nyonya Kiara?"Ucap maid A kagum menatap Kiara.

"Ini benar-benar seperti model papan atas."Ucap maid B ikut mengangumi.

"Kalian ini bisa saja, aku kan memang seperti ini."Ucap Kiara keceplosan.

"Eh, apa ini adalah nyonya yabg sebenarnya?"Tanya maid A lagi.

"Ah lupakan saja, lalu sekarang aku harus bagaimana?"Ucap Kiara.

"Tuan muda meminta nyonya ke kamar nya setelah selesai berdandan."Ucap maid B.

"Baik lah."Jawab Kiara seolah sudah terbiasa.

Kiara pun berjalan menuju kamar Ardan.

Tok...tok...tok (Beberapa kali Kiara mengetuk pintu kamar Ardan.)

"Masuk."Ucap Ardan dari dalam kamar.

Kiara pun berjalan memasuki kamar luas itu dengan langkah kaki yang sedikit di pelan kan.

"Aku di kamar mandi."Ucap Ardan kepada Kiara.

"O-oh."Jawab Kiara sedikit gugup.

Beberapa menit Kiara menunggu, Ardan pun akhirnya keluar dari kamar mandi, dengan pakaian yang sudah rapi.

"Ba, bagai mana bisa?"Batin Kiara menatap Ardan yang terlihat sudah tampan dengan Jaz hitam nya.

"Ternyata secantik ini?"Batin Ardan yang juga menatap Kiara yang berdiri di depan nya.

"Apa yang aku pikirkan? Sudah lah berfikir positif saja."Batin Kiara.

"Secantik apapun dia, dia adalah orang yang menghancurkan kebahagiaan ku."Batin Ardan lagi.

"Mengapa kau menatap ku seperti itu?"Tanya Ardan membuka suara.

"A,aku tidak menatap mu."Jawab Kiara berbohong.

"Ayo ikut aku."Ucap Ardan yang kini mengalihkan pembicaraan.

"Kemana?"Tanya Kiara penasaran.

"Aku ada rapat penting di sebuah restoran dengan klien ku, dan kau temani aku."Ucap Ardan menjelaskan.

"Ba,baik lah, tapi kenapa harus aku?"Ucap Kiara takut.

"Mengapa harus bertanya? Kau cukup mengiyakan nya saja, tidak perlu membantah atau bertanya."Ucap Ardan.

"Baik,baik maaf kan aku, ayo pergi."Ucap Kiara yang kadang-kadang merasa lucu akan sikap Ardan meskipun Ardan selalu menyakiti nya.

Mereka pun akhirnya keluar dari Fila, dan masuk ke dalam mobil.

Sopir pribadi Ardan sudah siap untuk mengantarkan kemana pun mereka akan pergi.

Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di sebuah restoran bintang lima yang seperti nya cukup elit dan megah,di samping restoran tersebut juga ada sebuah mall mewah yang begitu besar tak kalah besar dengan restoran tersebut.

Kiara membantu Ardan turun dari mobil dan duduk di kursi roda nya.

Setelah itu mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut, dan duduk di salah satu meja yang telah di siapkan di restoran tersebut.

Lima menit menunggu, klien yang mereka tunggu pun datang.

"Maaf sudah membuat tuan Ardan menunggu lama."Ucap klien tersebut.

"Tidak apa, silahkan duduk."Jawab Ardan santai.

Sementara Kiara hanya diam di samping Ardan.

"Ini … ?" Ucap klien Ardan menujuk Kiara sambil mengantung kalimat nya.

"Sekertaris ku."Ucap Ardan kepada klien tersebut.

"Ouh, lumayan cantik ya tuan Ardan."Ucap klien itu yang seperti nya mata keranjang.

"Bukan kah anda meminta saya untuk bertemu dengan anda hanya membahas soal kontrak kerja sama?"Tanya Ardan mengalihkan pembicaraan.

"Oh iya, iya tuan, ini adalah surat kontrak nya, aku rasa taun tidak perlu meragukan ku, tingal tanda tangan saja di sini."Ucap klien itu sambil sesekali melirik Kiara.

Ardan terlihat tidak suka dengan tatapan laki-laki itu yang menatap Kiara.

Sementara itu Kiara hanya diam dengan risih karena tatapan aneh laki-laki itu.

Sereeeek sreeeek.(Ardan tiba-tiba mencabik-cabik surat kontrak tersebut menjadi beberapa bagian.)

"Aku rasa kita tidak perlu bekerja sama, dan sekarang juga angkat kaki mu dari sini."Ucap Ardan dengan tatapan tajam nya.

Laki-laki itu kaget menatap surat kontrak yang di cabik-cabik oleh Ardan.

"Tuan Ardan ada apa ini?"Ucap laki-laki itu terlihat panik.

"Pergi!"Ucap Ardan mulai marah.

"I,iya."Ucap laki-laki itu berdiri dari duduknya dan kemudian pergi meninggalkan Ardan dan Kiara.

Terlihat tatapan marah si laki-laki sebelum pergi dari sana.

Bersambung ….

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SDHLH SALAH ARTIKN KEMOTERAPI, SKRG TYPO LAGI, ARDAN DIBILANG JAFIN..

2024-06-30

1

Susi Momnya Anas

Susi Momnya Anas

othornya ungu lover sepertiku...

2023-09-27

2

Alfi Nirhays

Alfi Nirhays

🤣🤣

2023-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01
2 Episode 02
3 Episode 03
4 Episode 04
5 Episode 05
6 Episode 06
7 Episode 07
8 Episode 08
9 Episode 09
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88 TAMAT
89 Salam hangat dari author.
90 promosi Karya Baru
91 Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Episode 01
2
Episode 02
3
Episode 03
4
Episode 04
5
Episode 05
6
Episode 06
7
Episode 07
8
Episode 08
9
Episode 09
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88 TAMAT
89
Salam hangat dari author.
90
promosi Karya Baru
91
Ada Informasi Karya Baru Lagi Nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!