Bab 18

Steve hendak mengikuti Alina memasuki villa sebelum ponselnya bergetar.

Steve mengambil ponselnya yang berada di sakunya dan memeriksa siapa yang mengirimkan pesan.

'Mama sudah menyuruh mata-mata Mama untuk pulang. Mama tahu kalian sedang ada masalah. Lebih baik cepat selesaikan masalah kalian. Mama percaya padamu.' Tulis Mama pada pesannya.

Steve menghentikan langkahnya untuk menyusul sang istri ke dalam villa.

"Lebih baik menyusul Sofia dan yang lainnya. Sepertinya itu lebih seru, daripada bersama gadis seperti Alina," gumam Steve.

***

Sementara di dalam villa, Elvina menatap Steve yang menjauh dari villa. Gadis itu menggali napas pelan dan memilih langsung keluar dari dalam kamar.

Dia memilih untuk duduk di kursi sambil menikmati pemandangan pantai yang membuat hatinya lebih tenang.

"Indah sekali," gumam Alina takjub.

"Jalan-jalan yuk? Bosan sekali jika terus berdiam diri di sini." Sebuah suara mengejutkan Alina. Gadis itu menoleh menatap siapa pemilik suara tersebut.

Steve. Pria itu kembali dan berdiri di belakang Alina dengan kedua tangannya yang ia masukkan kedalam kantong celananya.

Alina terbengong. Dia benar-benar terkejut. Bukankah tadi Steve telah pergi menjauh dari villa?

"Kenapa malah bengong? Jalan yuk. Aku janji tak akan membuat mu sakit hati lagi," ucap Steve.

Namun Alina tak serta merta menjawab ucapan dari suaminya itu. Hingga tangan Steve meraih tangan Alina dan menariknya pelan. Baru Alina tersadar dari sikap terbengongnya.

"Lho... Bukankah Kak Steve akan pergi menyusul teman-teman kakak? Kenapa kembali lagi?"

"Mau menyusul mereka terlalu jauh. Lebih baik kita habiskan saja waktu kita ke suatu tempat. Daripada di sini, membosankan."

Tanpa aba-aba, Steve langsung membawa Alina menuju mobilnya dengan menggandeng tangannya.

Steve kemudian menjalankan mobilnya menuju ke teman bermain yang tak jauh dari sana. Selama di perjalanan, keduanya hanya terdiam.

Tak lama pun mereka sampai. Alina keluar lebih dahulu. Dia menunggu sang suami keluar dari mobil.

"Kenapa kita kesini Kak?"

"Sudah... jangan banyak bertanya. Lebih baik sekarang kita masuk dan bersenang-senang." Steve menarik Alina memasuki taman bermain.

Untuk kesekian kalinya Steve menggenggam tangan Alina dengan lembut.

Alina sungguh merasa sangat senang. Namun beberapa detik kemudian, dia menggelengkan kepalanya.

'Tidak Alina. Kak Steve seperti ini pasti karena di suruh sama mama.' batin Alina bergejolak.

Mereka masuk kedalam taman bermain. Terlihat raut wajah Steve begitu bahagia ketika memasuki taman bermain.

"Apa yang ingin Kau mainkan?"

Steve menatap Alina yang ada di sampingnya. Alina pun membalas tatapan suaminya. "Aku ingin boneka itu. Apa Kak Steve bisa mendapatkannya untuk ku?"

"Baiklah. Kalau begitu kita akan memainkan yang itu. Kau lihat saja. Aku akan mendapatkan boneka itu untukmu," ucap Steve dengan yakinnya.

Alina pun menganggukkan kepalanya antusias.

Steve membeli beberapa peluru untuk menembaki beberapa kaleng. Untuk tembakan pertama dan kedua gagal. Steve sedikit merasa kesal dan frustasi.

Alina yang melihatnya pun langsung memegang pundak sang suami. "Kakak harus sabar. Pelan-pelan saja dan jangan buru-buru Kak," ucap Alina.

Steve mengangguk dan mulai fokus pada kaleng yang akan di tembaknya. Dia langsung menembak kaleng tersebut.

Satu kaleng berhasil di jatuhkan. Steve merasa bangga. Ia pun menatap sang istri yang bertepuk tangan dengan girang.

"Kak Steve berhasil. Ayo Kak, tinggal beberapa kaleng lagi."

Steve langsung kembali fokus menembak lagi. Dan benar saja, Steve berhasil menembak sembilan kaleng tersebut. Rasanya dia begitu bahagia. Tanpa sadar dia memeluk Alina saking bahagianya.

Petugas memberikan boneka besar kepada Steve. Membuat Steve tersadar jika dirinya memeluk sang istri. Ia lalu melepaskan pelukan tersebut. Steve menerima boneka tersebut dan memberikannya kepada sang istri.

"Terimakasih, Pak."

"Sama-sama, Tuan. Anda memang hebat. Sudah beberapa pasangan yang mencoba mendapatkan boneka besar ini, tapi mereka tidak berhasil mendapatkannya. Kalian memang pasangan yang hebat," puji petugas tersebut.

Steven tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mengajak Alina untuk menaiki bianglala.

"Kita naik itu,ya?" ajaknya. Alina pun mengangguk menyetujuinya. Gadis itu memeluk boneka pemberian dari Steve dan terlihat bahagia.

Melihat hal itu, Steve ikut tersenyum. Sebetulnya boneka itu biasa saja. Bahkan dia bisa membelinya yang lebih mahal dari boneka tersebut. Tapi entah mengapa, hanya boneka seperti itu saja dapat membuat Alina tampak begitu bahagia.

***

Kini mereka sudah menaiki bianglala dan duduk bersebelahan. Alina sangat bahagia saat ini. Terlihat sekali dari pancaran di wajahnya.

Sungguh, Steve benar-benar heran. Hal sekecil itu dapat membuat istrinya begitu bahagia.

Jauh di lubuk hatinya, Steve tersadar. Jika seharusnya dirinya membahagiakan Alina sebagai seorang istri. Walaupun pernikahan mereka hanya sebatas kontrak saja, tapi Alina tetap menjadi tanggung jawabnya.

"Kak Steve, Aku ingin gulali," pinta Alina.

Alina menatap Steve. Seketika dia langsung terdiam. Dia sudah sangat lancang meminta gulali pada suaminya. Alina pun menundukkan kepalanya.

"Ayo kita membeli gulali yang Kau inginkan itu."

Alina menatap Steve tak percaya. Kemudian dia tersenyum dan mengangguk.

Setelah turun dari bianglala, mereka menghampiri penjual gulali. Sambil menunggu gulali jadi, Alina dan Steve duduk di samping penjual gulali tersebut.

"Makasih ya Kak. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untukku," ucap Alina tersenyum bahagia.

Steve mengerutkan keningnya. "Benarkah? Apa Kau tidak pernah mendapatkan boneka, gulali dan juga pergi ke taman bermain? Apa kekasih mu tak pernah mengajakmu ke tempat seperti ini?"

Alina menatap sang suami. "Aku tidak pernah memiliki seorang kekasih. Kak Steve adalah pria pertama yang Alina sukai. Dan ternyata kita dijodohkan dan menikah. Aku benar-benar sangat bahagia, walaupun Kak Steve tidak mencintaiku. Sungguh Aku bahagia bisa menikah dengan pria yang ku cintai. Bukankah Aku begitu egois Kak?"

Steve langsung terdiam mendengar ucapan Alina.

Penjual gulali memberikan gulali untuk Alina. Terlihat gadis itu sangat senang sekali. Bahkan Alina mengabadikan gulali tersebut dengan memfotonya.

"Kenapa mudah sekali membuat mu bahagia?" gumam Steve menatap sang istri.

Steve duduk di samping Alina dan memperhatikan gadis itu menikmati gulali yang di pesannya. Tanpa sadar Steve ikut menyunggingkan senyum menatap kebahagiaan dari wajah Alina.

"Terimakasih untuk bonekanya ya Kak. Boneka ini adalah hasil keringat Kak Steve. Jadi Aku akan menyimpannya baik-baik," ucap Alina.

Steve menganggukkan kepalanya. Kini dia tahu jika Alina adalah gadis yang begitu sederhana. Tak seperti sang kekasih yang selalu minta di belikan barang-barang mahal.

Pernah Steve membelikan boneka untuk Sofia, tapi langsung di buang oleh sang kekasih.

Tiba-tiba rasa hangat dan nyaman menyertai Steve ketika berada di samping Alina.

"Kemana lagi kita, Kak?" tanya Alina membuat lamunan Steve buyar.

"Kita pulang saja ya? Aku sudah sangat lelah. Besok harus kembali bekerja."

Alina menganggukkan kepalanya. "Baiklah Kak. Kalau begitu kita pulang. Sudah kelihatan sekali jika Kak Steve begitu kelelahan. Terimakasih ya Kak, sudah mengajakku ke taman bermain. Aku tahu jika mungkin kakak terpaksa mengajakku kemari karena di suruh Mama. Tapi ini sudah lebih dari cukup untukku. Sekali lagi terimakasih."

Steve mengerutkan keningnya. "Mama tidak menyuruh ku. Ini murni ajakan dariku sendiri."

Alina sangat terkejut. "J-jadi...ini inisiatif kakak sendiri?"

***

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

sekarang kmu baru sadar kan Steve ..tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membahagiakan seorang istri cukup dg menghabiskan sedikit waktu untuk bersama tidak seperti Sofia yg selalu menuntut lebih kepada kamu

2022-11-12

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Makanya sadar stave kalau istrimu jauh lebih baik ketimbang si wanita ular itu

2022-11-12

1

ossy Novica

ossy Novica

Seiring waktu tampa Steve sadari dia mulaierasa nyaman dekat Alina .

2022-11-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!