Bab 5

"Mana mobilnya?" tanya Sofia yang langsung menghampiri Steven dengan memasang wajah cemberut.

"Kamu tenang saja, Sayang. Sebentar lagi mobilnya akan sampai," jawab Steve tersenyum manis.

Mendengar itu semua, Sofi langsung tersenyum lebar. "Makasih, Sayang," ucapnya memeluk Steve. "Yasudah, kamu tunggu di sini, Aku akan membuatkanmu minuman." Gadis itu langsung bergegas menuju dapur mengambil minuman untuk Steve.

Sofi memberikan minuman untuk Steve. Dan benar saja, tak lama kemudian mobil baru yang baru saja di pesan oleh Steve telah sampai.

"Mobilnya bagus banget! Makasih Sayang." Sofia begitu girang mendapatkan mobil baru dari sang kekasih.

"Sayang, bukankah kita ada janji dengan teman-temanmu ya. Kita berangkat sekarang yuk pakai mobil ini," Sofi mengingatkan.

"Ah, iya. Aku sampai lupa. Yasudah, sekarang kita langsung ke cafe saja."

Mereka pun langsung menyusul teman-teman Steven yang lebih dulu berada di cafe tempat mereka bertemu.

Sampai di cafe tersebut, Steve dan Sofi langsung menghampiri teman-temannya yang sudah lebih dulu sampai di sana. Ada Alka, Raja, Alfian dan juga Nando yang sudah menunggu mereka.

"Sorry telat," ucap Steve.

"Santi, Bro. Bukankah itu sudah biasa? Ngomong-ngomong, baju kalian samaan, mentang-mentang yang pacaran," cibir Alka.

Alfian dan Raja hanya tersenyum mendengar dan melihatnya. Sementara Nando hanya diam. Tatapannya fokus pada ponsel miliknya.

"Bagaimana kabar perempuan yang Kau sukai sejak dulu itu? Apa Kau sudah menemukan dia? Jangan katakan jika Kau belum menemukannya," tanya Raja kepada Alka.

"Tahu saja sih. Susah sekali bertemu dengannya. Setelah dia menolak cintaku, dia menghilang begitu saja," jawab Alka.

"Memangnya dia gadis yang seperti apa? Sampai-sampai bisa menaklukkan hati sang Casanova Alka ini. Aku jadi penasaran," ujar Alfian.

"Dia gadis yang begitu berbeda dari gadis-gadis yang pernah ku kenal. Dia cantik, manis dan juga pandai melukis. Kalian tahu tidak, apa yang membuat ku susah untuk melupakannya?" Semua kawannya kecuali Nando begitu penasaran dan menunggu lanjutan dari ucapan Alka. "Ketika dia sedang melukis, wajahnya beribu-ribu kali lebih cantik," lanjut Alka membuat semua menatap jengah ke arahnya.

"Semoga Kau cepat menemukan gadis pujaan mu itu. Kau pasti beruntung jika mendapatkan gadis seperti itu." ucap Steven.

"Kau jangan mimpi di siang bolong, Alka. Di dunia ini tipe cewek seperti itu sudah punah, paling-paling sekarang mukanya udah pakai dempul." Sofia menimpali.

"Kalian ini berisik terus, bisa diam tidak?!" Alfian berkata datar.

"Pesan makan saja gih," imbuh Raja.

Mereka semua akhirnya memesan menu makanan terenak yang ada di cafe tersebut. Ketika semua sedang menyantap makanannya, random masih terlihat asyik bermain dengan ponselnya. Entah apa yang sedang dikerjakan pria itu.

Ini adalah momen langka para sahabat itu. Sudah lama sekali mereka tidak pernah berkumpul seperti ini. Mereka telah merencanakan hal-hal yang akan mereka lakukan saat ini.

"Sayang, bagaimana kalau kita pergi ke taman hiburan?" usul Sofia.

"Iya, nanti kita akan ke sana, Sayang. Tapi sekarang kita ke pantai dulu bersama dengan yang lainnya," ujar Steve.

"Tentu saja kita akan ke pantai. Kita para pria harus memanjakan mata kita dengan pemandangan wanita-wanita cantik yang ada di sana," sahut Alvian dan Raja bersamaan.

"Wanita terus yang kalian bahas. Punya pacar aja nggak. Dasar pria mata keranjang," ketus Nando mencibir kedua sahabatnya itu.

"Yah kebiasaan kalian memang tidak pernah berubah," timpal Alka.

"Kak Nando baru mengeluarkan kata-katanya. Kenapa nggak dari tadi aja Kak? Pasti akan seru," sahut Sofia.

"Jangan memanggilku kakak. Aku tidak suka!" ketus Nando.

"Kak Nando kan lebih tua dariku, jadi tidak ada salahnya dong jika Aku memanggilmu kakak."

Nando hanya diam tak menjawab ucapan Sofia. Dia lebih memilih untuk memperhatikan jendela mobil daripada menanggapi ucapan Sofia.

Namun ekor matanya tak sengaja melihat Alina yang tengah membawa barang-barang belanjaannya dengan susah payah. Pria itu merasa iba melihatnya.

"Stop! Turunkan aku di sini," seru Nando.

Sopir pun langsung menghentikan mobil dan menepikannya di jalan. Ketika Nando hendak keluar dari mobil, Alfian menahan tangannya.

"Kita itu mau jalan-jalan, Kak Nando tidak asik jika kakak turun di sini," ucapnya.

"Urusanku lebih penting, lepaskan Aku!" Nando menepis tangan Alfian dan langsung keluar dari mobil.

"Ish, Kak Nando gak asik." Alfian memberengut kesal.

"Sudahlah, mungkin Kak Nando memang sedang ada urusan mendesak." lerai Raja.

Alka menatap kebelakang. Sekilas ia melihat gadis yang sangat mirip dengan gadis yang ia cari sedang berada di seberang jalan. Di saat Alka hendak turun, mobil sudah kembali melaju.

'Mungkin saja hanya mirip,' batin Alka.

***

"Aku bantu ya, Lin?" Suara Nando membuat Alina terkejut. Pria itu sudah mengambil tas belanjaan Alina yang ada di sampingnya.

"Loh, Kak Nando kok bisa di sini?"

"Tak sengaja melihat mu sedang keberatan membawa belanjaan, jadi Aku akan membantumu," ucap Nando seraya memasukkan barang-barang belanjaan Alina ke dalam taksi. Kemudian pria itu menarik Alina masuk kedalam taksi dan dirinya ikut mengantarkannya pulang.

Dalam perjalanan, mereka hanya terdiam. Hingga suara Nando memecah keheningan antara mereka.

"Apa Kau tidak sakit hati melihat suamimu bersama wanita lain, Lin? Apa Aku harus memberitahu kakakmu tentang kelakuan suamimu itu?" tanya Nando yang begitu iba pada gadis sebaik Alina.

Alina tampak gelisah dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Nando. Gadis itu memegang tangan Nando.

"Tolong jangan Kak. Kumohon! Aku tidak ingin Kakak ku tahu tentang suamiku. Jika dia tahu sudah di pastikan dia akan memisahkan ku dan suamiku," ucap Alina penuh permohonan.

"Tapi Aku tidak sanggup melihat Steve selalu menyakitimu, Lin. Kau juga membutuhkan sebuah kebahagiaan. Aku saja yang melihat suamimu itu sakit hati. Suamimu itu sungguh tega. Dia sudah menikah dan memiliki istri, tapi malah berhubungan dengan wanita lain. Aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri, Lin. Aku juga merasakan sakit yang Kau rasakan karena ulah suamimu itu." Nando sudah begitu gemas dengan sikap Steve kepada Alina.

"Tidak Kak, kakak tahu sendiri kan bagaimana sifat kakak ku. Dia pasti akan melukai kak Steven, dan Aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak ingin Kak Steven kenapa-kenapa," jelas Alina.

"Kau bodoh atau apa sih, Lin? Kau mau saja bertahan dengan pria yang tidak pernah mencintaimu. Kalau aku jadi kamu, sudah kutinggalkan pria seperti suamimu itu. Aku tahu dia itu cinta pertamamu dan sahabatmu ketika kau masih kecil, dan sudah lama Kau menunggunya. Tapi apa dia mengingat mu, Lin? Tidak kan?"

Alina menelan pil pahit pernikahan yang ia jalani. Memang benar apa yang di katakan Nando. Namun dirinya teramat sangat mencintai pria di masa kecilnya itu.

***

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

wah..mungkin gadis yg di maksud alka tadi Alina ya ..pasti seru nih kalau di sisi Steven ada Sofia disisi Alina ada alka dan nanti alka yg akan membuat Steven menyadari perasaannya kepada Alina karena Alina adalah masa lalu terindahnya

2022-10-19

1

Vita Zhao

Vita Zhao

Alina terlalu sabar😭😭😭😭

2022-10-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!