Bab 3

Aku menatap kepergian Kak Nando dalam diam. Kemudian aku segera membawa suamiku masuk ke dalam kamar.

Kubaringkan tubuh Suamiku di atas kasur, dan segera ku buka sepatu dan kaos kaki Steven dengan perlahan. Di saat aku mau membuka kencing baju suamiku, dia terbangun. Membuatku begitu terkejut, apalagi saat tangannya tiba-tiba menggenggam erat tanganku. Tentunya rasa takut mulai menghampiriku.

"Ma-maaf, Kak," ucapku dengan begitu gugup.

Suamiku hanya terdiam. Kemudian dia memelukmu dengan sangat erat lalu kembali tertidur dengan pulas. Entah dia sadar atau tidak dengan apa yang dilakukannya itu.

Aku hanya bisa diam Dan meletakkan tanganku di dada bidang milik pria yang kucintai. Tak ingin melewatkan kesempatan ini, Aku memilih untuk memanfaatkan situasi ini dan menyentuh suamiku walau hanya sebentar.

Ketika pelukan suamiku mulai melonggar, aku memilih untuk melepaskan tangannya dari tubuhku. Lagu selimuti tubuh suamiku dan menatapnya dari pinggir tempat tidur.

"Aku hanya bisa menatapmu di saat kau sedang tertidur. Istirahatlah, Kak Steven." Perlahan aku mengecup kening suamiku.

Rasa sakit yang ku rasakan akhirnya sedikit terobati ketika melihat wajah suamiku yang membuat hatiku begitu nyaman. Aku hanya bisa bersabar dan berdoa kepada sang pencipta agar pria yang sudah ku cintai selama ini dapat membalas cintaku suatu hari nanti.

***

POV author.

Matahari sudah menyinari di pagi hari ini.

Steven membuka kedua matanya dan memposisikan dirinya untuk segera duduk. Pria itu memegang kepalanya yang terasa pening karena minuman yang di berikan oleh kekasihnya waktu itu.

"Kenapa kepalaku begitu sakit sekali! Biasanya tak pernah sesakit ini. Kenapa sekarang rasanya kepalaku mau pecah?" Steven mendesis memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Tok..tok...tok...

Terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar. Sebelum akhirnya seseorang yang menutupnya itu membuka kamar tersebut dan memasukinya.

Alina masuk ke dalam kamar dan membawa satu gelas susu agar alkohol yang ada di tubuh suaminya segera menghilang.

"Minumlah,agar sakit di kepalamu sedikit mereda, Kak." gadis itu berucap dengan hati-hati.

Stefan hanya terdiam menatap Alina yang menyodorkan satu gelas susu ke arahnya.

Steven mengambil gelas berisi susu itu dan langsung melemparnya ke dinding.

"Sudah pernah ku katakan bahwa Aku tidak memakan ataupun meminum apapun yang Kau berikan padaku! Apa Kau ini bodoh karena tak mengerti apa yang ku ucapkan waktu itu?!" Steven berteriak membuat Alina ketakutan.

Stefan mencoba untuk berdiri namun begitu kesulitan. Sebab kepalanya terasa begitu sakit.

Namun ketika Alina melihat Steven yang hampir terjatuh, ia merasa begitu kasihan.

"Aku bantu ya, Kak?" Alina memegang tangan Steven.

Namun reaksi pria itu malah begitu kasar. Dia menepis tangan Alina hingga gadis itu terjatuh. Tangannya terluka saat terkena pecahan gelas yang belum sempat di bersihkan olehnya.

"Aww," rintih Alina.

"Aku sudah mengatakan jangan pernah menyentuh ku! Apa Kau tidak membaca surat kontrak, huh!" tegas Steven dengan marah. Dia masih berusaha untuk berdiri.

Alina menunduk menahan tangisnya. Tak pernah ada orang yang membentak dirinya selama ini. Bahkan kedua orang tuanya, bahkan sang kakak tak pernah sekalipun membentak gadis tersebut.

Steven masih berusaha untuk berdiri dari tempatnya. Namun tetap saja pria itu selalu terjatuh ke atas kasur.

Melihat Alina yang masih menunduk, Steven tiba-tiba melemparkan bantal kepada Alina, membuat sang gadis terlonjak terkejut.

"Cepat bantu Aku ke kamar mandi! Aku sudah tidak tahan lagi!" Akhirnya Steven mau tak mau menyuruh istrinya untuk membantunya.

Alina langsung beringsut dari tempatnya. Gadis itu berdiri dan secepat kilat membantu suaminya berjalan menuju ke kamar mandi.

Steven menutup pintu kamar mandi dengan begitu kasar. Membuat Alina kembali terlonjak. Gadis itu tepat berada di depan pintu kamar mandi.

Alina memutuskan untuk membersihkan lukanya sebelum Steven memanggilnya kembali.

"Alina!" teriak Steven saat ini yang sudah berdiri di ambang pintu kamar mandi.

Melihat sang gadis yang tidak ada di kamarnya, pria itu menjadi begitu kesal. Hingga tatapannya tertuju pada bercak darah yang terdapat di lantai.

"Apa gadis itu terluka?" gumamnya.

Kemudian dia melihat Alina yang kini kembali memasuki kamar. Pria itu hanya terdiam menatapnya.

Sementara Alina yang melihat suaminya berada di depan pintu kamar mandi dengan menyenderkan kepalanya di pinggir pintu, dia langsung bergegas mendekat dan membantu Steven menuntunnya duduk di sofa kamarnya.

"Bantu Aku mengganti pakaian ku," ucap Steven. Namun kali ini terdengar lebih lembut.

Ini kali pertamanya pria itu berkata lembut kepada Alina, membuat gadis itu sedikit bahagia dan langsung membantu suaminya memakai pakaiannya.

Alina mulai mengancingkan satu persatu kancing baju yang ia kenakan pada suaminya. Sementara Steven, pria itu hanya diam memperhatikan wajah cantik yang dimiliki oleh gadis yang menjadi istrinya itu.

Entah mengapa, Steven merasa tak asing dengan wajah Alina. Ia merasa seperti pernah bertemu dengan wajah tersebut. Namun Steven lupa pernah bertemu dimana.

'Kenapa wajahnya seperti tidak asing?' batin Steven.

"Sudah selesai," ucap Alina.

Steven tersadar dari lamunannya manakala mendengar ucapan Alina. Pria itu mencoba berdiri untuk mengenakan celananya. Namun badannya masih terasa begitu lemah.

"Sial! Sebenarnya alkohol apa yang Sofi berikan padaku? Kenapa tubuhku malah lemah seperti ini?" umpatnya pelan.

"A-aku akan membantumu jika kakak tidak keberatan," tawar Alina.

Mau tak mau Steven menerima tawaran dari istrinya. Dia pun menganggukan kepalanya.

Mendapatkan persetujuan dari sang suami, Alina dengan cekatan membantunya memakaikan celana untuk suaminya.

Perlahan Alina melepaskan handuk yang melilit di pinggang suaminya. Pipinya memerah saat melihat pemandangan yang tidak pernah di lihatnya. Gadis itu langsung menutup matanya, pipinya menjadi memerah. Namun tangannya masih setia membantu memakaikan celana tersebut untuk sang suami.

Steven menahan senyumnya ketika melihat tingkah Alina. Setelah selesai, ia menyuruh Alina kembali membantunya untuk keluar kamar.

Alina dengan senang membantu suaminya yang saat ini sangat membutuhkan bantuannya itu.

Ketika berjalan menuju ruang tengah, perut Steven berbunyi. Pria itu merasa begitu lapar. Dan itu membuatnya begitu malu.

Alina tersenyum melihatnya. Lalu dia menawarkan untuk membuatkan suaminya makanan.

"Aku buatkan sarapan untuk Kak Steve ya?" tawar Alina.

"Baiklah, karena perutku sedang lapar, jadi Kau boleh membuatkanku sarapan," ucap Steven.

Alina tersenyum. Ia membantu suaminya untuk duduk di kursi ruang makan. Kemudian Alina mulai membuatkan sarapan untuk suaminya.

Alina akan membuatkan nasi goreng telur untuk Steven. Karena makanan itu yang paling mudah dan cepat saat ini. Ia tak ingin suaminya kelaparan.

Steve memperhatikan sang istri yang dengan cekatan berkutat dengan masakannya. Pria itu menarik sudut bibirnya ke atas.

Tak berapa lama kemudian, nasi goreng telur buatan Alina telah matang. Ia segera membawanya ke hadapan suaminya.

"Hanya ini makanan tercepat yang bisa di masak. Tidak apa-apa kan, Kak?"

"Nasi goreng ini sudah cukup untukku. Yang penting bisa mengisi perut," jawab Steve.

Pria itu mulai menyantap makanan di hadapannya. Tampak Steven suka dengan masakan yang di buat oleh istrinya itu.

***

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

Steven kau jahat sekali 😭😭😭.

kasian Alina. kau memilih bersama wanita ular itu😭😭

2022-10-18

0

Rosy

Rosy

Steven..Steven..apa kamu tau kalau perlakuan manis seperti Alina tidak akan kamu dapatkan dari Sofia j*l*ng itu..dia hanya ingin menguras harta kamu dg memanfaatkan kecantikannya..apa jangan2 Sofia mengaku kalau dia adalah teman masa kecil Steven yg pernah di janjikan untuk di nikahi ya makanya Steven masa bodoh dg kelakuan buruk Sofia

2022-10-18

0

Zana aripin

Zana aripin

Betul betul betul

2022-10-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!