Bab 8

Alina langsung berbaring di atas kasur yang berada di samping sang suami. Dia kembali mengingat perjanjian yang yang telah ditetapkan oleh Steven. Dirinya akan mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh sang suami. Halina tidak ingin Steven marah dan kecewa kepadanya.

'Aku akan berusaha menjadi apa yang Kau mau, kak.'

Alinea pun memejamkan matanya menyusul sang suami yang sudah lebih dulu terlelap. Mereka tidur dalam satu ranjang yang sama.

***

Pagi harinya...

Halina sudah mempersiapkan baju kerja sang dia juga sudah mempersiapkan air hangat untuk suaminya yang akan pergi ke kantor pagi ini.

Tak lama kemudian, Steven terbangun dari tidurnya.

Dia melihat baju kerja yang sudah disiapkan oleh Alina. Pria itu pun bergegas menuju ke dalam kamar mandi untuk segera bersiap pergi ke kantor.

"Kak Steven, sarapan dulu kak, aku sudah menyiapkannya untukmu. "

"Tidak usah repot-repot menyiapkannya, pagi ini aku akan sarapan bersama kekasihku."

Alina hanya mengagumkan kepalanya. Dia langsung keluar dari dalam kamar dan melakukan tugasnya sebagai seorang Istri. Sementara Steven dia langsung keluar dari kamar dengan pakaian yang rapi dan langsung berangkat ke kantor tanpa berpamitan kepada sang istri.

Alina yang melihat dari lantai atas hanya bisa terdiam. Sambil memegang sapu di tangannya dengan tubuhnya yang penuh keringat karena kecapaian membersihkan seluruh rumah suaminya yang begitu luas dan besar.

"Akhirnya selesai juga!" serunya manakala semua pekerjaan rumah telah selesai.

Alina memutuskan untuk pergi ke toko yang menjual alat lukis. Setelah membersihkan dirinya, Ia pun keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Kemudian ia mengirim pesan kepada suaminya, meminta izin untuk pergi keluar.

Steven mengizinkannya, lalu Alina langsung memasuki taksi yang sudah ia pesan.

"Ke toko seni ya, Pak," ucapnya pada sopir taksi.

"Baiklah, Nona."

Taksi pun segera pergi dari pelataran halaman Steven. Alina hanya diam dan memainkan ponselnya di bangku penumpang.

Alina mulai mengerjakan sesuatu yang ada dalam ponselnya itu.

Tak lama kemudian, akhirnya taksi berhenti tepat di depan toko yang Alina minta. Alina segera turun dari taksi setelah mengucapkan kata terima kasih kepada sopir taksi itu dan memasuki toko tersebut.

Alina tersenyum dan masuk ke dalam toko. Gadis itu memilih alat-alat yang akan dibelinya. Setelah mendapatkan semuanya dia langsung menuju ke kasir dan membayar semua belanjaannya.

"Mbak Alina lama sekali tidak ke sini?" tanya pegawai kasir tersebut yang sudah biasa melayani Alina sebelumnya.

"Saya kan sudah menikah, Mbak. Jadi sekarang kesibukan saya semakin bertambah dan membuatku jarang untuk dapat keluar seperti sebelumnya," jelas Alina.

"Wah, jadi Mbak Alina sudah menikah? Kalau begitu selamat ya mbak."

Alina hanya bisa menampilkan senyumannya. Setelah membayarnya ia berpamitan dan keluar dari dalam toko tersebut.

Gadis itu berjalan menuju ke cafe di dekat toko lukis itu, Karena ia merasa begitu lapar.

Saat berada di dalam kafe tersebut Alina terkejut saat melihat sang suami yang tengah asik bermesraan di depan para sahabatnya.

Elina benar-benar merasa sangat sakit hati. Gadis itu langsung berlari keluar dari cafe tersebut. Tanpa sengaja Raja melihat Elina yang berlari keluar dari cafe itu. Dia langsung mengejar Alina. Membuat Steven sofa Sofia, Nando dan Alfian pun terkejut.

"Raja mau ke mana kamu?"

Alfian berteriak memanggil temannya itu. Namun Raja mengabaikan teriakan dari sahabatnya itu.

"Dia kenapa?"

Sofia heran melihat raja yang tiba-tiba saja berlari keluar dari cafe.

Sementara itu,

Langsung berjongkok di samping cafe tersebut. Gadis itu menangis menahan rasa sakit di hatinya melihat kelakuan suaminya. Bahkan dia memukuli dadanya sendiri untuk menghilangkan sesak di hatinya.

Suaminya begitu perhatian kepada wanita lain, sementara ketika bersamanya selalu saja berbuat kasar dan selalu marah-marah.

Raja pun menghampiri Alina yang berjongkok di samping cafe. Pria itu menahan tangan Alina yang terus memukuli dadanya.

"Jangan menyakiti dirimu sendiri, Alina. Aku akan pasang badan untukmu. Kau boleh memukul-mukul sesukamu, karena aku tidak ingin melihat menyakiti dirimu sendiri."

Alina menatap Raja dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Liquid bening itu tak antenya mengalir dari kelopak mata gadis cantik bermata coklat itu.

Ternyata semua yang raja lakukan telah diketahui oleh Steven. Pria itu menatap tajam ke arah Raja dan sang istri yang tengah berduaan.

"Jadi ini kelakuanmu di belakangku?! Dasar wanita murahan! Kemarin Nando, sekarang Raja yang kau dekati. Ikut aku sekarang! " Steven dengan kasarnya menarik tangan Alina menjauh dari Raja.

"Hei, jangan kasar kau Steven! Dia itu istrimu. "

Raja terkejut melihat sikap Steven yang begitu kasar kepada sang istri barusan. Baru kali ini dia melihat sahabatnya bersikap kasar kepada seorang wanita. Steve menepis tangan sahabatnya dengan kasar.

"Lepaskan tanganmu! Dia tidak baik untukmu. Gadis murahan ini harus di beri pelajaran agar dia belajar!"

Steve mendorong istrinya memasuki mobil miliknya. Raja yang melihat semua itu langsung mengejar Steve. Dia tidak ingin melihat Alina di sakiti oleh sahabatnya itu.

"Steve, buka! Jangan kasar sama istrimu. Dia itu seorang perempuan. Dia istrimu. Apa yang Kau lihat tadi tidak ben...."

"Diam! Jangan pernah ikut campur dengan ku dan gadis murahan ini!"

Steve langsung menyalakan mobilnya. Sementara Raja mulai panik. Dia langsung kembali ke cafe dan menghampiri kawan-kawannya.

"Nan, Ayo bantu Aku! Steve marah. Tadi Aku melihat Alina masuk kedalam cafe. Aku menghampirinya karena dia terus-terusan memukul dadanya dengan keras, jadi Aku menahannya. Sekarang Steven salah paham padaku. Aku takut Steve menyakiti Alina."

Mungkin saja jika Raja tak menyusul Alina tadi, mungkin saja Alina masih baik-baik saja saat ini.

Nando langsung berdiri saat mendengar penuturan dari Raja. Alfian mengikuti Raja dan juga Nando. Sementara Sofia dengan tenangnya masih menyantap makanannya. Kemudian dia mengelap bibirnya dengan tissue dan mengikuti para pria itu. Dia tidak mau jika di suruh membayar semua pesanan makanan mereka.

"Menyusahkan sekali. Tunggu! Kalian bayar dulu itu pesanan kalian. Aku mau pulang saja." Setelah mengatakan itu pada para pria itu, Sofia langsung pergi dari sana menuju mobilnya.

"Dasar cewek matre, ke laut aja sono!" Alfian berkata dengan kesalnya. Sementara Sofia cuek tak perduli.

"Sudah, lebih baik kita segera menyusul Steve," ucap Nando setelah membayar semua.

***

Di rumah Steven.

Steven menghentikan mobilnya di halaman rumahnya. Steven keluar dari mobilnya dan menarik sang istri keluar.

Pria itu dengan kasarnya menarik Alina masuk kedalam kamarnya dan mendorongnya hingga sang istri membentur dinding kamar. Sementara belakang kepala Alina membentur sudut meja dengan sangat keras.

"Jangan pernah mendekati teman-teman ku! Kau itu tidak pantas dengan sahabat-sahabat ku. Kau pantasnya dengan pria yang sama murahannya denganmu! Aku bingung dengan orangtuaku yang mau maunya menikahkan ku dengan gadis murahan sepertimu! Begitu murahan dan tidak tahu malu."

Ucapan pria itu benar-benar begitu menyakiti hati Alina. Gadis itu hanya diam menundukkan kepalanya. Air matanya tak hentinya berlinang dengan penghinaan yang di lontarkan oleh suaminya. Dia benar-benar merasakan sakit hati suaminya berbicara hal yang sangat menyakitkan. Bahkan rasa sakit ketika kepalanya terbentur sudut meja tak lagi di rasakannya.

Steven menghampiri Alina dan menarik gadis tersebut. Namun dia terkejut saat melihat ada darah yang mengalir pada leher istrinya.

"Darah...."

***

Terpopuler

Comments

Zana aripin

Zana aripin

steven kau cari penyakit. Rasakan sebentar lagi saja... kau akan menyesal segala perbuatanmu... kau akan rasakan penderitaan yg ditanggung alina selama bersama mu

2022-10-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!