Nando menghela nafasnya. Pria itu langsung memasukkan beberapa barang miliknya ke dalam tas yang akan ia bawa nanti. Nando malas jika harus berdebat dengan kedua sahabatnya itu.
Sementara Raja dan Alfian saling melempar senyum melihat Nando yang akhirnya akan berlibur bersama mereka.
***
Steven sudah bersiap dengan membawa tas berisi pakaian miliknya. Sementara Alina heran melihat suaminya yang sudah rapi dengan membawa tas di tangannya.
"Kak Steve mau kemana?" tanya Alina.
Steve menoleh ke arah Alina sekilas. Pria itu menghela nafasnya sejenak. "Ada pekerjaan di luar kota. Aku akan pergi untuk beberapa hari. Jika Kau menginginkan sesuatu, pakai saja black card yang ku berikan padamu waktu itu," ucap Steve.
Pria itu tak memberitahukan jika dirinya akan berlibur bersama kawan-kawannya.
Sementara Alina hanya percaya saja dengan ucapan sang suami. "Baiklah Kak. Hati-hati dijalan."
Alina ingin mengatakan jika sang Suami sampai nanti, Steve mau memberikan kabar padanya. Biar bagaimanapun Alina khawatir dengan kepergian suaminya itu. Luar kota tidaklah dekat. Namun gadis itu tidak berani karena takut jika Steve akan marah lagi padanya.
Alina masih khawatir dengan Steve yang semalam seperti tak bersemangat ketika bertengkar dengan kekasihnya.
"Aku akan menghubungimu ketika Aku sampai nanti," ucap Stevie.
Alina tersenyum mengangguk. Belum dia mengutarakan isi hatinya, pria itu sudah berkata lebih dulu tentang apa yang ingin dia tanyakan. Gadis itu merasa lega mendengar suaminya yang perlahan mulai bisa menganggap dirinya.
Steven hendak melangkah menuju mobilnya. Namun Alina menghentikannya. Gadis itu mendekati suaminya dan meraih tangan suaminya.
Alina mencium punggung tangan suaminya, membuat Steve terpaku di buatnya. Ia menatap ke arah Alina yang kini menatapnya dengan tatapan teduh.
"Jaga kesehatan ya Kak. Aku tidak ingin kakak sakit," ucap Alina tulus.
Steven hanya mengangguk saja patuh.
Pria itu sejenak tertegun. Namun beberapa detik kemudian, ia langsung melenggangkan kakinya menuju mobilnya dan segera pergi meninggalkan halaman rumahnya.
"Ya Tuhan, aku mohon lindungilah suamiku," ucap Alina dalam doanya.
***
Alka sedang duduk sambil menunggu para sahabatnya datang ke villa yang sudah ya siapkan. Tak butuh lama alga menunggu para sahabatnya itu datang.
Mobil Nando pun mulai memasuki halaman villa tersebut. Ketika pria itu masuk ke dalam pilar dan langsung menghampiri Alka yang tengah duduk santai.
"Akhirnya kalian datang juga," ucap Alka ketika Nando, Raja, dan juga Alfian memasuki villa tersebut.
Alka menatap ketiga sahabatnya yang baru saja datang. Dahinya mengernyit kala tak melihat Steve dan juga Sofia di antara ketiga sahabatnya tersebut.
"Di mana Steve dan juga Sofia?" tanya Alka.
"Mana ku tahu, Aku bukan orang tuanya yang bisa mengetahui di mana mereka," jawab Nando dengan nada ketus.
Raja hanya diam, sementara Alfian menggelengkan kepalanya. "Kita tunggu saja mereka hingga datang," sahut Alfian.
Beberapa menit berlalu.
Sofia mulai datang dan memasuki villa. Gadis itu mengenakan pakaian seksinya dan langsung duduk di samping Nando.
Sofia tersenyum ke arah Nando, sementara sang empunya hanya menatap datar dan mengalihkan pangandangannya ke arah lain.
"Kak Nando, bagaimana penampilanku saat ini? Cantik bukan?" Dengan percaya dirinya Sofia menyebut dirinya cantik.
Nando hanya diam dan berpindah ke sofa yang ada di samping raja.
Alka pun menatap Sofia heran.
"Kau datang sendiri? Di mana Steve?"
"Kami sedang bertengkar. Mungkin sebentar lagi dia akan datang," jawab Sofia.
Alka hanya menganggukkan kepalanya. Baru saja dibicarakan, Steven kini juga sampai ke villa tersebut. Pria itu segera memasuki villa dan bergabung bersama yang lainnya.
"Akhirnya kau datang juga. Kupikir kau takkan datang karena bertengkar dengan kekasihmu," ucap Alka terkekeh.
Steve hanya diam mengabaikan perkataan dari sahabatnya.
"Tunjukkan di mana kamarku," ucap Steve kepada Alka tanpa menatap ke arah Sofia.
"Ada di pojok kanan di samping kamar kekasihmu," jawab Alka.
Steve langsung berjalan ke arah kamarnya tanpa menatap Sofia yang tengah menatapnya.
"Lalu di mana kamarku?" Nando pun ikut bertanya. Dia sudah muak berlama-lama di dekat Sofia.
"Kalau kamarmu ada di pojok kiri," jawab Alka.
Nando pun memilih untuk masuk ke dalam kamar karena ia tidak ingin melihat wajah Sofia.
Raja, Alfian dan juga Alka hanya bisa menghela nafas mereka melihat aura dingin yang terpancar dari kedua sahabatnya tersebut.
"Liburan kali ini benar-benar membosankan."
"Ya, kau benar, Fian." sahut Alka.
Alka dan juga Alfian menghela nafas dengan kasar. Kedua sahabatnya tersebut terlalu cuek dengan sikap dingin mereka. Padahal inilah kesempatan mereka untuk berlibur bersama-sama dan bersenang-senang setelah selama sepekan bergelung dengan pekerjaan yang menumpuk.
"Sudahlah, lebih baik kita istirahat dulu. Kita sudah terlalu lelah. Di mana kamar kita?" tanya Raja mencairkan suasana.
Alka langsung menunjukkan Di mana kamar kedua sahabatnya itu.
"Kau sudah tahu di mana kamarmu kan Sofia? Kamarmu ada di samping kamar Steve. Kami masuk ke kamar kami lebih dulu," ucap Alka dan diangguki oleh Sofia.
Ketiga pria itu langsung memasuki kamarnya masing-masing. Sementara Sofia, bukannya memasuki kamar miliknya sendiri, Gadis itu malah membelokkan langkahnya menuju ke kamar Nando.
Sofia membuka pintu kamar Nando. Namun, dia tak menemukan pria tampan tersebut di kamarnya.
"Ke mana Kak Nando? " gumamnya.
Sofia tanpa permisi langsung nyelonong masuk ke kamar Nando. Tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Nando yang tengah memakai handuk yang terlilit di pinggangnya.
Sofia langsung terpesona menatap tubuh atletis milik Nando.
"Sungguh sangat menggoda," ucap Sofia pelan. Gadis itu kegirangan menatap tubuh Nando yang menurutnya begitu ****.
Sementara Nando begitu terkejut saat melihat Sofia yang sudah berada di dalam kamarnya. Dan gadis tersebut kini sudah berada di hadapannya.
Sofia dengan tak tahu malunya menyentuh tubuh atletis milik Nando. Pria itu tak terima dan langsung menghempaskan tangan Sofia dan menatap tajam ke arah gadis tersebut.
"Berani sekali kau masuk ke dalam kamarku! Keluar dari kamar ini!"
"Tidak mau! Aku tidak akan keluar sebelum Aku merasakan tubuh kak Nando," kekeh Sofia.
Sofia benar-benar terhipnotis oleh tubuh atletis milik Nando.
"Keluar!!! "
Nando benar-benar murka. Pria tampan tersebut menarik tangan Sofia dan mendorong Sofia keluar dari dalam kamarnya.
Raja Alfian, dan juga Alka, bahkan Steven keluar dari kamar mereka masing-masing.
Ketika melihat sang kekasih didorong oleh sahabatnya, Steven langsung memukul wajah Nando tanpa bertanya apa yang terjadi.
"Kenapa kau mengajak Sofia masuk ke dalam kamarmu?!" Steve merasa begitu marah.
"Aku tidak pernah membawa gadis gila ini masuk ke dalam kamarku. Kasihmu inilah yang tiba-tiba berada di kamarku dan menggangguku. Dia sudah seperti wanita murahan saja," jawab Nando.
Steve merasa semakin kesal mendengar penuturan dari sahabatnya itu. Pria itu kembali memukul wajah Nando.
Sementara raja dan juga Alfian langsung berusaha untuk memisahkan kedua sahabatnya yang telah bertengkar itu.
Berbeda halnya dengan Sofia. Gadis itu tersenyum kecil menatap kedua pria itu bertengkar. Dirinya merasa senang melihat pertengkaran antara Steve dan juga Nando. Dia merasa dirinya gadis beruntung karena diperebutkan oleh kedua pria tampan di depannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
ossy Novica
Dasar cowok hodoh ,Steve masih aja tergila gila sama Dofia .
2022-10-28
0
Mahfu Tien
antara goblok ketemu pede ya cocok
2022-10-28
0
Zana aripin
Aduh steven kau memang lelaki terbodoh didunia. Masih saje mau bertahankan Sofia walaupun kau pernah melihat dia bersama lelaki lain....
2022-10-28
0