Perjalanan ke Puncak

Jeremy menghela nafasnya, lalu berkata,

"Clarissa baik-baik saja. Dia ada di kamarnya. Hanya sedikit memar dan sudah di obati. Dokter juga bilang tidak perlu sampai rawat inap. Bagaimana denganmu, apa kamu terluka?"

'Tidak, aku baik-baik saja. Syukurlah kalau Clarissa sudah di obati.' jawab Emily lewat isyarat tangannya.

Jeremy mengangguk, kemudian keduanya sama-sama terdiam. Emily yang merasa canggung dengan keheningan yang ada, mengambil inisiatif untuk pamit ke kamarnya.

'Jika tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, aku permisi.'

Lagi-lagi Jeremy tidak mengatakan apa-apa dan hanya mengangguk. Ia menatap kepergian sang istri sampai menghilang dari pandangan matanya. Lalu memutuskan untuk masuk dan melihat orang yang di bawa oleh Emily ke situ.

"Tuan Muda.." sapa Pak Wawan yang terkejut melihat Jeremy datang, padahal selama Mansion ini di bangun, tak pernah sekalipun ia menginjakkan kaki di kamar pelayan.

Dokter Darren pun sama kagetnya. Namun, Jeremy hanya melambaikan tangannya dan menatap pria yang terbaring di tempat tidur.

Tubuhnya belum di bersihkan, noda darah bercampur dengan debu yang menempel di badannya membuat Jeremy tidak tahan melihatnya.

Ia mengerutkan keningnya dan berpikir, bagaimana bisa Emily membawa orang yang kotor seperti ini?

"Ada apa Tuan Muda ke mari?" tanya Pak Wawan.

"Memangnya kenapa jika aku datang ke sini?" tanya Jeremy mengerutkan alisnya.

"Tuan tidak pernah datang ke tempat ini sebelumnya." kata Pak Wawan. Jeremy hanya diam membuat Pak Wawan tersenyum.

"Apa Tuan Muda datang kemari sengaja untuk melihat pria yang di bawa oleh Nona? Apa Tuan datang untuk memeriksa siapa pria ini? Apa Tuan khawatir jika Nona memiliki hubungan dengan pria lain?" tanyanya.

Jeremy menggerakkan giginya.

"Pertanyaan apa itu? Aku hanya kebetulan lewat dan melihat-lihat. Aku tidak peduli jika ia punya hubungan dengan pria lain." ujar Jeremy. Selesai berkata ia pun langsung pergi dari tempat itu. Sementara Pak Wawan dan Dokter Darren hanya bisa menggelengkan kepala melihatnya.

******

Berpura-pura sakit adalah hal yang sangat tidak menyenangkan bagi Emily. Karena ia harus mengurangi banyak kegiatannya, atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Seperti layaknya orang sakit, ia harus banyak beristirahat. Emily menghembuskan nafasnya dengan kasar. Membuat Bibi Liana yang ada di sampingnya tidak tahan untuk tidak bertanya.

"Ada apa, Nona? Apa Nona tidak enak badan?"

Emily memijit pelipisnya dan menggeleng.

'Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa bosan berpura-pura menjadi orang sakit. Aku tidak bisa bebas melakukan hal yang aku sukai. Kadang aku berpikir, kapan aku akan mati?' isyaratnya.

Bibi Liana terperanjat.

"Tolong jangan berkata seperti itu, Nona. Bibi berharap agar Nona umur panjang." kata Bibi Liana.

'Maksudku, berpura-pura mati. Aku tidak benar-benar berharap cepat mati, aku masih ingin melihat dunia ini lebih lama lagi. Aku hanya mulai merasa bosan saja karena harus terus diam di rumah, dan tak bisa kemana-mana.' isyarat Emily membuat Bibi Liana tenang. Ia mengangguk mengerti.

"Bibi akan bicara pada Tuan Jeremy agar membawa Nona jalan-jalan." katanya.

'Apakah Bibi akan melakukannya untukku?' Emily melambai dengan wajah berbinar. Sekali lagi, Bibi Liana mengangguk, kemudian ia pergi menemui Jeremy.

"Bibi ingin aku mengajak Emily jalan-jalan hanya karena ia bosan?" tanya Jeremy mengerutkan dahinya ketika mendengar permintaan Bibi Liana.

"Iya, Tuan." jawab Bibi Liana.

"Kalau dia mau jalan-jalan, kenapa dia tidak pergi sendiri? Kenapa harus aku yang mengantarnya?" tanya Jeremy lagi.

"Tuan, apa yang akan orang lain pikirkan jika Nona Muda pergi sendiri saat sedang sakit?" Bibi Liana balik bertanya.

Jeremy terdiam sejenak, lalu menghela nafasnya. Benar, orang-orang akan berpikir kalau dia tidak memperdulikan istrinya.

Selain itu, Clarissa juga sering mengeluh bahwa ia merasa bosan terus berada di Mansion ini untuk waktu yang lama.

Masalahnya, Jeremy khawatir jika musuh-musuhnya akan berbuat nekad jika para gadis itu keluar.

"Aku akan memikirkannya. Bibi pergi dulu." kata Jeremy melunak.

"Baiklah. Permisi, Tuan." Bibi Liana pun pamit undur diri.

Setelah Bibi Liana pergi, Jeremy beranjak ke kamar Emily. Di sana, ia mendapati Emily sedang membaca buku. Emily hanya melihatnya sekilas, lalu lanjut membaca. Ia merasa tidak ada yang perlu di bicarakan dengannya.

Jeremy yang merasa di abaikan oleh istrinya, berkata,

"Lusa kita akan jalan-jalan."

Seketika Emily yang tadi lesu, langsung menoleh dengan mata yang berbinar penuh harapan, membuat Jeremy tertegun melihatnya betapa cerahnya mata itu.

*****

Emily sungguh tidak merasa nyaman berada bersama sepasang kekasih ini. Tapi ia tidak memiliki hak untuk protes. Bagaimanapun, sebagai seorang yang sakit, dia harus pergi bersama suaminya, dan tentu saja dengan Clarissa yang tidak mau di tinggalkan. Terutama saat gadis itu tahu kalau Jeremy akan pergi bersama dengan Emily.

Clarissa tidak pernah berhenti curiga padanya, sekalipun Emily sudah berkali-kali mengatakan padanya kalau Emily sama sekali tidak punya niat apapun pada Jeremy, tapi Clarissa tak pernah percaya.

Emily terkadang berpikir, apa wajahnya terlihat seperti wanita penggoda yang licik sehingga Clarissa tidak bisa percaya padanya?

Tapi tak apalah. Yang penting hari ini ia bisa keluar melihat pemandangan di luar Mansion. Setidaknya ini bisa mengurangi stresnya. Jadi, ia mengabaikan Clarissa yang terus menempel pada Jeremy dengan menatap ke luar mobil, melihat jalanan yang tampak lengang. Mungkin karena mereka bepergian bukan pada hari libur atau akhir pekan, itu sebabnya jalan menuju puncak sangat sepi.

"Jeremy, ke mana kita akan pergi?" tanya Clarissa sambil merangkul lengan Jeremy dengan manja.

Sejujurnya, Jeremy merasa risih dengan dengan sikap Clarissa yang terus menempel padanya. Ia tidak tahu mengapa kaum wanita sangat suka bermanja seperti ini. Hanya saja, gadis ini adalah jalan menuju kesuksesannya, jadi meskipun tidak suka, ia harus bisa menahannya.

"Kita akan menuju Villa kita yang ada di puncak. Di sana ada danau yang indah, kau bisa naik perahu kalau kau mau." jawab Jeremy.

"Benarkah? Kalau begitu, aku ingin naik perahu denganmu.." kata Clarissa.

"Mm..." Jeremy hanya bisa mengangguk mengiyakan, ia melirik Emily yang duduk di samping supir. Istrinya itu tampak tidak peduli dengan apa yang dilakukan Clarissa pada suaminya.

"Jeremy..." Clarissa memanggil dengan suara menggoda, sembari mempererat rangkulannya pada lengan Jeremy. Pria itu hanya menjawab singkat,

"Hm.."

"Aku senang akhirnya kita bisa melakukan suatu hal bersama, tanpa perlu khawatir ada orang lain yang melihat kita. Cuma sayang saja, ada satu orang lagi yang mengganggu di sini. Jika saja ia tidak ada, itu pasti akan sangat bagus." ujar Clarissa merujuk pada Emily yang duduk di depan dengan santai.

Episodes
1 Malam yang Mencekam
2 Sedikit Kisah Jeremy
3 Rencana Bercerai
4 Tak Bisa Bercerai
5 Bibi Liana Marah
6 Rencana Gila Emily
7 Jeremy setuju
8 Bersumpah
9 Bersama Para Sepupu
10 Bertemu Tante Agnes
11 Curiga
12 Ingin Mati Saja
13 Kejutan dari Emily
14 Little Patisserie
15 Acara
16 Kebakaran
17 Membawa pulang Orang Asing
18 Perjalanan ke Puncak
19 Villa Rosewood
20 Melompat ke Tebing
21 Di Obati Petani
22 Daging Kelinci
23 Kisah sang Petani
24 Kisah sang Petani 2
25 Luka dan Kenangan
26 Awal Bertemu
27 Tak Ingin Pulang
28 Kehilangan Ingatan
29 Kembali ke Mansion
30 Clarissa tidak Sabar
31 Emily Menangis
32 Menolak Berdansa
33 Meminta Keponakan
34 Tetap Ingin Pergi
35 Kedatangan Alexander Charlos
36 Alergi Kacang
37 Berita Kematian
38 Lily Florist
39 Jeremy Frustasi
40 Karyawan yang Beruntung
41 Tak Sabar untuk Bertemu
42 Kehilangannya Lagi
43 Tangkap Dia!
44 Aku bukan Bonekamu Lagi
45 Akhirnya Bertemu
46 Bertamu
47 Emily Pergi Lagi
48 Bertahan Hidup di Alam Liar
49 Surat Keputusan Presiden
50 Alvin Diserang
51 Mencoba Membujuk
52 Aku akan Tetap Terluka
53 Mungkinkah Ini Karma?
54 Istana Kristal
55 Menolaknya
56 Haruskah Aku Membunuhnya?
57 Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58 Bunda
59 Hanya Butuh Satu Alasan
60 Memberitahu Della
61 Selamat Hari Natal..
62 Lepas Kendali
63 Ditampar Emily
64 Dia Tidak Mencintaimu
65 Cintailah Dirimu Sendiri
66 Keempat Bersaudara
67 Aku Menyerah
68 Kebenaran yang Diputarbalikkan
69 Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70 Selamat Tinggal, My Love
71 Aku tak Ingin Mencobanya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Malam yang Mencekam
2
Sedikit Kisah Jeremy
3
Rencana Bercerai
4
Tak Bisa Bercerai
5
Bibi Liana Marah
6
Rencana Gila Emily
7
Jeremy setuju
8
Bersumpah
9
Bersama Para Sepupu
10
Bertemu Tante Agnes
11
Curiga
12
Ingin Mati Saja
13
Kejutan dari Emily
14
Little Patisserie
15
Acara
16
Kebakaran
17
Membawa pulang Orang Asing
18
Perjalanan ke Puncak
19
Villa Rosewood
20
Melompat ke Tebing
21
Di Obati Petani
22
Daging Kelinci
23
Kisah sang Petani
24
Kisah sang Petani 2
25
Luka dan Kenangan
26
Awal Bertemu
27
Tak Ingin Pulang
28
Kehilangan Ingatan
29
Kembali ke Mansion
30
Clarissa tidak Sabar
31
Emily Menangis
32
Menolak Berdansa
33
Meminta Keponakan
34
Tetap Ingin Pergi
35
Kedatangan Alexander Charlos
36
Alergi Kacang
37
Berita Kematian
38
Lily Florist
39
Jeremy Frustasi
40
Karyawan yang Beruntung
41
Tak Sabar untuk Bertemu
42
Kehilangannya Lagi
43
Tangkap Dia!
44
Aku bukan Bonekamu Lagi
45
Akhirnya Bertemu
46
Bertamu
47
Emily Pergi Lagi
48
Bertahan Hidup di Alam Liar
49
Surat Keputusan Presiden
50
Alvin Diserang
51
Mencoba Membujuk
52
Aku akan Tetap Terluka
53
Mungkinkah Ini Karma?
54
Istana Kristal
55
Menolaknya
56
Haruskah Aku Membunuhnya?
57
Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58
Bunda
59
Hanya Butuh Satu Alasan
60
Memberitahu Della
61
Selamat Hari Natal..
62
Lepas Kendali
63
Ditampar Emily
64
Dia Tidak Mencintaimu
65
Cintailah Dirimu Sendiri
66
Keempat Bersaudara
67
Aku Menyerah
68
Kebenaran yang Diputarbalikkan
69
Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70
Selamat Tinggal, My Love
71
Aku tak Ingin Mencobanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!