Membawa pulang Orang Asing

"Clarissa!!"

Suara Jeremy yang datang tepat waktu, sebelum Clarissa menggila dan melepaskan diri lagi. Gadis itu menghambur ke pelukan Jeremy. Ia tak peduli lagi pada pandangan orang-orang nantinya.

"Jeremy, syukurlah kamu baik-baik saja. Aku sangat ketakutan tadi." ujar Clarissa lirih.

Jeremy memeluk Clarissa tapi pandangannya terarah pada Emily. Ia memandang istrinya itu dengan perasaan yang rumit.

Jeremy tidak menyangka kalau Emily akan sebaik itu pada Clarissa. Ia melihat sendiri bagaimana Emily berusaha menyelamatkan Clarissa dari injakan orang-orang yang terus berlarian, tak peduli dirinya sendiri akan terinjak atau tidak.

Emily melindungi gadis yang akan mengambil tempatnya itu dengan begitu tulus. Kalau wanita lain yang ada di posisinya, pastilah mereka tidak akan peduli dengan selingkuhan suaminya. Atau paling tidak, cukup menyuruh pengawal yang melindungi Clarissa, tak perlu dirinya bersusah payah.

Emily seperti tidak pernah ingin mempertahankan posisinya sebagai istri Jeremy. Apakah ia benar-benar tidak ada perasaan apapun padanya sama sekali?

Memikirkan hal ini membuat hati Jeremy menjadi sangat kesal. Terutama saat ia melihat Emily tampak biasa saja saat dirinya memeluk Clarissa di hadapannya.

******

'Kalian bisa pergi duluan. Aku akan pulang bersama supir yang tadi mengantar Clarissa.' isyarat Emily ketika mereka sudah berada di samping mobil, menjauh dari lokasi kebakaran.

Jeremy mengernyit. Ia tidak tahu mengapa Emily tiba-tiba tidak mau satu mobil bersama mereka.

"Apa maksudmu? Mengapa kamu tidak pulang bersama kami?" tanyanya.

"Jeremy..." panggil Clarissa dengan suara lemah dari dalam mobil.

Melihat itu, Emily tahu kalau Clarissa tidak ingin berada satu mobil dengannya. Jadi ia melambaikan tangannya.

'Clarissa sedang terluka. Kau sebaiknya cepat membawanya ke rumah sakit. Aku tidak tahan dengan bau obat-obatan di sana jadi aku akan langsung pulang ke rumah.' isyarat Emily.

Jeremy terdiam sejenak. Clarissa lalu menarik tangannya dan memberinya tatapan memelas.

'Lebih baik kalian pergi sekarang. Clarissa membutuhkan perawatan untuk luka-lukanya.' isyarat Emily lagi.

Mendengar itu, Jeremy kemudian masuk ke mobil dan mereka segera berangkat menuju rumah sakit, setelah sebelumnya menugaskan dua pengawal tadi untuk menjaga Emily pulang dengan selamat.

Sementara itu, Emily mengedarkan pandangannya ke sekitar. Apinya sudah padam karena mobil pemadam kebakaran sampai dengan cepat. Yang terbakar hanya di bagian dalam gedung.

Tadi Jeremy sudah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki dan ternyata kebakaran itu memang sengaja dilakukan oleh musuh perusahaannya. Jeremy pasti tidak akan memaafkan mereka.

Untungnya tidak ada korban jiwa, hanya beberapa orang yang terjatuh dan terinjak, salah satunya adalah Clarissa.

Mereka yang terluka sudah di bawa ke rumah sakit terdekat untuk di tangani oleh tim medis. Hanya Clarissa yang menolak di bawa kecuali jika Jeremy ikut.

Emily kemudian masuk ke mobil dan pergi dari situ. Namun, akibat kebakaran itu, jalan utama menjadi macet sehingga sang supir memutuskan untuk melewati jalan tikus, dan Emily setuju.

Saat melewati jalan alternatif yang agak sempit itu, Emily melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Di dekat bangunan tembok yang kumuh, terlihat sesosok manusia yang tergeletak begitu saja. Ia pun meminta sang supir menghentikan laju kendaraannya, lalu ia turun berniat untuk memeriksa. Di belakang mereka, kedua pengawal tadi yang mengikuti menggunakan motor, juga berhenti.

"Nona Muda, biar kami saja yang periksa." kata salah satu pengawal.

'Baiklah.' isyarat Emily.

Kedua pengawal itu mendekati sosok tersebut dan memeriksa. Ternyata sosok itu adalah seorang pria muda. Tubuhnya penuh luka-luka dan lebam. Sepertinya habis di rampok atau di begal. Karena mereka tidak menemukan di tubuhnya selain pakaian yang sobek terkena senjata tajam di sana sini.

Mereka pun memeriksa denyut nadinya.

'Apakah dia mati?' tanya Emily lewat lambaian tangannya.

Kedua pengawal itu menggeleng.

"Tidak, dia masih hidup, Nona." jawab mereka.

'Baiklah, karena dia masih hidup, jadi kita harus menolongnya.' isyarat Emily memutuskan.

Ia pun meminta mereka untuk menaikkan orang itu ke dalam mobil dan membawanya pulang. Mereka tidak membawanya ke rumah sakit karena itu akan menarik perhatian banyak orang dan mengundang banyak pertanyaan.

Lagipula, di Mansion ada Dokter Darren yang bisa mengobatinya.

******

"Seharusnya aku merawat Nona Muda, bukan korban begal yang hampir mati seperti ini." ujar Dokter Darren mengeluh.

Mendengarnya membuat Emily tertawa. Saat ini mereka berada di bagian belakang Mansion. Tempat ini adalah kamar para pelayan.

'Kau tidak pernah benar-benar merawatku, Dokter Darren. Aku bukan orang sakit yang butuh perawatan ekstra.' isyaratnya.

Selama dua bulan mereka berinteraksi, mereka berdua jadi berteman akrab karena terbiasa berpura-pura sebagai dokter dan pasien.

"Tetap saja, Nona tidak bisa menyuruhku seenaknya seperti ini." ucapnya merajuk.

Emily tahu ia hanya bercanda. Sebagai seorang dokter, pria itu sangat peduli pada nyawa orang lain.

'Anggap saja kau sedang memeriksa aku. Sekarang katakan, bagaimana kondisinya?' tanya Emily lewat isyaratnya.

"Aku belum bisa menjawabnya saat ini, karena aku masih harus memeriksa keseluruhan luka-lukanya. Aku akan mengatakan pada Nona kalau susah selesai." kata Dokter Darren.

'Baiklah. Aku keluar dulu agar kau bisa memeriksanya dengan baik.' isyarat Emily.

"Baik, Nona." jawab Dokter Darren sembari mengangguk, kemudian kembali fokus dengan pekerjaannya.

Emily berjalan keluar dan bertemu dengan Pak Wawan.

"Apa Nona kembali membawa seseorang lagi?" tanyanya sopan. Emily mengangguk.

'Tolong minta seorang pelayan menyiapkan pakaian baru untuknya, dan bantu dokter Darren membersihkan tubuhnya. Ia tampak seperti mandi darah.' isyaratnya.

"Baik, Nona Muda." kata Pak Wawan mengangguk dengan patuh.

Emily ingin kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Namun begitu hendak berjalan, ia melihat Jeremy menghampiri mereka.

"Aku dengar dari pelayan, katanya kau membawa seorang pria kemari?" tanya Jeremy. Nadanya terdengar tidak senang.

"Siapa dia?" lanjutnya tidak sabar.

'Ya, aku memang membawa orang ke sini . Dia terluka jadi aku meminta Dokter Darren untuk mengobatinya. Aku pun tidak tahu siapa dia.' isyarat Emily.

"Apakah jika kamu menemukan seratus orang yang terluka di jalanan, kamu juga akan membawa mereka ke sini untuk di obati?" tanya Jeremy sarkas. Alisnya sampai berkerut.

Emily menatapnya dan mengangguk.

'Aku biasa menolong orang sejak dulu. Tapi jika kau tidak suka, maka aku tidak akan melakukannya lagi.' katanya lewat isyarat.

Jeremy berdecak kesal dan membuang mukanya. Ia pun tidak tahu apa yang membuatnya kesal. Karena Emily membawa orang asing ke Mansionnya atau karena yang di tolong Emily adalah seorang pria?

Emily yang melihat wajah tak senang Jeremy, berusaha mengalihkan pertanyaan. Ia melambaikan tangannya.

'Bagaimana dengan Clarissa? Apakah dia baik-baik saja?' tanya Emily.

Episodes
1 Malam yang Mencekam
2 Sedikit Kisah Jeremy
3 Rencana Bercerai
4 Tak Bisa Bercerai
5 Bibi Liana Marah
6 Rencana Gila Emily
7 Jeremy setuju
8 Bersumpah
9 Bersama Para Sepupu
10 Bertemu Tante Agnes
11 Curiga
12 Ingin Mati Saja
13 Kejutan dari Emily
14 Little Patisserie
15 Acara
16 Kebakaran
17 Membawa pulang Orang Asing
18 Perjalanan ke Puncak
19 Villa Rosewood
20 Melompat ke Tebing
21 Di Obati Petani
22 Daging Kelinci
23 Kisah sang Petani
24 Kisah sang Petani 2
25 Luka dan Kenangan
26 Awal Bertemu
27 Tak Ingin Pulang
28 Kehilangan Ingatan
29 Kembali ke Mansion
30 Clarissa tidak Sabar
31 Emily Menangis
32 Menolak Berdansa
33 Meminta Keponakan
34 Tetap Ingin Pergi
35 Kedatangan Alexander Charlos
36 Alergi Kacang
37 Berita Kematian
38 Lily Florist
39 Jeremy Frustasi
40 Karyawan yang Beruntung
41 Tak Sabar untuk Bertemu
42 Kehilangannya Lagi
43 Tangkap Dia!
44 Aku bukan Bonekamu Lagi
45 Akhirnya Bertemu
46 Bertamu
47 Emily Pergi Lagi
48 Bertahan Hidup di Alam Liar
49 Surat Keputusan Presiden
50 Alvin Diserang
51 Mencoba Membujuk
52 Aku akan Tetap Terluka
53 Mungkinkah Ini Karma?
54 Istana Kristal
55 Menolaknya
56 Haruskah Aku Membunuhnya?
57 Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58 Bunda
59 Hanya Butuh Satu Alasan
60 Memberitahu Della
61 Selamat Hari Natal..
62 Lepas Kendali
63 Ditampar Emily
64 Dia Tidak Mencintaimu
65 Cintailah Dirimu Sendiri
66 Keempat Bersaudara
67 Aku Menyerah
68 Kebenaran yang Diputarbalikkan
69 Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70 Selamat Tinggal, My Love
71 Aku tak Ingin Mencobanya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Malam yang Mencekam
2
Sedikit Kisah Jeremy
3
Rencana Bercerai
4
Tak Bisa Bercerai
5
Bibi Liana Marah
6
Rencana Gila Emily
7
Jeremy setuju
8
Bersumpah
9
Bersama Para Sepupu
10
Bertemu Tante Agnes
11
Curiga
12
Ingin Mati Saja
13
Kejutan dari Emily
14
Little Patisserie
15
Acara
16
Kebakaran
17
Membawa pulang Orang Asing
18
Perjalanan ke Puncak
19
Villa Rosewood
20
Melompat ke Tebing
21
Di Obati Petani
22
Daging Kelinci
23
Kisah sang Petani
24
Kisah sang Petani 2
25
Luka dan Kenangan
26
Awal Bertemu
27
Tak Ingin Pulang
28
Kehilangan Ingatan
29
Kembali ke Mansion
30
Clarissa tidak Sabar
31
Emily Menangis
32
Menolak Berdansa
33
Meminta Keponakan
34
Tetap Ingin Pergi
35
Kedatangan Alexander Charlos
36
Alergi Kacang
37
Berita Kematian
38
Lily Florist
39
Jeremy Frustasi
40
Karyawan yang Beruntung
41
Tak Sabar untuk Bertemu
42
Kehilangannya Lagi
43
Tangkap Dia!
44
Aku bukan Bonekamu Lagi
45
Akhirnya Bertemu
46
Bertamu
47
Emily Pergi Lagi
48
Bertahan Hidup di Alam Liar
49
Surat Keputusan Presiden
50
Alvin Diserang
51
Mencoba Membujuk
52
Aku akan Tetap Terluka
53
Mungkinkah Ini Karma?
54
Istana Kristal
55
Menolaknya
56
Haruskah Aku Membunuhnya?
57
Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58
Bunda
59
Hanya Butuh Satu Alasan
60
Memberitahu Della
61
Selamat Hari Natal..
62
Lepas Kendali
63
Ditampar Emily
64
Dia Tidak Mencintaimu
65
Cintailah Dirimu Sendiri
66
Keempat Bersaudara
67
Aku Menyerah
68
Kebenaran yang Diputarbalikkan
69
Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70
Selamat Tinggal, My Love
71
Aku tak Ingin Mencobanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!