Melompat ke Tebing

Meski gugup, Emily berusaha membuat senyum di wajahnya. Bagaimana bisa dia tidak menyadari kalau dirinya diikuti? Mengapa juga Jeremy mengikutinya?

'Aku hanya melihat-lihat.' isyarat Emily.

"Kau terlalu jauh berjalan." kata Jeremy masih curiga.

Emily menghela nafasnya. Memang, ia sangat ingin pergi sejauh mungkin. Namun ia kemudian mencoba berpikir jernih, akan sangat aneh kalau ia menghilang tiba-tiba. Lebih baik mengikuti rencana awal.

Emily berjalan ke arah Jeremy, dan spontan berhenti saat melihat sesuatu yang tidak beres. Ada sesuatu yang berkelip-kelip tertimpa cahaya matahari di balik pepohonan. Ia memperhatikan dengan seksama dan menyadari kalau itu adalah sebuah pistol yang di arahkan ke suaminya.

Emily tidak bisa memikirkan hal lain selain melakukan apa yang menurutnya benar. Ia bergegas melompat dan mendorong Jeremy hingga keduanya terjatuh, bertepatan dengan si pemegang pistol menarik pelatuknya, membuat tembakannya meleset.

Jeremy kemudian bangun dan membantu Emily berdiri saat tiba-tiba sekumpulan orang dengan memakai penutup kepala menghadang jalan mereka.

"Siapa kalian?!?" tanya Jeremy geram, walaupun ia sudah tahu kalau ini pasti suruhan para musuhnya.

Jeremy melindungi Emily di belakangnya. Orang-orang itu berjumlah sekitar belasan, mungkin lima belas atau lebih, dan semuanya bersenjata. Jeremy yakin mereka adalah orang-orang terlatih dan ia tak mungkin menang melawan mereka, apalagi dengan adanya Emily yang harus dilindungi olehnya.

Jeremy tidak memiliki pilihan lain, ia berbalik memeluk dan mengangkat tubuh mungil Emily, kemudian melompat ke tebing. Tindakannya membuat Emily sangat terkejut dan panik, membuatnya tidak tahan untuk berteriak. Emily merutuk dan menyumpahi Jeremy dalam hatinya. Bagaimana bisa pria ini membawanya melompat dari atas tebing yang sangat tinggi ini?

Mereka berdua terjatuh begitu saja ke sungai yang arusnya sangat deras itu. Emily sama sekali tidak idak bisa berenang, ia masuk ke dalam air dan meminum begitu banyak air. Emily berpikir, ia pasti akan mati.

Jeremy sama sekali tidak melepaskan pegangannya pada tubuh Emily. Namun, arus sungai sungguh sangat deras sehingga mereka sulit mencapai tepian sungai. Emily tidak bisa memikirkan apapun lagi selain ia benar-benar akan mati hari ini.

Akan tetapi, pemikiran Emily salah, karena ternyata setelah cukup lama terbawa arus, Jeremy berhasil membawa Emily ke tepian sungai dalam kondisinya yang pingsan.

Jeremy menekan dada Emily guna mengeluarkan air yang di telannya. Setelah di rasanya cukup, ia berbaring di samping Emily untuk beristirahat. Tenaganya benar-benar terkuras. Mereka berdua berbaring di tepi sungai di tengah hutan belantara yang sangat sunyi.

*****

Emily tersadar duluan dan mendapati Jeremy di sampingnya berbaring menutup mata. Entah tertidur atau pingsan. Emily menatap sekeliling, kemudian mengingat kejadian tadi. Ia bersyukur tak jadi mati.

Emily kembali menatap Jeremy yang masih setia menutup matanya. Bukankah pria ini membencinya dan tidak peduli padanya? Bukankah pria ini menganggapnya sebagai duri dalam hidupnya? Bukankah bagi pria ini hidupnya sama sekali tidak ada artinya? Bahkan sebelum perjanjian itu, Jeremy selalu ingin membunuhnya. Lalu kenapa Jeremy tidak membiarkannya mati dibunuh orang-orang tadi? Bahkan pria ini juga tidak membiarkannya mati di sungai.

Banyak pertanyaan muncul dalam pikiran Emily sampai akhirnya dia tertidur lagi.

Jeremy membuka matanya dengan perlahan ketika ia mendengar suara kicauan burung. Ia melihat ke sekeliling dan hanya ada pepohonan di sekitarnya. Samar-samar ia mulai mengingat apa yang telah terjadi. Para penyerang itu pasti suruhan salah satu musuhnya. Ingatannya terganggu saat ia merasa sakit pada kakinya. Saat ia hendak bangun, ia melihat Emily di sampingnya dan sedang menatapnya. Ah benar, ia ingat, tadi dia memutuskan untuk melompat bersama istrinya itu.

Jeremy kemudian kembali mencoba untuk bangun, tetapi rasa sakit di kakinya semakin terasa. Sepertinya kakinya tidak sengaja membentur batu dan mungkin saja tulangnya retak atau bisa saja patah. Kakinya terlihat membengkak.

'Jangan memaksakan dirimu. Kakimu terluka dan bengkak. Mudah-mudahan saja tidak patah. Aku tidak ahli dalam hal pengobatan dan tidak ada obat-obatan di sini. Tapi aku pernah melihat ada seorang yang kakinya patah dan orang tuanya mengikat kakinya dengan kayu.' isyarat Emily.

Jeremy menghela nafasnya pantas saja selain merasa sakit, ia juga merasa ada yang aneh dengan kakinya. Ternyata kakinya di apit oleh dua batang kayu. Emily ternyata cukup buruk dalam hal ini. Namun, Jeremy memilih membiarkannya.

Emily menatap Jeremy yang dari tadi diam, lalu mencoba bertanya lagi,

'Apa kau merasa baik-baik saja sekarang?'l

Jeremy hanya mengangguk. Emily melihat ke sekitar, kemudian kembali menatap Jeremy.

'Apa kau tahu di mana kita sekarang?' tanyanya lewat isyarat tangannya.

Jeremy menatap pohon-pohon besar yang mengelilingi mereka.

"Aku tidak pernah datang ke tempat ini sebelumnya. Tapi, aku berharap, ini tidak terlalu jauh dari pemukiman warga." ujarnya. Kemudian ia menoleh ke arah Emily dengan pandangan kesal.

"Ini semua salahmu!! Kenapa tadi kamu berjalan terlalu jauh?" tanyanya jengkel.

Emily memandanginya sambil terdiam. Ia tidak ingin mendengar Jeremy mengomel.

"Kau mau pergi ke mana?" tanya Jeremy saat melihat emily tiba-tiba bangkit berdiri.

'Aku ingin pergi melihat-lihat apakah ada seseorang yang bisa membantu kita atau mungkin ada sesuatu yang bisa dimakan. Aku sudah mulai lapar.' isyarat Emily.

"Tunggu, aku akan ikut denganmu." kata Jeremy sambil mencoba bangkit namun kakinya terasa sangat sakit.

"Sialan!" umpatnya.

'Tidak apa-apa. Lebih baik kamu beristirahat saja di sini, aku akan pergi sendiri.' isyarat Emily menenangkannya.

Jeremy benci dirinya yang tidak berdaya seperti ini.

"Apa kau yakin akan pergi? Bagaimana kalau orang-orang tadi mengejar kita atau mungkin saja ada hewan buas di sini. Apa kamu tidak takut akan dicabik-cabik oleh mereka?" tanya Jeremy sarkas.

Mendengar kata-kata pria itu, Emily seketika menjadi kesal. Ia menatap Jeremy dengan jengkel.

'Apa menurutmu aku sangat lemah?' lambainya.

"Apa?" Jeremy tertegun.

'Apa menurutmu aku selemah itu?' isyarat Emily mengulangi pertanyaannya.

Jeremy terdiam. Dia merasa sudah mengatakan sesuatu yang salah.

'Asal kau tahu saja, yang membawamu dari tepi sungai hingga ke tempat ini di adalah aku. Seorang diri. Jadi, tolong janganlah selalu berpikiran yang negatif tentang aku.' isyarat Emily sambil menunjuk dirinya.

'Selain itu, orang-orang itu tidak mungkin mengejar kita sampai ke tempat ini. Mereka pasti berpikir kalau kita sudah mati terseret arus sungai. Dan juga, ada atau tidaknya binatang buas, aku tidak mungkin hanya duduk diam di sini berdiam diri dan mati kelaparan.' isyaratnya menambahkan.

Selepas itu, Emily kemudian segera berbalik pergi. Ia tidak memberikan kesempatan pada Jeremy untuk berbicara.

Episodes
1 Malam yang Mencekam
2 Sedikit Kisah Jeremy
3 Rencana Bercerai
4 Tak Bisa Bercerai
5 Bibi Liana Marah
6 Rencana Gila Emily
7 Jeremy setuju
8 Bersumpah
9 Bersama Para Sepupu
10 Bertemu Tante Agnes
11 Curiga
12 Ingin Mati Saja
13 Kejutan dari Emily
14 Little Patisserie
15 Acara
16 Kebakaran
17 Membawa pulang Orang Asing
18 Perjalanan ke Puncak
19 Villa Rosewood
20 Melompat ke Tebing
21 Di Obati Petani
22 Daging Kelinci
23 Kisah sang Petani
24 Kisah sang Petani 2
25 Luka dan Kenangan
26 Awal Bertemu
27 Tak Ingin Pulang
28 Kehilangan Ingatan
29 Kembali ke Mansion
30 Clarissa tidak Sabar
31 Emily Menangis
32 Menolak Berdansa
33 Meminta Keponakan
34 Tetap Ingin Pergi
35 Kedatangan Alexander Charlos
36 Alergi Kacang
37 Berita Kematian
38 Lily Florist
39 Jeremy Frustasi
40 Karyawan yang Beruntung
41 Tak Sabar untuk Bertemu
42 Kehilangannya Lagi
43 Tangkap Dia!
44 Aku bukan Bonekamu Lagi
45 Akhirnya Bertemu
46 Bertamu
47 Emily Pergi Lagi
48 Bertahan Hidup di Alam Liar
49 Surat Keputusan Presiden
50 Alvin Diserang
51 Mencoba Membujuk
52 Aku akan Tetap Terluka
53 Mungkinkah Ini Karma?
54 Istana Kristal
55 Menolaknya
56 Haruskah Aku Membunuhnya?
57 Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58 Bunda
59 Hanya Butuh Satu Alasan
60 Memberitahu Della
61 Selamat Hari Natal..
62 Lepas Kendali
63 Ditampar Emily
64 Dia Tidak Mencintaimu
65 Cintailah Dirimu Sendiri
66 Keempat Bersaudara
67 Aku Menyerah
68 Kebenaran yang Diputarbalikkan
69 Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70 Selamat Tinggal, My Love
71 Aku tak Ingin Mencobanya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Malam yang Mencekam
2
Sedikit Kisah Jeremy
3
Rencana Bercerai
4
Tak Bisa Bercerai
5
Bibi Liana Marah
6
Rencana Gila Emily
7
Jeremy setuju
8
Bersumpah
9
Bersama Para Sepupu
10
Bertemu Tante Agnes
11
Curiga
12
Ingin Mati Saja
13
Kejutan dari Emily
14
Little Patisserie
15
Acara
16
Kebakaran
17
Membawa pulang Orang Asing
18
Perjalanan ke Puncak
19
Villa Rosewood
20
Melompat ke Tebing
21
Di Obati Petani
22
Daging Kelinci
23
Kisah sang Petani
24
Kisah sang Petani 2
25
Luka dan Kenangan
26
Awal Bertemu
27
Tak Ingin Pulang
28
Kehilangan Ingatan
29
Kembali ke Mansion
30
Clarissa tidak Sabar
31
Emily Menangis
32
Menolak Berdansa
33
Meminta Keponakan
34
Tetap Ingin Pergi
35
Kedatangan Alexander Charlos
36
Alergi Kacang
37
Berita Kematian
38
Lily Florist
39
Jeremy Frustasi
40
Karyawan yang Beruntung
41
Tak Sabar untuk Bertemu
42
Kehilangannya Lagi
43
Tangkap Dia!
44
Aku bukan Bonekamu Lagi
45
Akhirnya Bertemu
46
Bertamu
47
Emily Pergi Lagi
48
Bertahan Hidup di Alam Liar
49
Surat Keputusan Presiden
50
Alvin Diserang
51
Mencoba Membujuk
52
Aku akan Tetap Terluka
53
Mungkinkah Ini Karma?
54
Istana Kristal
55
Menolaknya
56
Haruskah Aku Membunuhnya?
57
Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58
Bunda
59
Hanya Butuh Satu Alasan
60
Memberitahu Della
61
Selamat Hari Natal..
62
Lepas Kendali
63
Ditampar Emily
64
Dia Tidak Mencintaimu
65
Cintailah Dirimu Sendiri
66
Keempat Bersaudara
67
Aku Menyerah
68
Kebenaran yang Diputarbalikkan
69
Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70
Selamat Tinggal, My Love
71
Aku tak Ingin Mencobanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!