Bersumpah

Malam ini mereka berkumpul di ruang kerja milik Jeremy. Ada enam orang di ruangan itu, Jeremy, Emily, Bibi Liana, Pak Wawan, Dokter Darren, dan jugaap Clarissa yang sejak tadi memeluk tangan Jeremy dengan posesif.

Semua berdiam diri sampai akhirnya Jeremy bersuara,

"Aku sudah memikirkan rencana Emily. Dia benar, tak perlu saling membunuh. Jadi, dari pada ide kecelakaan, aku lebih tertarik dengan rencananya untuk pura-pura sakit parah dan meninggal karena penyakit itu. Dia juga harus mengakui Clarissa sebagai sepupu jauhnya yang orang tuanya telah meninggal. Sebelum dia di nyatakan meninggal, aku mau dia menulis surat wasiat yang isinya meminta aku untuk menikahi saudara sepupunya, Clarissa."

Bibi Liana terkekeh di dalam hatinya. Ternyata keinginan Tuannya untuk berpisah dengan Nona Muda sangat besar. Begitu mendengar ide gila itu, ia bahkan tak menunggu hingga hari esok.

"Mulai malam ini, dokter pribadiku, Dokter Darren akan tinggal di sini. Dan kita akan mulai semua sandiwara ini besok pagi." Jeremy menjeda beberapa saat untuk menghela nafas.

"Tidak boleh ada yang tahu selain kita yang ada di dalam ruangan ini. Karena itu, semua yang ada di sini, harus berjanji dan menuliskan sumpahnya secara tertulis dan mengecapnya dengan darah masing-masing." lanjutnya.

'Baiklah.' Emily melambaikan tangannya dan mengambil pulpen lalu mulai menulis sumpahnya. Kini ia paham, mengapa ada jarum di atas meja.

Jeremy terkejut dengan aksi Emily, ia tak menyangka bahwa gadis itu akan menjadi orang pertama yang mengambil sumpah, bahkan ia rasa, dirinya belum selesai menyampaikan niatnya.

'Saya, Emily Hopkins, bersumpah bahwa apa yang terjadi di dalam ruangan ini akan saya rahasiakan sampai saya mati, dan saya akan mengikuti semua rencana hingga selesai dengan baik.'

Jeremy membaca goresan tinta yang di tulis dan sudah di tandatangani serta di cap dengan darah oleh Emily, sangat rapi dan bagus. Ia mengepalkan tangannya, bagaimana bisa Emily melakukannya dengan begitu mudah dan cepat, seakan ingin semua ini lekas selesai.

Emily bahkan tak terlihat takut saat melukai jempolnya.

Entahlah, dari lubuk hatinya, ia merasa tidak rela ketika tahu bahwa gadis bisu itu juga memiliki keinginan besar untuk berpisah darinya.

Namun, akhirnya ia dan mereka yang ada di situ menulis sumpahnya masing-masing, terkecuali Clarissa. Hal ini membuat Bibi Liana tidak puas.

"Bagaimana dengan Nona Clarissa? Apa ia tidak di sumpah?" tanya Bibi Liana gusar.

"Tidak perlu. Aku akan selalu memperingatkannya. Lagi pula, ia takut dengan darah." kata Jeremy.

"Seorang wanita takut darah? Apa itu tidak aneh? Bagaimana dia menghadapi tamu bulanannya?" cecar Bibi Liana.

"Ini sangat tidak adil, Tuan. Apa Tuan tidak takut dia mengkhianati Tuan?" lanjutnya.

"Clarissa tidak akan melakukan itu." sanggah Jeremy. Ia yakin, Clarissa sangat mencintainya, dan tak akan pernah berkhianat.

Namun, Bibi Liana belum senang.

"Bagaimana Tuan bisa sangat percaya seperti itu? Bagaimana kalau.."

"Baiklah!" sergah Jeremy memotong perkataan Bibi Liana. "Clarissa juga akan mengambil sumpahnya."

Kemudian ia berbalik dan berbicara dengan lembut pada Clarissa.

"Kau juga harus menulis pernyataan dan meneteskan darahmu, ya."

"Tapi aku takut sakit dan takut darah, Jeremy. Bolehkah aku hanya menulis pernyataan dan berjanji saja? Aku bersumpah tidak akan memberitahukan kepada siapa pun." ucap Clarisa dengan manja, sambil mengatup kedua telapak tangannya di depan dada.

"Tidak boleh!!" seru Bibi Liana.

"Istri sahnya Tuan saja melukai jarinya, bagaimana bisa Nona yang orang luar tidak melakukannya? Tuan harus adil!" protesnya.

Clarissa merengut, lalu meraih tangan Jeremy dengan takut.

Jeremy yang sebelumnya menatap tajam ke arah Bibi Liana, kembali menatap dan berbicara dengan lembut padanya.

"Tidak apa-apa. Aku akan memastikan ini tidak akan sakit."

Clarissa tak berani protes lagi, meskipun ia ingin. Dia lalu menulis sumpahnya. Setelah selesai, Jeremy menarik tangannya lalu menusuk jempolnya dengan jarum.

"Aww.." ringis Clarissa. Jeremy kemudian menekan jempolnya hingga tercetak darahnya di atas kertas tadi.

Setelah selesai, Jeremy memasukkan jari Clarissa ke dalam mulutnya, membuat gadis itu terkejut dan menutup wajahnya dengan satu tangannya.

"Bagaimana, sudah tidak sakit lagi, bukan?" tanya Jeremy sambil tersenyum dan mengelus kepalanya.

Clarissa hanya mengangguk, tak berani menunjukkan wajah merahnya. Jeremy senang, gadis ini sangat mudah sekali terbuai dengan tindakannya.

Akan tetapi, rasa senangnya mendadak hilang begitu ia melihat Emily yang menatapnya dengan tatapan jijik. Jeremy tidak tahan dengan tatapan itu, maka ia menyuruh Pak Wawan untuk menyimpan semua surat itu dengan baik, lalu bergegas menarik Clarissa keluar dari ruangan itu.

******

Pagi ini, Jeremy berdiri di depan pintu kamar Emily dengan tidak senang. Bibi Liana dan Emily yang hendak keluar untuk sarapan, terkejut melihatnya di situ.

"Ada apa, Tuan?" tanya Bibi Liana dengan hati-hati.

"Si kembar bersama Steven dan Fernando datang berkunjung. Mereka ingin menjengukmu." ucap Jeremy dengan ekspresi kesal sembari menunjuk Emily. Ia tak menyangka kalau saudara-saudaranya akan datang tiba-tiba seperti ini.

Emily mengangguk, jadi itu alasan calon mantan suaminya berada di sini. Ia teringat akan kesepakatan mereka, bahwa mereka harus terlihat seperti pasangan suami istri yang saling mencintai di depan orang lain.

'Baiklah, ayo kita temui mereka sekarang.' kata Emily lewat lambaian tangannya.

Jeremy mengernyit, ia tak paham artinya, maka ia menoleh ke Bibi Liana.

"Apa yang dia katakan?"

"Nona bilang, ayo temui mereka sekarang." jawab Bibi Liana.

Jeremy mendengus, gadis bisu ini benar-benar sangat merepotkan. Ia segera menarik tangan Emily menuju ruang tamu. Tanpa peduli Emily yang kesusahan mengikuti langkah lebarnya.

Di sana terlihat Dokter Darren sedang berbincang-bincang dengan Steven dan Fernando.

"Kak Emily!!" seru Indriana senang begitu melihat Emily datang.

Merek semua tertegun, melihat kakak mereka dan istrinya saling bergandengan tangan.

Steven segera berbisik pada Fernando.

"Apa kakak sudah menerima kak Emily?"

"Itu pasti. Memangnya siapa yang bisa menolak wanita sebaik kak Emily? Jika kak Jeremy masih tidak menerimanya, maka aku yang akan mengambilnya dan menjadikannya sebagai istriku." ujar Fernando yang membuat Steven mendelik tajam ke arahnya.

Bisa-bisanya bocah ini ingin mengambil istri kakaknya! Tapi masalahnya bukan itu. Kemarin terlihat jelas kalau kakak mereka tidak menyukai istrinya, dan tiba-tiba hari ini mereka bergandengan tangan? Bahkan di rumah sakit kemarin, sikap Jeremy sangat dingin. Itu tampak sangat mencurigakan.

"Ada apa?" tanya Jeremy saat melihat keempat adiknya memandangi dirinya dan Emily secara bergantian dengan tatapan curiga.

"Tidak apa-apa." jawab Fernando cepat.

"Kami bahagia melihat kalian berdua bersama." ujarnya sambil tersenyum.

Episodes
1 Malam yang Mencekam
2 Sedikit Kisah Jeremy
3 Rencana Bercerai
4 Tak Bisa Bercerai
5 Bibi Liana Marah
6 Rencana Gila Emily
7 Jeremy setuju
8 Bersumpah
9 Bersama Para Sepupu
10 Bertemu Tante Agnes
11 Curiga
12 Ingin Mati Saja
13 Kejutan dari Emily
14 Little Patisserie
15 Acara
16 Kebakaran
17 Membawa pulang Orang Asing
18 Perjalanan ke Puncak
19 Villa Rosewood
20 Melompat ke Tebing
21 Di Obati Petani
22 Daging Kelinci
23 Kisah sang Petani
24 Kisah sang Petani 2
25 Luka dan Kenangan
26 Awal Bertemu
27 Tak Ingin Pulang
28 Kehilangan Ingatan
29 Kembali ke Mansion
30 Clarissa tidak Sabar
31 Emily Menangis
32 Menolak Berdansa
33 Meminta Keponakan
34 Tetap Ingin Pergi
35 Kedatangan Alexander Charlos
36 Alergi Kacang
37 Berita Kematian
38 Lily Florist
39 Jeremy Frustasi
40 Karyawan yang Beruntung
41 Tak Sabar untuk Bertemu
42 Kehilangannya Lagi
43 Tangkap Dia!
44 Aku bukan Bonekamu Lagi
45 Akhirnya Bertemu
46 Bertamu
47 Emily Pergi Lagi
48 Bertahan Hidup di Alam Liar
49 Surat Keputusan Presiden
50 Alvin Diserang
51 Mencoba Membujuk
52 Aku akan Tetap Terluka
53 Mungkinkah Ini Karma?
54 Istana Kristal
55 Menolaknya
56 Haruskah Aku Membunuhnya?
57 Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58 Bunda
59 Hanya Butuh Satu Alasan
60 Memberitahu Della
61 Selamat Hari Natal..
62 Lepas Kendali
63 Ditampar Emily
64 Dia Tidak Mencintaimu
65 Cintailah Dirimu Sendiri
66 Keempat Bersaudara
67 Aku Menyerah
68 Kebenaran yang Diputarbalikkan
69 Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70 Selamat Tinggal, My Love
71 Aku tak Ingin Mencobanya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Malam yang Mencekam
2
Sedikit Kisah Jeremy
3
Rencana Bercerai
4
Tak Bisa Bercerai
5
Bibi Liana Marah
6
Rencana Gila Emily
7
Jeremy setuju
8
Bersumpah
9
Bersama Para Sepupu
10
Bertemu Tante Agnes
11
Curiga
12
Ingin Mati Saja
13
Kejutan dari Emily
14
Little Patisserie
15
Acara
16
Kebakaran
17
Membawa pulang Orang Asing
18
Perjalanan ke Puncak
19
Villa Rosewood
20
Melompat ke Tebing
21
Di Obati Petani
22
Daging Kelinci
23
Kisah sang Petani
24
Kisah sang Petani 2
25
Luka dan Kenangan
26
Awal Bertemu
27
Tak Ingin Pulang
28
Kehilangan Ingatan
29
Kembali ke Mansion
30
Clarissa tidak Sabar
31
Emily Menangis
32
Menolak Berdansa
33
Meminta Keponakan
34
Tetap Ingin Pergi
35
Kedatangan Alexander Charlos
36
Alergi Kacang
37
Berita Kematian
38
Lily Florist
39
Jeremy Frustasi
40
Karyawan yang Beruntung
41
Tak Sabar untuk Bertemu
42
Kehilangannya Lagi
43
Tangkap Dia!
44
Aku bukan Bonekamu Lagi
45
Akhirnya Bertemu
46
Bertamu
47
Emily Pergi Lagi
48
Bertahan Hidup di Alam Liar
49
Surat Keputusan Presiden
50
Alvin Diserang
51
Mencoba Membujuk
52
Aku akan Tetap Terluka
53
Mungkinkah Ini Karma?
54
Istana Kristal
55
Menolaknya
56
Haruskah Aku Membunuhnya?
57
Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58
Bunda
59
Hanya Butuh Satu Alasan
60
Memberitahu Della
61
Selamat Hari Natal..
62
Lepas Kendali
63
Ditampar Emily
64
Dia Tidak Mencintaimu
65
Cintailah Dirimu Sendiri
66
Keempat Bersaudara
67
Aku Menyerah
68
Kebenaran yang Diputarbalikkan
69
Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70
Selamat Tinggal, My Love
71
Aku tak Ingin Mencobanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!