Ingin Mati Saja

Byleaf Royal Restoran adalah salah satu restoran terkenal yang berada di dekat bioskop. Restoran ini terkenal dengan makanannya yang super mahal, sehingga hanya orang-orang dari kalangan atas saja yang bisa masuk ke sana.

Mereka semua kini sudah duduk melingkari salah satu meja yang ada di restoran tersebut, dengan Jeremy yang memandang tajam ke arah Emily dan saudara-saudaranya.

Ia kesal karena harus menunggu Emily yang masih berbincang-bincang dengan yang lain. Entah apa yang di bicarakan. Terlebih saat ia bertanya pada Fernando, anak itu hanya mengangkat bahunya dengan acuh.

Namun, kekesalannya harus ia tahan saat Clarissa di sampingnya terus bersikap manja padanya.

Sementara Tante Agnes selalu mencuri kesempatan untuk berbisik pada Emily agar selalu hati-hati pada Clarissa.

Emily menghela napas, bagaimana bisa Jeremy melupakan perjanjian yang mereka buat, yang mungkin saja saat ini darahnya belum kering. Meskipun mereka tidak saling mencintai, tetap saja hatinya sakit melihat orang yang menikahinya selama setahun itu lebih mementingkan gadis lain.

Sebaiknya ia menyerah sebelum hatinya semakin terluka. Ya.. Perpisahan mungkin adalah yang terbaik untuknya.

*****

Jeremy memandang Clarissa yang tertidur di ranjangnya. Entah kenapa dengan gadis ini, tiba-tiba saja ia bilang ingin tidur bersama Jeremy dengan alasan takut tidur sendirian di kamarnya. Alhasil, sebelum tidur, Jeremy memberinya jus yang telah dicampur obat tidur.

Clarissa Eden, putri dari Jordan Eden. Kalau saja Jordan mengetahui kalau putri satu-satunya jatuh cinta pada seorang pria beristri, dan pria itu hanya ingin memanfaatkannya, pastilah Jordan sudah membunuh pria itu.

Sayangnya, Jeremy telah lebih dulu diam-diam membunuh pria itu. Dan untungnya, gadis cantik seperti Clarissa di besarkan dengan penuh kemanjaan, tapi tidak di ajarkan tentang kerasnya dunia, membuat gadis ini tumbuh menjadi gadis yang mudah di taklukkan dan di manfaatkan hanya karena di beri perhatian dan kata-kata yang memikat. Memikirkan hal itu, membuat seringai jahat muncul di wajah Jeremy.

Sekali lagi, ia memandang wajah pulas Clarissa, kemudian beranjak keluar. Jeremy tidak ingin tidur seranjang dengan gadis itu.

Namun, saat ia keluar, ia melihat Emily lampu di kamar Emily masih menyala. Dan entah mengapa, hal itu mampu mengusiknya dan tanpa disadarinya, ia pun berjalan ke sana.

Tok!Tok!Tok!

Emily yang mendengar pintu kamarnya di ketok, bergegas membukanya dan terkejut mendapati Jeremy di situ.

"Kamu belum tidur?" tanya Jeremy. Sial! Mengapa aku di sini? Dan pertanyaan apa itu? gerutu Jeremy dalam hatinya.

Emily menggerakkan tangannya, namun Jeremy mengernyit tidak paham. Akhirnya Emily menarik tangan Jeremy untuk masuk. Pria itu tak menolak, malahan ia merasa tangannya yang di genggam Emily terasa hangat.

Emily kemudian menyuruh Jeremy duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya, lalu melepaskan pegangannya. Sesaat, Jeremy merasa kehilangan, namun segera ia tepis perasaan itu.

Emily kemudian mengambil kertas dan pulpen, lalu duduk di samping Jeremy kemudian menulis sesuatu. Setelah selesai, ia menunjukkannya pada Jeremy.

'Aku tidak bisa tidur. Jadi aku memutuskan untuk memeriksa laporan keuangan.' tulisnya.

Jeremy mengernyit.

"Laporan keuangan?" ulangnya.

Jeremy, meskipun tidak ingin sama sekali, namun demi nama baiknya, ia selalu memberikan uang bulanan untuk istrinya.

Emily mengangguk. Lalu menunjukkan beberapa lembar berkas pada Jeremy.

Melihat hal itu, Jeremy justru bertambah bingung. Dia sangat hafal jumlah uang yang di kirimkan olehnya untuk istrinya yang bisu itu. Mengapa jumlah di laporan itu lebih besar? Dari mana asalnya uang itu?

Jeremy memicingkan matanya dengan curiga, lalu menunjuk ke Emily kemudian menulis lagi.

'Kumohon, maafkan aku. Kamu bisa menghentikannya kalau kamu mau. Tanahmu yang ada di dekat pasar, aku menyewakannya kepada para pedagang asongan. Kupikir daripada lahan itu kosong dan ditumbuhi rumput dan tanaman liar, lebih baik menyewanya.'

'Aku memasang biaya sewa yang agak sedikit lebih murah dari yang lain. Sehingga banyak yang menyewa di sana. Dan itu mendatangkan keuntungan bagi kita.

Sebenarnya, aku ingin memberitahumu, tapi sejak kau datang, kamu selalu menghindariku. Dan karena kita sudah sepakat dengan perjanjian itu, aku memutuskan untuk memeriksanya lagi, agar besok bisa memberikannya kepada Clarissa. Bagaimana pun, kelak dia yang akan menjadi istrimu, jadi dia harus mengetahui tentang ini."

Membaca tulisan yang panjang ini, membuat Jeremy kehilangan kata-katanya. Ia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Emily akan melakukan hal ini saat ia tak ada.

Jeremy pikir, gadis bisu ini hanya bisa makan tidur dan menghabiskan uangnya. Jeremy teringat kata-kata Bibi Liana, bahwa Emily jauh lebih baik dan lebih hebat dari yang terlihat.

"Tidurlah. Ini sudah larut. Besok saja baru di lanjutkan." ujar Jeremy.

'Aku tidak bisa tidur.' tulis Emily.

"Kenapa?"

'Hari ini aku tidak melakukan apapun yang membuatku lelah. Itu membuatku sulit tidur.'

"Maksudmu, kamu tidak bisa tidur kalau tidak benar-benar lelah?” tanya Jeremy. Alasan macam apa itu? pikirnya saat melihat Emily mengangguk.

"Berbaring diam di tempat tidur sambil menutup mata juga bisa membuatmu tidur perlahan." lanjutnya.

Namun Emily menggeleng. Lalu menulis,

'Jika aku tidak benar-benar lelah, lalu berbaring lama, pikiranku akan kosong, dan aku akan mulai memikirkan hal yang aneh-aneh.'

"Contohnya?" tanya Jeremy penasaran.

'Misalnya, bagaimana kalau aku mati saja? Bagaimana kalau aku melompat dari atas balkon sana? Bukankah sejak dulu tidak ada yang menyukaiku?' tulisnya dengan wajah muram.

'What the...' Jeremy benar-benar terkejut sampai ia melebarkan matanya. Ia menatap Emily dengan tidak percaya. Ia memicingkan matanya.

Gadis ini, sedang mengatakan yang sebenarnya atau hanya sekedar mencari perhatiannya?

"Jika kau memang ingin mati, mengapa sejak awal kau tidak membiarkanku membunuhmu? Aku bisa mengabulkan keinginanmu sekarang." ucap Jeremy tajam.

Emily tersenyum dan menatapnya dengan tenang. Lalu kembali menulis,

'Sayangnya, aku belum boleh mati sekarang. Setidaknya sebelum Tuhan sendiri yang ingin aku mati.'

"Kenapa tidak boleh sekarang?" tanya Jeremy.

'Ada yang pernah berkata padaku, aku harus terus hidup selama aku masih di beri kesempatan untuk hidup. Orang itu bilang, aku harus lebih menghargai hidup.'

Jeremy terkesiap. Ia merasa pernah mengatakan kata-kata itu pada seseorang. Namun, siapa yang mengatakan hal semacam itu pada istrinya?

"Siapa yang memberimu nasehat seperti itu?"

'Entahlah. Aku tidak ingat rupanya. Hanya kata-kata itu saja yang selalu terngiang saat keinginanku untuk mati muncul.' tulis Emily, lalu melamun.

Jeremy yang melihat Emily terdiam, tidak bertanya lagi, ia pun segera keluar dari kamar Emily tanpa mengatakan apapun. Membiarkan Emily sibuk dengan pikirannya.

Episodes
1 Malam yang Mencekam
2 Sedikit Kisah Jeremy
3 Rencana Bercerai
4 Tak Bisa Bercerai
5 Bibi Liana Marah
6 Rencana Gila Emily
7 Jeremy setuju
8 Bersumpah
9 Bersama Para Sepupu
10 Bertemu Tante Agnes
11 Curiga
12 Ingin Mati Saja
13 Kejutan dari Emily
14 Little Patisserie
15 Acara
16 Kebakaran
17 Membawa pulang Orang Asing
18 Perjalanan ke Puncak
19 Villa Rosewood
20 Melompat ke Tebing
21 Di Obati Petani
22 Daging Kelinci
23 Kisah sang Petani
24 Kisah sang Petani 2
25 Luka dan Kenangan
26 Awal Bertemu
27 Tak Ingin Pulang
28 Kehilangan Ingatan
29 Kembali ke Mansion
30 Clarissa tidak Sabar
31 Emily Menangis
32 Menolak Berdansa
33 Meminta Keponakan
34 Tetap Ingin Pergi
35 Kedatangan Alexander Charlos
36 Alergi Kacang
37 Berita Kematian
38 Lily Florist
39 Jeremy Frustasi
40 Karyawan yang Beruntung
41 Tak Sabar untuk Bertemu
42 Kehilangannya Lagi
43 Tangkap Dia!
44 Aku bukan Bonekamu Lagi
45 Akhirnya Bertemu
46 Bertamu
47 Emily Pergi Lagi
48 Bertahan Hidup di Alam Liar
49 Surat Keputusan Presiden
50 Alvin Diserang
51 Mencoba Membujuk
52 Aku akan Tetap Terluka
53 Mungkinkah Ini Karma?
54 Istana Kristal
55 Menolaknya
56 Haruskah Aku Membunuhnya?
57 Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58 Bunda
59 Hanya Butuh Satu Alasan
60 Memberitahu Della
61 Selamat Hari Natal..
62 Lepas Kendali
63 Ditampar Emily
64 Dia Tidak Mencintaimu
65 Cintailah Dirimu Sendiri
66 Keempat Bersaudara
67 Aku Menyerah
68 Kebenaran yang Diputarbalikkan
69 Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70 Selamat Tinggal, My Love
71 Aku tak Ingin Mencobanya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Malam yang Mencekam
2
Sedikit Kisah Jeremy
3
Rencana Bercerai
4
Tak Bisa Bercerai
5
Bibi Liana Marah
6
Rencana Gila Emily
7
Jeremy setuju
8
Bersumpah
9
Bersama Para Sepupu
10
Bertemu Tante Agnes
11
Curiga
12
Ingin Mati Saja
13
Kejutan dari Emily
14
Little Patisserie
15
Acara
16
Kebakaran
17
Membawa pulang Orang Asing
18
Perjalanan ke Puncak
19
Villa Rosewood
20
Melompat ke Tebing
21
Di Obati Petani
22
Daging Kelinci
23
Kisah sang Petani
24
Kisah sang Petani 2
25
Luka dan Kenangan
26
Awal Bertemu
27
Tak Ingin Pulang
28
Kehilangan Ingatan
29
Kembali ke Mansion
30
Clarissa tidak Sabar
31
Emily Menangis
32
Menolak Berdansa
33
Meminta Keponakan
34
Tetap Ingin Pergi
35
Kedatangan Alexander Charlos
36
Alergi Kacang
37
Berita Kematian
38
Lily Florist
39
Jeremy Frustasi
40
Karyawan yang Beruntung
41
Tak Sabar untuk Bertemu
42
Kehilangannya Lagi
43
Tangkap Dia!
44
Aku bukan Bonekamu Lagi
45
Akhirnya Bertemu
46
Bertamu
47
Emily Pergi Lagi
48
Bertahan Hidup di Alam Liar
49
Surat Keputusan Presiden
50
Alvin Diserang
51
Mencoba Membujuk
52
Aku akan Tetap Terluka
53
Mungkinkah Ini Karma?
54
Istana Kristal
55
Menolaknya
56
Haruskah Aku Membunuhnya?
57
Terkadang, Dunia Terlalu Jahat
58
Bunda
59
Hanya Butuh Satu Alasan
60
Memberitahu Della
61
Selamat Hari Natal..
62
Lepas Kendali
63
Ditampar Emily
64
Dia Tidak Mencintaimu
65
Cintailah Dirimu Sendiri
66
Keempat Bersaudara
67
Aku Menyerah
68
Kebenaran yang Diputarbalikkan
69
Itu Tidak Lebih dari Kecelakaan
70
Selamat Tinggal, My Love
71
Aku tak Ingin Mencobanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!