Athana berdiri mematung di dekat mayat Jessy. Dalam keadaan yang masih kalut, ia dipaksa bangkit dengan fakta-fakta mengejutkan. Dalam waktu singkat, kilasan balik tentang hari-hari sebelumnya terlintas begitu saja. Mulai dari sikap manis Alex, sikap manja Jessy, sampai sikap bijak dari seorang Johan. Pria yang selama ini dipuja sebagai pemimpin yang sangat baik, ternyata telah merencanakan pembunuhan keji terhadap dirinya.
Awal mula dia masuk menjadi anggota Red, Johan memang pernah memujinya cantik dan pintar. Namun, Athana menganggap biasa pujian tersebut. Dia tak menduga ternyata ada maksud lain di balik kalimat itu, lebih tak menduga lagi dirinya dicap angkuh karena hal tersebut.
"Alex adalah lelaki yang bertanggung jawab, hal baik jika kau menjalin hubungan dengannya, Athana."
Athana tersenyum miris saat mengingat ucapan Johan ketika dirinya dan Alex mengakui hubungan. Layaknya seorang ayah, Johan memberikan restu serta nasihat-nasihat yang sangat bijak. Siapa sangka, setahun setelahnya dia mengharapkan Alex sebagai menantu untuk putrinya.
"Kak Athana dan Kak Alex sangat serasi. Kalian adalah pasangan terbaik di Red. Selain cantik dan tampan, kalian juga sama-sama romantis. Aku sudah tidak sabar menantikan pernikahan kalian."
Air mata Athana berjatuhan dan berbaur dengan darah Jessy. Wajah polos yang selalu mendukungnya dan seolah-olah bersahabat dengannya, ternyata menikamnya dari belakang. Dengan tega dia menjalin hubungan dengan Alex, bahkan sampai tidur bersama. Kesalahan apa yang telah dia lakukan, sampai-sampai sepanjang hidup dihadapkan dengan pengkhianatan.
"Lagi-lagi aku tidak tahu apa artinya aku dilahirkan."
Athana menggigit bibir sambil memejam. Kini bukan lagi kenangan bersama Red yang ia ingat, melainkan bersama keluarga kandungnya.
Sejak kecil Athana sering dihadapkan pada sebuah pertengkaran. Entah apa yang terjadi pada orang tuanya, mereka kerap berselisih dan berakhir dengan tindak kekerasan. Tidak peduli meski di hadapan anak-anak, mereka tetap melakukannya.
Jika hal itu terjadi, Athana hanya bisa berpelukan dengan kakaknya. Masing-masing saling menguatkan agar tidak terpengaruh dengan pertengkaran orang tua.
Sampai akhirnya, Athana dan kakaknya beranjak remaja. Saat itu pula, orang tuanya bercerai. Ibunya pergi entah ke mana, sampai bertahun-tahun kemudian tak pernah berkunjung. Sampai tumbuh dewasa, Athana dan kakaknya hanya hidup bersama sang ayah.
Meskipun kerap rindu, tetapi Athana berusaha kuat, setidaknya masih ada kakak dan ayah di sampingnya.
"Dek, teman Kakak ulang tahun. Kamu temani Kakak pergi ya."
Athana yang polos tidak mencium gelagat jahat dari ajakan kakaknya. Dia mengiakan, bahkan dengan senang hati. Sedikit pun tak terbayangkan jika hal itu menjadi awal mimpi buruk dalam hidupnya.
Athana dijebak dan dijual pada pria hidung belang. Kesucian yang ia jaga hilang karena direnggut paksa oleh pria durjana. Tak sampai di situ saja, kakaknya sengaja merekam apa yang terjadi dan memberitahukan kepada ayahnya. Dia mengatakan bahwa Athana sengaja menjual diri untuk menambah uang jajan. Tanpa mengusut tuntas, ayahnya percaya. Athana ditampar dan diusir dari rumah, namanya juga dicoret dari daftar keluarga.
"Kenapa Kakak melakukan ini?" tanya Athana kala itu.
"Tentu saja karena warisan. Aku tidak rela jika aset Papa dibagi dua. Semua ini hanya untukku, kamu tidak layak menerimanya."
Athana menangis pilu saat itu. Demi sebuah warisan, sang kakak tega menggadaikan kesucian dan masa depan. Pantaskah saudara bersikap demikian?
Ketika Athana berkemas dan siap angkat kaki dari rumah, tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan kakak dan ayahnya. Apa yang terjadi ternyata sudah direncanakan. Dirinya bukan putri kandung keluarga itu, melainkan anak sang adik yang sudah lama tiada. Satu hal yang membuat Athana sangat sakit—pemilik sah harta tersebut adalah ibu kandungnya. Dia meninggal karena perbuatan curang sang kakak. Sementara orang yang selama ini dianggap ibu, diceraikan dan diusir karena menentang rencana kejam atas dirinya.
Malam itu, Athana pergi sambil membawa luka yang cukup dalam. Dengan tertatih ia mencari tempat berteduh. Setelah menemukan kontrakan dan lowongan pekerjaan, Athana mulai menata lembaran baru. Sebisa mungkin ia pendam jauh luka-luka yang menganga.
Akan tetapi, kakak yang sebelumnya sangat disayangi begitu kejam padanya. Video yang ia dapat pada malam itu, sengaja disebar di media sosial. Semua orang bisa melihat, dan Athana menanggung malu yang tidak terkira. Dia pun pergi tak tentu arah. Lantas, rasa putus asa membuatnya memilih bunuh diri.
Akan tetapi, niat Athana gagal sebelum terlaksana. Baru saja ia menaiki pagar pembatas di jembatan, seorang lelaki menolongnya. Dia adalah anak buah Johan yang sedang menyelesaikan misi di kota tempat Athana tinggal.
"Ikutlah denganku, kelak kamu akan hidup bahagia. Tidak akan ada lagi yang berani menindasmu."
Entah dorongan dari mana, kala itu Athana langsung mengiakan ajakannya. Sebuah pilihan yang entah harus disesali atau tidak. Dulu, Athana merasa bahagia karena di dalam Red semua orang menghargainya, terlebih setelah mengenal Alex. Lelaki itu memperlakukannya dengan istimewa. Namun kini, pengkhianatan telah membuka kembali luka yang tidak pernah sembuh sempurna.
"Di tengah keputus asaan kalian datang. Kalian memberikan perlindungan dan perhatian padaku, tapi di sisi lain juga menjadikanku pembunuh yang kejam. Sekarang ... perbuatan kalian membuatku merasakan kembali rasanya putus asa. Jadi ... kalian pun harus merasakan kekejaman pembunuh yang telah kalian ciptakan."
Athana mengusap air matanya sambil tersenyum licik. Walau tatapannya terlihat datar dan kosong, tetapi segala rencana sudah tersusun rapi dalam otaknya.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Hamimah Jamal
🥺🥺🥺
2024-01-17
1
Stevani febri
god tdk mudah di tindas wanita yg tangguh 👍
ayo athana balaskan semua dendammu.
2022-11-13
0
Kiki Sulandari
Menyedihkan sekali hidupmu,Athana...
Athana,kau harus kuat...
2022-11-11
0