"Sial!" Umpat David setelah baru saja keluar dari sebuah rumah tempatnya biasa bermain taruhan judi.
Semua uang ayah dan ibu nya yang ia rampas telah habis karena kalah judi, ia pun bergegas pulang ke rumah ingin mencari barang apa pun yang bisa ia jadikan uang untuk taruhan judi lagi. David tidak terima dirinya kalah begitu saja, dan bertekad untuk mengalahkan lawannya namun saat ini ia harus mencari modal judi lagi.
David melongo melihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir didepan rumah nya, ia mengusap badan mobil itu yang mengkilat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya merasa takjub.
Namun, mobil siapakah ini, orang dermawan mana yang datang bertamu ke rumahnya yang kumuh ini dan ada keperluan apa? Merasa penasaran David pun bergegas masuk kedalam rumah. Ia memelankan langkah nya saat mendengar suara seorang laki-laki yang tampaknya sedang mengobrol dengan seseorang di telepon. David pun mengendap dan mengintip kearah ruang tamu, ia melihat ayah dan ibu nya serta seorang wanita dan laki-laki yang duduk berhadapan dengan ayah dan ibu dengan posisi membelakanginya.
David membelalakkan mata nya saat menyadari wanita itu adalah adiknya yang sudah lama tidak pulang. Yang ia tahu dari ibu, adiknya itu sudah menikah dan ikut dengan suaminya, dan David pun menyimpulkan jika laki-laki yang duduk di samping Tania itu adalah adik iparnya, suami Tania.
David menggelengkan-gelengkan kepalanya, ia tidak menyangka jika adiknya menikah dengan orang kaya. Yah, tentu orang kaya yang mempunyai mobil mewah yang ia lihat diluar tadi.
David menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Pak Vino, terima kasih banyak karena sudah memberikan aku kesempatan untuk merawat bayi ini. Aku janji setelah 6 bulan aku akan pergi sejauh mungkin dari kalian." ucap Tania sambil terisak. Kesedihannya yang memikirkan perpisahannya terhadap bayinya setelah lahir sedikit terkikis setelah Vino merubah isi surat perjanjian itu yang mengizinkan merawat bayinya sampai berusia 6 bulan.
"Justru aku yang harus nya berterima kasih karena kamu sudah bersedia menerima tawaranku dan mau mengandung anakku, hal yang mungkin tidak akan perna diberikan oleh Elza." ujar Vino.
"Walau awalnya saya marah dengan apa yang dilakukan Tania, melakukan perjanjian pinjam rahim untuk mendapat uang untuk biaya pengobatan saya. Tapi saya sedikit lega setelah tahu Pak Vino ternyata menikahi Tania, dengan begitu Putri kami tetap masih memiliki harga dirinya meskipun pernikahan itu didasari atas dasar kerja sama pinjam rahim saja." tutur ayah, ia berusaha menegarkan hatinya saat mengatakan itu. Ayah mana yang tak sedih melihat putrinya berkorban sebesar itu, sampai rela menyewakan rahim nya yang merupakan aset terpenting seorang wanita. Apalagi Tania melakukan itu demi mendapat biaya untuk pasang ring jantungnya.
Vino tak tahu harus menanggapi bagaimana ucapan lelaki paruh baya yang merupakan ayah mertuanya itu, ia hanya bisa menghela nafas yang kemudian tersenyum kepada ayah dan ibu nya Tania, lalu beralih menatap Tania dengan masih tersenyum.
David yang masih menguping sampai menggelengkan-gelengkan kepalanya mendengarkan percakapan itu, ia benar-benar tak menyangka jika pernikahan adiknya itu hanya sekedar menyewakan rahim nya saja. Namun, bukan David namanya jika ia tidak mengambil keuntungan dari itu semua.
David tersenyum menyeringai sambil membenarkan kerah kemeja nya, lalu dengan langkah bak preman berjalan masuk kedalam ruang tamu.
"Ouw ouw, jadi begitu cerita nya, ternyata aku ketinggalan berita. Ayah, Ibu kenapa tidak perna mengatakan padaku jika adikku yang cantik ini menikah hanya sekedar menyewakan rahim nya saja. Kalau Ayah dan Ibu bilang sejak awal kita pasti mendapat keuntungan yang banyak." ucap David dengan angkuhnya sambil menatap Tania dan Vino bergantian.
"David!" Bentak ayah. "Apa yang kamu katakan? Jika saja kamu sedikit berguna, Adikmu tidak perlu melakukan itu semua, Putri Ayah hanya terpaksa melakukan itu karena ingin Ayahnya tetap hidup, tidak seperti kamu yang bisa nya hanya bikin susah!" seru ayah dengan berapi-api, jika saja ibu tidak menahan lengannya pasti ia sudah berdiri menghajar putra nya yang tidak tahu diri itu.
Vino masih diam menjadi pendengar, namun dibalik jas sebelah tangannya sudah terkepal siap melayangkan bogem mentahnya jika laki-laki yang merupakan kakak iparnya itu sudah melebihi batas. Sementara Tania, ia terperangah, ia terkejut dan tidak menyangka jika sang kakak bisa-bisanya berkata hal demikian.
"Kenapa Ayah marah? Apa yang aku katakan itu benar. Tania menyewakan rahim nya dan itu sama saja dia menjual bayinya sendiri, dan penjual harus nya mendapatkan keuntungan yang banyak kan dari hasil penjualannya?" ujar David sambil menatap ayahnya dengan mengangkat sebelah alisnya.
Ayah tidak tahan mendengarnya, ia hendak berdiri untuk menghajar putra nya itu, namun lagi-lagi ibu menahannya dan membisikkan sesuatu yang akhirnya membuat ayah hanya bisa diam saja di tempat dengan nafas terengah menahan amarah serta tatapan yang begitu tajam menatap David.
Beberapa saat kemudian David berpindah menatap Vino yang hanya diam saja dengan wajah datar, "Hei kau," tunjuknya tepat kearah wajah Vino. "Aku sebagai Kakak nya Tania berhak mendapatkan keuntungan dari hasil sewa rahim adik ku. Jadi berikan aku uang sekarang!" ucap nya dengan nada membentak.
"Kalau aku tidak mau memberikan mu uang, bagaimana?" tanya Vino dengan nada pelan dan tenang.
"Kalau kau tidak mau memberikan aku uang, aku akan melaporkan mu ke polisi karena sudah melakukan pernikahan ilegal dengan tujuan yang tidak masuk akal. Apa itu pinjam rahim, ck ck ck" ucap David sambil menatap remeh pada Vino.
Tentu saja Vino tidak takut dengan ancaman itu, ia malah terkekeh mendengarnya yang membuat David menjadi kesal.
"Hei! Kau pikir aku hanya bercanda, huh!" sentak David.
"Cukup, Kak," Tania yang sedari diam akhirnya bersuara seraya berdiri. Ia menatap Kakak nya itu dengan tajam, tak ada lagi rasa takut seperti dulu saat David selalu merampas uang nya dan membuat nya tak berdaya untuk melawan.
"Jika Kak David berani melapor ke polisi, aku pun akan melakukan hal yang sama. Aku akan melaporkan Kak David yang suka berjudi dan mabuk-mabukan!" sergah Tania.
David menggeretakkan giginya, ia mengangkat tangannya hendak menampar adiknya itu, namun dengan cepat ditahan oleh ayah dan langsung menarik putra nya itu keluar dari rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
febby fadila
mati aja kau david bikin susah orang tua aja...
2025-03-16
0
Wirda Wati
davit memang lebay...
2023-09-23
1
Wiwik Daryanti
ngk up lg ka
2022-11-29
2