Setelah Elzara sudah meninggalkan apartemen, Vino menghembuskan nafasnya yang seolah tercekat seraya berbalik menatap Tania. Dapat ia lihat raut kecewa masih terpatri jelas dikedua manik yang juga sedang menatapnya dengan lekat.
Dengan gerakan pelan Vino mengayunkan langkah mendekati wanita yang tengah mengandung anaknya itu, lalu meraih kedua tangannya dan mengenggamnya dengan erat. Vino tahu ia sudah menyakiti perasaan ibu dari anaknya itu yang seharusnya ia jaga perasaanya yang mana nanti bisa berpengaruh pada kandungannya.
Dan Tania pun tahu laki-laki yang menyewa rahimnya ini dan mengikatnya kedalam pernikahan kontrak, pasti telah menyesali perbuatannya yang sudah menuduh dirinya, namun tetap saja rasa nya sakit padahal tak semestinya rasa sakit itu ada karena dirinya memang hanyalah wanita bayaran.
Dua pasang tangan yang masih tertaut, namun si empunya masih diam membisu dengan saling menatap satu sama lainya.
Tak tahu harus mengatakan apa, Vino membawa Tania menuju ruang makan karena seingatnya tadi pagi Tania belum memakan apa pun sebelum pertengkaran itu terjadi dan mengurungnya didalam kamar.
Bara yang masih berada diruangan itu terus mengembangkan senyum tipis dibibirnya sambil menatap langkah Tania dan Bara hingga hilang dibalik tembok pembatas ruangan. Orang ketiga memang sangat tidak diharapkan keberadaanya dengan apa pun dan bagaimana pun alasannya, namun entah kenapa justru ia malah mendukung Tania agar tetap berada disisi Vino. Alasannya bukan hanya karena akan ada seorang anak diantara mereka yang membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya, tetapi juga karena menurutnya wanita seperti Tania memang pantas untuk diratukan karena kepribadiannya yang sangat jauh berbeda dari Elzara.
Di ruang makan, Vino menuntun Tania untuk duduk dikursi yang baru saja ia tarik kemudian ia pun menundukkan tubuhnya disamping Tania.
"Saya minta maaf karena bukan hanya sudah menuduh dan mengurung kamu didalam kamar, tapi juga sudah membuat kamu kelaparan." ujar Vino dengan tatapan penuh sesal.
Vino berdiri dari tempat duduknya hendak menyajikan makanan untuk Tania, namun dicegah oleh wanita itu. "Tidak perlu repot-repot, Pak, kalau saya mau makan saya bisa ambil sendiri."
"Kamu dari pagi belum makan gara-gara saya, jadi biarkan sekarang saya yang menyajikan makanan untuk kamu." Vino mengambil piring yang sudah tersedia dimeja makan, namun piring itu diambil oleh Tania dan meletakkannya kembali ditempatnya semula.
"Saya sudah makan sewaktu Pak Vino masih belum sadar tadi," ujar Tania seraya berdiri dari tempat duduknya. "Permisi, Pak, saya ingin istirahat perut saya terasa sedikit keram mungkin karena telat makan." sambungnya lalu membalikkan badan pergi dari hadapan Vino.
Vino menatap nanar punggung Tania yang sudah perlahan menjauh, dengan langkah cepat ia segera menyusul istri kedua nya itu lalu meraih sebelah tangannya sehingga terlihat seperti sepasang kekasih yang berjalan sambil bergandengan tangan.
"Pak," Tania tersentak kaget.
"Biar saya temani kamu istirahat." ucap Vino sembari menautkan jari-jari tangannya disela-sela jari tangan Tania.
Vino tersenyum menatap istrinya itu, namun Tania memasang wajah datar lalu memalingkan wajah menatap kedepan dan tetap membiarkan tangannya digenggam oleh Vino, karena percuma menolak apa yang dilakukan laki-laki disampingnya ini adalah perintah yang tidak bisa dibantah.
Hampir mencapai kamar, Tania memekik kaget karena tiba-tiba Vino menggendongnya ala bridal style.
"Pak Vino, apa yang Bapak lakukan?" Tania berusaha untuk turun dari gendongan Vino, namun laki-laki itu semakin merengkuhnya dengan erat.
"Diam Tania, nanti kamu jatuh. Kamu tenang saja saya tidak akan berbuat yang macam-macam. Saya hanya tidak ingin Ibu dari anakku kelelahan." ujar Vino lalu melanjutkan langkah nya menuju kamar.
Sesampainya dikamar Vino membaringkan tubuh Tania diatas tempat tidur dengan pelan kemudian menarik selimut menutupi sebagian tubuh Tania.
"Tidurlah, saya akan menemani kamu disini." ucap Vino sembari mendudukkan tubuhnya disamping Tania.
"Pak Vino bisa melanjutkan pekerjaan Bapak, tidak perlu menemani saya disini."
Vino menghela nafasnya, ia sama sekali tidak suka mendengar penolakan, namun karena ia yang bersalah disini ia berusaha untuk mengontrol emosinya.
"Saya tahu kamu marah dan kecewa, tapi saya mohon jangan menolak apa pun yang saya lakukan terhadap kamu karena itu semua saya lakukan semata-mata hanya demi kenyamanan kamu yang sedang mengandung anakku. Saya tidak mau kamu sampai merasa tidak nyaman yang bisa membuat kamu menjadi stres. Jadi lebih baik sekarang kamu tidur." ujar Vino.
Tania pun memiringkan tubuhnya membelakangi Vino, entah kenapa ia merasa kecewa mendengar penuturan Vino. Bodoh sekali ia berharap laki-laki itu memperhatikannya, semua perhatian yang diberikan Vino semata-mata hanya lah demi anak yang dikandungnya.
Beberapa saat kemudian Tania pun terlelap, Vino masih setia menemani disampingnya tanpa berniat untuk beranjak padahal Tania sudah tertidur pulas, dapat ia dengar dengkuran halus yang menandakan wanita itu sudah terbuai kealam mimpi.
Tanpa sadar Vino mengembangkan senyum menatap punggung Tania yang membelakangi nya, ia teringat saat pertama kali memulai hari bersama Tania, wanita itu sangat canggung dan terlihat takut saat berhadapan dengannya, namun seiring berjalan nya waktu Tania mulai terbiasa dan memperlakukannya selayaknya suami pada umumnya, tetapi setelah kesalahpahaman itu Tania kembali bersikap seperti saat awal pertemuannya yang selalu saja menolak semua perlakuannya.
Vino terhenyak dari lamunannya beberapa bulan lalu saat teringat dengan Bara, ia segera turun dari ranjang setelah memastikan Tania sudah benar-benar tertidur, kemudian keluar dari kamar untuk menghampiri Bara yang tadi ia tinggal diruang tamu.
Syukurlah kamu masih disini, ada yang ingin saya bicarakan." ujar Vino seraya duduk disamping asistennya itu.
"Kalau Pak Vino masih ingin membicarakan soal kesalahpahaman itu lagi, saya rasa itu tidak perlu karena saya sudah menganggapnya selesai dan tidak perlu dibahas lagi, apa lagi sampai Pak Vino meminta maaf pada saya, itu tidak perlu Pak." ucap Bara sambil tersenyum simpul.
Vino pun ikut tersenyum, ia sudah salah besar karena sempat meragukan Bara.
"Tapi kalau Pak Vino ingin menebus kesalahan Bapak, lakukan dengan cara memperlakukan Nona Tania dengan baik, jangan buat dia merasa tertekan karena selama ini dia sudah tertekan dengan perlakuan kakaknya. Dan anggap saja ini adalah permintaan dari temannya Tania yang ingin melihat dia bahagia walau hanya sesaat." tutur Bara.
''Oh, jadi sekarang kamu sudah berteman dengan Tania?" tanya Vino.
Bara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Tidak masalah kan saya berteman dengan Nona Tania?"
"Tidak, sama sekali tidak masalah tetapi kamu harus tetap menjaga batasan kamu karena bagaimanapun status Tania adalah istriku. Dan kamu tidak perlu khawatir, saya akan memperlakukan dengan baik temanmu itu karena dia adalah Ibu dari anakku." ujar Vino.
Bara pun turut senang mendengarnya, meskipun hanya bersifat sementara tetapi setidaknya untuk beberapa bulan kedepan Tania bisa merasakan keindahan hidup sebelum dunianya kembali terguncang saat tiba waktunya nanti berpisah dari bayinya.
Bara pun menyudahi percakapannya kemudian berpamitan kembali ke kantor dan sebelum nya mengatakan pada Vino untuk tidak memikirkan masalah pekerjaan karena ia akan mengurus segalanya, dan yang perlu dilakukan Vino hanyalah memastikan Tania baik baik saja.
Sementara itu, Elzara yang saat ini berada disebuah cafe terlihat uring-uringan seorang diri. Pikirannya benar-benar kacau setelah Vino mengetahui perbuatannya. Ia tidak suka keberadaan Tania disamping Vino apalagi wanita itu kini tengah mengandung yang bisa saja sewaktu-waktu menarik perhatian Vino untuk tetap mempetahankannya meskipun batas waktu perjanjian mereka telah mencapai waktunya. Memikirkan itu semua membuatnya semakin membenci Tania, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain diam sampai keadaan membaik dan memulai misinya lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Wirda Wati
semoga vino jatuh cinta sama tania
2023-09-23
4
Dinda Ainun
Ditunggu kelanjutannya kak...
Menunggu saat Vino jatuh cinta sma Tania...
2022-11-18
5
Bryant Ibrahim
ku tunggu up-nya Thor
2022-11-17
1