Gairah Yang Tinggi

"Tuan, mari kita ke hotel atau rumahmu!" ajak gadis itu yang berdiri sambil menarik dasi Gan.

Gan bangkit dari tempat duduknya dan bertatapan dengan gadis cantik itu sambil berkata," maaf, aku tidak berminat."

"Aku pulang dulu! malam ini aku yang traktir," ucap Gan pada ketiga temannya itu.

"Tuan, kenapa tidak membiarkanku menghilangkan tekananmu?" goda gadis itu yang menyentuh bagian bawah tubuh Gan.

Gan yang merasakan sentuhan ia langsung menahan tangan gadis itu dengan berkata," menjauh dariku, Jal*ng."

Tidak lama kemudian Gan pergi meninggalkan teman-temannya.

"Eh...," ucap Phong yang terhenti.

"Lihatlah dia! sering saja dia menolak, apakah dia adalah pria sejati?" tanya Mario pada dua temannya.

"Dia adalah pria yang sangat sayang dengan perjakanya sehingga tidak rela diberikan pada wanita mana pun,"ujar Phan dengan kesal.

Gan yang meninggalkan pub dan mengendarai mobil menuju ke villanya.

"Aku sudah mengerti, kalau cinta maka pertahankanlah, walau ada badai yang akan menjadi penghalang kami. aku juga tidak perlu meragukannya. paman mengatakan kami tidak berjodoh, bukan berarti aku harus memilih melepaskan dia. walau kami tidak bisa bersama setidaknya aku sudah berusaha, dan aku tidak akan menyesal apa pun hasilnya," gumam Gan.

Setelah setengah jam kemudian Gan tiba ke villa dan langsung melangkah dengan cepat masuk ke dalam.

"Gan, kebetulan sekali kamu sudah pulang, apa kamu sudah makan? aku sudah siap memasak," kata Veronica yang sedang menghidangkan makanan ke atas meja.

Gan merasa terharu karena melihat beberapa jenis makanan yang di sediakan oleh Veronica sendiri.

"Perasaan ini seperti seorang suami yang di sambut oleh seorang istri," batin Gan.

"Gan, kenapa kamu tersenyum? apa ada yang aneh?"

"Tidak, aku hanya tidak menyangka saat aku pulang ada yang menyuruhku makan," jawab Gan yang menghampiri meja makan.

"Aku tinggal di rumahmu tidak mungkin aku tidak melakukan apa pun, oleh sebab itu aku melihat apa yang ada di kulkas dan memasaknya untukmu," jawab Veronica yang memberikan sumpit pada Gan.

"Maaf, kalau masakan ku buruk, mungkin saja selera kita beda. aku hanya bisa memasak menu australia," ucap Veronica.

"Tidak apa-apa, apa nama makanan ini?" tanya Gan yang mencicipi makanan itu dengan sumpitnya.

"Ini Chiken parmigiana ialah olahan ayam dengan lelehan keju morazella. dan saus tomat di atasnya. Dada ayam dilapisi tepung dan digoreng hingga keemasan. Lalu, potongan keju mozarella diberikan di atasnya dan dipanggang hingga meleleh. dan ini adalah pumpkin soup merupakan sup berbahan dasar labu. dan terakhir adalah vegemite selai dengan rasa sayuran. aku berharap kamu tidak keberatan kalau aku menyiapkan makanan ini," ucap Veronica.

"Aku bisa merasakan makanan luar negeri, ini tidak buruk," kata Gan yang menyantap makanan itu.

"Bagaimana rasanya?"

"Enak, sejujurnya aku pertama kali makan masakan australia," jawab Gan dengan senyum.

"Makan yang banyak," ucap Veronica sambil makan dengan lahap.

Villa Axton.

Axton yang hingga kini telah kehilangan jejak tunangannya membuatnya merasa kesal.

"Aku telah mencarimu hampir seluruh bangkok tapi kau bisa menghilang begitu saja," ketus Axton yang sedang melihat mutiara yang ada digenggamannya.

"Veronica tidak mengenal jalan di bangkok, tidak mungkin dia bisa bersembunyi." gumam Axton.

"Axton...," suara panggilan Nana yang muncul di hadapannya.

"Untuk apa kau ke sini lagi?" tanya Axton yang sedang duduk di sofa.

"Jangan merindukan yang telah pergi!" ujar Nana yang duduk di kaki Axton.

"Aku mencintainya," jawab Axton yang menatap mutiara itu.

"Kalau hanya tubuhnya kau suka, aku juga bisa. bukankah selama ini tubuhku bisa memuaskanmu," ucap Nana yang mencium wajah tampan siluman ular itu.

"Pergilah! suasana hatiku sedang tidak baik."

"Kau sedih karenanya, oleh karena kau sedang bersedih maka carilah kesenangan. mungkin saja kau akan segera mendapatkan dia besok," goda Nana yang melepaskan pakaian bagian bawahnya sehingga menampakkan bagian intinya.

Axton melihat bagian bawah tubuh wanita itu dengan tanpa beralih pandangan.

"Puaskanlah dirimu malam ini! lupakan dia!" goda Nana yang memasukan tangannya ke dalam celana Axton. ia memainkan tangannya di dalam sana sehingga senjata pria itu mengeras.

"Kau sudah tidak tahan, mari kita melakukannya!" ajak Nana yang membuka sleting celana Axton.

Axton bangkit dari sofa dan melepaskan semua celananya sehingga tanpa sehelai benang. kini terlihat bagian pentingnya sedang ingin menyerang goa wanita yang sering dijadikan sebagai pemuas.

Axton mendorong Nana ke sofa, dan membuka kaki wanita itu lebar-lebar dan kemudian langsung mendorong masuk pusakanya dengan kasar ke dalam goa kesukaannya.

Axton mengerakan pusakanya maju dan mundur, ia sangat menikmati goa milik wanita itu, sehingga mengerang dan bergerak semakin cepat. tidak lama kemudian ia mencapai puncak kenikmatan dan melanjutkan lagi gesekannya itu.

"Axton, lupakan dia! akulah wanita yang kau butuh selama ini," ucap Nana yang merasakan gesekan di bagian bawah sana.

"Walau aku menemukan dia kau tetap akan menjadi pemuasku, tapi dia tetap wanita yang paling ku cintai," jawab Axton yang sedang bergerak maju mundur dengan cepat.

"Apa milik dia senikmatku?"

"Dia adalah manusia, sangat berbeda denganmu, tubuhnya sangat indah dan membuatku kecanduan,"jawab Axton yang mencapai puncak kenikmatan kesekian kalinya.

"Aarrgh...," desa.han Nana yang menikmati gesekan pria itu.

"Tidak apa-apa, asalkan kau masih bergairah saat melihatku. dan ingin menyentuhku itu sudah cukup bagiku," ucap Nana.

"Selama ribuan tahun, sudah ribuan ular yang ku tiduri, mana mungkin aku tidak bergairah terhadap lawan jenis."

"Axton, andaikan kau sudah bersamanya apa kau masih akan melakukan ini dengan ular lain?"

"Di saat aku terangsang aku pasti akan melakukannya, hanya saja aku akan melakukannya tanpa sepengetahuan dia," jawab Axton yang bergerak maju mundur dengan kasar.

"Mungkin saja kau hanya tertarik pada tubuhnya dan bukan cinta, karena hidup kita ini panjang. jadi mana mungkin hanya melakukan hubungan ini dengan satu orang saja" ujar Nana.

"Aku mencintainya dan dia adalah pilihanku untuk menjadi pasanganku."

"Mungkin dia hanya pemuas untukmu, karena dia adalah manusia oleh sebab itu kau menyukai tubuhnya."

"Aahhhh...," desa.han Nana yang merasakan kenikmatan berulang kali.

"Walau sudah ribuan ular dan siluman yang ku tiduri dari dulu, tapi dia satu-satunya yang membuatku tertarik padanya," ucap Axton yang masih bergerak maju mundur di atas tubuh wanita itu.

Pria itu melakukan selama berjam-jam lamanya. ia mengerang nikmat dan seolah telah melupakan masalah yang dia hadapi. ia hanya fokus pada kepuasannya di malam itu. tidak ingin berhenti karena gairahnya yang cukup tinggi. tidak cukup hanya sekali, dia akan melakukan hingga puluhan kali. dan hanya akan berhenti di saat ia telah puas.

Terpopuler

Comments

Yuli

Yuli

hebatnya lagi, orang Australia bisa berkomunikasi dg org Thailand, kira²ereka pakai bahasa apa ya Thor 🤣🤣🤣🤣

2022-11-17

3

susi

susi

klo q lbih suka DEMON Raja Iblis Api yg suppeerre duuppeeeerrr setia bangetttt 😁😁 wlw lg hilang ingatan jg 😍😍😍

2022-11-01

4

Linda W

Linda W

hai

2022-11-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!