Jodoh Mendatangkan Malapetaka

"Veronica sudah lama keluar, kenapa masih belum pulang?" ucap Axton yang kembali duduk ke sofa. ia mengeluarkan handphone miliknya dan menekan nomor tujuan.

Axton mencoba berulang kali akan tetapi nomor tujuannya sama sekali tidak aktif. raut wajah Axton berubah menjadi khawatir dan kemudian ia pun bangkit dan berlari keluar dari rumahnya untuk mencari gadis itu.

Setelah beberapa menit kemudian Gan dan Veronica tiba di kota. selama perjalanan Veronica hanya diam dan menatap luar jendela. ia sama sekali tidak tahu harus ke mana, tanpa tujuan dan tanpa siapa pun yang ia kenal di negara itu.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Gan yang sedang menyetir dan sering perhatikan gadis itu selama perjalanan.

"Aku baik-baik saja, turunkan saja aku didepan sana!" jawab Veronica yang menunjukan ke arah depan sana.

"Kamu ingin ke mana? apa kamu ada kenalan di sini?" tanya Gan.

"Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar, terima kasih karena sudah mengantarku ke sini," ucap Veronica dengan wajah lesu.

Atas permintaan Veronica, Gan hanya bisa menurut dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Terima kasih, sampai jumpa," ucap Veronica yang keluar dari mobilnya.

"Veronica," panggil Gan yang keluar dari mobilnya.

"Iya, ada apa?" sahut Veronica yang menoleh ke arahnya.

Gan memberikan kartu nama kepada Veronica dan berkata," ambil kartu namaku! kalau butuh bantuan hubungi aku!"

"Thassapak Gan?" sebut Veronica yang membaca nama pria itu dikartu namanya.

"Iya, jangan ragu untuk menghubungiku jika butuh bantuan!" jawab Gan dengan senyum.

"Baik, terima kasih. sampai jumpa!" ucap Veronica yang kemudian berpaling ke arah lain dan melangkah pergi.

"Ada apa dengan dia? bukankah dia ingin pulang, kenapa tiba-tiba saja bertemu lagi dengan dia di jalan?" gumam Gan.

Veronica berjalan sambil memandang pemandangan setiap tempat yang dia lewati. pikiran kusut dan kacau tidak tahu apa yang harus dia lakukan. rasa kecewa terhadap Axton yang berselingkuh di belakangnya dan lebih parahnya lagi ia melakukannya di dalam rumah.

"Aku berada dikota akan tetapi kenapa aku tidak mengenal jalan sini dan merasa asing. kenapa bisa begini? bukankah aku adalah tunangan Axton dan membesar di sini. dan kenapa aku malah tidak ada ingatan mengenai tempat ini ?"

Di sisi lain Gan kembali menjumpai pamannya yang ada di kuil.

Gan menemui pamannya yang sedang berada di dalam kuil. Gan merapatkan telapak tangannya memberi hormat dan bersujud pada dewa yang ada didalam kuil itu dan kemudian memberi hormat pada pamannya yang adalah biksu senior dalam kuil tersebut.

"Gan, kelihatannya wajahmu sangat berseri, apa yang membuat hatimu merasa bahagia?" tanya pamannya yang sedang duduk dengan posisi pertapa.

"Paman, aku hanya bertemu dengan teman baru," jawab Gan dengan sopan.

Paman Gan adalah biksu tua yang bernama Phra. yang dikenal bisa meramal dan memiliki ilmu tinggi mengusir makhluk halus.

"Gan, usiamu sudah tidak muda lagi, dirimu sudah beranjak 30 tahun. apakah masih belum ada gadis yang bisa menarik perhatianmu?"

Gan yang mendengar soalan pamannya ia mengingat Veronica yang baru dia kenal.

"Kenapa, kelihatannya dirimu sedang dilamun asmara?" tanya Biksu Phra yang sudah tahu.

"Hanya kenalan saja, mungkin tidak akan bertemu lagi," jawab Gan yang dengan wajah datar.

"Biarkan paman melihat telapak tanganmu!"

Gan mengulurkan tangannya kepada biksu Phra. saat biksu tua itu membaca garis telapak tangan keponakannya raut wajah biksu itu langsung berubah.

"Paman, apa ada masalah?" tanya Gan yang memerhatikan pamannya itu.

"Gan, jodohmu sangat sulit. dirimu akan menghadapi malapetaka jika kamu tidak mampu menghindarinya."

"Paman, maksud paman jodohku...?" tanya Gan yang merasa penasaran

"Ada seorang gadis yang telah menempati hatimu, asal kamu bisa menjauhi dia maka dirimu akan selamat. dan jika kamu mendekatinya maka kamu akan dalam bahaya. dan kalau gagal menghadapinya maka kamu akan kehilangan nyawamu. jangan dekati gadis ini!"

"Paman, apakah aku dan dia berjodoh?"

"Gan, masalah jodoh ditentukan oleh yang di atas, hubunganmu dengan gadis itu akan menghadapi banyak rintangan dan halangan, ini akan menyulitkan hidupmu. dan sangat sulit untuk bisa bersama. paman hanya berharap jangan mencintai dengan begitu mendalam agar tidak terluka!"

"Paman, dia sudah memiliki tunangan, dan aku... juga tidak berani terlalu berharap," ujar Gan.

"Paman sudah menilik nasibmu, kamu adalah anak yang bijak sana dan pintar berbisnis, bisnis mu akan semakin kembang dan bukan hanya di negara ini saja, tapi juga di negara lain. hanya saja...masalah percintaanmu tidak mulus. dan jika kamu terlalu terbuai dengan gadis itu kamu akan menderita. lupakan saja!"

"Paman, aku akan mencobanya, dan kami juga tidak mungkin bersama. karena dia akan bersama dengan calon suaminya," ucap Gan dengan senyum.

"Gan, di usia mu sekarang belum ada jodoh dengan siapa pun. setiap orang akan bertemu dengan jodoh di usia mereka yang sudah di tentukan oleh takdir masing-masing. sedang usiamu yang ke 30 ini belum berjodoh dengan siapapun. dan jauhi gadis itu dan jangan buang waktumu dengan orang yang bukan takdirmu!"

"Baik, Paman," jawab Gan.

"Bagaimana dengan Raylai? apa dia masih mencarimu?"

"Dia sering mendatangiku, tapi aku tidak memiliki perasaan dengannya."

"Kalian hanya ditakdirkan menjadi teman, oleh sebab itu walau dia sebaik apa pun denganmu, dirimu tetap tidak akan bisa menaruh perasaan padanya."

"Aku hanya ingin fokus pada bisnisku," ucap Gan dengan senyum.

"Paman percaya padamu, dan teruskanlah cita-citamu itu!"

"Paman, kalau begitu aku pamit dulu," pamit Gan dengan merapatkan telapak tangannya dan memberi hormat kepada pamannya itu

"Gan, ambil ini!" seru Biksu yang memberikan botol yang berisi air putih.

"Paman, ini adalah air suci?"

"Benar, minumlah untuk melindungi dirimu, supaya menjauhkanmu dari makhluk jahat!"

"Paman, terima kasih," ucap Gan yang kemudian melangkah pergi.

"Anak ini akan menghadapi bahaya yang tidak bisa dihindarkan, dia juga akan menderita karena cinta. anak ini sangat baik tapi takdir tidak bisa dilawan. dia harus menjalaninya," ucap Biksu Phra yang melihat kepergian keponakannya itu.

"Siapa gadis itu sebenarnya? suatu saat aku harus bertemu dengannya agar bisa membantu Gan menjauh dari malapetaka," batin Biksu Phra.

Biksu Phra menghitung dengan jarinya yang sedang menilik nasib keponakannya itu.

"Hidup mati sudah ditentukan, bersama atau tidak juga sudah ditentukan. apa yang akan terjadi tidak bisa dihindar lagi. sebenarnya Gan berjodoh dengan gadis itu, hanya saja apakah dia mampu melewati rintangan bahaya ini? kalau gagal maka kematian akan menghampirinya," batin Biksu Prha.

"Mudah-mudahan air suci itu bisa melindungi dirinya untuk sementara waktu," ucap Biksu Phra

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

aaaaaaah seru banget

2024-09-07

0

Afika Fika Yesy

Afika Fika Yesy

klu gagal berarti bukan jodoh dong...

2023-04-08

1

Uun Kurniasih

Uun Kurniasih

moga aja vero sama gan berjodoh thor krna jodoh mrka hy atas ijin mu 🤣🤣

2022-11-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!