Bab 10. Mengandung.

"Sasaaaa...." teriak Veronica yang histeris dan terduduk ke lantai.

"Veronica," seru Axton yang menghampiri gadis itu yang sedang menangis tanpa berhenti.

Veronica merasa sangat terluka harus kehilangan sahabatnya itu, lalu ia menoleh ke arah Luiz yang adalah penyebab utama dengan tatapan penuh kebencian.

"Apa kau sudah puas?" tanya Veronica dengan ketus.

Luiz yang merasa bersalah hanya bisa diam dan menunduk.

"Setelah menidurinya kau tinggalkan dia begitu saja, apa kau sudah puaaas...?" bentak Veronica dengan mata memerah.

"Pria murahan sepertimu seharusnya mati saja, dia adalah wanita yang baik dan dihancurkan olehmu begitu saja. apa kau manusia yang tidak punya hati? kenapa kau bisa begitu tega padanya?" teriak Veronica yang berdiri dan menghampiri pria itu yang berdiri dengan mematung di sana.

"Dia memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, dia bekerja dan sambil belajar ilmu kedokteran, dan kini semua sudah hancur karena mu. kau adalah baj*ngan," bentak Veronica yang menampar wajah Luiz.

Plak.

"Kau tidak berperasaan sama sekali," bentak Veronica yang lagi-lagi menampar wajah pria itu

Plak.

"Kau puas menidurinya dan pergi begitu saja karena urusan konyolmu itu, kalau kau berusaha mencarinya semalam, maka dia pasti tidak akan meninggal," bentak Veronica dan menampar wajah Luiz lagi

Plak.

"Kau membawa dia pergi jauh, kau tahu dia tidak tahu jalan, dan kau membohonginya dengan hati binatangmu itu. kenapa bukan kau saja yang mati," teriak Veronica yang menampar lagi wajah pria itu.

Plak.

Veronica marah sambil menangis karena harus kehilangan sahabatnya itu. sehingga ia tidak bisa menahan emosinya dan menampar Luiz berulang kali.

"Veronica, sudah jangan emosi lagi!" bujuk Axton yang memeluk Veronica dari belakang.

"Kau adalah penghancur, apa kau tidak berpikir betapa takutnya dia di saat itu karena tidak tahu jalan pulang, dan bertemu dengan orang jahat sehingga dia berlari menyelamatkan diri, dan pada akhirnya dia terjatuh. semua ini karena kamu yang membawanya jauh dari kami, hanya demi kesenanganmu kau menyebabkan dia meninggal. aku berharap kau mendapat karmanya," bentak Veronica yang ingin memukul Luiz akan tetapi ia di tahan oleh Axton.

"Veronica, bertenanglah!" ucap Mimi yang sedang menangis.

"Bagaimana aku bisa bertenang saat mengingat semua kejadian yang menimpa Sasa, dia harus tewas dengan mengenaskan. bahkan di saat dia menjadi hantu dia juga mencari jalan pulang. kita telah kehilangan dia," ujar Veronica yang terduduk lemas.

Axton menahan Veronica yang semakin lemah dan tidak lama kemudian ia pingsan dalam pelukan Axton.

"Veronica, Veronica," panggil Axton yang menepuk pelan wajah gadis itu.

"Veronica, bangun! jangan menakutiku!" panggil Mimi yang merasa cemas.

Axton langsung melarikan Veronica ke rumah sakit, Julio dan Mimi mengikuti Axton pergi dan meninggalkan kamar itu. sementara Luiz masih terdiam dan lesu kemudian ia terduduk dengan perasaan hancur.

"Betul kata Veronica, aku berhati binatang, karena aku memang berasal dari binatang, aku bersenang-senang dengannya, tidak ku sangka aku malah menyebabkan dia meninggal. ini semua salahku," ucap Luiz yang merasa bersalah.

1 Bulan kemudian.

Australia.

Setelah kejadian menimpa Sasa, Veronica yang sempat dilarikan rumah sakit karena tertekan. ia pingsan selama dua hari. setelah sadar ia pun melaksanakan pemakaman untuk sahabatnya itu di thailand. jasadnya ditemukan oleh Axton. setelah selesai Veronica dan Mimi pun meninggalkan tempat yang telah meninggalkan luka mendalam bagi mereka.

Selama sebulan ini Veronica dan Mimi masih berusaha untuk menerima kepergian sahabatnya itu. sejak kepergian Sasa, Mimi telah berubah sifatnya menjadi seorang wanita yang menjauh dari pria tampan. sedangkan Veronica masih tetap bekerja diperusahaan yang dulu.

"Veronica, beberapa hari ini perutku sakit terus," kata Mimi yang duduk disamping temannya itu.

"Mari kita ke rumah sakit dan periksa dulu!" ajak Veronica.

"Tidak perlu! mungkin hanya salah makan saja."

"Jangan anggap remeh dengan penyakitmu! ayo cepat kita pergi!" ajak Veronica yang memapah temannya itu.

Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba ke rumah sakit. saat itu Mimi menjalani pemeriksaan seluruh badannya, sementara Veronica menunggu di luar dan merasa cemas.

"Mudah-mudahan saja Mimi tidak apa-apa," gumam Veronica.

Setelah satu jam kemudian.

"Dokter, bagaimana dengan teman saya?" tanya Veronica yang menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang perawatan.

"Dalam perut pasien ada sesuatu dan kami harus segera melakukan operasi," jawab dokter itu.

"Operasi? apakah teman saya mengidap sejenis penyakit?"

"Kita harus memastikan dulu, hasil USG mendapati ada benda aneh yang di dalam perutnya."

"Dokter, apakah operasi kali ini membahayakan?"

"Tentu saja tidak. kami hanya perlu mengeluarkan benda itu demi keselamatan pasien."

"Baik, terima kasih, Dokter," ucap Veronica.

"Sesuatu yang aneh? mudah-mudahan bukan suatu penyakit," gumam Veronica.

Veronica menunggu di luar sambil berjalan ke sana sini karena merasa cemas dengan temannya itu.

Setelah satu jam kemudian.

Dokter keluar dan menghampiri Veronica.

"Dokter, bagaimana dengan teman saya?"

"Operasi berjalan lancar dan teman Anda sudah selamat, hanya saja...?"

"Hanya saja apa?"

"Pasien mengandung," jawab Dokter dengan mengerut dahinya.

"Me-mengandung?"

"Nona, teman Anda mengandung anak ular," ujar Dokter.

"Ular? Dokter, apakah ini adalah hanya candaan? bagaimana mungkin dia mengandung anak ular?"

"Ini memang kejadian aneh, akan tetapi ini nyata," kata Dokter.

"Nona, sebelumnya pasien apakah pernah berhubungan dengan siapa pun? atau sebelumnya dia pernah ke mana saja?"

"Sebulan lalu kami ke thailand," jawab Veronica.

"Apakah ada terjadi sesuatu di sana?"

"Kami hanya berjalan-jalan, dan Mimi memang ada kenal dengan pria di sana."

"Dokter, jangan mengatakan padaku bahwa zaman sekarang ada ular menyamar sebagai manusia?"

"Nona, bukannya saya ingin menakuti Anda. mungkin saja zaman sekarang memang tidak ada ular menyamar sebagai manusia, tapi apakah pasien ada menyinggung siapa pun di sana?"

"Dokter, apa bisa jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?"

"Thailand adalah tempat yang sangat indah dengan pemandangannya, akan tetapi di tempat itu kita jangan menyinggung siapa pun. karena terdapat banyak yang memiliki ilmu hitam. mereka bisa melakukan apa saja terhadap musuh mereka."

"Saat di sana kami tidak menyinggung siapa pun, dan datang dari mana ular itu?"

"Nona, sebaiknya Anda pesan pada teman anda untuk lebih berhati-hati jika ke tempat itu lagi!"

"Baik, Dokter. terima kasih! apakah saya boleh tahu bagaimana dengan kondisi anak ular itu?"

"Dia masih kecil dan berwarna hijau. untung segera ketahui, jika tidak maka pasien akan dalam bahaya," jawab Dokter itu.

Thailand.

Axton sedang meneguk minuman darah segar di kamarnya. kali ini hanya Julio yang menemaninya.

"Tuan, sudah sebulan, apakah Anda tidak akan menemuinya?" tanya Julio.

"Tentu saja aku akan menemuinya, aku membiarkan dia kembali ke Australia karena aku tidak mau dia berlarut dalam kesedihan," jawab Axton.

💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Hai teman-teman🤗🤗🤗🤗

Mungkin sebagian teman masih belum tahu kalau karya berjudul Disetubuhi Oleh Siapa? telah di ganti dengan alur lain.

Karya berjudul Disetubuhi Oleh Siapa? telah pindah lapak, dan bagi yang ingin ikuti kisahnya silakan cek IG author pikachu ya.🤗🤗🤗🤗..

Bagi yang belum baca kisah Veronica dan Axton silakan mulai dari bab 1 ya.😘😘😘😘😘

Terima kasih....

Selamat malam😴😴😴😴

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat seru ceritanya dn bagus

2024-09-07

0

Herlinatriyono 786

Herlinatriyono 786

kan bener siluman ular

2022-12-04

1

Vera Diani

Vera Diani

Oo Axton 🐍 to...

2022-10-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!