Perasaan Istimewa

Mimi merasa aneh tidak biasanya sahabatnya itu menghilang begitu saja, perasaan tidak nyaman yang dia alami membuatnya merasa khawatir.

"Veronica, kau ada di mana? kenapa perasaan ku tidak enak. seperti ada sesuatu saja. aku berharap kamu baik-baik saja," gumam Mimi.

"Aku sudah kehilangan Sasa dan aku tidak mau kehilanganmu," gumamnya.

Mimi mencoba untuk turun dari ranjang akan tetapi bekas jahitan membuatnya tidak mampu bergerak.

"Aarrrghh...."

"Bekas jahitan dan tubuhku juga masih lemah, tapi aku sangat khawatir dengan Veronica," gumam Mimi.

Karena masih merasa sakit pada bekas jahitan Mimi Hanya bisa berbaring kembali keranjangnya.

"Mungkin aku yang banyak berpikir, mudah-mudahan dia tidak apa-apa," batin Mimi.

Beberapa hari kemudian.

Thailand.

Malam hari.

Selama beberapa hari Veronica tinggal bersama Axton, disetiap malam Axton selalu mengajaknya berhubungan badan. Axton dapat menikmati tubuh gadis pujaannya sampai puas..sementara Veronica melayani pria itu dengan suka rela karena dalam ingatannya Axton adalah pria yang paling dia cintai.

Pria itu berleluasa melakukan apa pun dia inginkan. bergerak maju mundur diatas tubuh gadis itu, ia meremas kedua buah dada yang menonjol itu sambil melakukan gesekan dengan cepat. tidak lama kemudian Axton mencapai puncak kenikmatan untuk sekian kalinya.

Veronica hanya menurut setiap Axton ingin melakukan hubungan badan, tidak lama kemudian ia pun ketiduran karena merasa kewalahan.

"Terima kasih, Veronica," ucap Axton dan mengecup dahi gadis itu.

Setelah selesai Axton menghentikan aksinya dan berbaring disamping gadis itu. ia memeluk Veronica sambil yang sedang tidur dengan pulas.

Keesokan harinya.

Veronica dan Axton sedang sarapan bersama.

"Axton, nanti aku keliling tempat ini ya? aku mau memotret dan menikmati pemandangan di sini!" kata Veronica sambil mengutak atik kameranya.

"Aku akan menemanimu!" jawab Axton dengan senyum.

"Aku sendiri saja tidak apa-apa, lagi pula aku sangat ingin fokus saat memotret pemandangan di sini. aku juga sudah hafal jalan di sini," ucap Veronica dengan senyum.

"Baiklah, tapi hati-hati ya. handphone yang ku belikan untukmu ingat dibawa bersama," jawab Axton.

"Iya, aku tahu."

"Veronica sudah lupa semuanya seharusnya tidak masalah, dia juga tidak bisa kabur lagi," batin Axton.

Setelah selesai bersarapan Veronica berjalan disekitar daerah tempat tinggalnya. walau dekat hutan dan terpencil akan tetapi Veronica sangat suka dengan pemandangan di sana. lautan airnya yang berwarna biru serta udaranya yang segar.

Saat Veronica sedang memotret ke setiap sisi tiba-tiba saja muncul bayangan dikepalanya.

Sebuah bayangan yang tidak jelas. terdapat dua wanita yang sedang bercanda dan tertawa dengannya.

"Kenapa bisa ada bayangan ini? sepertinya sangat akrab," gumam Veronica.

Di sisi lain Axton yang sedang berada di rumah ia di datangi oleh seorang wanita cantik yang tak lain adalah Nana siluman ular.

"Axton, sudah lama kau tidak mencariku, apa alasanya?" tanya Nana yang memeluk Axton dari belakang.

"Nana, aku sudah memiliki yang lain, jadi lebih baik kita jangan bertemu lagi!"kata Axton yang melepaskan tangan wanita itu.

"Siluman dari mana dia?" tanya Nana dengan raut wajah kecewa.

"Dia bukan siluman tapi dia adalah manusia, dan dia sangat baik."

"Apakah soal ranjang aku kalah dengannya?"

"Nana, dia memberiku perasaan yang berbeda. aku mencintainya sementara kita tidak ada cinta dan hanya sebatas hubungan ranjang saja," jelas Acton.

"Tidak apa-apa kalau hanya hubungan ranjang, tidak masalah juga kalau kau mencintai dia. karena aku butuh pria yang memuaskan ku, sementara kau masih bisa mencariku kalau kau sedang ingin," jawab Nana yang memeluk pria itu dan menyentuh bagian bawah Axton. karena selama ini Nana paling menyukai bagian itu.

"Dia akan segera pulang, cepat pergilah. aku tidak mau dia salah paham," ujar Axton yang menepis tangan wanita itu.

"Axton, hanya untuk kali ini. tolong puaskan aku untuk terakhir kali. bukankah kau pernah mengatakan kalau aku adalah wanita yang paling memuaskan dirimu. lakukan lagi padaku!" pinta Nana yang melepaskan pakaian bagian bawahnya sehingga menampakan bagian inti dengan jelas.

"Nana, jangan melakukan itu!"

"Axton, hanya untuk kali ini, setelah ini aku tidak akan muncul lagi. karena aku sangat ketagihan dengan milikmu ini," pinta Nana dengan merayu dan memasukan tangannya ke dalam celana pria itu, ia meremas senjata Axton yang mulai mengeras.

"Baiklah, hanya kali ini saja. dan jangan muncul lagi. karena aku tidak ingin melukai Veronica."

Axton menarik Nana ke kamar mandi dan melakukan hubungan badan dengan posisi berdiri. ia mengangkat paha wanita itu dan memasukan sejatanya yang sudah keras ke dalam vagi.na siluman ular itu. selama ini mereka memang selalu saling memuaskan. dan melakukan hubungan selama berjam-jam.

Axton seakan sedang menikmati goa milik siluman itu, ia melakukan gesekan dengan cepat dan mencapai puncak kenikmatan. setelah mencapai puncak ia masih belum berhenti dan masih melanjutkan gesekannya itu. dua siluman itu bercinta dan saling menikmati seakan telah lupa diri.

Sementara Veronica masih terduduk di atas rumputan karena masih keluar bayangan yang membuat kepalanya kesakitan.

Saat dia mengerang sakit tiba-tiba seseorang yang menghampirinya.

"Nona, apa Anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria dengan sopan.

Veronica menoleh ke arah pria itu dan berkata," aku tidak apa-apa."

Veronica lalu berdiri dan bertatapan dengan pria yang tidak kalah tampan dari Axton. saat itu mereka saling bertatapan selama beberapa menit, seakan timbul sebuah perasaan istimewa yang berbeda di hati mereka.

"Namaku adalah Gan," sapanya dengan sopan dan bersalaman dengan Veronica.

"Namaku Veronica," jawabnya dengan membalas salaman dengan pria itu.

"Kamu berasal dari mana?" tanya Gan dengan sopan dan masih belum belum melepaskan tangannya.

"Aku....," jawab Veronica yang terhenti karena ia telah lupa kota kelahirannya.

"Tidak apa-apa, aku dari thailand juga dan datang ke kuil sini menemui paman ku, karena dia tinggal disini sudah cukup lama," ucap Gan dengan senyum ramah.

"Apakah pamanmu bekerja di sini?"

"Paman ku adalah seorang biksu, beliau tinggal di kuil sejak bibiku meninggal, dan karena merasa sedih dia pun memilih hidup sebagai biksu dan berdoa setiap hari untuk bibiku,"jawab Gan dengan senyum ramah dan menatap mesra pada gadis yang dihadapannya.

Tatapan mesra dan dalam pria itu membuat Veronica merasa canggung.

"Di sini ada kuil? bukankah tempat ini adalah pendalaman?"

"Kuil ada di tempat ini hanya saja sangat jauh, dan kenapa nona kamu ada di sini?"

"Aku tinggal di sini dan aku sedang memotret pemandangan sini."

"Tempat ini begitu terpencil, dengan siapa kamu tinggal di sini.*

"Dengan tunanganku," jawab Veronica dengan senyum.

"Ternyata begitu, aku bukannya ingin menakutimu. hutan sana terdapat banyak siluman dan jangan dekat sana!"kata Gan yang menunjuk ke arah hutan yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.

"Siluman?"

"Iya, pamanku sangat memahami soal ini. beliau pernah melihat seekor siluman ular di sana, pamanku memiliki mata batin. dia melihat semuanya dengan begitu jelas walau dari jaraknya dari seberang," jelas Gan.

Terpopuler

Comments

Frianty Frianty

Frianty Frianty

kecewa sama aston

2024-11-29

0

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat seru

2024-09-07

0

Nurwana

Nurwana

ayolah gan selamatkan Veronica....

2023-02-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!