Ingatan Veronica

Axton masih mencari keberadaan Veronica sehingga ke seluruh daerah sekitar sana, karena tidak mendapatkan jejak tunangannya itu, ia lalu memejamkan matanya mendeteksi di mana keberadaan calon istrinya itu. karena sebelumnya ia telah memberikan pil silumannya kepada Veronica untuk panjang umur, oleh karena itu tidak sulit baginya ingin mendeteksi keberadaannya.

"Ia berada di kota, kenapa dia bisa ada di sana?"

Axton langsung menuju ke kota karena mendapati ada yang tidak beres.

Sementara Veronica masih berdiri di sebuah taman hiburan sambil melihat ke arah air mancur yang berada di tengah taman itu.

Ia menatap ke air mancur yang mengalir deras serta diterangi lampu ungu di sekelilingi air mancur itu.

Tatapan kosong Veronica dengan raut wajah datar dan binggung..

Di saat Veronica sedang fokus melihat ke arah air mancur itu seorang hantu wanita muncul di seberang sana. lalu tatapan Veronica beralih ke wanita itu..ia membulatkan mata besarnya karena wanita itu sedang memanggilnya dengan melambai tangan ke arahnya.

"Siapa dia ?" gumam Veronica.

Veronica melangkah menghampiri hantu itu akan tetapi begitu cepat hantu itu berpindah ke tempat lain dan melambai tangan ke arahnya.

Veronica yang merasa penasaran ia mengejar wanita yang sedang memanggilnya seakan membawanya ke suatu tempat. ia tidak mengenal siapa wanita itu lagi, hantu wanita itu yang tak lain adalah Sasa.

Di sisi lain Gan sedang menyetir mobilnya, dia mengingat semula semua ucapan pamannya. untuk pertama kali ia merasakan jatuh cinta pada seorang gadis yang baru dia kenal. dan di saat yang sama Veronica yang sedang mengejar hantu wanita itu hingga ke jalan hampir saja ditabrak oleh mobil yang di bawa oleh Gan. Gan langsung menghentikan mobilnya saat melihat seorang gadis yang keluar secara tiba-tiba.

Veronica terjatuh saat dikagetkan dengan mobil yang hampir saja mengenai dirinya. saat ia melihat ke arah seberang jalan itu ia mendapati hantu wanita itu telah menghilang.

"Ke mana dia?" gumam Veronica.

"Nona, kamu tidak apa-apa?" tanya Gan yang turun dari mobil dan menghampiri Veronica yang terduduk di jalan.

"Veronica....,?

"Gan...?"

"Apa kamu terluka?" tanya Gan yang khawatir.

"Aku tidak terluka," jawab Veronica yang bangkit dan berdiri.

"Kenapa kamu bisa muncul di sini?" tanya Gan yang memapah Veronica.

"Aku melihat seorang wanita memanggilku, dan tanpa kusadari aku mengejarnya hingga ke jalan," jawab Veronica yang melihat sekitaran jalan itu.

Gan melihat sekitaran jalan sana dan kemudian matanya menatap ke arah seorang wanita yang berdiri di seberang jalan sana

"Roh wanita...kenapa dia memanggil Veronica? apakah dia berniat jahat?" batin Gan.

Setelah melihat Veronica bertemu dengan Gan, Sasa pun menghilang. kemunculan Sasa adalah ingin menyelamatkan sahabatnya itu karena ia tahu bahwa Veronica sedang dalam bahaya.

"Masuklah ke mobil dulu!" seru Gan yang memapah Veronica masuk ke dalam mobilnya.

Setelah Gan berada di dalam mobil ia memberikan botol minuman miliknya kepada Veronica.

"Minum airnya dulu!"

"Terima kasih," ucap Veronica menerima pemberian dari Gan.

"Dengan minum air suci pemberian dari paman seharusnya tidak ada benda dunia lain yang berani menganggunya lagi," batin Gan.

"Gan, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Veronica yang minum air suci dari kuil itu.

"Aku ingin pulang, dan kebetulan sekali aku lewat sini. sudah malam kau masih berada di sini, apakah tunanganmu tidak menjemputmu?"

"Aku tidak ingin melihatnya, dan aku tidak ingin pulang. Gan, apa kamu tahu di mana ada rumah kosong? aku ingin tinggal diluar saja."

"Aku ada tempat untuk kamu tempati, asal kamu tidak keberatan," jawab Gan.

"Aku tidak akan keberatan asal aku tidak tinggal di sana saja," jawab Veronica yang merasa kecewa terhadap Axton.

"Mari kita pergi!" ajak Gan yang menghidupkan mobilnya.

"Maaf, aku merepotkanmu malam-malam begini!" ucap Veronica.

"Jangan berkata seperti itu! kita adalah teman, dan harus saling membantu," jawab Gan dengan senyum ramah.

"Aku tidak kenal sama sekali jalan di kota ini, aku merasa tidak asing. akan tetapi aku tidak memiliki ingatan," ujar Veronica.

"Apa mungkin kamu hilang ingatan? atau pun kamu pernah mengalami kecelakaan sehingga menyebabkanmu amnesia?"

"Aku juga tidak tahu."

"Jangan pikirkan itu dulu! bawa bersantai dan jangan tertekan!"

"Tidak kenapa setiap bersamanya hatiku pasti merasa tenang dan nyaman," batin Veronica.

Setelah tidak lama kemudian Veronica merasa sakit pada perutnya.

"Gan, tolong berhenti sebentar!" pinta Veronica yang memegang tangan Gan dengan erat.

"Baiklah, ada apa denganmu?" tanya Gan yang menghentikan mobilnya.

"Perut ku sakit sekali, seperti ada yang sedang bergerak di dalam perutku," jawab Veronica yang segera turun dari mobil. saat diluar ia langsung muntah dan mengeluarkan sebutir mutiara hijau dan juga sejenis obat pemberian Axton sebelumnya.

Gan yang merasa cemas ia pun langsung keluar dari mobilnya. ia menghampiri Veronica yang sedang bersandar pada tiang lampu dan baru selesai muntah.

"Veronica, bagaimana kalau aku membawamu ke rumah sakit?"

"Tidak usah, perut ku sudah baikkan," jawab Veronica.

Gan kemudian melihat ke jalan yang ada muntahan air dan dua benda yang asing dari Veronica, ia pun menjongkok mengutip dua benda itu..kemudian ia membuka penutup botol dan menyiram dengan air suci.

"Gan, itu apa?" tanya Veronica yang baru perhatikan dua benda yang berwarna hijau.

Gan menatap mutiara itu dan mengingat semula apa yang pernah di katakan oleh pamannya dulu.

"Veronica, katakan padaku! siapa tunanganmu?" tanya Gan.

"Dia adalah Axton, kenapa?"

"Veronica, dua benda ini selama ini berada di dalam tubuhmu?"

"Aku tidak tahu apa benda ini, dan kenapa bisa ada di dalam tubuhku?"

"Aarrghhh...," jeritan Veronica yang merasa sakit di kepalanya.

"Veronica...,"

Veronica yang merasa sakit kepalanya akibat obat pemberian dari Axton telah keluar dari tubuhnya, ingatan Veronica beransur pulih, muncul wajah-wajah Sasa dan Mimi yang adalah sahabatnya dan selain itu dia juga mengingat kembali pertemuan dirinya dan Axton saat di rumah sakit Australia.

"Aku sudah ingat semuanya," ucapnya.

"Ingat semuanya?"

"Apakah dua benda ini yang membuatku melupakan semuanya?"

"Veronica, terus terang saja, mutiara hijau ini adalah milik siluman ular. paman ku pernah memberitahu ku. setiap siluman yang sudah ribuan tahun pasti memiliki beberapa mutiara dalam tubuh mereka, dengan begini maka mereka akan panjang umur. dan kalau ada orang biasa yang memilikinya juga sama. akan hidup lama. yang aku penasaran adalah kenapa benda ini di dalam tubuhmu?"

"Axton adalah siluman hijau yang sudah berusia ribuan tahun," jawab Veronica.

Gan yang mendengar jawaban Veronica ia pun langsung melempar jauh entah ke arah mana mutiara itu.

Terpopuler

Comments

Susan Utami

Susan Utami

Seru...

2024-09-18

0

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

wooow serunya

2024-09-07

0

Xiaomi Redmi 4a

Xiaomi Redmi 4a

aduh jadi bingung aq Thor,,axton atau gan,judulnya sih siluman berarti axton pemeran utama tapi biasanya kok gitu saling cinta tapi ini Vero Ng cinta,jadi penasaran.. semangat Thor,,lanjuuut

2022-10-30

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!