"Pamanmu sangat hebat," ucap Veronica yang melihat ke arah hutan itu.
"Pamanku sudah empat puluh tahun bertapa, dan beliau adalah biksu senior didalam kuil. usianya sudah delapan puluh tahun," ujar Gan yang berdiri disamping Veronica.
"Apakah siluman ular itu adalah nyata?"
"Nyata, karena pamanku pernah melihatnya, siluman ular itu sudah ribuan tahun dan bukan hanya satu tapi ada beberapa lainnya."
"Apa mereka tidak bahaya?"
"Selama ini mereka hanya berada di dalam sana, selagi kita tidak masuk ke dalam sana, maka tidak akan ada apa-apa. mereka pun tidak akan keluar mencari mangsa. hanya saja mereka bisa berubah menjadi manusia. bagi orang biasa tidak akan bisa membedakannya. kecuali memiliki mata batin."
"Hutan itu sangat luas, kalau mereka hanya berada di dalam sana, lalu mereka makan apa?"
"Mungkin saja tumbuh-tumbuhan, hewan, atau pun darah hewan," jawab Gan.
"Nona Veronica, kenapa kamu dan tunanganmu bisa tinggal ditempat seperti ini? selain jauh dari kota tempat ini juga dekat dengan hutan itu. bagi masyarakat thailand kebanyakan tidak berani masuk kawasan yang dekat dengan hutan itu," ujar Gan yang menatap Veronica
"Mungkin saja karena Axton suka dengan tempat ini, karena dia mengatakan pemandangan di sini sangat indah dan juga tenang," jawab Veronica.
"Aku hanya tidak menyangka tempat ini bisa ada rumah, seingat ku dua bulan lalu belum ada. apakah tunanganmu dari thailand juga?"
"Iya, kenapa?"
"Tidak ada, mungkin dia yakin bahwa jika tidak menganggu hutan itu maka kalian akan aman-aman saja. dan jangan cemaskan hal ini juga. selagi kamu tidak ke sana, maka tidak akan terjadi apa-apa."
"Aku juga tidak mungkin ke sana, Axton sangat menyukai tempat ini dan aku juga, aku berharap kami bisa menjalani hidup berduaan selamanya di sini," kata Veronica.
"Semoga bahagia untuk kalian," ucap Gan dengan senyum paksa.
"Apa yang kamu bawa?" tanya Veronica yang melihat tangan kiri Gan memegang sesuatu.
"Sama sepertimu, aku juga suka memotret setiap tempat yang ku kunjungi," jawab Gan yang menunjukan kameranya.
"Kita punya hobi yang sama," ujar Veronica dengan senyum.
Gan menatap gadis itu dengan tanpa beralih. ia terpesona dengan senyuman yang manis dari wajah gadis itu.
"Sudah lama aku keluar, aku harus pulang dulu," ucap Veronica yang merasa canggung dengan tatapan pria itu.
"Senang berkenalan denganmu, sampai jumpa," ucap Gan yang merasa berat.
"Sampai jumpa," balas ucapan Veronica yang kemudian melangkah pergi.
Saat Veronica melangkah pergi Gan masih memandang kepergian gadis itu, hatinya merasa berat walau baru kenal selama beberapa saat.
"Gan, Gan, dia sudah memiliki tunangan. lantas, untuk apa kau merasa berat," batinnya.
Sementara Veronica berjalan menuju ke villa, sepanjang jalan ia hanya melamun sambil memikirkan pertemuan dengan pria yang baru dia kenal.
"Aneh, ada apa denganku? aku sudah bersama dengan Axton. kenapa aku bisa memiliki rasa dengan pria lain. tapi saat bersamanya perasaanku sangat nyaman, beda saat bersama dengan Axton," batin Veronica.
"Veronica, kau tidak boleh bermain hati dengan pria lain. walau senyaman apa pun dengan pria itu dia tetap orang lain. asalkan Axton baik padamu dan juga setia itu sudah lebih dari cukup," ucap Veronica yang sambil menepuk kepalanya.
Veronica melangkah masuk ke dalam kediaman Axton. saat ia masuk ia melihat pakaian wanita dari rok dan celana da.lam berserakan di lantai. saat melihat barang milik wanita yang ada di dalam rumah Veronica merasa tidak percaya jika selain dirinya ternyata masih ada wanita lain.
Ia berjalan perlahan untuk menemui keberadaan wanita tersebut. dan kemudian ia menuju ke kamar mandi yang pintunya sama sekali tidak tertutup.
Ia membulatkan mata besarnya saat melihat tunangannya itu sedang melakukan hubungan dengan wanita lain dengan posisi berdiri. Axton yang sedang menikmati bagian inti wanita itu seakan lupa diri. ia melakukan gesekan dengan cepat dan tanpa berhenti. sementara wanita itu mende.sah sambil memeluk pria itu.
Veronica yang melihat dengan secara langsung perasaannya sangat kecewa terhadap tunangannya itu, pria itu telah berjanji akan menjalani hidup bersama dirinya untuk selamanya di tempat ini, akan tetapi kini ia malah berhubungan dengan wanita lain di tempat tinggal mereka berdua.
Veronica lalu memilih pergi meninggalkan kediaman mewah itu, ia merasa kecewa dengan janji palsu pria itu. dan dia juga sangat menyesal karena telah melakukan hubungan badan dengan tunangannya.
Berjalan di sepanjang jalan Veronica hanya melamun. ia tidak menangis atau pun merasa sedih ia hanya tertunduk kebingungan ke mana dia pergi.
"Dia adalah pria penipu wanita, janji kosong demi kepuasannya, tapi aneh. kenapa aku tidak merasa sakit hati atau pun cemburu saat melihat dia bercinta dengan wanita lain. sepertinya banyak yang sudah ku lupakan, bahkan dari mana asalku saja aku sudah lupa," batin Veronica.
"Kenapa aku bisa lupa dari mana asalku? siapa keluarga dan temanku? apa aku pernah mengalami gegar otak sehingga tidak ada ingatan lain," ucap Veronica sambil menepuk kepalanya.
Saat Veronica berjalan cukup lama sebuah mobil yang mengikutinya sambil menekan klakson. Veronica yang mendengar klakson tersebut ia menghentikan langkahnya dan memandang ke samping yang di mana mobil itu sedang berhenti di sana.
"Nona Veronica," sapa pria itu yang tak lain adalah Gan.
"Gan, ternyata kamu?"
"Bukankah kamu sudah pulang, kenapa bisa di sini?"tanya Gan yang berada di dalam mobil.
"Aku ingin pergi dari sini, tapi aku tidak tahu jalan keluar," jawab Veronica.
"Bagaimana kalau ikut aku saja! aku akan mengantarmu!" ajak Gan yang keluar dari mobilnya.
"Apakah aku akan menganggumu?" tanya Veronica.
"Tentu saja tidak, aku juga ingin ke kota. katakan padaku kamu ingin ke mana aku akan mengantarmu," jawab Gan.
"Baiklah, terima kasih," ucap Veronica.
Sementara Axton baru selesai melakukan hubungan dengan Nana. mereka berpakaian dengan rapi setelah sama-sama saling merasa puas.
"Setelah hari ini jangan datang lagi!" ujar Axton yang sedang memakai tali pinggang.
"Apakah dia bisa memuaskan mu?"
"Iya, kami melakukannya karena cinta dan itu membuatku sangat bahagia, sedangkan kita hanya saling melepaskan hasrat saja. mulai hari ini kita jangan bertemu lagi! pergilah!"
"Aku akan pergi!" jawab Nana yang merasa kecewa.
"Axton, jika suatu saat kau bosan dengannya, kau masih bisa mencariku."
"Aku tidak akan bosan, dia memberiku kesenangan dan rasa bahagia. aku sangat menikmati saat melakukan dengannya," jawab Axton.
"Pergilah! aku tidak mau dia melihatmu di sin!"
"Aku akan pergi," jawab Nana yang kemudian meninggalkan kediaman Axton.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Rasyid Ramadhan
bsgus
2024-09-07
0
NatalieLaurentRenes
telat , udh dilihat live streaming 😄
2022-11-06
2
susi
q g suka sma Axton 😂😂😂
2022-10-29
0