Setelah Mimi melihat pria yang ada dihadapannya ia langsung tercenggang karena melihat ketampanan pria itu.
"Apa aku sedang bermimpi? kenapa dunia ini bisa ada pria yang begitu tampan? bahkan semua pria yang ku kenal semuanya kalah darinya," batin Mimi.
"Tuan, apa Anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Ma-maaf, Tuan tampan. namaku adalah Mimi, tahun ini usia ku 25 tahun, aku masih single dan belum memiliki pacar, aku berasal dari australia, senang berkenalan denganmu," kata Mimi yang panjang lebar dan ingin bersalaman dengan pria yang menatap tajam kepada Mimi.
"Nona, lebih baik jauhkan dirimu dari tuan kami," ketus pria yang baru datang tadi.
"Aku hanya ingin berkenalan bos mu saja, apakah tidak bisa?"
"Nona, ukur baju mu sendiri di saat ingin berkenalan dengan bos kami."
"Apa maksudmu?" tanya Mimi dengan nada kesal.
Sementara Veronica dan Sasa yang berada di dalam kamar mendengar suara keributan di luar kamarnya.
"Sepertinya aku mendengar suara Mimi?" ujar Sasa yang bangkit dari kasur dan melangkah menuju ke pintu.
"Sudah biasa kalau dia bertengkar dengan orang, ini bukan pertama kali baginya," kata Veronica.
Klek
"Mimi, ada apa denganmu?" tanya Sasa yang keluar dari kamarnya.
"Tuan, apakah Anda tidak berminat berkenalan denganku?" tanya Mimi pada pria yang diam tanpa bicara dari tadi.
"Minggir!" ketus pria itu dengan tatapan tajam
"Kamu akan menyesal karena menolakku,"kata Mimi yang membanggakan dirinya.
"Apa kamu merasa diri mu itu terlalu istimewa sehingga bos kami akan menyesal?"
"Maaf, Tuan. teman kami sedang mabuk," ucap Sasa yang ingin mendinginkan suasana.
"Mimi, ayo masuk ke dalam!" ajak Sasa yang menarik lengan temannya itu.
"Tidak mau, aku belum selesai dengan dia," jawab Mimi yang melepaskan tangannya.
"Tuan tampan, bagaimana kalau kita minum bersama? aku yakin kau pasti akan menyukainya!"ajak Mimi dengan senyum.
"Wanita murahan," ketus pria itu.
"Kau sangat beruntung karena aku menyukaimu, masih saja berani mengatakan aku wanita murahan," ketus Mimi dengan nada tinggi.
"Mimi, hentikan!" bentak Veronica yang keluar dari kamarnya dan lalu menarik lengan sahabatnya.
"Jangan menarikku!" pinta Mimi yang melepaskan tangan Veronica.
"Maaf, Tuan. teman kami kebanyakan minum," ucap Veronica pada pria itu.
"Mari kita masuk ke dalam!" ajak Veronica pada Mimi.
"Kalian masuk dulu, aku di sini saja," kata Mimi yang tidak mau beranjak dari posisinya.
"Jangan menimbulkan masalah di sini!" ujar Veronica yang masih sedang menarik lengan sahabatnya itu.
"Mimi, kamu benar-benar parah sekali," ketus Sasa yang merasa risih.
Saat mereka sedang saling berdebat mata pria itu berfokus pada Veronica, bola matanya melihat gadis itu dengan tanpa beralih pandangan.
"Sudah! cepat masuk! kalau tidak mau maka kau tidur di luar saja," bentak Veronica yang melangkah masuk ke dalam kamar.
"Sudah cepat masuk! Veronica sudah marah," ajak Sasa yang menarik tangan Mimi dan melangkah cepat ke dalam kamar.
Pria itu menoleh ke arah kamar yang sudah ditutup pintunya. bola mata pria itu terlihat cahaya hijau dan sesaat kemudian berubah menjadi normal.
"Veronica?" gumamnya.
"Tuan, wanita ini cukup meresahkan sekali," kata anggotanya.
Sesaat kemudian mereka pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Mimi, ada apa denganmu?" teriak Veronica yang merasa kesal sambil melempar bantal ke arah temannya itu.
"Aaughh...."
"Mimi, kau sudah tahu kita berada di thailand bukan di australia, apa kau bisa jangan menimbulkan masalah?" tegur sasa yang merasa emosi.
"Aku hanya mengajak kenalan saja, tidak ada yang lain," jawab Mimi yang duduk di sofa.
"Mengajak kenalan setiap melihat pria tampan, kau akan mati di tangan mereka cepat atau lambat," ketus Veronica yang menarik kasar bantalnya dari tangan Mimi.
"Dia sangat sombong, kalian juga dengar apa dia katakan tadi? dia menghinaku wanita murahan," kata Mimi yang merasa emosi.
"Ucapannya tidak salah sama sekali," ujar Sasa.
"Dalam sebulan kau sudah gonta ganti pria dan tidur dengan mereka, kalau bukan murahan apa lagi?" ketus Veronica.
"Kenapa kau harus marah dengan ucapannya? dia berkata ke poinnya langsung," lanjut Sasa.
"Tanpa pria apa kau bisa mati ya? ke mana pun kau pergi selalu saja mengoda pria. bahkan suami orang pun kau mengodanya. apa kamu masih waras?" bentak Veronica.
"Mimi, jangan main-main dengan pria terus! carilah pria yang baik dan jadikan suamimu. menikahlah! dan jangan tidur dengan sembarang pria lagi," ucap Sasa yang merasa risih.
"Pria tadi itu cukup layak menjadi suami ku, ketampanannya sangat menarik perhatianku," ucap Mimi dengan senyum sambil mengingat pria yang dia jumpa tadi.
Veronica yang merasa kesal pada temannya itu lalu melempar bantal ke arahnya.
"Aaughk, kenapa kau melemparku lagi?" ketus Mimi dengan kesal.
"Nona besar, dengan kondisi mu sekarang kau masih ingin mencari pria kaya dan tampan untuk dijadikan suamimu? apakah kau tidak malu..ha? kau bukan wanita perawan yang setia pada satu pria. semua pria di australia sudah berapa yang kau goda dan kau tiduri selama ini, masih berani saja memilih calon suami," bentak Veronica dengan ketus.
"Veronica, aku...." ucap Mimi yang terhenti.
"Ada lagi, jangan mencari masalah di sini, tempat ini walau sangat indah. tapi kita harus jaga tingkah kita. baru hari pertama di sini kau sudah ajak tidur dengan pria lain. dan setelah pulang kau malah ingin mengoda pria lain lagi!" ketus Veronica dengan nada kesal.
"Mimi, ubah sikapmu itu! kami tidak mau karena ulah mu kami menjadi sasaran istri orang karena kau mengoda suami orang," ketus Sasa.
"Iya, tenang saja aku tahu. kalian jangan marah lagi. aku sudah paham," jawab Mimi.
Brak...
Suara bantingan keras pintu kamar mereka yang terbuka dengan tiba-tiba.
"Aarrghhh...." teriakan Veronica, Sasa dan Mimi yang terkejut.
"Kenapa pintu kita bisa terbuka?" tanya Veronica yang melihat ke arah pintu.
"Seingatku sudah ku kunci pintunya," kata Sasa yang bangkit dari tempat duduk.
"Mungkin saja kuncinya rusak," ucap Mimi.
Saat Sasa ingin menuju ke pintu itu, tiba-tiba muncul cahaya hijau yang masuk ke kamar mereka.
Tentu saja cahaya berwarna hijau itu mengejutkan mereka bertiga sehingga sama-sama berdiri.
"Ke-kenapa bisa ada cahaya hijau?" tanya Mimi yang merasa gemetar.
"Biasa cahaya hijau berasal dari hantu yang mati penasaran," jawab Veronica.
"Jangan bicara seperti itu lagi! aku sudah merinding,"kata Sasa yang ketakutan.
Cahaya hijau itu berubah menjadi hantu wanita yang wajahnya sangat menakutkan, wajah pucat, luka sayatan dibagian leher, ada tancapan pisau dibagian perutnya.
"Aaarrghhhh...." teriak mereka bertiga dan langsung berlari meninggalkan kamar itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
lily
emang bner ucapannya cwe murhan ,gk takut kena penyakit apa
2025-01-05
1
Inara 💖💖
Hntu cwe pnasarn
2022-10-28
0
Lydia
Lanjut Author.
2022-10-15
1