"Veronica, aku tahu kau marah atas kejadian itu, tapi Luiz sudah menyesalinya selama ini. setiap hari dia berada dimakam Sasa dan menangis. dia sangat menderita," kata Axton.
"Menderita? apakah aku harus memaafkan dia? itu tidak mungkin sama sekali. sampai kapan aku tidak akan memaafkan dia," ujar Veronica dengan tegas.
"Veronica, aku tidak meminta kamu harus memaafkan dia. aku tahu kau sangat kehilangan, oleh sebab itu aku tidak layak memintamu untuk memaafkan dia. aku hanya tidak ingin kita bermusuhan."
"Kita tidak bermusuhan, hanya saja jangan bertemu lagi," jawab Veronica dengan tegas.
"Veronica, aku tidak ingin sampai seperti ini!"
"Aku tidak mengenal kalian. dan aku juga yakin satu hal, bahwa kalian bukan manusia,kan?" tanya Veronica dengan sengaja.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti ini? selama ini aku tidak berniat jahat padamu," kata Axton.
"Apakah kalian adalah siluman ular?" tanya Veronica yang berterus terang.
"Veronica, kenapa kamu berkata seperti itu?"
"Mami hamil, anak dalam kandungannya adalah anak ular hijau, kalau Julio bukan ular maka semua ini tidak mungkin terjadi. dan aku juga yakin ini bukan guna-guna dari siapa pun,"ujar Veronica.
"Hamil? dia hamil?"tanya Axton yang merasa tidak percaya.
"Iya, dia hamil anak ular, apakah kamu merasa terkejut setelah mendengar ini? dan aku sangat yakin sekali, bahwa anak ini adalah milik Julio."
"Di mana anak ular itu?"
"Mimi menderita sakit perut dan demi keselamatannya dokter mengeluarkan hewan itu. kalau bukan Julio siapa lagi yang menghamili Mimi, sejak kami kembali ke australia dia telah berubah dan tidak menemui pria mana pun lagi."
"Axton, apa kamu masih ingin merahasiakan kebenarannya? siapa kalian?" tanya Veronica dengan tegas.
"Karena kamu ingin mengetahuinya aku akan berterus terang saja. benar apa yang kamu katakan, kami adalah siluman ular hijau yang sudah ribuan tahun, tapi selama ini kami tidak menelan manusia untuk mengenyangkan perut kami," jawab Axton.
Veronica yang mendengar jawaban pria itu ia memundurkan langkahnya karena tidak bisa menerima bahwa dirinya benar-benar telah bertemu dengan siluman ular. bagi semua orang itu hanyalah mitos begitu juga dengan Veronica. akan tetapi kini pria tampan yang berdiri dihadapannya adalah siluman yang sudah ribuan tahun.
"Siluman ular hijau memang nyata dan bukan hanya mitos?" tanya Veronica.
"Semua adalah nyata dan tidak ada yang tahu di mana dia berada, aku tidak pernah kembali ke tabiatku lagi. selama ini aku hanya tinggal dibangkok dan menjalani hidup sebagai manusia biasa."
"Untuk apa kau memilih hidup sebagai manusia biasa? sedangkan tempatmu bukan di sini, dan apa tujuan mu mendekati kami?"
"Veronica, aku menyukaimu," ucap Axton yang berterus terang.
"Menyukaiku? apa kau seperti Luiz yang mengunakan caranya agar Sasa mengikuti kehendaknya? dan seperti Julio yang meninggalkan benihnya di dalam rahim Mimi? apakah kalian bertiga sengaja ingin mendekati manusia seperti kami untuk mendapatkan keturunan?" bentak Veronica dengan kesal.
"Veronica, bukan itu tujuanku, aku hanya menyukaimu dan bukan demi ingin mendapatkan keturunan," jawab Axton yang berusaha membujuk Veronica yang sedang emosi.
"Seharusnya kau tahu bahwa kita itu berbeda, aku adalah manusia biasa dan kau adalah siluman. kita tidak mungkin bersama. aku tidak mau bersama dengan siluman ular dan aku juga tidak mau nasibku sama seperti Sasa dan Mimi," ujar Veronica.
"Veronica, aku serius denganmu," ucap Axton yang maju mendekati gadis itu.
"Aku menolak dan jangan dekat lagi denganku!" bentak Veronica yang berpaling ke arah lain.
Saat Veronica berpaling Axton menahan lengan gadis itu.
"Singkirkan tanganmu!" bentak Veronica.
"Maafkan aku jika aku mengunakan caraku!" ucap Axton yang menghembus asap hijau ke wajah gadis itu.
Veronica yang tercium asap itu langsung tidak sadarkan diri. Axton menopang gadis itu dan kemudian membawanya pergi.
"Veronica, aku akan menjadikan mu sebagai pasanganku. aku tidak akan menghamilimu agar kau tidak melahirkan keturunanku, aku hanya ingin menjadikanmu sebagai pasanganku saja," batin Axton
Villa Axton, Bangkok.
Veronica langsung dibawa ke tempat tinggal pribadi Axton dalam keadaan tidak sadar.
"Tuan, apakah dengan cara ini baik? bagaimana kalau dia sadar nanti, dia pasti emosi dan mengamuk lagi," tanya Julio yang sedang berdiri di ujung kasur dengan Axton.
"Tidak akan terjadi lagi, dia hanya akan ingat denganku dan tidak akan ingat lagi dengan Sasa atau pun Mimi," jawab Axton yang menatap Veronica yang sedang berbaring di sana.
"Tuan, apakah dia tidak akan ingat lagi?"
"Aku akan selalu perhatikan dia, selamanya dia hanya akan ingat denganku dan lupa semua masa lalu."
"Bukankah kalau begitu ingatannya kosong saja?"
"Tidak, di dalam ingatannya adalah kenangan kami bersama. dia hanya ingat di saat kami bersama dan tidak kenal lagi dengan orang yang dia kenal dulu."
"Dan ini adalah halusinasi yang diciptakan oleh tuan sendiri."
"Benar, selamanya dia akan menghabiskan sisa hidupnya bersamaku."
"Tuan, dia adalah manusia biasa, apakah dia akan hidup lama? dan dia juga akan tua suatu saat nanti."
"Aku sudah memberikan pil panjang umur dan dia akan hidup bersamaku di sini untuk selamanya," jawab Axton.
"Bagaimana kalau dia hamil?"
"Tidak akan, aku tidak akan membiarkan dia hamil. Veronica adalah manusia biasa dan sangat bahaya baginya kalau dia hamil anak ular. nyawanya akan terancam. aku tidak mau mengambil resiko. aku hanya ingin dia menjadi pasanganku saja," jawab Axton.
"Tuan, aku yakin Mimi pasti akan mencarinya."
"Biarkan saja! jangan temui wanita itu lagi. kalau ingin bercinta pergilah ke sarang ular saja! jangan menghamili manusia!"
"Baik, Tuan. sejak kejadian Sasa aku juga tidak ingin mencari Mimi lagi. walau sangat disayangkan. tapi aku tidak mau seperti Luiz."
"Baguslah kalau begitu."
"Tuan, apakah kita membantunya melupakan Sasa saja? agar dia tidak menderita terus."
"Aku hanya ingin dia menyesali semua perbuatan dia, biarlah dia menderita untuk seketika. sebulan tidak lama."
"Kalau begitu aku pulang dulu,"pamit Julio yang ingin melangkah pergi.
"Tuan, ada lagi," seru Julio yang menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"tanya Axton yang melihat ke arah anak buahnya
"Bagaimana dengan Nana? selama ini dia sedang menunggumu, sudah sebulan lebih tuan tidak mencarinya. dia pasti akan menemuimu."
"Biarkan saja! aku dan dia hanya sebatas saling memuaskan. kini aku sudah memiliki Veronica. aku tidak mau ada wanita lain yang menganggu kami."
"Kenapa tidak gunakan Nana untuk melahirkan anak tuan saja? dia adalah siluman seperti kita."
"Aku pernah memikirkan sebelumnya, akan tetapi aku tidak mau anak ku dilahirkan dari wanita yang aku tidak cintai. aku juga tidak mau hubungan kami semakin akrab dan hanya saling menikmati di saat butuh," jawab Axton.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Rasyid Ramadhan
sangat bagus
2024-09-07
0
Vera Diani
Siluman ular y..
2022-10-29
1
Ilan Irliana
yaahhhh...udh g prjaka.....rugi dwonk Vero....klo gt jan nikmatin tubuh Vero y Xton..inggeettt...
2022-10-27
0