Bab 9. Kehilangan.

Sasa hanya duduk dengan menunduk dan tanpa bicara, sedangkan Mimi menyadari keanehan pada temannya itu, ia pun hanya diam sambil memperhatikan gerak-gerik sahabatnya itu.

"Kenapa diam saja? dan aromanya juga sangat menusuk hidung, ada apa dengan Sasa sebenarnya?" batin Mimi.

"Sasa, kenapa kamu diam saja? apa kamu ada masalah?"

Sasa hanya mengeleng kepalanya.

"Wajahmu sangat pucat, apa kamu benar-benar tidak butuh dokter?"

Sasa tidak menjawab dan hanya mengeleng-geleng kepalanya.

"Kenapa dia diam saja. dan tidak menjawab dan hanya mengeleng kepalanya, kenapa aku semakin merinding ya. seperti ada angin saja," batin Mimi.

Di sisi lain Axton bersama Veronica berjalan menuju ke pintu utama hotel.

"Axton, tunjukkan jalan ke toko obat!"

"Veronica, sebentar!" ucap Axton yang memegang lengan gadis itu.

"Sasa bukan sakit dan tidak butuh obat," ujar Axton.

"Tidak sakit? apa maksudmu?"

"Apa kamu ada mencium aroma yang aneh pada tubuhnya?"

"Aroma sangat menyengat hidung, tidak mungkin karena tidak mandi," jawab Veronica.

"Selain itu apa lagi kamu rasakan?"

"Sifatnya berbeda seperti biasa, sebelumnya dia ceria dan sejak pulang semalam dia sudah aneh. tidak banyak bicara dan juga tubuhnya sedingin es," jawab Veronica.

"Manusia yang masih bernafas tidak mungkin bisa begini."

"Maksudmu dia adalah mayat hidup?" tanya Veronica yang merasa tidak percaya.

"Bukan, tapi dia adalah roh gentayangan, Sasa sudah meninggal," ujar Axton.

"Me-meninggal?"

"Iya, yang kamu lihat itu hanyalah rohnya saja, dia sama sekali tidak tahu kalau dia sudah meninggal. sehingga dia masih kembali mencari kalian."

Veronica tidak bisa menerima saat mendengar kata pria itu bahwa sahabatnya itu telah meninggal dunia.

"Apa mungkin dia bukan Sasa temanku, dan mungkin saja dia hanya mirip atau pun menyamar sebagai Sasa?"

"Veronica, dia adalah temanmu, Sasa. kita harus mengetahui di mana jasadnya dan apa yang sudah terjadi semalam."

"Apakah dia menghadapi masalah saat ditinggalkan Luiz, dibunuh atau....?"

"Veronica, kita bisa menemuinya sekarang juga."

"Mimi ada di dalam sana, apakah dia akan melukai Mimi?" ujar Veronica yang melangkah cepat menuju ke kamarnya.

Klek.

"Mimi," teriak Veronica yang melangkah masuk ke kamarnya.

Bruk...

"Aarrghhh...." jeritan Mimi yang dilempar oleh Sasa.

"Mimi...." teriak Veronica yang langsung menghampiri sahabatnya itu.

"Sakit sekali," rintihan Mimi yang kesakitan.

"Sasa, jangan melakukan itu! kita adalah teman," tangisan Veronica yang merasa sakit hati karena melihat Sasa yang hanya sisa roh yang tanpa tujuan.

"Veronica, kenapa Sasa berubah menjadi menakutkan?" tanya Mimi.

"Katakan padaku! di mana jasadmu?" tanya Axton yang berdiri dihadapan Sasa.

"Ja-jasad? Veronica, apa maksudnya?" tanya Mimi yang menatap temannya itu.

"Mimi, kita sudah kehilangannya," kata Veronica dengan menetes air mata.

"Apa, kehilangannya? apa yang kamu katakan, Veronica?" tanya Mimi.

"Sasa, kamu sudah meninggal dan beritahu padaku di mana jasadmu?" tanya Axton.

Sasa hanya diam tanpa menjawab, ia hanya menunduk. Axton menghampirinya dan mengangkat dagu hantu Sasa. Axton melihat mata Sasa untuk mengetahui apa yang telah terjadi pada dirinya.

Mata Axton berubah menjadi hijau dan melihat semua kejadian yang menimpa Sasa saat dalam perjalanan pulang.

Tidak lama kemudian Luiz dan Julio masuk ke dalam kamar itu.

"Mimi..." panggil Julio yang menghampiri wanita itu.

"Sasa, kenapa dia....?" ucap Luiz yang merasa heran karena wanita yang pernah bercinta dengannya kini hanya sisa roh gentayangan.

"Sasa, di sini bukan tempatmu lagi, pergilah dengan tenang!" kata Axton.

Veronica berdiri dan menghampiri sahabatnya itu.

"Sasa, kamu masih ingat denganku?" tanya Veronica yang menetes air mata.

Sasa menatap Veronica selama beberapa saat dan mengeluarkan air matanya.

"Temanku yang baik, aku baru ingat aku sudah meninggal dan harus meninggalkan dunia ini yang sudah bukan duniaku," ucap Sasa yang menetes air mata.

"Sasa, jangan pergi! kita masih harus pulang bersama," kata Mimi yang berdiri dan menghampiri sahabatnya itu.

"Sudah waktunya aku pergi, kalian adalah sahabatku yang terbaik."

"Sasa, katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Veronica.

"Aku sesat di jalan dan tidak tahu jalan pulang, oleh sebab itu aku bertanya pada seorang pria yang berjualan dipinggir jalan sana. siapa sangka dia malah ingin memperk*saku, dan aku ketakutan dan berlari. dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi," jawab Sasa.

"Kau terjatuh dari jembatan dan meninggal karena kepalamu hancur," lanjut Axton.

"Semua ini salahku, aku tidak ingat kenapa aku bisa ada di sana, pada hal aku tidak tahu tempat itu," ucap Sasa yang sedang menangis.

Luiz merasa bersalah karena kematian Sasa bermula dari dirinya yang mengunakan matanya menghipnotis wanita itu, dan lebih parahnya dia juga meninggalkan Sasa begitu saja.

"Sasa, jangan pergi tinggalkan kami!kita bertiga datang bersama dan harus pulang bersama," ujar Veronica yang menangis dengan histeris.

"Veronica, walau aku merasa tidak puas dengan apa yang ku alami, tapi setidaknya hidupku sudah mengenalmu dan Mimi. selama ini kita seperti saudara kandung, sering bertengkar dan bercanda. dan mulai saat ini aku sudah memiliki dunia lain, aku tidak bisa lagi bersama kalian," ucap Sasa.

"Sasa, jangan meninggalkan kami. kau bisa pergi ke duniamu tapi kau harus kembali lagi," kata Mimi dengan terisak.

"Mimi, jangan bermain lagi dengan sembarang pria, selama ini kau sudah di anggap sebagai selingkuhan, murahan dan jal*ng. carilah kehidupan yang bisa membuatmu bahagia," ucap Sasa.

"Aku tahu, aku akan ingat pesanmu," jawab Mimi yang menangis dengan terisak.

"Veronica, diantara kita bertiga kau paling berhati-hati setiap melakukan sesuatu. dan juga paling menjauh dari orang asing. sikapmu ini sangat waspada dan ini sangat baik untukmu. sedangkan aku sangat lalai. sehingga terjadi semua ini padaku. tidak tahu kenapa aku bisa melakukan hubungan terlarang dengan Luiz yang baru ku kenal. aku sangat menyesal sekarang," ucap Sasa menetes air matanya.

"Sasa, siapa pun dirimu kamu tetap adalah sahabat kami. jangan meninggalkan kami!" tangisan Veronica.

"Veronica, Sasa tidak bisa terlalu lama di sini, dia harus segera kembali ke alam lain. jika tidak, dia akan lenyap di saat waktunya tiba," kata Axton.

"Veronica, Mimi, aku hanya tinggal di dunia yang berbeda dengan kalian. bukan berarti kita berpisah selamanya," ujar Sasa dengan senyum paksa.

"Aku pergi dulu," ucap Sasa yang melambai tangannya pada dua sahabatnya itu.

Tangisan Veronica dan Mimi pecah saat melihat Sasa mulai menghilang dari hadapannya.

"Sasaaaaa....." teriak Veronica yang maju ingin memeluk sahabatnya itu akan tetapi ia tidak bisa lagi menyentuh sahabatnya itu.

Secara perlahan Sasa menghilang dengan wajah senyum melihat Veronica dan Mimi yang sedang menangis dengan histeris.

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat sedih cerita 3 bersahabat

2024-09-07

0

susi

susi

wah sereeemmnn knpa g Mimi ya 🤣🤣😂😂

2022-10-26

4

mamanya aisyah

mamanya aisyah

gairah pria siluman udh up blom ...
soalnya aku dpt pemberitahuan dri nevtton udh up 2 ,eh pas di buka ttp gk ada

2022-10-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!