"Jika Nana datang ke sini bukankah akan bertemu dengan nona Veronica?"
"Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti Veronica, jika dia berani menyentuhnya, maka aku tidak akan segan merenggut nyawanya," jawab Axton.
"Baiklah, Tuan. aku keluar dulu," kata Julio yang melangkah keluar dari kamar.
"Veronica, dengan cara ini kau tidak akan bisa menolakku lagi. aku sudah lama menantimu dan malam ini aku ingin segera mendapatkanmu," ucap Axton yang melepaskan semua pakaiannya.
Setelah melepaskan semua pakaiannya Axton juga melepaskan pakaian yang membalut tubuh Veronica sehingga tanpa sehelai benang.
Axton memerhatikan setiap lekuk tubuh gadis yang sedang berbaring di depannya yang tanpa balutan apa pun.
"Tubuhmu ini akan menjadi milikku," ucap Axton yang menghisap dua gundukan yang kenyal dan sambil meremasnya.
Veronica mengerakan bola matanya dan merasakan setiap sentuhan dari Axton.
"Axton..." ucap Veronica yang dalam keadaan setengah sadar.
"Veronica, panggil namaku!" pinta Axton yang memainkan jarinya ke bagian bawah tubuh Veronica.
"Axton," sebut Veronica yang mengikuti kata Axton.
"Malam ini aku akan melakukannya, katakan kau mencintaiku!" pinta Axton yang membuka lebar kaki Veronica.
"Aku mencintaimu," ucap Veronica yang belum sadar.
Axton mendorong pusakanya masuk ke dalam goa sempit dengan sedalam-dalamnya. ia mulai bergerak maju mundur di goa sempit yang membuatnya semakin merasa nikmat.
"Sakit," rintihan Veronica yang mengeluarkan air matanya.
"Sakit hanya sebentar saja, setelah itu kau tidak akan sakit lagi," kata Axton melakukan gesekan tanpa berhenti.
"Axton, sakit!"
"Bersabarlah! aku tidak bisa berhenti lagi, aku ingin menikmatinya!" jawab Axton kemudian mencium bibir Veronica dan melakukan gesekan dibawah sana.
"Sakit sekali," ucap Veronica yang membuka matanya.
"Katakan kalau kau mencintaiku," kata Axton yang bergerak semakin cepat.
"Aku mencintaimu," ucap Veronica yang mencakar lengan Axton karena merasa kesakitan yang luar biasa.
Tidak lama kemudian Axton mencapai puncak kenikmatan dan melanjutkan gesekannya.
"Axton, sakit sekali!"rintihan Veronica yang kesakitan.
"Veronica, bertahanlah untuk sekali ini, aku belum bisa berhenti," ujar Axton sambil bergerak maju mundur di atas tubuh Veronica.
"Sakit sekali," rintihan Veronica yang menetes air mata.
Axton yang melihat gadis itu merintih kesakitan ia pun tidak tega untuk melanjutkan, sebelum mencapai puncak untuk kedua kali ia langsung berhenti dan mencium bibir Veronica.
"Selama ini aku hanya melakukan hubungan dengan mereka dan belum pernah berciuman, karena bagiku itu tidak penting dan yang penting adalah adikku merasa puas. dan sekarang gadis ini membuatku candu dari atas hingga ke bawah," batin Axton.
"Veronica, kamu tidak apa-apa?" tanya Axton yang mengusap air mata gadis itu.
"Axton, tolong keluarkan itu mu! aku merasa sakit," pinta Veronica.
"Baiklah," jawabnya yang mengeluarkan pus*kanya pada hal dirinya masih menginginkan gadis itu.
"Darahnya banyak sekali, pantas saja dia menangis kesakitan," batin Axton.
Tidak lama kemudian Veronica tidak sadarkan diri.
"Suatu keberuntunganku bisa mendapatkanmu," ucap Axton yang mengecup dahi gadis itu
Keesokan harinya.
Veronica membuka matanya dan melihat sekitar kamar itu, ia telah melupakan segalanya dan hanya ingat Axton seorang diri. siluman ular itu membuatnya melupakan semua ingatan masa lalu. dan membuat ingatan palsu mengenai mereka berdua.
"Sakit sekali, semalam bukan mimpi. kami benar-benar melakukannya," keluhan Veronica yang berubah posisi duduk.
"Kenapa aku seperti melupakan sesuatu ya? apa itu, kenapa aku tidak bisa mengingatnya?" ucap Veronica yang menepuk kepala sendiri.
Klek
"Selamat pagi, Veronica," ucap Axton baru melangkah masuk sambil membawakan sarapan.
"Selamat pagi," balas ucapan Veronica yang masih ditutupi oleh selimut.
"Aku sudah siapkan sarapan untukmu, coba rasakan makanannya," kata Axton sambil menyuap Veronica.
"Roti bakar dengan daging ayam," ujar Veronica yang sedang mengunyah makanan yang diberikan oleh pria itu.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak, kamu sangat pintar membuat sarapan," jawab Veronica dengan senyum.
"Asal kau menyukainya aku akan selalu membuat untukmu."
"Terima kasih," ucap Veronica yang makan dengan begitu lahap.
"Axton, kenapa aku tiba-tiba merasa tempat ini sangat asing? sejak kapan kita tinggal di sini?"
"Kamu memang pelupa. kita baru pindah semalam, oleh karena itu kau merasa asing," jawab Axton dengan alasan.
"Ternyata begitu, ingatanku kenapa bisa begitu buruk ya?"
"Veronica, habiskan sarapan ini dulu! setelah itu aku akan membawamu mengelilingi rumah ini!"
"Iya, baiklah," jawab Veronica yang makan dengan lahap.
Setelah satu jam kemudian.
Axton membawa Veronica mengelilingi sekitaran villa miliknya. halaman villa nya itu sangat luas walau berada di agak pendalaman dan jauh dari kota, akan tetapi memiliki pemandangan yang cukup indah.
"Veronica, apa kamu menyukai tempat ini?" tanya Axton yang memegang tangan gadis itu.
"Sangat indah dan udaranya juga sangat segar, aku ingin memotret pemandangan sini!"
"Aku akan menyuruh anggota pergi membeli kamera untukmu," jawab Axton dengan senyum.
"Terima kasih," ucap Veronica.
"Katakan saja apa yang kamu mau! aku akan menyediakan untukmu," kata Axton yang menarik Veronica ke pelukannya.
"Tidak ada lagi, aku hanya menyukai memotret saja," jawab Veronica.
"Baiklah, kita akan tinggal di sini untuk selamanya. dan aku akan menemani mu berkeliling tempat ini."
Australia.
Sementara Mimi yang baru menjalani operasi ia baru membuka matanya. ia mendapati seorang dokter dan suster sedang memeriksa kondisinya
"Ada apa denganku?" tanya Mimi pada dokter itu.
"Nona, Anda sudah sadar, Anda baru menjalani operasi dan jangan banyak bergerak dulu!"
"Dokter, ada apa denganku?"
"Dalam perut Anda tumbuh gumpalan lemak sehingga menyebabkan Anda sakit perut, setelah dikeluarkan maka sudah tidak apa-apa," jawab Dokter itu yang menyembunyikan kebenaran, karena sebelumnya telah dipesan oleh Veronica.
"Gumpalan lemak? untung hanya itu saja. Dokter, di mana teman saya?"
"Semalam nona itu masih di sini, dan hari ini belum melihatnya lagi."
Mimi kemudian menoleh ke meja yang disamping ranjangnya, ia meraih handphone milik Veronica yang tertinggal di atas meja itu.
"Kenapa dia meninggalkan handphonenya di sini? tidak biasa dia tidak membawa handphone," gumam Mimi.
"Nona, kami keluar dulu. jika ada keluhan silakan panggil suster kami!"
"Iya, terima masih, Dokter," ucap Mimi.
"Veronica ke mana ya? kenapa dia membaca mengenai sejarah ular hijau?" ucap Mimi yang sedang menyalakan handphone milik Veronica.
"Apa mungkin dia pergi kerja? aku coba menghubungi ke perusahaan dulu," gumam Mimi.
Mimi mengunakan handphone Veronica menghubungi nomor yang diperusahaan tempat Veronica bekerja.
"Hallo, selamat siang," sahut seorang wanita yang dari seberang sana.
"Meliza, ini aku, Mimi. apakah Veronica ada di sana?"
"Mimi, ternyata kamu, Veronica tidak datang. dan kami ingin menghubungi dia juga tidak bisa."
"Baiklah, Meliza. terima kasih!" ucap Mimi yang memutuskan panggilannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Rasyid Ramadhan
sangat tegang membacanya bagus
2024-09-07
1
gaby
Katanya Axton ga bakal nyentuh Veronica, biar ga hamil. eh ini malah menggunakan cara licik buat nyentuh. Kalo ntar hamil gmn?? Masa manusia hamil anak uler, ntar anaknya jadi apaan?? Uler keket atau uler bulu😅😅
2022-10-28
4
susi
hemmmz penculikan,pemaksaan tdk baik nih 😂😂🤣🤣
2022-10-28
1