Bab 6. Mimi dan Sasa Tergoda

"Veronica, mari kita ke sana!" ajak Axton yang menunjukan ke arah tempat para pengunjung sedang berteduh.

"Kau pasti sudah haus, mari kita istirahat dulu!" ajak Axton.

"Baiklah," jawab Veronica yang ikuti langkah Axton.

Mereka berdua duduk saling berhadapan dan menikmati minuman dingin.

"Kenapa aku tidak melihat Mimi dari tadi?" tanya Veronica yang melihat kesekitaran sana.

"Mereka mungkin berjalan ke tempat lain," jawab Axton yang menatap senyum pada gadis yang dihadapannya.

"Veronica, apakah kamu seorang fotografer?"

"Bukan," jawab Veronica sambil melihat kameranya.

"Kelihatannya kau sangat suka memotret ," ucap Axton dengan senyum.

"Ini adalah hobiku, ke mana pun aku pergi, aku suka memotret setiap tempat yang aku kunjungi."

"Apa pekerjaanmu?"

"Karyawan di perusahaan kosmetik," jawab Veronica.

"Tuan Charlie, apakah sudah pernah ke australia?" tanya Veronica..

"Belum pernah, dari kecil aku tinggal di sini, dan belum pernah keluar dari negara ini," jawab Axton dengan senyum.

"Apa pekerjaan Anda?"

"Hotel yang kalian tempati adalah milikku, aku berbisnis di bidang perhotelan."

"Ternyata begitu."

"Jangan panggil aku tuan, panggil nama saja, kita adalah teman," ucapnya dengan senyum menatap gadis itu

"Iya, aku akan memanggilmu nama, dan...di mana tempat yang ada pemandangan yang paling indah?"

"Aku akan membawamu ke sana!"

"Aku ingin bersama Sasa dan Mimi, kita menunggu mereka saja,"jawab Veronica yang masih bersikap waspada pada pria itu.

"Gadis pintar, dia sangat berbeda dengan yang lain, dia sangat berhati-hati pada orang yang baru dia kenal. sedangkan dua wanita itu sangat mudah digoda," batin Axton.

"Mimi pasti sedang melakukan itu lagi dengan Julio, apa dia tidak tahu dia sudah salah besar. walau seberapa baik mereka pada kita. kita tetap harus bersikap hati-hati," batin Veronica.

Di sisi lain Sasa sedang bersama dengan Luiz. pria itu sedang berusaha mengejar gadis itu agar bisa berkencan dan mendapatkan dirinya. Luiz dan Julio sudah sering melakukan hubungan badan dengan lawan jenis mereka. akan tetapi untuk menyentuh wanita yang adalah dari kalangan manusia adalah untuk pertama kalinya.

"Sasa, bunga ini untukmu, sebagai tanda perkenalan kita. kalau kamu tidak keberatan kita bisa berkencan," ucap Luiz dengan mengunakan mata hijaunya menatap mata Sasa.

Sasa yang melihat mata pria itu ia terdiam sesaat dan kemudian tersadar.

"Bunga ini sangat mewah, tentu saja aku sudi menjadi pacarmu," jawab Sasa.

Luiz yang tanpa menunggu langsung mencium bibir gadis itu dan sambil memeluk pinggangnya.

"Akhirnya dia akan jatuh ke tanganku, aku sangat penasaran dengan tubuh manusia,"batin Luiz.

Sementara Julio dan Mimi masih belum mengakhiri hubungan mereka. Mimi yang selama ini selalu saja bersemangat di atas ranjang, kini dia hanya bisa pasrah dan kewalahan.

"Julio, kau sangat hebat, tapi aku merasa perih," kata Mimi yang dengan suara pelan.

Wajah Julio berubah menjadi asli rupanya saat menikmati tubuh wanita itu, ia tidak merasa lelah bahkan kecanduan hingga melakukannya berulang kali.

"Julio, hentikan! aku sudah tidak tahan," pinta Mimi.

Julio mengabaikan permintaan wanita itu sambil melakukan gesekan tanpa berhenti.

"Aarrghhh...." pekikan Mimi yang merasa perih.

Setelah tidak lama kemudian Julio menghentikan gerakannya. ia merasa puas dan sangat menikmati tubuh wanita itu untuk pertama kali. sesaat kemudian wajahnya kembali seperti semula.

"Wanita ini sangat memuaskan, baru kali ini aku merasa sangat puas. dia bisa ku gunakan untuk melayaniku," batin Julio.

"Mimi, maaf. aku sangat menikmati sehingga tidak bisa berhenti," ucap Julio yang mengecup dahi Mimi yang sedang berkeringat.

"Kau sangat hebat sekali, bisa bermain selama ini," kata Mimi.

"Mulai hari ini kau hanya boleh bersamaku," kata Julio yang melepaskan ikatan yang di tangan Mimi.

Malam hari.

Veronica dan Axton kembali ke hotel bersama. karena menunggu temannya seharian akhirnya Veronica pulang dengan raut wajah tidak senang.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Axton yang sedang memperhatikan gadis itu.

"Aku baik-baik saja," jawab Veronica dengan wajah kesal.

"Kelihatannya kau sedang marah."

"Aku hanya marah pada mereka, bisa-bisanya meninggalkan ku setelah memiliki pasangan."

"Kita juga bisa menjadi pasangan seperti mereka," kata Axton yang merasa lucu dengan kemarahan gadis itu.

"Tidak lucu sama sekali ucapanmu, aku masuk ke kamarku dulu. terima kasih karena sudah menemaniku," ucap Veronica.

"Sama-sama, kamu juga tidak mengenal jalan sini, jika butuh bantuan maka beritahu saja padaku,"ujar Axton dengan senyum ramah.

"Terima kasih, selamat malam," ucap Veronica dengan sopan dan melangkah masuk ke dalam kamarnya.

Klek.

"Gadis ini sangat menarik sekali, hingga sekarang dia masih jaga jarak denganku," batin Axton.

"Dasar teman tidak punya hati," ketus Veronica yang melempar bantal Sasa dan Mimi ke lantai.

"Sudah ku katakan jangan dekat dengan mereka karena baru kenal. tapi perkataanku malah di anggap candaan. aku yakin mereka pasti sedang bersenang-senang. Sasa dan Mimi sama saja. kenapa aku bisa memiliki teman yang seperti ini,"ketus Veronica.

Di sisi lain Sasa bersama dengan Luiz di sebuah kamar hotel sedang melakukan penyatuan..

"Aarrghh...." jeritan Sasa yang merasa kesakitan.

"Darah perawan, dia masih perawan. bagus sekali. aku adalah pria pertama baginya," batin Luiz

Luiz melakukan gesekan tanpa berhenti, rasa nikmat karena menikmati bagian inti wanita itu yang belum pernah ditembus oleh siapa pun.

"Sakit...." rintihan Sasa yang matanya mengeluarkan air mata.

"Sasa, aku sudah tidak bisa berhenti," ucap Luiz yang bergerak maju mundur dengan cepat.

"Teruskan saja tidak apa-apa," ucap Sasa sambil memejamkan matanya.

Di hari itu Mimi dan Sasa telah jatuh ke tangan Julio dan Luiz. mereka tanpa curiga langsung menjalin cinta dengan pria yang baru mereka kenal. tidak ada yang tahu siapa mereka sebenarnya dan dari mana asal mereka, begitu juga dengan Axton yang adalah bos mereka.

Sedangkan Veronica sangat menjaga jarak dengan Axton yang baru dia kenal, gadis itu memang memiliki sifat yang sangat emosional dan berhati-hati pada semua orang yang baru dia kenal.

"Sudah pukul 11 malam masih tidak pulang, apakah mereka sudah lupa kamar mereka di mana? kalau begitu lain kali lebih aku keluar sendiri saja," ketus Veronica.

Karena merasa kesal Veronica lalu memejamkan matanya sambil memeluk bantal.

Tidak lama kemudian Veronica pun ketiduran tanpa di tutupi oleh selimut. saat ia sudah tertidur pulas Axton lagi-lagi muncul di kamarnya.

"Gadis emosional, sangat menarik. aku suka sikapmu yang tidak murahan," ucap Axton yang duduk di samping kasur.

Axton lagi-lagi menghembus asap hijau ke arah hidung Veronica.

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat bagus lanjut

2024-09-07

0

Inara 💖💖

Inara 💖💖

Pnsaran dgn merka.. silumn apa sie.. siluman mesuum 🤭🤭

2022-10-28

1

Abigail Chavali

Abigail Chavali

Waow waoww pokoknya keren Thor lanjuttt

2022-10-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!