Bab 4. Mendekati

"Dia sangat tampan, menolak ajakanku. dia benar-benar pria sejati berbeda dengan yang lain,"ucap Mimi yang sambil menatap ke arah Axton yang melangkah pergi dengan diikuti oleh dua bawahannya.

Tidak ada yang mengenali siapakah Axton Charlie seorang pria yang pendiam dan sering ditemani oleh dua anggotanya ke mana pun dia pergi.

Sementara Veronica dan Sasa telah kembali ke kamar mereka.

"Apa kau yakin dia sudah pergi?"tanya Sasa yang masih sedang waspada.

"Seharusnya sudah pergi," jawab Veronica yang duduk di kasurnya sambil memijat kaki sendiri.

"Apakah dia pergi memang karena sudah waktunya atau karena dia takut dengan tuan Axton?" tanya Sasa yang duduk ditepi kasur.

"Kalau hantu gentayangan biasa karena dia mati dibunuh, dan tidak mungkin dia bisa pergi begitu saja. apa mungkin dia di usir pria itu? tapi pria itu adalah manusia biasa dan bukan penangkap hantu."

"Jangan mengatakan itu lagi! sangat menyeramkan, semua ini karena Mimi. kita baru ke sini saja sudah menjadi incaran hantu gantayangan," ujar Sasa sambil mengeluh.

"Ke mana lagi dia? kenapa tidak masuk?" tanya Veronica.

"Mungkin dia mengoda tuan Axton, dia sangat tergila-gila dengan pria itu tadi dan sekarang begitu juga."

"Sifatnya memang tidak berubah, apakah pria itu berhasil di goda olehnya?" tanya Veronica dengan penasaran.

"Aku tidak tahu, akan tetapi Axton Charlie memang sangat tampan, aku saja sangat menyukai melihat wajahnya," ucap Sasa yang tersenyum sambil mengingat pria itu.

"Kau jangan seperti Mimi yang tergila-gila pada pria tampan," ketus Veronica yang melempar bantal ke arah temannya.

"Hahahaha....apa kau tidak memperhatikan wajahnya? andaikan kita menyuruh dia memilih, siapa yang akan dia pilih?"

"Jangan berpikir sembarangan! kita tidak tahu siapa dia, malam ini sudah banyak kejutan. aku tidak mau dekat dengan orang asing yang tidak jelas asal usulnya," kata Veronica yang menghempaskan dirinya ke atas kasur.

Klek.

"Ke mana saja kau pergi? apa tidak cukup menyusahkan kami," bentak Sasa yang merasa kesal pada Mimi yang baru kembali.

"Jangan marah padaku! bukankah kita semua sudah selamat," ujar Mimi yang duduk dikasurnya.

"Kita hampir mati karena kau menjadi selingkuhan suami hantu wanita itu," ketus Veronica.

"Iya, maaf, maaf. aku bersalah. aku juga tidak tahu bisa terjadi hal seperti ini. aku tidak tahu kalau pria itu sudah menikah."

"Memang kalau kau tahu kau akan melepaskan pria itu? apa kau masih ingat saat di australia, kita di kejar oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari seorang pria yang kau goda. Mimi, aku harus memujimu jal*ng murahan, saat di sana kami dikejar istri orang dan di sini lebih parah lagi kami di kejar hantu. kenapa bukan kau saja yang di bunuh," bentak Veronica dengan nada kesal.

"Ve-Veronica, jangan marah! sabar! aku tidak akan melakukannya lain kali," kata Mimi yang membujuk temannya itu.

"Janjimu itu tidak akan bisa dipercaya, setiap melihat pria tampan kau pasti tergila-gila sehingga lupa diri. kami mendapat malu karena ulahmu. dan malam ini nyawa kami hampir hilang karena mu," ketus Veronica.

"Betul kata Veronica, kalau kau masih saja begitu suka mengoda pria, maka jangan salahkan kami tidak peduli padamu lagi,"ketus Sasa.

"Aku tahu kejadian semua ini karena kesalahanku, aku berjanji pada kalian tidak akan melakukan itu lagi," ucap Mimi.

"Lalu, apakah tadi kau mengoda tuan Axton Charlie?" tanya Sasa.

"Iya, akan tetapi ajakan ku ditolak, dan dia adalah pria yang paling tampan yang ku kenal dan selain itu juga, dia adalah pria pertama yang menolak ku," jawab Mimi dengan merasa sedih.

"Ditolak pria asing kau bisa begitu sedih," kata Sasa dengan mengejek.

"Kau akan pendek umur tanpa pria," ketus Veronica.

Di sisi lain Axton Charlie bersama dua anggotanya sedang berada di kamar hotel. mereka memegang gelas bening yang terisi cairan merah yang adalah darah segar.

"Tuan, kenapa tadi kita tidak memangsa mereka saja? " tanya salah satu anggotanya bernama Julio.

"Mereka bertiga masih muda dan juga cantik. kita bisa menikmati dulu dan kemudian baru menelan mereka," ujar anggota lainnya yang bernama Luiz.

"Jangan memangsa mereka! terserah kalian ingin menikmati mereka asal jangan membunuhnya. dan ingat, gadis yang bernama Veronica adalah milikku. Jangan sentuh dia!" ujar Axton dengan tegas.

"Baik, Tuan," jawab Luiz dan Julio dengan serentak.

Jam dinding menunjukan pukul 01.00.

Veronica bersama dua sahabatnya telah ketiduran. tidak lama kemudian seorang pria yang muncul di samping tempat tidur Veronica, pria itu adalah Axton yang tiba-tiba muncul dan menatap gadis itu yang sedang tidur dengan pulas.

"Veronica, kau hanya akan bersamaku, aku akan membuatmu tertarik padaku," batin Axton.

Axton mendekati Veronica dan kemudian mulutnya menghembus asap hijau yang masuk ke dalam hidung gadis itu.

Tidak lama kemudian pria itu menghilang dari sana.

Veronica mulai bermimpi sesuatu yang membuatnya berkeringat dingin. mimpi itu adalah halusinasi yang diciptakan oleh Axton kepada Veronica.

"Jangan melakukannya!" ucap Veronica yang dalam keadaan tidak sadar diri.

Tidak lama kemudian Veronica kembali tenang dan tidur dengan pulas.

Keesokan harinya.

Veronica membuka matanya dan melihat ke arah jendela yang cuacanya sudah terang. ia berubah posisi duduk sambil menatap luar jendela.

"Kenapa mimpi ku sangat aneh semalam?" batin Veronica.

"Pria itu adalah Axton Charlie, kami baru berkenalan saja. dan kenapa aku bisa bermimpi tentang dia ya? kami baru saja kenal. tapi saat dalam mimpi dia menciumku terus. apakah aku sudah gila," ketusnya dalam hati.

Setelah satu jam kemudian Veronica dengan dua sahabatnya sedang sarapan bersama di salah satu warung yang menjual makanan.

"Makanan sini sangat enak sekali," ucap Mimi yang sambil makan dengan lahap.

"Selagi masih tinggal di thailand, kita usahakan makan semua makanan lezat yang di sini," ujar Sasa.

"Dan kita akan menjadi gemuk jika tinggal di sini dan makan terus,"kata Veronica.

"Setelah pulang kita baru diet saja," ucap Mimi dengan seraya bercanda.

Saat mereka sedang menyantap sarapannya, Axton bersama Luiz dan Julio menghampiri mereka.

"Hai, Nona Veronica," sapa Axton.

"Tuan Axton?" balas sapaan Veronica.

"Tuan Axton, tidak sangka kita bertemu lagi. bagaimana kalau kita duduk bersama!"ucap Sasa.

"Boleh juga kita saling kenal," jawab Axton dengan senyum dan duduk bersama dua temannya itu.

"Ada pria tampan yang duduk dengan kami, hari ini pasti hari yang sangat luar biasa," ucap Mimi dengan berharap.

"Kenapa bertemu dengan dia lagi...hufff," batin Veronicia

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

lanjutin dong ceritanya sangat bagus

2024-09-07

0

Herlinatriyono 786

Herlinatriyono 786

siluman apaan ya si axton?drakula kah atau siluman ular

2022-12-04

2

Vera Diani

Vera Diani

Axton Pangeran Drakula kah 🤔🤔🤔

2022-10-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!