Bab 8. Keanehan Sasa

"Tuan, kenapa tidak langsung saja? Sasa dan Mimi begitu mudah kami goda sehingga mereka setuju begitu saja," kata Julio.

"Aku menyihir dengan mataku, agar Sasa tidak menolak dan langsung menerima ajakanku dan akhirnya aku langsung mendapatkan dia," kata Luiz.

"Aku tidak ingin mengunakan cara ini, karena yang ku inginkan adalah dia menerima ku, dan aku juga serius dengannya dan bukan hanya sekadar bermalam dengannya," ucap Axton yang menghabiskan darah segar yang di dalam gelasnya.

"Hei, apakah semalam kau mengantar Sasa pulang?" tanya Julio.

"Tidak, kau tidak tahu saja. sangking aku menikmatinya sehingga asli wujudku berubah dan kemudian aku hanya bisa tinggalkan dia, agar dia tidak melihatku," jawab Luiz.

"Dia masih baru di sini, apa dia tahu jalan?" tanya Julio.

"Setelah lima belas menit kemudian aku kembali lagi ke sana dan dia sudah tidak berada ditempat itu," jawab Luiz.

"Semoga saja dia pulang dengan selamat," ucap Julio.

"Mari kita keluar!" ajak Axton yang bangkit dari tempat duduknya.

Saat mereka baru keluar mereka bertemu dengan Veronica dan Mimi yang sedang menuju ke arah mereka.

"Tuan, itu nona Veronica," ujar Luiz.

Axton yang melihat gadis itu, matanya menatap mesra ke arah ke gadis pujaannya.

"Hai, Tuan Charlie," sapa Mimi dengan senyum ramah.

"Veronica, kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Axton.

"Aku ingin menemuinya," jawab Veronica sambil menunjuk ke arah Luiz.

"Mencariku, ada apa?" tanya Luiz.

"Aku datang untuk menghajarmu," jawab Veronica yang langsung menginjak kaki Luiz.

Buk...

"Auhkkk...." jeritan Luiz yang kesakitan.

"Nona Veronica, apa yang sudah terjadi?" tanya Julio yang penasaran.

" Pria brengs*k," bentak Veronica pada Luiz yang tidak tahu apa-apa.

"Hei, kenapa kau marah padaku?" tanya Luiz dengan heran.

"Veronica, katakan padaku apa yang sudah terjadi?" tanya Axton.

"Pria ini meniduri Sasa dan kemudian dia meninggalkan Sasa begitu saja, sehingga Sasa yang tidak tahu jalan harus pulang dengan jalan kaki," jawab Veronica dengan kesal.

"Apa kau tahu, semalam pukul 3 Sasa baru sampai ke hotel, kenapa kau begitu tidak bertanggung jawab," ketus Veronica pada Luiz.

"Nona Veronica, semalam aku ada urusan oleh sebab itu aku terpaksa pergi, tapi tidak lama kemudian aku ada kembali dan melihatnya sudah tidak berada di sana," kata Luiz yang mencoba menjelaskan.

Veronica yang merasa kesal lalu melayangkan pukulan ke wajah Luiz.

Bruk...

"Aauhkkkk....*

"Begitu mudahnya kau tinggalkan dia begitu saja setelah kau bermain dengannya, seharusnya kau mengantar dia dan bukan tinggalkan begitu saja," bentak Veronica dengan nada tinggi.

"Luiz, ini memang kesalahanmu. cepat minta maaf!" ujar Axton pada anak buahnya itu.

"Tidak perlu! lain kali jangan mencari Sasa lagi!" ketus Veronica pada Luiz.

Sesaat kemudian Veronica pergi meninggalkan mereka dengan di ikuti oleh Mimi.

"Wanita ini sangat galak, dan dia adalah wanita pertama yang menghajarmu," ujar Julio.

"Jangan bercanda lagi! harga diriku sudah hilang akibat pukulan dan tendangannya," ucap Luiz yang menyentuh wajahnya yang ada bekas pukulan.

"Veronica, kau sangat hebat sekali. dengan beraninya kau menghajar pria itu," ucap Mimi yang ikuti langkah Veronica yang menuju ke kamar.

Klek.

"Kenapa Sasa belum pulang lagi?" tanya Veronica yang melihat temannya itu tidak berada di sana.

"Mimi, coba kau hubungi dia!"

"Iya," jawab Mimi yang mengeluarkan handphone miliknya.

Mimi mencoba berulang kali menghubungi nomor sahabatnya itu akan tetapi tidak bisa dihubungi sama sekali.

"Aneh, kenapa tidak bisa dihubungi? selama ini handphonenya tidak pernah tidak aktif," kata Mimi yang mencoba berulang kali.

"Mungkin kehabisan baterei," ujar Veronica.

Malam hari.

Veronica dan Mimi sedang makan bersama di seberang hotel.

"Kenapa nomor Sasa tidak aktif? ada apa dengannya?" tanya Mimi yang merasa khawatir.

"Dia agak aneh saat pulang semalam, wajahnya sangat pucat. aku hanya khawatir kalau dia jatuh sakit dan pingsan disuatu tempat," kata Veronica sambil menyantap makanannya.

"Sudah seharian dia menghilang, ke mana dia pergi? tidak biasa dia seperti itu," ucap Mimi.

Di saat mereka sedang makan diseberang sana, Sasa berjalan menuju ke hotel itu

"Hei, hei, itu Sasa sudah pulang," kata Mimi yang menunjukan ke arah temannya yang sedang berjalan masuk ke dalam hotel.

"Mari kita ajak dia makan! dia pasti belum makan," ajak Veronica yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah cepat menyeberang jalan itu.

"Sasa, ke mana saja kau seharian ini? apa kamu sudah lapar? mari kita makan dulu!" tanya Veronica yang menghampiri sahabatnya itu.

"Sasa, kami sangat mencemaskan mu, kenapa kami tidak bisa menghubungimu?" tanya Mimi.

"Kenapa aroma tubuhnya seperti aroma bangkai?" batin Veronica.

"Handphoneku hilang," jawab Sasa dengan singkat.

"Mari kita makan!" ajak Veronica.

"Aku tidak lapar," jawab Sasa yang melangkah masuk tanpa banyak bicara.

"Kenapa dia aneh sekali ya?" tanya Mimi dengan suara pelan.

"Mari kita lihat dulu!" ajak Veronica yang melangkah pergi dan diikuti oleh Mimi.

"Veronica," suara panggilan Axton yang muncul dari belakangnya.

"Axton?" balas Veronica yang menghentikan langkahnya.

"Ada apa? sepertinya kalian ada masalah?" tanya Axton.

"Sasa pergi seharian dan baru pulang dan sikapnya juga sangat aneh," jawab Veronica.

"Mari kita pergi lihat dulu! mungkin saja dia adalah masalah," kata Axton.

Veronica bersama Mimi dan Axton menuju ke kamarnya.

Klek.

"Sasa...?" panggil Veronica yang baru melangkah masuk ke kamarnya dengan diikuti oleh Axton dan Mimi.

"Kenapa tidak ada dikamar?" tanya Mimi yang merasa heran.

"Ada apa mencariku?" tanya Sasa yang tiba-tiba muncul dibelakang Mimi.

"Aarghh...." teriak Mimi yang merasa terkejut.

"Sasa, kenapa kau sering saja muncul tiba-tiba?" tanya Mimi yang mengelus dadanya.

"Sasa, kau ke mana saja? apa kamu sudah mandi? baju ini adalah baju semalam," tanya Veronica.

Axton mengunakan mata hijaunya melihat Sasa yang ada keanehan pada gadis itu.

"Aku hanya merasa dingin saja," jawab Sasa dengan cuek dan duduk di sofa.

"Sasa, kamu sangat pucat, bagaimana kalau aku panggilkan dokter untuk memeriksa mu?" tanya Veronica yang duduk disamping temannya itu.

"Tidak perlu, aku hanya kedinginan saja," jawab Sasa tanpa menoleh ke sahabatnya itu.

Veronica lalu menyentuh dahi temannya dan kemudian langsung melepaskan tangannya.

"Kenapa kau bisa begitu dingin?" tanya Veronica dengan merasa aneh.

"Veronica, bagaimana kalau kita pergi membeli obat untuk Sasa!" ajak Axton dengan sengaja.

"Baiklah, aku pergi membeli obat dulu, kau istirahatlah!" kata Veronica pada Sasa.

"Mimi, tolong jaga Sasa dulu!"

"Iya, aku akan menjaganya," jawab Mimi yang duduk di samping temannya itu.

Tidak lama kemudian Axton dan Veronica keluar dari kamar, tinggallah Mimi bersama Sasa di kamar.

Terpopuler

Comments

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat bagus

2024-09-07

0

NINENG

NINENG

matikah Sasa😱

2024-07-14

1

Afika Fika Yesy

Afika Fika Yesy

nah tukan hantunya Sasa

2023-04-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!