Bab 3.Dikejar Hantu

Hantu wanita itu langsung menghilang saat melihat tiga gadis itu meninggalkan kamar.

Veronica, Sasa dan Mimi berlari dengan begitu cepat sambil melihat belakang yang ada cahaya hijau sedang mengejar mereka.

"Apa kalian kenal hantu itu?" tanya Veronica yang sambil berlari.

"Aku tidak kenal," jawab Sasa yang ikuti langkah Veronica dari belakang.

"Dia begitu cepat, kita tidak bisa menjauh dari dia," ujar Mimi yang ketakutan sambil berlari.

Saat mereka berlari hantu wanita itu langsung muncul dihadapan mereka. dengan wajah mereka yang sangat menyeramkan, matanya membesar dan wajahnya berubah menjadi hijau.

"Aarrgrhhhhh," teriakan mereka bertiga yang langsung berlari ke arah tadi.

Mereka mempercepatkan langkahnya untuk menjauh dari hantu wanita itu.

"Kenapa mengejar kami? kami tidak mengenalmu," teriak Sasa yang sambil berlari.

"Wanita murahan, pengoda suami orang," bentak hantu wanita itu yang mengejar mereka tanpa menginjak lantai.

"Hei, kau salah orang, kami tidak mengoda suamimu," ketus Veronica.

"Mimi, apa kau mengenalnya?" tanya Sasa yang sedang berlari bersama Mimi.

"Kenapa bertanya padaku? aku tidak mengenalnya sama sekali," jawab Mimi.

"Karena dia panggil murahan,"jawab Sasa.

"Memangnya apa hubungannya denganku?" tanya Mimi.

"Karena dirimu memang murahan," jawab Veronica.

"Jangan melibatkan aku!" ketus Mimi dengan kesal.

Dimalam itu mereka berlari hingga naik anak tangga menuju ke lantai atas.

"Dia masih mengejar kita," teriak Sasa yang putus-putus nafasnya

"Baru hari pertama kita sudah di kejar hantu," ujar Veronica yang sambil berlari menuju ke lantai atas.

Tak...tak...tak...tak...tak...tak...

Suara hentakan kaki mereka yang berlari menaiki tangga. setiba lantai atas mereka masih berusaha menjauh dari hantu wanita yang masih mengincar mereka.

"Aaarrggkkk," teriak hantu wanita itu yang mencengkeram bagian tengkuk Mimi dan Sasa kemudian melempar mereka ke arah dinding.

Buk..

"Aarrghhh..."

Buk..

"Aarrghhh..."

"Hah....Sasa, Mimi," teriak Veronica yang menghentikan langkahnya.

Ia membulatkan mata besarnya sambil memundurkan langkahnya ke belakang. hantu wanita itu semakin maju mendekati Veronica yang sedang ketakutan.

"Sakit sekali," rintihan Sasa yang tergeletak tidak berdaya.

"Kenapa kau mengincar kami?" tanya Veronica.

"Kalian semua adalah murahan yang pantas mati," teriak hantu itu dengan nada tinggi

"Kau salah orang, kami baru tiba ke tempat ini. kami bahkan tidak mengenal kamu, kenapa ingin membunuh kami? mungkin saja kamu memang sudah salah orang," tanya Veronica yang berusaha ingin membujuk hantu itu.

"Dia adalah wanita murahan yang melakukan hubungan dengan suamiku," ujar wanita hantu itu sambil menunjuk ke arah Mimi.

"A-apa? dia melakukan hubungan dengan suamimu?" tanya Veronica yang hampir merasa tidak percaya.

"Aku tidak mengenal suamimu,"kata Mimi yang sedang kesakitan.

"Tidak mengenalnya? apa kau sudah lupa siang tadi kau baru bersama dengan seorang pria yang bernama Jhonson? kau sangat murahan," ketus wanita hantu itu.

"Aku tidak tahu kalau dia adalah suamimu, jangan salahkan aku!" ujar Mimi yang menahan sakit diseluruh tubuhnya.

"Malam ini kalian semua harus mati," bentak hantu wanita itu.

Hantu wanita itu maju dan ingin mencengkeram leher Veronica, Veronica yang melihat hantu itu semakin takut ia semakin memundurkan langkahnya.

"Aku tidak menyinggungmu kenapa kau ingin membunuhku? lagi pula temanku juga tidak sengaja mendekati suamimu, seharusnya kau mencari suamimu dan bukan mencari kami," kata Veronica.

"Kalian semua sama saja harus temani aku," bentak hantu wanita itu yang menghampiri Veronica.

Veronica berusaha melangkah dengan cepat menjauhi hantu itu, akan tetapi secepat apa pun ia tetap kalah dari kecepatan hantu itu.

Hantu wanita itu menarik pundak Veronica dan melempar ke arah depan.

"Aarrghh...." teriak Veronica yang terlempar jauh ke depan sana.

"Veronica...." teriak Sasa dan Mimi.

Sebelum terhempas ke lantai ia disambut oleh seseorang yang tiba-tiba muncul di sana.

"Hah..."

"Terima kasih sudah menyelamatkanku," ucap Veronica pada pria itu.

Hantu wanita yang penuh dengan dendam bersikeras ingin membunuh

Veronica, ia tetap melaju ke arah Veronica yang di dalam gendongan pria itu.

"Dia sudah datang, cepat turunkan aku!" pinta Veronica pada pria itu.

"Pejamkan matamu!" ucap pria itu.

Setelah Veronica memejamkan matanya, mata pria itu berubah menjadi cahaya hijau dan membuat hantu wanita itu menghentikan gerakannya. hantu itu berhenti karena melihat asli rupa pria itu sehingga akhirnya dia memilih pergi.

"Dia sudah pergi," katanya yang menatap ke Veronica.

"Ke mana dia?" tanya Veronica yang melihat kesekitaran.

"Sudah pergi."

"Tuan, apa bisa turunkan aku dulu!"

Pria itu lalu menurunkan Veronica, sementara Sasa dan Mimi berusaha berdiri sambil menahan sakit pada tubuh mereka.

"Sasa, Mimi, bagaimana dengan kalian?" tanya Veronica berjalan menghampiri dua sahabatnya itu.

"Aku tidak apa-apa," jawab Sasa yang sambil menepuk punggungnya.

"Tulangku hampir patah,"rintihan Mimi yang masih merasa sakit.

"Tuan, Tuan," panggil dua pria yang datang menghampiri pria yang menyelamatkan Veronica tadi.

"Apa Anda tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa," jawabnya yang kemudian menghampiri Veronica.

"Tuan, terima kasih karena menyelamatkan kami," ucap Veronica dengan sopan.

"Sama-sama, perkenalkan namaku adalah Axton Charlie,"ucapnya yang menatap mesra pada Veronica.

"Namaku adalah Mimi," ujar Mimi yang lagi-lagi tergila dengan pria tampan itu.

"Tuan, bagaimana caranya Anda mengusir hantu wanita itu?" tanya Sasa yang merasa penasaran.

"Aku juga tidak tahu, mungkin saja karena dia adalah hantu gentayangan, oleh karena itu dia menghilang saat waktunya tiba,"jawab Axton dengan alasan.

"Bagaimana kalau kita pindah hotel saja?" tanya Mimi.

"Ini sudah malam memangnya kita mau ke hotel mana? lagi pula wanita itu mencari kita karena kamu," ketus

Veronica.

"Kami hampir mati karena mu," ujar Sasa pada Mimi.

"Seharusnya sudah aman, kalian kembalilah ke kamar dan istirahat!" ucap Axton.

"Kalau begitu kami pergi dulu, terima kasih," ucap Veronica.

"Terima kasih," ucap serentak Sasa dan Mimi.

Setelah Veronica dan Sasa melangkah pergi, Mimi masih belum beranjak dari sana.

"Tuan Charlie, hari ini kita sudah bertemu kedua kalinya, ini tandanya kita berjodoh, bagaimana kita makan dan minum bersama?" tanya Mimi yang mendekati Axton.

"Makan dan minum bersama?apakah hanya itu yang kau mau?" tanya Axton.

"Kita bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan," jawab Mimi dengan senyum serta tangan nakalnya yang ingin menyentuh bagian bawah pria itu.

"Jaga tanganmu baik-baik, Nona. jangan menyentuh sembarangan!" kata Axton yang menahan tangan wanita itu.

"Apa kamu tidak berminat?" tanya Mimi dengan senyum mengoda.

"Hari ini aku lepaskan kamu, kalau lain kali kau masih saja mendekatiku maka kau yang akan menjadi hantu gentayangan," kecam Axton yang kemudian melangkah pergi.

Terpopuler

Comments

Julima Ahaya

Julima Ahaya

👍

2024-09-08

0

Rasyid Ramadhan

Rasyid Ramadhan

sangat bagus ceritanya

2024-09-07

0

NINENG

NINENG

Mimi,,perempuan yg harus di waspadai dan di tandai 😂

2024-07-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!