"Hubungan mereka sangat akrab sehingga membuat nona Veronica tidak sanggup menerima kehilangan ini," kata Julio.
"Bagaimana dengan dia?"
"Sejak kejadian itu Luiz sering mengunjungi kuburan Sasa dan kadang tidur sana. dia sangat menyesal telah menyebabkan Sasa menjadi korban," jawab Julio.
"Pria yang berniat jahat terhadapnya juga sudah menjadi korbannya."
"Iya, pria itu disiksa sebelum tewas."
"Aku tidak menyangka Luiz bisa berubah drastis setelah kejadian itu."
"Semalam aku pergi melihatnya, dia melilit makam Sasa dan tidur di sana, dia benar-benar putus asa karena merasa bersalah yang menghantui dirinya," ucap Julio.
"Mari kita ke sana lagi!" kata Axton yang melangkah keluar dari kamar.
Saat Axton dan Julio tiba di makam Sasa, mereka melihat seekor ular raksasa berwarna hijau tubuhnya melingkar makam itu. ular itu hanya diam dan menetes air mata.
"Dia sangat menderita, selama ribuan tahun baru kali ini dia berubah menjadi seperti ini,"ucap Julio yang merasa sedih melihat temannya itu.
"Penyesalan selalu datang dikemudian hari," gumam Axton.
Australia.
Malam itu Veronica sedang duduk di samping ranjang yang di mana Mimi sedang berbaring di sana.
Tentu baginya tidak habis berpikir soal bayi yang dikandung temannya itu.
"Saat di thailand Mimi berhubungan dengan dua pria. apakah Julio adalah ular atau Mimi terkena guna-guna dari warga sana?" batin Veronica.
"Kami hanya beberapa hari saja tinggal di sana, tidak mungkin Mimi ada menyinggung siapa pun. Sasa tidak tahu kenapa bisa berjalan ke tempat itu? selama ini dia bukan orang yang ceroboh, apakah ini karena ulah Luiz? dan kenapa Axton bisa tahu di mana jasad Sasa, sedang Sasa sendiri saja lupa di mana. apa yang Axton lihat di saat itu?" batinnya.
"Hantu wanita yang mengejar kami juga menghilang setelah bertemu dengan Axton," gumam Veronica.
"Mimi, apakah Julio dan Luiz adalah siluman ular? tidak mungkin, ini sangat gila. mana mungkin ada ular di zaman sekarang. mana bisa ku katakan padamu bahwa dirimu hamil anak ular," ucap Veronica.
Veronica kemudian mengeluarkan handphone miliknya. ia membuka internet dan mencari sejarah ular hijau. tentu saja baginya tidak percaya dengan adanya siluman di zaman sekarang.
"Bangkok memiliki sejarah ular hijau ribuan tahun yang lalu, penebangan hutan terjadi di saat itu sehingga membuat ular raksasa yang pernah dilihat oleh warga sana sedang mengamuk dan menelan beberapa para pekerja. mulai dari saat itu tidak ada berani masuk ke dalam hutan tersebut. para warga yang melihat ular raksasa itu mereka pun menyembahnya dengan buah-buahan sambil memohon agar tidak memangsa para warga yang tinggal di daerah sana. dari sejak itu ular raksasa tidak pernah menampakan dirinya lagi." sebut Veronica yang sedang membaca internet.
"Hanya ular raksasa mana mungkin dia siluman, tidak tahu kapan baru bisa bejumpa dengan mereka. tapi lebih baik jangan berjumpa lagi," ucap Veronica.
Veronica yang merasa bosan ia pun melangkah keluar dari kamarnya. saat ia berdiri di luar kamar tidak terlihat siapa pun di sana. jam dinding sudah menunjukan pukul 23.00.
"Sepi sekali, kenapa aku tiba-tiba merinding ya," gumam Veronica.
Langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang berdiri dihadapannya.
Seorang pria yang sudah tidak asing baginya sedang berjalan ke arahnya.
"Axton? kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Veronica yang melihat pria itu menghampirinya.
"Aku hanya kebetulan ingin melihat temanku di sini, dan aku melihatmu keluar dari kamar ini, oleh karena itu aku menghampirimu," jawab Axton dengan senyum.
"Dia pernah mengatakan tidak pernah ke australia, tapi mengapa bisa ada kenalan di sini?"batin Veronica.
"Siapa yang dirawat?"tanya Axton.
"Mimi," jawab Veronica.
"Apa dia sakit?"
"Dia....!" jawab Veronica yang terhenti.
"Dia kenapa? apakah kamu butuh bantuan?"
"Axton, beritahu aku yang sebenarnya! siapa kalian sebenarnya?" tanya Veronica dengan memberanikan dirinya.
"Aku adalah Axton, apakah kamu sudah lupa?" tanyanya dengan senyum.
"Kenapa kamu bisa mengetahui di mana jasad Sasa di saat itu?" tanya Veronica yang mulai mencurigai pria itu.
"Veronica, kenapa kamu tiba-tiba saja bertanya tentang hal ini?"
"Aku hanya merasa penasaran saja."
"Bagaimana denganmu dalam sebulan ini?"tanya Axton.
"Baik-baik saja," jawab Veronica dengan menunduk.
"Tapi kelihatannya tidak baik seperti yang kau katakan," ujar Axton yang sedang memperhatikan raut wajah gadis itu.
"Aku hanya kurang tidur saja, apa kamu sendirian di sini?"tanya Veronica.
"Iya, aku sendirian. apa kamu bisa temani aku sebentar?"
"Pertanyaan ku belum kamu jawab, bagaimana kamu bisa mengetahui di mana jasad Sasa?" tanya Veronic
"Matanya yang memberitahuku," jawab Axton. "Veronica, sudah berlalu. untuk apa dipikirkan lagi, seharusnya kau lepaskan dia!"
"Aku tahu, aku mengantuk sekali dan ingin tidur sebentar. aku kembali ke kamar dulu," pamit Veronica yang sengaja dan kembali masuk ke kamar.
"Dia mulai mencurigaiku,"batin Axton.
Axton kemudian muncul di kamar tempat Mimi dirawat. saat itu Veronica sedang tidur dengan kepalanya diatas kedua tangannya yang sedang melipat.
"Wajahnya kelihatan sangat tidak bahagia sama sekali," batin Axton.
Axton lalu merasakan sesuatu yang aneh dan melihat ke arah Mimi. ia menyentuh perut wanita itu.
"Sepertinya ada aroma ular ditubuh wanita ini, kenapa bisa begini? sedangkan dalam tubuhnya tidak ada apa-apa," batin Axton.
"Singkirkan tanganmu!" bentak Veronica yang bangkit dari tempat duduk dan menepis tangan pria itu.
"Veronica, aku hanya...." kata Axton yang terhenti.
"Hanya apa?" tanya Veronica yang menatap curiga terhadap pria itu.
"Veronica, jangan salah paham! aku hanya ingin memastikan apa dia baik-baik saja,"jelas Axton dengan alasan.
Veronica lalu menarik pria itu keluar dari kamar dan melepaskan tangannya dengan kasar.
"Katakan padaku apa niatmu sebenarnya? tanya Veronica dengan nada agak tinggi.
"Veronica, aku tidak berniat jahat sama sekali," jelas Axton yang mencoba menyakinkan gadis itu
"Axton Charlie, apa kamu masih belum puas dengan kematian Sasa? dan sekarang kau datang dengan tiba-tiba, sebenarnya apa niatmu?"tanya Veronica dengan nada kesal.
"Aku tidak berniat jahat," jawab Axton.
"Lalu, apa yang kau lakukan tadi?"
" Aku hanya merasa kondisinya agak aneh, oleh sebab itu aku hanya ingin memeriksa saja," jawab Axton.
"Memeriksa saja? sedangkan dirimu bukan dokter, apa yang kamu periksa?"
"Veronica, apa kamu mencurigaiku?"tanya Axton.
"Aku tidak tahu kamu siapa sebenarnya, aku hanya merasa kamu sangat aneh," jawab Veronica.
"Aku tidak akan melukaimu atau pun Mimi. kita sudah kenal saat dibangkok. kenapa kau masih tidak percaya padaku?"
"Apakah bisa jangan bertemu lagi? aku tidak ingin bertemu dengannmu dan juga Julio. aku sangat berterima kasih saat dibangkok kau banyak membantuku. dan aku tidak mau lagi terjadi sesuatu pada teman ku ini," ucap Veronica.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
susi
lanajutt
2022-10-27
1
Lilis Yuliningsih
kenapa ya setiap judul ceritanya tidak ada yang selesai sampai tamat .....
2022-10-27
0
gaby
Julio sm Mimi sama2 siluman. Julio siluman ular hijau & mimi siluman ular keket. Makanya Mimi gatel stiap ktemu pria tampan & lngs ena2, karena dia siluman ular keket🤣🤣
2022-10-27
0