"Gan...," ucap Veronica yang melihat pria itu membuang dua benda yang baru dia keluarkan.
"Cepat tinggalkan tempat ini!" ujar Gan yang menarik Veronica masuk ke dalam mobil. ia melangkah cepat masuk ke dalam dan menghidupkan mesinnya. setelah itu ia melajukan mobilnya untuk menjauhi taman tadi.
"Gan, ada apa?"
"Mutiara hijau itu adalah milik siluman ular, selain bisa membuat panjang umur dia juga bisa mendeteksi keberadaanmu. seharian kamu tidak pulang dia pasti dalam perjalanan mencari kamu," jawab Gan yang sedang menyetir.
"Apakah karena mutiara itu aku jadi lupa asal usulku?"
"Mungkin saja, kata paman ku mutiaranya sangat kuat, hanya ribuan tahun ular yang memilikinya dan itu juga bisa membuatnya hidup selama puluhan ribu tahun."
"Dan obat apa yang satu lagi?"
"Aku juga tidak tahu, aku tidak pernah melihatnya," jawab Gan yang sambil memperhatikan spion dan cermin yang ada di atas kepalanya.
"Dua sahabatku sudah menjadi korbannya, ternyata aku juga sama," ucap Veronica yang merasa kecewa karena dirinya telah dinodai beberapa kali oleh siluman itu.
"Apakah Axton menangkap sahabatmu juga?"
"Bukan dia," jawab Veronica.
Veronica menceritakan semua dari awal kejadian di bulan lalu.
"Ternyata ada tiga siluman, dan Axton adalah yang paling kuat. Luiz dan Julio adalah anak buahnya."
"Iya, Sasa meninggal juga karena Luiz. sedangkan Mimi hamil anak Julio dan untung cepat di keluarkan bayi ular itu. kalau tidak, maka dia juga akan meninggal," ujar Veronica.
"Veronica, jangan pikirkan ini lagi! malam ini istirahat dulu. menurutku untuk sementara ini kamu jangan keluar dulu. dia pasti akan ke kota untuk mencarimu," kata Gan yang sedang melajukan mobilnya.
"Iya, aku tidak akan keluar, hanya saja aku menghilang selama beberapa hari, tidak tahu bagaimana dengan Mimi? dia pasti sedang mencariku," ujar Veronica.
"Jangan khawatir! lebih baik kamu hubungi dia dan menyuruhnya berhati-hati juga!"
"Benar, Axton pasti akan mencari Mimi, dia adalah siluman menuju ke australia sangat mudah baginya."
Setelah dua puluh menit kemudian Gan tiba ke sebuah villa.
"Gan, ini rumah siapa?"tanya Veronica yang ikuti langkah Gan masuk ke dalam Villa itu.
"Ini adalah tempat tinggalku, kamu bisa tinggal di sini dan anggap ini adalah rumahmu," jawab Gan dengan senyum.
"Tempat tinggalmu? bukankah ini hanya akan menganggumu dan keluargamu?"
"Aku hanya sendirian di sini, aku belum menikah dan orang tua ku berada diluar negeri."
"Tapi aku bisa menganggumu, apa lagi kalau saja Axton...,"
"Dia tidak akan tahu kamu di sini, kamu tinggal saja di sini. dan setelah sudah aman aku akan membawamu bertemu dengan pamanku."
"Mari ikut aku! aku tunjukan kamarmu!" ajak Gan yang berjalan menaiki tangga dan di ikuti oleh Veronica.
Klek
"Masuklah!" seru Gan yang melangkah masuk ke kamar mewah yang akan digunakan oleh Veronica.
"Kamar yang mewah, kelihatannya hidupmu sangat lengkap."
"Tidak lengkap, ada yang belum ku miliki. dan semua ini hanya salah satunya saja," jawab Gan dengan senyum.
"Kamarku ada disebelah, kalau butuh sesuatu panggil saja! di lemari ada handuk baru. nanti aku ambilkan pakaian mamaku untukmu."
"Aku keluar tanpa membawa pakaian, lagi pula semua pakaianku di australia," ujar Veronica.
"Tidak masalah, aku akan menyuruh asistenku menyediakan untukmu. tenang saja, semua kebutuhanmu aku akan siapkan untukmu."
"Sangat merepotkanmu, setelah aku pulang aku akan membayar semua yang kamu sediakan."
"Tidak perlu, bagiku ini tidak seberapa. lagi pula kita adalah teman. jadi, jangan perhitungkan hal sekecil ini! aku pergi ambilkan baju mamaku dulu!" ucap Gan yang melangkah keluar.
"Tidak menyangka sekarang aku malah menjadi pelarian, kenapa bisa si.al sekali aku bertemu dengan siluman itu," batin Veronica.
Setelah setengah jam kemudian Veronica sedang berendam di dalam bathub, dia mengosok seluruh tubuhnya yang dia merasa jijik karena telah dinodai oleh pria itu berkali-kali. dirinya menangis dan ingin berteriak akan tetapi ia tidak bisa melakukannya. karena ia tidak ingin di dengar oleh Gan yang kamarnya ada disebelahnya.
"Sangat jijik sekali, kenapa aku bisa ikut terbuai dengannya. kotor sangat kotor, aku berhubungan dengan siluman," batin Veronica.
Veronica menangis selama dua jam sambil mengosok tubuhnya. ia merasa hancur karena dirinya harus kehilangan harta yang paling penting baginya.
"Untuk selamanya aku tidak bisa menikah dengan siapa pun. karena tubuhku yang kotor ini," batinnya.
Di sisi lain Axton yang sedang mencari Veronica ia muncul di suatu tempat, ia mengambil mutiaranya di jalan itu, mutiara tersebut adalah pemberiannya kepada Veronica dan dilempar jauh-jauh oleh Gan.
"Kenapa mutiara ini bisa keluar dari tubuhnya? dia tidak akan bisa mengeluarkan sendiri, karena dia juga tidak tahu bahwa dia melupakan semuanya karena mutiara ini. di mana dia sekarang?" gumam Axton.
"Veronica, ke mana pun kau pergi kau tetap akan ku cari sampai dapat," gumamnya.
Di malam itu Veronica tidak bisa memejamkan matanya, ia hanya duduk dengan bersandar di sepanjang malam.
"Bagaimana dengan hidupku di masa depan? aku merasa sangat hina dan jijik pada diriku sendiri, semua yang kami lakukan di atas ranjang masih sangat jelas dalam benak pikiranku," batin Veronica.
Karena tidak bisa tidur ia pun turun dari tempat tidurnya, melangkah menghampiri jendela dan berdiri di sana sambil melihat ke bawah yang ada kolam berenang di belakang halaman. dan di saat yang sama Gan sedang berdiri di tepi kolam sambil melihat bintang-bintang di langit.
"Kenapa setiap kali aku melihat pria ini perasaan ku sangat nyaman, andaikan kami lebih awal bertemu mungkin saja tidak akan seperti in," batin Veronica.
"Veronica, jangan pikirkan hubungan asmara lagi, pria ini walau dia baik dan ramah, akan tetapi dirimu sudah tidak layak mendapatkannya. dia adalah pria yang tidak berkekurangan apa pun. selain tampan, baik hati dan ramah dia juga kaya raya. dirimu tidak bisa disandingkan dengannya. sadar diri tidak ada salahnya," gumam Veronica.
Gan yang sedang memandang ke langit sama sekali tidak menyadari bahwa Veronica sedang melihatnya dari kamar lantai atas. dirinya juga mengingat semula semua pesan pamannya saat di kuil tadi.
"Ada seorang gadis yang telah menempati hatimu, asal kamu bisa menjauhi dia maka dirimu akan selamat. dan jika kamu mendekatinya maka kamu akan dalam bahaya. dan kalau gagal menghadapinya maka kamu akan kehilangan nyawamu. jangan dekati gadis ini!"
"Gan, masalah jodoh ditentukan oleh yang di atas, hubunganmu dengan gadis itu akan menghadapi banyak rintangan dan halangan, ini akan menyulitkan hidupmu. dan sangat sulit untuk bisa bersama. paman hanya berharap jangan mencintai dengan begitu mendalam agar tidak terluka!"
"Apa itu cinta? hidupku selama ini sangat lancar dalam setiap hal, apa mungkin gadis ini akan membuat nyawaku dalam bahaya? siluman ular? mungkin saja...maksud paman bahaya datang dari siluman itu," batin Gan.
"Lantas, apa pilihanku? mengantarnya ke bandara agar dia cepat pergi dengan begini aku tidak akan dalam bahaya, atau biarkan dia tinggal di sini dan aku juga ikut terlibat?" gumam Gan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Rasyid Ramadhan
sangat bagus
2024-09-07
0
Winda Violita
masih.. menuggu
2022-10-30
1
Winda Violita
up kak
2022-10-30
0