Erwin tak menyangka jika Gita benar-benar legawa dan memaafkannya. Sebagai ucapan terima kasih karena gadis itu sudah memaafkannya, Erwin kemudian memberikan sebuah hadiah kepada gadis itu.
Suryati yang masih kesal dengan pemuda itu langsung membuang hadiah yang diberikan olehnya.
Ia terus mengutuk pemuda itu dan memakinya saat membuang hadiah pemberian pemuda itu.
"Jangan pernah menerima apapun darinya, ibu takut dia memasukan sesuatu kedalam hadiah itu. Bisa saja itu santet, pelet, atau sejenisnya!" seru Suryati
"Jangan suudzon Bu, ingat kata pak Kyai tidak boleh suudzon dosa Bu," tutur Gita dengan bijak
"Tetap saja aku gak suka sama dia, awas aja kalau kamu deket-deket sama dia. Padahal kamu ini kurang baik apa sama dia tapi apa balasannya, bener-bener bikin aku pengin mutilasi dia aja!" gerutu Suryati sambil mengacungkan pisau kearahnya
Gita kemudian memungut kotak hadiah pemberian Erwin yang dibuang oleh Suryati di tempat sampah.
Ia kemudian membukanya untuk melihat apa isinya.
Wanita itu begitu terkejut saat melihat isi kotak tersebut dan langsung melemparkan kotak hadiah itu saat melihat isinya. Ia terus beristighfar saat melihat kembang tujuh rupa yang diberikan oleh Erwin.
Sebenarnya apa yang diinginkan Erwin, kenapa ia mengirimkan benda-benda klenik ini padaku.
Gita yang penasaran kemudian menghubungi Erwin dan menanyakan apa maksud pemuda itu memberinya hadiah bunga tujuh rupa.
"Aku ingin kau terlepas dari jerat makhluk gaib itu," jawab Erwin seketika membuat Gita tak percaya mendengarnya.
Bagaimana mungkin pria itu tahu jika ia bersekutu dengan makhluk gaib. Apa dia mengetahuinya dari dukun santet yang membantunya??
"Memangnya apa peduli mu, lagipula makhluk itu juga tidak menyakiti ku," jawab Gita sinis
"Aku tidak mau kamu terjerumus dalam lembah hitam Git, cukup aku saja. Aku tak bisa membiarkan dirimu berada dalam jalan yang salah karena diriku. Jadi sebagai bukti kepedulian ku padamu aku mengirimkan benda itu untuk menolong mu." tutur Erwin
"Terimakasih atas kepedulian mu, tapi aku tidak butuh bantuan mu. Sebaiknya kau urus saja masalah mu sendiri dan jangan pernah ikut campur dalam urusan ku," jawab Gita kemudian mengakhiri obrolannya
Wanita itu kemudian segera masuk kedalam kamarnya. Entah kenapa sore itu tiba-tiba saja teringat dengan Barra.
Tatapan mata sendunya masih teringat jelas dalam benaknya membuat ia merasa menyesal karena selama ini ia tak pernah bersikap lembut kepadanya.
Rasa rindu akan kehadirannya, serta perhatiannya membuatnya tiba-tiba merasa sesak.
Andai saja waktu bisa terulang aku ingin meminta maaf padamu dan memulai lagi hubungan kita dari awal. Sekarang aku baru sadar jika hanya dirimu yang benar-benar tulus mencintai ku. Kau bahkan rela mengorbankan nyawa mu hanya demi untuk menyelamatkan aku.
Tiba-tiba sebuah asap putih mengepul memasuki kamar itu. Asap itu kemudian berubah menjadi sosok lelaki tampan yang begitu dirindukan oleh Gita.
"Barra!" pekiknya kemudian segera menghambur kearah lelaki itu.
Namun saat ia akan memeluknya tiba-tiba tubuhnya terpental menjauhi makhkuk itu.
*Awww!!
Gita mengerang kesakitan saat tubuhnya membentur furniture di kamarnya.
Bukan hanya Gita yang mengerang kesakitan namun makhluk itu juga. Gita begitu terkejut saat melihat Barra berubah menjadi makhluk mengerikan.
Ia segera mundur beberapa langkah menjauhi makhluk tersebut.
"Tolong aku Gita, jangan pergi!" seru makhluk itu
Gita yang merasa kasian dengan makhluk itu langsung menghampirinya. Saat ia berusaha meraih tangannya sesosok bayangan putih muncul dan menyambar tubuhnya menjauhi makhluk itu.
"Barra!!"
Makhluk itu kembali tersungkur saat bayangan putih itu menghantam tubuhnya.
Kini tubuhnya sedikit demi sedikit melepuh. Saat Gita menghampirinya ia mukaiy berubah menjadi sosok yang mengerikan.
"Kamu bukan Barra!!" pekik Gita mencoba menjauhi makhluk itu.
Saat makhluk itu berusaha menyerangnya, kembali bayangan putih itu menyerangnya. Namun kali ini bayangan putih terlempar ke langit-langit saat makhluk itu melepaskan sebuah kilatan cahaya kearahnya.
*Arrghhh!!"
"Bruugghhh!!"
Sosok bayangan putih itu terjatuh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Zacky!!" Gita tak menyangka jika bayangan putih itu adalah Zacky, saat ia akan mendekatinya pemuda itu langsung menahannya
"Sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum makhluk itu membunuh mu!" ucap Zacky segera menarik tubuh gadis itu ke belakangnya.
"Pergilah ke rumah Kyai Sodiq untuk beberapa waktu, sampai kami bisa menyingkirkan dukun itu!" pekiknya.
Namun baru saja Gita akan melangkahkan kakinya makhluk itu langsung menghadangnya.
"Kali ini aku tidak bisa membiarkan mu lolos begitu saja. Aku harus memastikan kamu mati di tanganku hari ini!" seru makhluk itu segera menyerang Gita
Melihat makhluk itu menyerang Gita membuat Zacky langsung menahan serangannya hingga tubuhnya dipenuhi luka sayatan kuku-kuku makhluk gaib itu.
Ia segera mendorong tubuh gadis itu menjauhi makhluk itu.
Meskipun Zacky sudah berusaha mengerahkan semua kekuatannya, tetap saja ia tak bisa mengalahkan kekuatan sang dukun yang lebih sakti darinya.
Melihat Rekan sekamarnya berdarah-darah membuat seorang pemuda tertegun melihat keberanian Zacky.
"Kenapa kamu begitu gegabah melawannya seorang diri, meskipun kamu seorang yang memiliki ilmu agama yang cukup tinggi, tetap saja kau tidak meremehkan kekuatan dukun itu," Ia segera duduk bersila di belakang Zacky dan menepuk pundaknya.
Tubuh Gita terhempas saat makhluk melepaskan serangan kepadanya.
Apakah aku akan mati??, kenapa tubuhku terasa panas seperti terbakar??
Saat Gita merasa tubuhnya mulai melayang-layang di udara, tiba-tiba sesosok pemuda melesat menyambar tubuhnya dan menyelamatkannya dari serangan makhluk gaib itu.
"Meskipun aku juga seorang dukun, tapi aku paling anti menyakiti seorang ahli ibadah, karena itu sama saja bunuh diri," ucap lelaki itu menghampiri sang makhluk astral
"Sebaiknya kamu jangan ikut campur, Ki Sanak, atau aku akan membunuhmu," ancam Mahluk itu
"Sue, orang masih muda dan ganteng kek gini dibilang Ki Sanak, yang bener aja!" cibir pemuda itu
"Enyahlah kau dari sini atau aku akan membunuhmu!" kembali mahluk itu meradang saat melihat pemuda itu sama sekali tak mengindahkan kata-katanya
"Bunuh saja kalau bisa," jawab pemuda itu dengan entengnya
Ia kemudian meletakkan tubuh Gita ke atas ranjangnya dan berjalan menghampiri makhluk itu.
Ia segera melepaskan pukulan keras kearahnya saat Makhluk itu berusaha menyerangnya.
Dalam sekali pukulan makhluk itu terpental menghantam dinding kamar hingga terjadi guncangan hebat di rumah itu.
Meskipun sudah terluka parah namun makhluk itu kembali menyerang Pemuda itu.
"Sepertinya kamu memang perlu diberi pelajaran," pemuda itu kemudian memusatkan semua kekuatannya dan kembali melepaskan pukulannya kearah makhluk itu hingga ia musnah menjadi kepulan asap.
Pemuda itu kemudian menghampiri Gita yang masih tergeletak di ranjangnya dan meletakkan tangannya di atas kening gadis itu.
"Sebentar lagi kamu pasti siuman," ucapnya kemudian membawa pergi Zacky dari tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Ani ani
sprtinya ktrunan Rangga dan Gilang🤔🤔
2022-12-30
0
Esti Restianti
siapa ya teman Zacky itu,apa masih keturunan Gilang atau Rangga🤔
2022-12-26
0
Lubna Aysha
siapa sih temen zakii..jd penasaran wkwkwk
2022-12-09
0